
Setelah bel pulang berbunyi para siswa bersiap untuk pulang.
Anja sudah berdiri diparkiran menunggu Argan yang tidak kunjung kelihatan.setelah 10 menit menunggu Argan dan teman - temannya akhirnya menuju parkiran.
"mas kenapa sih ko lama amat???"tanya Anja."Biasa ja cowok keren banyaklah yang nanyain kabar"ledek sakti.
"Ayo adik manis kita pulang ya,gak usah marah marah,entar Dip...."sebelum Argan menyelesaikan kata - katanya Anja segera menginjak kaki Argan agar tidak melanjutkan kata - katanya.
"aaauuuuu....sakit ja"keluh Argan."makanya punya mulut dijaga,jangan ember kayak mulut mak mak rempong"bisik Anja ditelinga Argan.
"Argan....Argan..."panggil Dila teman seangkatan Argan dan teman - teman.
"Hai Dil..."sapa Argan."kita jadi gak beli buku,kemarin kan udah janjian,jangan bilang kamu lupa ya"Dila menagih janji.
"ya Allah dil aku bener - bener lupa,maaf ya"Kata Argan sambil tersenyum manis kepada Dila."ya udah kalau gitu sekarang saja ya,kan besok buat persiapan belajar"Argan memberikan ide.
"ya udah yuk....kami pergi dulu ya teman - teman"pamit Dila kepada teman - teman mereka.
"Ja...maaf ya aku tinggal dulu,kamu pulangnya bareng Dipta aja ya,entar sampai rumah aku bawain es krim deh"rayu Argan agar Anja tidak marah.
"TERSERAH..."Jawab Anja kesal.Hari ini Anja benar - benar diuji kesabaranya oleh Argan."bener - bener ini orang ya,Ya Allah aku pengen maraaahhhhh...."gumam Anja dalam hati.
Tak berselang lama Argan dan Dila pun pergi meninggalkan sekolahan.
"Ja bareng Dipta ya,aku sudah ditungguin Bunga"kata Sakti yang memang sudah ditunggu kekasihnya yaitu Bunga.
"ya...tenang aja"jawab Anja menahan kesal.
"Ayo kita pulang"ajak Dipta.
"Emang gak ngrepotin mas,rumah aku kan lebih jauh,entar mas Dipta bolak balik nganterin aku.
__ADS_1
"Gak apa - apa,biar sekalian aku ambil baju dirumah Argan"jawab Dipta.
Akhirnya Dipta dan Anja pulang bersama.Sebenarnya Dipta juga mempunyai perasaan yang sama untuk Anja tapi belum ada keberanian untuk mengungkapkan perasaan itu.
Dalam perjalanan mereka sama - sama terdiam karena merasakan hal yang sama dan terhanyut dalam pikiran masing - masing.
Setelah sekitat 20 menit akhirnya mereka sampai rumah Anja.
"Gak mampir dulu mas???"tanya Anja kepada Dipta.
"Makasih ja,udah siang mau langsung pulang aja,sama sekalian mau ambil baju dulu dirumah Argan.
"makasih ya sudah dianter sampai rumah"kata anja berterima kasih pada Dipta.
"sama - sama Ja,kalau kamu butuh tumpangan telfon saja biar aku jemput"kata Dipta sambil tersenyum manis sampai membuat jantung Anja bedetak nggak karuan.
"dianter siapa ndok,kok gak disuruh mampir dulu???"tanya bu Dewi ibu anja.
Bu Dewi membuka catering dan toko kue kecil - kecilan yang dibantu Anja setiap pulang dari sekolah,Anja bertugas mengantar pesanan dan Belanja bahan - bahan makanan dipasar yang jaraknya agak jauh dari rumah mereka.
Dengan bermodal motor matic tua peninggalan sang ayah Anja membantu ibunya mengais rizqi utuk mencukupi kebutuhan mereka.
"ya sudah sana ganti baju dulu,shalat terus makan,nanti tolong anterin kue pesenan ibunya Argan ya"kata ibu Anja lembut.
"Nggih buk,Anja masuk dulu ya..."pamit Anja pada sang Ibu.
Sesampainya dirumah, Dipta terus saja melamun,dia berfikir kapan ada keberanian untuk mengungkapkan perasaannya kepada Anja,karena dia berbeda dengan Argan dan Sakti,Dipta lebih tertutup setiap ada masalah.
Apalagi ini bersangkutan dengan hati,jika jujur dengan teman - temannya dia takut diledek Argan dan sakti.
"sebelum ujian sekolah aku harus mengungkapkan perasaan ini,biar sedikir mengurangi beban pikiranku"gumam Dipta kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sesaat kemudian dering telfon Anja pun berdering.dan ternyata dari Argan.
"Asalamu'alaikum..."jawab Anja.
"Wa'alaikum salam...gimana dek sudah sampai rumah belum???"tanya Argan kuwatir.
"sudah..."jawab Anja singkat karena masih marah dengan Argan.
"ko jawabnya pendek banget sih,masih marah???tanya Argan.
"nggaaakkkk....ngapain sih telfon telfon segala,ganggu aja"balas Anja.
"Ya Allah dek ternyata kamu masih marah ya,kan gara - gara aku tinggalin kamu bisa berduaan sama Dipta"kata Argan.
"Tau ah,aku lagi sibuk..."jawab Anja sambil mematikan sambungan telfon dari Argan.
"wah ini anak bener - bener ya,aku aja kwatir sama dia...eh gantian ditelfon malah dimatiin"gumam Argan
Setelah selesai beraktifitas Anja pun segera menemui ibunya.
"Bu,mana kue bu dhe Indah biar Anja anterin"tanya anja.
"itu dimeja nduk,yang ibu bungkus pakai platik putih,itu sama sekalian ada sedikit lauk kamu kasih ke bu dhe indah ya"jawab bu dewi dari dapur sambil menyelesaikan pekerjaan didapurnya.
"siap bu,Anja berangakat dulu ya.."pamit Anja pada bu Dewi.
"ya...hati - hati"jawab bu Dewi.
Hubungan diantara dua keluarga itu memang sudah dekat,bu Dewi sudah menganggap Argan seperti anaknya sendiri begitu juga bu Indah kepada Anja.
Setiap hari Anja maupun Argan selalu bersama,sampai teman - teman yang tidak tau mengira mereka pacaran,karena hapir disetiap tempat mereka selalu bersama.
__ADS_1
Argan sudah menjadi bayang - bayang Anja,dia menjadi seorang sosok laki - laki yang selalu menjaga anja setelah kepergian sang ayah.sampai tidak ada laki - laki yang berani mendekati Anja karena mereka menyangka mereka mempunyai hungan khusus.