
Sehari sebelum libur tahun baru selesai, aku pergi kerumah kontrakan untuk persiapan memasuki semester baru. Disaat aku sedang berjalan untuk membeli makan kewarung, ada suara seorang gadis yang lagi meminta tolong karna tas nya dijambret seseorang.
Kebetulan, penjambret itu berlari ke arahku dan tanpa basa-basi aku menarik bajunya hingga dia terjatuh lalu aku lanjutkan menendang perut nya beberapa kali smpai banyak warga disekitar ikut menghajar penjambret itu.
Aku mengambil tas yang dijatuhkan penjambret itu dan akan memberikannya kepada gadis yang meminta tolong tadi tetapi, seperti ada sesuatu yang masuk ke hatiku, dalam sesaat aku terpana oleh kecantikan yang natural didepanku.
''Terimakasih kak, untung tadi ada kakak yang sudah bantu aku nangkep pencuri itu. Kalau tidak.. Kak..?? Halo..''
''Rey..''
''???''
''Namaku Rey dan aku mahasiswa tingkat 1 dari departemen Virtual Reality.''
Sial kenapa aku tidak bebicara basa-basi dulu sebelum memperkenalkan diri, pasti dia menganggapku orang yang aneh. Keringat mulai mengalir di punggungku takut bahwa dia menganggapku orang aneh tapi untungnya, responnya sangat baik.
''Halo, aku Putri Anastasya Wijaya dan semester ini aku juga pindah dari departemen ekonomi ke departemen Virtual Reality. Sepertinya kita akan menjadi teman seangkatan.''
Saat itu aku berfikir kalau saja dia menjadi istriku dimasa depan, mungkin aku adalah orang paling bahagia didunia.
Hubungan kami berjalan dengan lancar sampai kira-kira 6 bulan kemudian, setelah kami resmi berpacaran. Waktu itu, Putri disuruh pulang kerumah oleh orang tua nya dengan alasan bahwa penyakit Kakek nya sedang kambuh.
Saat Putri mulai masuk ke Universitas pun masih tidak ada yang salah sampai 3 bulan kemudian, ketika seorang Paman nya pergi ke kampus untuk berkunjung dan saat itu melihat aku bersama Putri sedang berduaan dibawah pohon.
Saat itulah keluarga Putri menyadari bahwa dia mempunyai hubungan khusus dengan seorang tanpa latar belakang.
Mereka berfikir, sebelum hubungan itu berlanjut lebih dalam, lebih baik memutus hubungan antara aku dan Putri secepatnya. Mereka menyuruh Putri untuk memutuskan hubungannya denganku tapi dia dengan tegas menolaknya.
Lama-kelamaan, mereka menghubungi Ayahku dan mengancam akan membuat perusahaan tempat ayah bekerja menjadi bangkrut. Tapi Ayah dengan tegas menolak semua ancaman itu. Menurutnya urusan anak muda harus diselesaikan oleh anak muda.
Sampai suatu saat, Amy yang saat itu adalah teman dekat Putri mendatangiku. Dia bercerita tentang betapa kaya nya keluarga Putri sampai bagian ketika Keuarga Putri mengancam Ayahku.
Aku sangat marah saat itu. Mengapa dia tidak memberi tahuku tentang keluarganya? mengapa keluarga orang yang aku cintai mengancam Ayahku seperti itu? Apakah dia mencintai orang biasa sepertiku atau hanya memainkan perasaanku..?
Marah, kecewa, sakit hati, sedih semua perasaan negatif berkumpul disekitarku. Saat itu Amy yang berada disebelahku terus berbicara burung tentang Putri dan Keluarganya.
Pada akhirnya, aku mengambil keputusan untuk berpisah dan mengakhiri hubunganku dengan Putri. Tidak lama kemudian, Putri memilih keluar dari universitas dan berangkat keluar negri dengan alasan belajar disana.
Setelah aku terlahir kembali, aku banyak merenungkannya. Apakah putri menghianatiku atau aku yang mengecewakannya? Tentu saja aku yang telah mengecewakannya gara-gara termakan oleh omongan Amy.
Aku berjanji saat waktunya tiba, aku akan menjadi laki-laki yang akan melindungimu, bukan laki-laki yang mengecewakanmu.
...****************...
''Apa yang dilakukan Putri disini..? Apa dia juga memainkan LOL Online..?''
Setelah aku pikir, semua orang di departemen Virtual Reality juga memainkan ''Land Of Legends'' Online. Hanya aku orang aneh di departemen Virtual Reality yang memainkan LOL Online ditahun ke-2.
''Bos, bagaimana kalau kita bunuh wanita itu terlebih dahulu, baru kita melawan orang itu lagi.''
''Baik, sepertinya kita tidak punya pilihan.. Mage dan Pemanah, kalian semua menyerangnya dan Warrior tahan orang ini agar tidak kabur.''
[ Fire Arrow ] ''Boomm..''
__ADS_1
[ 31 ]
Putri menyerang punggung Viper yang tidak menghiraukan perkataannya.
''Hey pengcut, kalau kalian berani ayo 1 vs 1 denganku.''
Dia berteriak dengan keras. Aku tidak menyianyiakan kesempatan saat mereka fokos kepada Putri dan mengambil botol Ramuan MP lalu meminumnya karna MP ku sudah mulai habis.
Setelah itu aku menggunakan [ Charge ] ke arah Mage terakhir. Karna semua orang hanya fokus ke Putri, aku jadi bisa bergerak tanpa ada yang menghalangi. [ Slash ]
[ 128 ]
''Woow, serangan apa itu yang bisa membunuh musuh dengan satu kali serang.''
Putri berteriak dengan kaget.
Itu adalah serangan orang yang kau sebut lemah, wajah para penjahat melototi dia karna telah menggangu kesempatan menang dan membuatkan sebuah celah untukku.
Tersisa 7 orang tanpa mage, aku hanya perlu menyerang mereka sekaligus dan mencuri perhatian mereka semua agar menyerang ke arahku dan melupakan kehadiran Putri.
Aku maju ke arah Viper dan menyerangnya sambil menghindari serangan para emain yang lain. Walaupun dia bisa menangkisnya, tapi ada beberapa seranganku yang menyerempetnya dan memberikan sidikit kerusalan pada tubuhnya.
[ 13 ] [ 18 ]
''Apa-apaan orang ini, dia bisa menghindari serangan 4 orang dan masih bisa menyerang bos''
Warrior itu berteriak ketakutan karena seangannya tidak satupun yang mendarat ditubuhku dan aku bahkan berhasil melukai Viper. Walaupun hanya sedikit menyerempet tubuh Viper, itu akan membuat mereka panik karna kalau dilanjutkan, Bos mereka akan mati dan itu berarti, kekalahan mereka sudah diputuskan.
Tiba-tiba terdengar suara Putri yang diserang oleh kedua Pemanah. Sepertinya mereka ingin membalas dendam karna sudah diganggu dan melampiaskan rasa frustasi kepada Putri.
Aku segera pergi ke arah Pemanah itu menggunakan [ Charge ] , tapi Viper berhasil menebas punggungku..
[ 24 ]
Aku terdorong kedepan dan terjatuh dibawah kaki Pemanah itu. Dia menendangku tapi aku berhasil meraih kakinya dan melemparkan tubuhnya kearah Pemanah lainnya. Aku melanjutkan seranganku padanya.
[ Sword Blast ] ''Boomm..''
[ Fire Arrow ] ''Boomm..''
Putri juga memberikan serangan pada pemanah yang lain, dilanjutkan dengan tebasanku sampai kedua Pemanah itu meninggal ditempat.
Saat seranganku berakhir, tiba-tiba Putri mengeluarkan skillnya [ Blind ] dan seorang pengguna Belati yang tepat berada dibelakangku terdiam tidak bisa bergerak. Aku menebasnya beberapa kali sebelum dia meninggal.
Dengan bantuan Putri, aku juga berhasil dengan cepat mengalahkan kelompok Warrior dan hanya menyisakan Viper sendirian.
''Baik, dendam di antara kita sudah tidak dapat didamaikan. Saat ini mungkin kami kalah karena kebanyakan anggota kami masih dibawah level 5 tapi jika kita ketemu lagi, bersihkan lehermu untuk ku.''
''Ohh, Apakah itu kata-kata terakhir dari soerang Bos gangster? Aku akan menunggumu, datanglah padaku kapanpun kamu siap dan aku aku akan mengambil hidupmu sebagai bayarannya. [ Slash ] ''
[ 87 ]
Akhirnya pertempuran panjang berakhir juga. Aku langsung duduk ditanah karna kelelahan dan Putri duduk disebelahku sambil menyerahkan Roti keras dan Air mineral untukku.
__ADS_1
''Trimakasih karna sudah menyelamatkanku''
Putri berbicara dengan nada bersukur.
''Tidak'' Aku menggelengkan kepalaku.
''Aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu. Kalau kamu tidak datang, mungkin aku yang akan terbunuh.'' Aku tersenyum kepada Purti.
''Bagaimana bisa begitu, dari awal sampai akhir kamu melindungiku dan terkena beberapa serangan gara-gara berusaha menyelamatkanku.
Aku hanya tersenyum melihat wajah bersalahnya.
Aku menyelamatkanmu karna itu adalah preoritasku. jangankan terkena serangan untuk melindungimu, walaupun aku meninggal saat pertarungan tadi, aku akan bahagia selama kamu bisa selamat.
Andai saja aku bisa menyampaikan perasaan ini sekarang.. Aku hanya akan dianggap orang aneh jika berbicara sesuatu seperti itu kepada orang yang baru ditemui.
[ Kamu mendapatkan permintaan pertemanan dari White Pearl, apakah kamu ingin menerimanya? Y/N ]
''Yes''
[ Selamat, kamu dan White Pearl sekarang berteman ]
''Jadi namamu Rex, kalau begitu sampai jumpa nanti kalau takdir mempertemukan kita. Aku akan off sekarang, dah..''
Aku bergumam membalas ucapannya.
''Aku yakin takdir akan tersenyum dan memprsatukan kita kembali.''
''Apakah kamu bilang sesuatu?''
''Tidak apa-apa, aku hanya ingin bilang kalau kamu butuh bantuan silahkan hubungi saja aku.''
''Baiklah, karna kamu teman pertamaku disini, kapan-kapan aku akan mentrktirmu makan direstoran saat sudah sampai di kota.''
''Karna kamu sudah janji, jangan pernah mengingkari perkataanmu ya.''
''Hahaha.. Sampai jumpa lagi Rex, aku keluar dlu..''
Putri segera menghilang keluar dari permainan.
Bukankah takdir sangat lucu. Dulu pertemuan pertama kami adalah saat aku menolongnya dari penjahat dan sekarang, dia mencoba menolongku walaupun sebenarnya aku yang melindunginya.
Dari dulu dia tidak pernah berubah, seperti seorang Malaikat yang akan menyinari orang disekitarnya apapun keadaannya.
Bahkan ketika aku mengakhiri hubungan kita dulu, dia hanya tersenyum dan mendoakan yang terbaik untuk masadepan ku.
Aku berjanji bahwa aku akan menjadi orang yang pantas berdiri disampingmu. Aku membulatkan tekatku untuk yang kesekian kalinya.
Setelah istirahat sejenak dan staminaku mulai pulih, aku pergi menuju desa dan membeli stok ramuan yang aku habiskan saat melawan kelompok penjahat tadi.
Setelah itu aku membuka lapak untuk membeli jarahan dari pemain yang telah selesai mengalahkan monster hutan sampai staminaku pulih 100%, lalu akuakan pergi ke bukit untuk melawan monster terkuat di desa pemula yaitu Beruang Coklat.
^^^CH.14 END^^^
__ADS_1