Kumpulan Cerita Lucu

Kumpulan Cerita Lucu
Kumpulan Cerita Lucu(85-87)


__ADS_3

[85]•M͟u͟k͟i͟d͟i͟ D͟i͟ K͟i͟b͟u͟l͟i͟n͟


Di supermarket, Mukidi yang sedang berbelanja tanpa sadar diikuti oleh seorang ibu. Saat hampir mendekati antrian di kasir, Ibu tadi tadi menyapa Mukidi.


“Nak, maaf kalau tadi ibu ngikutin kamu terus mungkin kamu ngerasa nggak nyaman,” ujar si ibu, “Tapi itu karena kamu mirip anak saya yang baru saja meninggal.”


Mukidi pun tersentuh mendengarnya, “Oh, ya nggak papa, Bu.” “Ibu punya satu permintaan, boleh?” kata ibu lagi. “Apa itu bu?” sahut Mukidi.


“Ketika ibu pergi, katakanlah, ‘DAH MAMAAH’ bisa kan?” pinta ibu itu memelas. “Baiklah Bu,” jawab Mukidi yang merasa kasihan. (Si ibu lalu menyerahkan barangnya ke kasir sambil menatap Mukidi terakhir kalinya). “Dah Mamaaa!” seru Mukidi.


(Tak lama, tiba giliran Mukidi untuk membayar belanjaannya) “Jadi, semuanya berapa Mas?” tanyanya. “Lima ratus ribu,” jawab mas mas kasir singkat. “Wah, Kok Mahal amat? Aku kan cuma beli tissu toilet,” sahut Mukidi kaget.


“Ibu yang tadi bilang kalau barang belanjaannya mau di bayar sama anaknya,” kata mas kasir santai.


Wwkwkwkwk, bikin kesel aja ini ibu. Udah ditolong gara-gara terharu ternyata malah ngibulin. Bisa jadi modus penipuan baru nih cerita lucu banget yang satu ini.


Yang sabar ya Mukidi… Mending Mukidi lihat gambar gambar lucu aja deh biar bisa ketawa dan nggak terlalu kesel.



\[86\]•"D͟o͟a͟ S͟e͟s͟u͟d͟a͟h͟ M͟a͟k͟a͟n͟"



Pulang Jum’atan, Mukidi diajak ustad yang mengisi khutbah siang ini makan siang di Sederhana. Maklum amplop pak ustad siang ini cukup tebal.

__ADS_1



“Ayo mas, sikat saja…” kata ustad begitu makanan selesai dihidangkan. Bagaikan musafir yang menemukan air di padang pasir, Mukidi mengawali makan siangnya dengan ayam pop lengkap, lalu gulai kepala ikan, giliran berikutnya udang goreng yang menggoda.



Pak ustad juga tak kalah gesit. Yang penting halal, pikirnya. Lagipula mentraktir orang, besar pahalanya.



Mukidi melengkapi makan siang yang mengesankan itu dengan jus durian. Pak ustad memanggil pelayan untuk menghitung jumlah makanan yang mereka embat. Seperti biasa, si pelayan cekatan sekali menghitung tanpa kalkulator.



“Ustad, apa doanya sesudah makan?” tanya Mukidi sambil mencuci tangan. “Astaghfirullah!” ustad berseru.




“Bukan! itu doa kalau melihat bon makan siang…”



Pak Ustad sih… gaya-gayaan mau traktir Mukidi. Tapi jangan kapok ya Pak Ustad, kan pahalanya malah jadi dobel, dari ntraktir Mukidi sama dari sering-sering nyebut. Iya kaaaan?

__ADS_1



Ada gunanya juga nih gaul sama Mukidi, jadi rajin istighfar! Wkwkwkwk. Yang mau tambah pahala, cari temen yang kaya di cerita lucu bikin ngakak ini ya!


[87]•M͟a͟r͟k͟o͟n͟a͟h͟ N͟g͟i͟d͟a͟m͟ K͟e͟p͟i͟t͟i͟n͟g͟


Gara-gara istrinya ngidam kepiting, Mukidi rela ke pasar untuk membelikannya. Tanpa diduga, di angkot Mukidi ketemu mantan pacarnya saat SMP, akhirnya dia lupa tujuan semula dan menghabiskan waktu seharian dengan sang mantan.


Waktu sudah sore ketika dia ingat harus membeli kepiting. Bergegas dia pergi ke pasar lalu membeli 5 kg kepiting.


Untuk mengelabuhi sang istri. ..


Sesampainya di halaman rumah, segera kepiting-kepiting itu dilepas ikatannya lalu disebarkan ke tanah. Dengan sebatang tongkat, digiringnya kepiting-kepiting itu sambil berteriak-teriak,


“Ayo cepetan jalan, sebentar lagi sudah nyampe rumah …..”


Sang isteri yang mendengar teriakan Mukidi segera keluar rumah. Melihat ulah suaminya, dia malah tertawa terbahak-bahak,


“Weleh …., weleh …. Mas Mukidiii…… bawa kepiting kok digiring kayak giring bebek aja, pantesan jam segini baru nyampe rumah.


Mukidi : Amaaaan !!!


Nah lhoooo… kumpulan cerita lucu Mukidi ternyata penuh inspirasi juga ya. Bisa jadi ide bagus nih buat cari-cari alasan kalau telat pulang ke rumah, khususnya buat para suami.


Atau nggak, Mukidi alasan aja kalau pulangnya telat gara-gara kebanyakan lihat foto foto aneh dan gokil. Siapa tahu Markonah malah pengen ikut lihat.

__ADS_1


`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´`´


𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚃𝚎𝚛𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛( ͡° ͜ʖ ͡°).....


__ADS_2