Ku Ingin Kau Kembali (Part Anisa)

Ku Ingin Kau Kembali (Part Anisa)
Dia butuh otakmu, bukan tubuhmu.


__ADS_3

"Baiklah ... Kau hanya menginginkan anakmu saja atau dengan suamimu sekalian, aku tidak peduli, yang terpenting bagiku sekarang, kau merubah penampilanmu itu. Kau tau? bentukmu lebih tua dari usiamu," kata Aura kesal. Anisa mematut tubuhnya mendengar perkataan sahabatnya. Sambil tersenyum miris, dia menatap sang sahabat.


"Bagaimana caranya?" tanya Nisa bingung. Bingung karena tak mempunyai kemampuan untuk merubah penampilan. Terlebih karena keadaannya saat ini sangat jauh berbeda dari waktu itu.


"Apanya yang bagaimana caranya, besok aku akan membawamu ke klinik kecantikan, kau harus merawat tubuhmu, dan mulai besok, aku akan mengatur pola makanmu dan akan membawamu berolah raga," kata Aura semangat.


"Tapi aku tak punya uang," katanya lirih. Karena Nisa tau, semua itu butuh biaya yang tak sedikit.


"Tapi kau punya aku," kata Aura sambil memegang tangan Nisa. Gadis itu benar-benar bertekat untuk merubah penampilan sahabatnya. Aura ingin agar Nisa mendapatkan hidup yang bahagia setelah ini.


"Sekarang kau pergi mandi dulu, aku tak tahan mencium bau badanmu," kata Aura sambil menutup hidungnya sambil mendorong Nisa ke arah kamar mandi, sehingga membuat Nisa cemberut karena ulah sahabatnya ini. Nisa bingung, dia sama sekali tak punya pakaian ganti. Melihat wajah sahabatnya, Aura berkata


" Jangan Khawatir ... aku punya baju yang sesuai denganmu." Mendengar itu, senyuman menghiasi bibirnya.


.....


Di lain tempat.


Hari sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Tiba-tiba Andra ingat akan Nisa yang masih diluar, laki-laki itu segera keluar, dia hanya menemukan beberapa lembar uang ratusan ribu tergeletak di lantai. Matanya menyapu sekeliling, tapi dia tidak menemukan sosok wanita itu.


Dia merasa cemas juga, walau bagaimanapun, wanita itu pernah menjadi pujaannya. Dan wanita itu tetap ibu dari anak-anaknya. Dia sengaja mengunci ke tiga putra mereka agar Nisa tidak benar-benar pergi dari rumah ini, ternyata ... dia benar-benar pergi tanpa membawa apapun. Entahlah, perasaannya sangat aneh, dahulu Andra benar-benar ingin Anisa pergi, namun setelah istrinya itu pergi, ada perasaan aneh menyelimuti diri.


Melihat Andra yang berada di luar, perempuan itu menghampirinya kemudian bergelayut manja di tangannya. Perempuan ini sebenarnya merasa kesal karena melihat Andra masih memikirkan istri pertamanya dan sepertinya menyesali keputusannya, tapi perempuan itu berusaha menutupi perasaannya dengan senyum manis dan tingkah manja.


"Mas ... ngapain di luar malam-malam begini, apa tidak dingin?" katanya manja.


Andra hanya diam dan masuk ke dalam. Entah kenapa saat ini dia mencemaskan Nisa, padahal kemarin-kemarin dia sangat ingin membuang wanita itu.

__ADS_1


.....


Pagi harinya Aura sudah mendengar Nisa sangat sibuk di dapur. Aura melangkahkan kakinya menuju sumber suara dan mendapati sahabatnya ini berkutat di dapurnya yang biasanya selalu hening.


"Apa yang kau lakukan? " Sapa Aura sambil mendekati sahabatnya.


"Aku sedang memasak," jawabnya heran karna temannya ini tidak tau apa yang sedang dia lakukan. Aura memutar bola mata malas mendengar jawaban sang sahabat. Melihat ekspresi Aura, Anisa malah tersenyum.


Aura melihat apa yang di masaknya, tiba - tiba dia melihat Nisa menangis, sambil. membelai punggung wanita itu, Aura berkata.


"Sudahlah ... aku yakin, nantinya semua akan baik-baik saja."


"Aku tidak bisa tenang, apakah mereka akan memberi makan dan mengurus anak-anakku dengan baik, aku harus mencari pekerjaan secepatnya, agar aku bisa membawa ketiga putraku bersamaku.


Lalu Aura memeluk sahabatnya ini agar sedikit tenang.


"Aku akan membantumu sekuat tenagaku. Setiap hari, kita akan kesekolah anak-anakmu, kau akan bertemu dengannya setiap hari," Kata Aura menenangkan sahabatnya." Nisa menatap Aura haru. Dia tak bisa lagi berkata apa-apa, sangat bersyukur karena memiliki sahabat sepert Aura.


....


Hatinya sedikit perih melihat ini, kenapa dia mau saja mengikuti kehendak perempuan itu yang ingin tinggal di rumahnya, sehingga dia tega mengusir istrinya yang telah dinikahinya hampir sepuluh tahun ini.


" Mas ... kau sudah bangun?" katanya masih dengan nada manja, kemudian dia melihat ke tiga putra Andra dengan pandangan jijik.


"Bisakah kau membuat sarapan untuk kami? " tanya Andra. Perempuan itu tampak kaget karena disuruh untuk memasak, air mukanya tiba-tiba berubah kesal.


" Aduh ... ngapain repot -repot sih ... kenapa nggak di beli saja?" katanya kesal.

__ADS_1


" Terserahlah ... pokoknya aku dan anak-anakku makan!" jawab Andra kesal.


Melihat Andra yang kesal dia melembut. "Baiklah, mana uangnya? Sini ku beli," katanya sambil mengulurkan tangan.


" Uang apa lagi? semua uangku sudah aku berikan padamu. Kau tau? aku hanya memberikan lima juta rupiah setiap bulannya pada Nisa, dia dapat mengatur semuanya, sedangkan padamu, aku memberikan lebih dari dua puluh juta setiap bulannya. Aku bukan orang kaya," kata Andra setengah berteriak. Andra semakin merasa bersalah karena keputusannya membawa wanita ini pulang yang menyebabkan istri pertamanya pergi. Andai saja dia tetap menyimpan pernikahan keduanya, pasti Istri pertamanya akan tetap berada di rumah ini dan mengurus anak-anak mereka.


dengan cemberut dia pergi keluar untuk membeli makanan.


Sesampai dia di rumah, dia meletakkan makanan itu di atas meja dengan kesal. ketiga anak-anak itu tidak mau menyentuh makanan itu, mereka kembali ke kamarnya, melihat itu Andra sedikit kesal, dan memarahi mereka, tiba-tiba Angga putra Bungsunya menangis, dia langsung berhenti marah karna khawatir akan menakuti putranya.


Elang langsung memeluk adiknya dan memandang ayahnya dengan tatapan kebencian. Andra melihat tatapan itu, dan berkata ...


" Jika kalian tidak makan, kalian akan sakit," katanya lembut.


"Mulai besok, aku akan membawa Angga ke sekolah tiap hari, aku tak ingin dia tinggal dengan orang itu di rumah dan aku tidak mau makan apapun darinya.


" Baguslah," jawab wanita yang sudah berdiri di belakang Andra.


....


Hari ini, Aura membawa Nisa untuk perawatan, dan membelikan beberapa pakaian untuknya, dia berencana akan membawa Nisa kembali bekerja di perusahaan tempat Nisa bekerja dulu, Aura tau, Nisa akan di terima kembali dengan senang hati.


"Kenapa kau membelikanku sebanyak ini?" tanya Nisa,


"Kau akan mulai bekerja besok, Direktur masih sering menanyakanmu, kapan kau akan kembali," jawab Aura.


" Tapi ... apa mungkin dia akan mau menerimaku bekerja dengan tubuh seperti ini? " tanya Nisa sedih.

__ADS_1


" Dia butuh otakmu, bukan tubuhmu" jawab Aura.


_______


__ADS_2