
''Sword Blast''
[ 106 ]
''Wow, aku membunuh satu serigala hanya dengan tiga kali combo skill.''
Melawan serigala sudah tidak memberi banyak EXP lagi, sepertinya aku harus pergi melawan musuh yang lebih kuat.
''Tapi tampaknya ada sesuatu yang aneh''
Aku sudah satu jam berkeliling di hutan tetapi hanya bisa menemukan tiga Serigala, padahal Serigala Liar adalah monster agresif yang akan datang ketka mencium bau darah setelah pertempuran.
Aku maju kedepan mayat serigala dan berjongkok untuk memeriksa barang yang dijatuhkan serigala itu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang mengarah ke kepalaku dan dengan reflek aku langsung melompat mundur.
Ada tiga anak panah tertancap ditempatku berdiri tadi. Aku melihat sekeliling dan ada belasan orang yang sudah mengepungku.
[Anda telah diserang oleh Party Pemain ''Viper'', dalam 30 menit anda dipersilahkan untuk membalas dan tidak akan dikenakan poin kejahatan jika anda membunuh Pemain di Party tersebut]
Viper? Aku tidak pernah kenal dengan orang yang bernama Viper, mengapa mereka mengepungku.. Tunggu, salah satu dari belasan orang itu terlihat akrab.. Ahh, bukannya dia pemimpin kelompok bodoh itu.
"Hey bajing*an, apa kau masih mengingatku? Bagaimana perasaanmu sekarang? Kalau kau merangkak kemari dan bersujud dihadapanku, aku akan mengampunimu dan menjadikanmu anak buahku."
Orang bodoh ini masih bersikap sombong seperti semalam.
"Apakah pelajaran semalam masih belum memuaskanmu?"
Saat Varas mengangkat busur nya, tiba-tiba seorang pria yang terlihat sekitar umur 26-30 tahun disebelahnya menghentikannya.
''Tahan Varas, ada yang ingin aku bicarakan dengannya.''
Varas terlihat bingung dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya. Dia sudah tidak sabar untuk membalas penghinaan yang sudah dia alami.
''Apakah kamu orang yang mengalahkan kelompok Varas? Perkenalkan namaku Viper dan aku adalah salah satu eksekutif dari Guild ''Angel Tears''. Apakah kamu tertarik bergabung dengan kami?''
Siapa orang ini yang bahkan dengan sombongnya memperkenalkan diri sebagai eksekutif guild. Di kehidupan lamaku, aku tidak pernah mendengar ada guild yang bernama Angel Tears. Berarti mereka hanya orang-orang dari guild kelas 3.
Dulu para pemain di Forum telah mengelompokkan Guild berdasarkan kekuatan guild tersebut, dari Guild kelas 3 atau Guild kecil, Guild kelas 2 atau Guild menengah, Guild kelas 1 atau Guild Besar yang biasanya disponsori oleh Perusahaan besar dan Guild Super yang kekuatan nya sangat ditakuti.
Guild Super adalah guild dibawah naungan Perusahaan kelas Global. Mereka bahkan memberikan upah bulanan kepada anggota guild nya dengan upah yang besar tetapi, setiap dari anggota Guild Super adalah sorang elit dengan seleksi yang sangat ketat.
Di kehidupan lamaku, beberapa Guild Super pernah mengundang dan menawarkan sebuah posisi Eksekutif tetapi aku memilih untuk membuat kelompok sendri karena menurutku berpetualang dengan bebas itu lebih baik dibandingkan menjadi bawahan seseorang.
''Kakak.. Bukankah kita kemari untuk memberinya pelajaran? Mengapa kamu mengundangnya kedalam Guild...'' Varas meraung dengan marah.
''Kau tau.. Aku ditugaskan oleh pemimpin untuk merekrut setiap orang yang menjanjikan, jika ada kesempatan kita harus merekrut nya tapi, jika dia menolak...'' Dia menatap ke arahku dengan senyuman yang ganas.
''Hey.. Mengapa kalian senang berbicara sendiri saat akan bertarung? Majulah.. Aku tidak tertarik dengan Guild kecil mu.''
''Kakak, sudah kubilang orang ini sangat sombong. Kamu tidak perlu berbicara dengannya
''Baiklah nak, aku sudah memperingatkanmu.. Kalian semua, bunuh dia''
1, 2, 3... Total ada 13.. tidak, ada 15 orang sedang mengepungku disini. Ada 2 Mage yang sepertinya adalah seorang dengan skill Healer berada dibelakang pohon untuk bersembunyi.
__ADS_1
Aku menggnakan [ Sword Aura ] dan [ Wind Aura ] lalu segera melesat menuju kedua Healer itu dan menggunakan [ Charge ] dan melewati hadangan seorang warrior untuk langsung menebas sebanyak tiga kali kearah kepala dan dada Healer pertama.
[ 74 ] [ 48 ] [ 55 ]
Healer itu langsung meninggal ditempat tanpa tahu apa yang terkadi.
''Apa-apaan serangan itu.. bukankah itu terlalu OP''
''Lihat senjatanya.. itu bukan senjata kualitas Putih, jika kita mendapatkannya, kita akan mendapat uang banyak.''
Orang-orang ini bukannya takut tetapi malah bersemangat. Tidak masalah, aku juga ingin mencoba perlengkapan baruku.
Aku langsung menggunakan skill untuk memukul Healer lainnya. [ Sword Blast ]
Boommm....
[ 113 ]
Wow dia langsung menjadi mayat, skill dari pedang kualitas Bronze memang sangat kuat, mampu membunuh seorang dengan sekali serang. Setelah membunuh kedua Healer, aku langsung berlari menuju hutan.
''Hey apa yang kalian lakukan... Mengapa kau tidak menghadangnya dari kepungan kita... Cepat pergi kejar dia, jangan biarkan dia lolos.''
Viper berteriak kepada anak buahnya dengan sangat marah. Aku segera bersembunyi dibalik pohon dan bersiap untuk menyergap musuh.
Walaupun serangan dan kelincahanku sangat tinggi, tapi kalau bertarung dengan sembrono melawan mereka hanya akan menyerahkan nyawaku.
Mereka semua tidak menyadari kalau aku bersembunyi dibalik pohon dan para Warrior melewatiku satu persatu meninggalkan Hunter dan Mage dibelakang. Aku masih bersembunyi menunggu waktu yang tepat sampai para Hunter dan Mage melewatiku dan aku mengaktifkan [ Charge ] kepada Mage berlari dibelakang lalu mengaktifkan [ Slash ] dilanjut dengan sekali tebas.
[ 98 ] [ 58 ]
"Hey.. Dia disini, cepat kepung dia.."
Aku menebas dua orang disebelah Mage tadi lalu tiba-tiba ada panah melesat ke arahku dan dengan reflek, aku segera melompat mundur bersembunyi dibalik pohon.
[ Tukkk.. tukkk.. tukkk...]
Hujan anak panah menancap di sekitar pohon tempatku berlindung. Aku mengawasi di sekitar pohon masih ada 2 Orang Mage, 4 Orang Pemanah dan 4 Orang Warrior. Sepertinya 2 Orang pengguna Belati sedang bersembunyi ingin menyergapku dari belakang.
Setelah serangkaian hujan panah selesai, aku melempar sebuah kerikil kearah semak-sebah disebelah kananku dan tiba-tiba...[ Bomm ], Benar saja, mereka ingin memancinggu keluar dari pohon.
Aku tidak melewatkan kesempatan dan langsung melompat kearah kiri dan berlari kearah Pemanah yang telah siap menembakkan panahnya.. "Wuuusss"
"Klangg.." Aku memblokirnya dengan pedangku dan membalas dengan skill [ Sword Blast ]
"Boomm.." [ 132 ]
Pemanah itu langsung seketika menjadi mayat dan aku maju menebas seorang Mage didekatnya. ''Clang..''
Viper menangkis seranganku untuk melindungi Mage itu.
''Semua Warrior, maju kedepan.. Jangan biarkan dia kabur kali ini.''
Tiga orang dengan cepat berlari kearahku dan aku segera melompat mundur tetapi tiba-tiba, dua buah Belati menebas punggungku tanpa aku sadari.
__ADS_1
[ 13 ] [ 11 ]
''Sial, bahkan pertahanan nya melebihi pengguna Perisai.''
Tentu saja, Belati pemula tidak akan menggoresku. Yang aku takutkan hanya serangan dari Mage dan juga Serangan dari Pemanah yang jarak serangnya sang jauh.
[ Slash ]
''Wuusss..'' [ 47 ]
''Apa yang kalian takutkan.. Kita menang jumlah.. Serang dia bersama-sama''
Pengguna Belati itu langsung maju kedepan, untung saja aku masih bisa menangkisnya dan melancarkan serangan balik memukul kepalanya. [ Slash ]
[ 137 ]
Dia meninggal seetika. Tentu saja dengan seranganku saat ini, kelas yang bukan Warrior dibawah level 5 akan segera mati dalam 1 skill karena mereka hanya memiliki HP dan pertahanan yang rendah.
Tersisa 4 Warrior, 3 Pemanah, 2 Mage dan 1 pengguna Belati yaa. Aku harus mengalahkan kedua Mage itu terlebih dahulu.
Mage itu berdiri di sebelah Varas yang memimpin kumpulan pemanah didepanku. Karna Warrior maju kedepan, para pemanah tidak menembakkan panahnya kearahku takut serangannya terkena teman sendiri.
Aku menggunakan [ Charge ] dan melesat kearah Mage tapi seorang Warrior dengan Perisainya segera bergegas di depan Mage itu untuk menghalangiku, tapi aku segera menendang pinggangnya dan berbelok kearah Varas lalu menggunakan [ Sword Blast ] yang baru selesai Cooldown.
''Boommmm....''
[ 157 ]
''Wow, adikmu mengalami kemajuan setelah mati dengan tiga kali tebas, sekarang hanya butuh sekali tebasan.''
Viper yang sangat marah menuju kearahku sambil mengayunkan pedangnya. Aku menangkis setiap serangannya sambil mundur kearah mage dan saat sudah dekat, aku berbalik dan menebas mage yang tidak berdaya itu 3 kali dan langsung membunuhnya.
[ 46 ] [ 48 ] [ 51 ]
''Bajing*n licik ini''. Varas berteriak dengan marah.
''Warrior maju kedepan, Pemanah dan Mage bersembunyi di belakang Warrior dan siap-siap menyerang kalau aku perintahkan dan Pengguna Belati disana, lindungi unit jarak jauh.''
Kali ini aku sudah bersiap-siap mengulur waktu cooldown skill ku berakhir dan membunuh pemimpin kelompok Viper untuk mengkhiri pertempuran ini.
Saat aku ingin mundur, tiba-tiba ada suara seorang gadis berteriak dan menghentikan pertempuran.
''Kalian semua hentikan..!! Apa kalian tidak malu mengeroyok seseorang yang terlihat lemah..!!''
Semua orang menatap aneh kearah gadis itu. Siapa yang dia panggil lemah? 15 orang kelompok kami hanya tersisa 8 yang selamat. 7 dari 15 orang kita telah dibunuhnya sendirian dan dia bilang kami mengeroyok orang lemah?
Mungkin semua orang dalam kelompok Viper telah berfikir seperti itu, terlihat dari wajah mereka yang terlihat canggung.
Hanya Rey yang diam dan terlihat tercengang atas kehadiran gadis itu. Detak jantungnya berdetak dengan cepat, matanya seperti memancarkan kerinduan yang pahit, genangan air mata berkumpul disekitar matanya dan hatinya merasakan sakit.
''Mengapa dia disini..''
Ya, orang yang dilihat Rey adalah orang yang sangat spesial baginya. Cinta pertama nya yang hubungan mereka berakhir setelah keluarga gadis itu menentang dia karna tidak memiliki status sosial yang tinggi.
__ADS_1
''Sekarang, aku tidak akan pernah melepaskanmu kembali. Status sosial..?? Aku akan membuat keluargamu yakin bahwa aku pantas berada disampingmu.''
^^^CH.13 END^^^