Kulewati Masa Hidupku Yang Penuh Dengan Penghinaan

Kulewati Masa Hidupku Yang Penuh Dengan Penghinaan
sebuah senyuman palsu


__ADS_3

keesokan harinya, Elsa terbangun dengan keadaan terbaring dilantai gudang, hal pertama yang dirasakannya adalah semua badannya sakit,akibat tidur dilantai yang dingin dan kotor.


Elsa kembali teringat dengan kejadian kemarin, yang membuat dia bisa ada disini, ia menyandarkan tubuhnya tepat dibelakang pintu sambil menangis pilu.


"ya Allah berikan lah hamba kesabaran dalam menghadapi segala cobaanmu, jadikan lah hamba termaksud dalam golongan orang-orang yang tabah dan sabar" batin Elsa sambil terus menangis.


tak lama terdengar seseorang dari luar ingin membuka pintu, Elsa cepat-cepat menghapus air matanya agar tangisannya tak diketahui, tapi percuma walaupun ia menghapus air matanya, tetapi matanya yang sembab tidak akan berbohong.


pintu pun terbuka dan memperlihat kan sosok satu-satunya yang menyayangi Elsa, sosok yang selalu memberikan Elsa kekuatan, sosok yang begitu peduli kepadanya, dia adalah Linda, sepupu Elsa yang begitu menyayanginya.


Linda menatap Elsa dari atas sampai bawah,tanpa sadar air mata linda jatuh.


Elsa yang ditatap bak laser oleh Linda hanya bisa tersenyum seakan mengatakan dia baik-baik saja.


Linda tau senyuman dari Elsa itu adalah senyuman palsu,Elsa berusaha menutupi rasa sakitnya dengan senyuman nya, tetapi Linda tidak tertipu, ia tau Elsa sekarang sedang kesakitan terbukti dari tampilannya yang acak-acakkan dan memprihatinkan.


Linda tidak kuat melihat pemandangan tersebut, dia pun mendekati Elsa dan memeluknya, menyalurkan kehangatan kepada Elsa, tetapi air mata nya keluar secara terus-menerus, ia dengan segera menghapus kasar air matanya,lalu melepas pelukannya.


"kamu gak papa kan Elsa?? " tanya linda.


"aku gak papa ko lin, cuma badan aku sakit semua, soalnya aku tidur gak nyaman" jawab Elsa seraya mengangguk.


tadi pagi Linda pergi kekamar Elsa, tapi tak menemukan dimana gadis itu berada.


flash back on.


pukul 06.00 Linda pergi kekamar Elsa untuk mengajak nya sarapan.


Linda sedikit heran, mengapa Elsa tidak terlihat pagi ini, biasanya pagi-pagi sekali ia sudah bangun untuk menyiram bunga.


tok.... tok... tok~


"el"panggil Linda dengan ketukannya.


" Elsa"


"Elsa" panggil Linda sekali lagi, namun tidak ada sahutan sama sekali.


dia terus memanggil-manggil Elsa, namun sipenghuni kamar sama sekali tidak ada tanda-tanda membuka pintu.


Linda khawatir terjadi sesuatu kepada elsa. ia pun membuka pintu itu, yang memang tidak dikunci.

__ADS_1


Linda masuk kekamar itu, namun yang ia lihat hanyalah sebuah kamar yang masi rapi, seperti belum ada yang jamah.


Linda menuju ke toilet lagi, dan mengetuk nya mana tau Elsa ada didalam, tetapi tetap saja hasilnya nihil,elsa tidak ada.


pikiran Linda kemana-mana dia tampak khawatir, ia mulai berpikir tidak mungkin Elsa keluar tanpa seizin orang rumah, kecuali.....


Linda keluar dari kamar itu dan bergegas menuruni tangga, menuju ke meja makan dimana semua keluarga berkumpul.


"tante" panggil Linda kepada nuni.


"iya?? " jawab ibu Elsa.


"Elsa dimana?? " tanya Linda.


"oo anak itu, dia di gudang, tante kunciin dia semalam" jawab nuni santai.


sementara Linda syok mendengar itu, bagaimana bisa Elsa berada di gudang yang gelap itu, Elsa sangat takut dengan kegelapan, semua orang tau hal itu, tega sekali mereka.


mereka yang berada di meja makan tertawa atas tindakan yang dilakukan oleh nuni, bahkan ada yang tertawa sinis, seakan mengatakan "rasain".


Linda pun bergegas mencari kunci gudang, setelah mendapatkan apa yang diinginkan, dia segera menuju ke gudang.


flashback off.


saat berada ditengah tangga, mereka berpapasan dengan cindy, yang akan berangkat kekampus.


cindy tertawa sinis melihat Elsa.


"hm! emang enak di gudang semalam? rasain tuh! " sinis cindy.


"cindy kok kamu ngomong gitu?? kakak gak suka ya, ini spupu kita loh, gak baik kaya gitu" kata Linda sedikit tegas.


"ih kakak aja tuh yang anggap dia sepupu, gue mah ogah" kata cindy sambil berlalu.


Linda hendak membalas, tapi Elsa menahannya, mereka pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.


sesampainya dikamar, Elsa menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, sedangkan Linda membuka gorden yang masih tertutup dikamar itu, setelah itu dia pergi kedapur untuk mengambil sarapan Elsa, karna sedari pagi Elsa belum sarapan.


Linda kembali kekamar Elsa dengan sebuah nampan makanan, dia melihat Elsa yang tengah berdiri di balkon kamarnya sambil melihat pemandangan yang menyejukkan mata, Linda melangkah mendekati Elsa yang saat ini tengah membelakangi nya.


"elsa" panggil Linda.

__ADS_1


Elsa nampak kaget dengan suara linda, buru-buru ia menghapus air matanya, dan segera berbalik.


"iya" jawab Elsa sambil tersenyum.


"yuk sarapan dulu" kata Linda dengan senyuman pula.


Elsa menganggukkan kepalanya seraya mengikuti langkah linda.


Linda tau bahwa Elsa sedang menangis namun dia tidak ingin membuat Elsa kembali tertekan dengan pertanyaan yang ingin dia pertanyakan.


biarlah Elsa tenang dulu, agar dia tidak semakin tertekan.


Elsa memakan sarapannya dengan lahap, begitupun dengan Linda yang sesekali menghibur Elsa dengan lelucon-leluconnya.


•••


Sore hari telah tiba,dimana seluruh keluarga berkumpul,termaksud Elsa yang sedari tadi hanya tersenyum kadang tertawa melihat kelakuan keluarganya.


"Eh Elsa sebaiknya kamu pergi obatin alergi kamu tuh!kan menjijikkan"suruh pamannya yang walaupun itu candaan.


Elsa hanya tersenyum menanggapinya karna ia tau itu hanya candaan.


"Gimana mau sembuh kalo dia gak pernah obatin!ih memalukan"ejek Cindy sepupu Elsa.


"Iya udah jelek,alergi lagi ih"


"Kalian itu gak boleh kaya gitu biar gimana pun juga Elsa itu tetap sepupu kita"bela Linda sepupu Elsa yg lain.


"Lah emang bener kan? diantara kita bersepupu cuma dia yang jelek kita mah cantik2"


"Tapi...."


"Udah Lin biarin aja aku udah biasa kok"ucap Elsa seraya tersenyum.


" Lagi pula kalo kamu terus melawan kalian bisa bertengkar dan aku gak mau kalian bertengkar hanya karna aku"sambung Elsa.


"Kamu itu jadi orang jangan terlalu baik,aku tau kok kalo kamu sakit hati karna ucapan mereka"


"Udah gak papa aku baik2 aja kok"balas Elsa dengan senyuman.


Setelah itu Elsa lalu menuju kamarnya dan langsung menutup pintu,tepat dibelakang pintu ia merosot kebawah sambil berlinang air mata.

__ADS_1


"Ya Allah sampai kapan aku harus mendapatkan hinaan seperti ini?kapan aku bisa dihargai juga oleh mereka?"Elsa memeluk lututnya sambil menangis.


__ADS_2