
Elsa yg mendengar kata itu hanya bisa terdiam dengan air mata yg masih terus mengalir dikedua pelupuk matanya.
Elsa tersenyum miris" tidak semua kecantikan wanita hanya pada wajahnya ataupun fisiknya saja Winda,tapi kecantikan jg terletak pada hatinya, mungkin wajah dan jg fisikmu memang cantik tapi tidak memungkinkan hati mu jg ikut cantik,sama seperti seseorang yg memiliki wajah dan fisik yg jelek tapi belum tentu hatinya ikut jelek"kata Elsa miris dengan wajah yg basah akibat air matanya.
"Heh tau dari mana Lo soal hati seseorang?? gak usah sok ceramah deh loh,basi tau gak!"kata Cindy dengan intonasi yg tinggi.
Elsa kembali menatap Cindy "semua wanita itu masing-masing memiliki kecantikan nya Cindy,hanya orang yg memandang sebelah matanya saja yg mengatakan dia buruk rupa,kau tidak tau saja kecantikan hati yg dia miliki"jawab Elsa.
"Ooo jadi maksud Lo kita semua yg ada disini memandang loh sebelah mata?? gitu?"kata Cindy dengan sinis.
"Jika kau bertanya seperti itu maka jawabannya iya Cindy"jawab Elsa
Susi yg merasa tersinggung pun angkat bicara.
"heh anak hina tutup mulut kamu yaa, jangan asal ngomong kamu,mata kami ini baik2 aja, ngerti??"bentak Susi.
Elsa yg mendengar dikatai anak hina hanya tersenyum miris,toh dia sudah terbiasa dengan kata2 itu.
__ADS_1
"Tante jangan pernah bilang anak hina,bisa sajakan?? anak hina ini adalah anak yg paling mulia Dimata Allah dan Dimata orang lain??"kata Elsa pilu.
Setelah mengatakan itu Elsa menyeka air matanya dan menatap satu persatu keluarganya yang diam, dia pun berjalan masuk kedalam kamar nya, namun didalam kamar ia menangis sejadi -jadinya memikirkan nasib malangnya,ia sudah lelah dengan ini semua, rasanya ia ingin segera pergi saja dari rumah yg bagaikan neraka baginya,ia sudah lelah harus terus menerus meneteskan air matanya.tapi apakah ia bisa pergi??
Diruang keluarga, setelah kepergian elsa,semua keluarganya masih tetap diam memikirkan satu persatu kata2 elsa,sampai akhirnya Linda maju dan berdiri ditengah2 mereka.
"Kalian semua sudah menyakiti seorang gadis yg hatinya seputih mawar"
setelah mengatakan itu Linda menyusul ke kamar elsa, berniat menenangkan gadis itu.
tok~tok~tok
sementara seseorang yang berada didalam hanya menatap kosong kearah balkon tanpa berniat membuka pintu.
"Elsa, tolong buka pintu nya, kamu jangan seperti ini" pinta Linda, didepan pintu kamar elsa.
"Elsa kumohon buka pintunya"
__ADS_1
Elsa menghiraukan panggilan Linda, dia terus berdiam dengan lutut ditekukkan dan tangan berada diatas lutut gadis itu yang duduk di bawah ranjang tepat mengarah kearah balkon.
dia hanya berdiam, dengan tatapan kosongnya, tak sadar ia meneteskan air mata di pipinya.
memori perlakuan buruk keluarganya terus berputar di ingatannya bagai kaset rusak.
sementara Linda, mulai menyerah untuk membujuk Elsa.
"baiklah Elsa, untuk saat ini aku tidak akan mengganggumu, semoga esok hari kau mau membukakan pintu ini" jawab Linda dengan linangan airmata.
benar, Linda harus memberikan Elsa waktu untuk sendiri, dia tidak boleh memaksa nya.
Linda kembali ke kamarnya dengan wajah lesu, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil terus menangis.
setelah beberapa saat Linda kembali tersadar, TIDAK!, dia tidak boleh seperti ini, ia harus kuat demi Elsa, karna hanya dialah seorang yang sangat peduli kepadanya.
kalau dia ikutan sedih siapa yang akan menemani Elsa??, siapa yang akan membuat Elsa kuat??.
__ADS_1
tidak!
dia boleh seperti ini, Linda menghapus kasar air matanya, dan bangkit kekamar mandi untuk membersihkan diri.