
[94]•M͟e͟m͟e͟r͟i͟k͟s͟a͟k͟a͟n͟ P͟e͟n͟y͟a͟k͟i͟t͟ A͟y͟a͟m͟
Seorang ibu merasa cemas dengan keadaan ayam peliharaan kesayangannya sekarang yang tak seperti biasa. Maka pergilah dia berkonsultasi dengan seorang dokter hewan ahli pakar dibidang penyakit ayam.
Prof. : "Ada yang bisa saya bantu bu?"
Ibu : "Begini dok, hari ini ayam saya tidak seperti biasanya. Biasanya dia selalu ceria, berlari, mencari makanan, kejar-kejaran dan sebagainya. Kenapa Tapi hari ini ayam saya sangat lain. Kira-kira ayam saya kena penyakit apa ya dok?"
Prof : "O.. begitu ya... baiklah... saya akan periksa tapi sebelumnya saya perlu tau kondisi ayam ibu sekarang ini seperti apa?"
Ibu : "Sekarang ayam saya hanya diam saja, tidak mau berlari dan kakinya keatas"
Prof : "Baiklah bu.. saya akan diagnosa penyakit yang di derita ayam ibu, besok ibu bisa datang kemari lagi."
Maka pulanglah si ibu. Dan keesokan harinya si ibu datang kembali dan menanyakan hasil penelitian dokter.
Ibu : "Bagaimana prof. apakah penyakit ayam saya sudah diketahui?"
__ADS_1
Prof: "Hmm... setelah saya selidiki dan melihat kondisi ayam ibu maka saya mengambil keputusan bahwa ayam ibu telah MATI!"
Ibu langsung pingsan.
\[95\]•T͟i͟d͟u͟r͟ S͟a͟t͟u͟ R͟a͟n͟j͟a͟n͟g͟
Seorang karyawan yang alim bersama-sama seorang karyawati sekantornya yang ketus tapi malu-malu butuh, ditugaskan dinas keluar kota. Dalam perjalanan mereka, sampailah disatu kota kecil yang hanya tersedia 1 losmen saja.
“Lalu pantasnya apa?” tanya rekan prianya. “Pantasnya BINATANG, tahuuu……..” kata si wanita ketus. Malam itu berlalu, besok paginya karyawati itu memeriksa pakaian tidurnya yang tetap rapi dan melihat benang itu tak bergeming apalagi sampai putus, selanjutnya dia bilang, “Malahan sebagai binatang kamu juga TAK PANTAS.”
__ADS_1
“Lho kok ngomongnya gitu, jadi pantasnya APA, hayo jawabbb……,” kata si pria dengan nada tinggi. “Pantasnya sebagai PATUNG di MUSIUM LILIN, tahuuu……..”
[96]•B͟o͟s͟ Y͟a͟n͟g͟ K͟e͟r͟e͟n͟
Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.
Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya. Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, “Berapa gajimu seminggu?” Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, “Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?”
Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, “Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi!”
Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. “Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut,” tanyanya.
Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, “Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia…”
__ADS_1
☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎
𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚃𝚎𝚛𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛( ͡° ͜ʖ ͡°)....