
"Asaalamu'alaikum..."Anja memberi salam saat sampai rumah Argan.
"Wa'alaikum salam..."jawab Argan dan bu Indah bersamaan dari dalam rumah.
"masuk ja,sini sekalian ikut makan"perintah ibu Argan sembari berdiri dari meja makan.
"Nggih,makasih bu dhe,Anja tadi sudah selesai makan,Anja mau nganterin kue pesenan bu dhe sama ini ada sedikit lauk dari ibu"jawab anja sambil ikut duduk bersama dimeja makan bersama Argan dan bu Indah.
"Ko repot - repot sih ja,makasih ya...semoga cateringnya tambah lancar dan pesenan kuenya tambah banyak"bu Indah mendo'akan usaha milik keluarga Anja yang langsung di amin'i semua yang ada dimeja makan.
Argan dari tadi hanya menyimak percakapan antara ibunya dan Anja yang selalu kelihatan akrap seperti anggota keluarganya sendiri.sambil tersenyum tengilnya Argan menatap Anja.
"apa lihat lihat..."tanya Anja yang masih kesal dengan Argan.
"Emang gak boleh,kalau gak boleh dilihat sini dipeluk aja boleh kan"tanya Argan sambil berdiri dari meja makan dan ingin memeluk Anja.
"eh...eh...eh,mau ngapain???"tanya Anja sambil berdiri dan bersembunyi dibelakang punggung bu Indahu ntuk meminta perlindungan.
"Argan...duduk,g usah godain Anja terus"bela bu Indah kepada Anja.
"tuh denger,lagian siapa juga yang mau dipeluk peluk,emang Anja bayi"balas Anja sewot dengan Argan.
"kamu kan emang bayi kecil yang suka ngambekan"jawab Argan sambil tersenyum menggoda.
"tadi katanya mau dibeliin es krim buat tanda permintaan ma'af,mana...???"tagih Anja kepada Argan yang disenyumin bu Indah sambil geleng geleng kepala.
"ko kamu masih inget???"kilah Argan.
"ya masih lah,janji adalah hutang...ayo bayar hutangnya,kalau gak dibayar sekarang besok berubah menjadi dua kali lipat,mau???tagih Anja.
"Kalian kalau ketemu pasti ribut,tapi kalau kamu gak main kesini rumah jadi sepi ja..!!!"kata bu Indah yang hafal dengan ulan Anja dan Argan.
"aku ngangenin kan bu dhe..???"tanya Anja percaya diri sambil memeluk bu Indah.
__ADS_1
"ya Allah ja dari mana kamu belajar narsis gitu,aku gak ngajarin kayak gitu lo..."Argan menggoda sambil bengong dan menggeleng gelengkan kepala.
"gayamu mas,kyok sampean iku gak narsis,sampeyan narsise wes hot seng level 10"jawab Anja sewot.
"kapan ini kita beli es krimya...???"tanya Anja pada Argan.
"ya udah ayo sekarang...cepet,aku hitung sampai tiga,kalau gak batal...satu...dua...ti..,"argan berdiri danberjalan sambil membawa kunci motor sportnya.
"yaaaaa...."susul Anja sambil lari mengikuti Anja.
"hati - hati gak usah lari ja..."teriak bu Indah berpesan pada Anja dan Argan.
Sebelum mereka berangkat Dirga sudah berada berada dihalaman rumah.
Dirga dalah kakak Argan,mereka dua bersaudara tapi Dirga lah yang bersedia meneruskan usaha mebel milik keluraganya,karena Argan lebih memilih untuk menjadi seorang dokter.
"hai kak..."sapa Argan kepada dirga
"mau kemana kok kelihatannya buru buru"tanya Dirga
"halo kak Dirga,ko sendirian mbak ine sama si gemoy gak ikut"tanya Anja yang kaget melihat kedatangan Dirga yang hampir saja tertabrak olehnya.
"Ine lagi ada urusan,ini kebetulan aja lewat terus mampir sekalian nengokin ibu"jawab Dirga yang sudah hafal kelakuan Argan dan Anja.
Lalu anja berpamitan kepada Dirga untuk segera peegi bersama Argan.
"Asalamu'alaikun buk..."Dirga memberi salam kepada ibunya yang masih berada dimeja makan sambil membereskan sisa makanan.
"Wa'alaikum salam...sendirian nak???istri sama anak kamu gak ikut"tanya bu Indah kepada Anak sulungnya.
"gak buk,Ine sedang ada kerjaan...ini juga gak sengaja,kebetulan tadi dari rumah pak dwi mastiin stok kayu jati yang akan kita olah besok"jawab Dirga sambil menjelaskan kedatangannya kepada ibunya.
"Argan sama Anja mau kemana buk???"tanya Dirga penasaran.
__ADS_1
"katanya mau beli es krim,tadi adekmu udah janji sama Anja mau beliin es krim karena sudah ninggalin Anja disekolah tadi"jelas bu Indah.
"mereka kok gak pacaran aja buk,mereka serasi lo,kemana mana juga selalu berdua"tanya Dirga sambil ikut duduk dimeja makan menemani bu Indah sambil makan kue yang dipesan dari ibunya Anja.
"kalau itu terserah mereka aja le,mereka sudah besar sudah bisa memilih mana yang baik untuk mereka,kalau memang ditakdirkan berjodoh pasti suatu saat mereka akan bersama"jelas bu Indah.
Ditempat yang lain Argan dan Anja sudah sampai didepan parkiran ditempat yang mereka tuju.
"mau es krim yang rasa apa ja"tanya Argan kepada Anja yang sudah memasuki cafe yang mereka pilih untuk membeli es krim.
"rasa h bayar..."jawab Anja sambil cengar cengir.
"MAKSUTE...???(maksudnya..???)"kata Argan yang bingung dengan jawaban Anja.
"wk..wk..wk..."Anja malah ketawa geli melihat ekspresi Argan
"wes sak karepmu mas,seng penteng enak,manis lan akeh"jawab Anja sambil clingukan mencari tempat duduk yang akan mereka tempati untuk bersantai sejanak.
"siaaappppp...."jawab Argan yang akhirnya membawa tiga cup es krim rasa coklat,fanila dan strobery.
"banyak amat mas,emang kita bakal bisa ngabisin???tanya Anja penasaran karena Argan membeli es krim terlalu banyak menurut Anja.
"gayamu ja,kayak biasanya gak bakal habis,ini kita satuan kamu rasa strobery kesukaanmu,aku rasa fanila yang satunya entar kita makan berdua aja"jelas Argan sambil duduk bersama Anja.
"hutang aku udah lunas ya,gak usah nagih nagih lagi,awas kamu kalau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan"ancam Argan kepada anja yang menurutnya Anja selalu memanfaatkan keadaan untuk mengerjai Argan.
"siap bos,tapi kapan kapan kalau mau traktir juga gak papa,aku gak balakalan nolak"jawab anja sambil menikmati es krim kesukaannya.
"coba tadi yang nanyain mau rasa apa ja, itu mas Dipta,pasti aku jawabnya 'rasa cinta aku kekamu'"Anja cengar cengir sambil membayangkan wajah Dipta.
"halah kamu ini kebanyakan haluuuuu,mbok ya kalau bayangin seng pasti pasti aja,biar kalau sadar gak kaget"gerutu Argan karena Anja memang suka menghalu.
"biarin aja,menghalu itu enak lo mas,udah gtatis,kita bebas menjadi apa aja,coba bayangi jadi bos,atau CO,kalau gak jadi cewek yang dikejar kejar bosnya untuk dijadikan kekasihnya kayak yang dinovel novel itu lo mas,aduuuhhhh so sweet..."Anja membayangkan sambil senyum senyum sendiri.
__ADS_1
"udah cepetan minum es krimnya,entar leleh kayak otak kamu"kata Argan yang sudah hafal kelakuan Anja kalau sudah menghalu.
"siap pak bos..."jawab anja sambil hormat kepada Argan.