
Raden Sitija, Raden Wisanggeni, Raden Wisangkhanta masih Berada Di Wilayah Pringgodhani. Ratu Arimbi, Dewi Pratiwi, Rakrian Mahamantri Prabakesha, Rakrian Mahamantri Taksaka Prabu Nagabaginda Keponakannya, Raden Sashikirana,Raden Arya Kaca Raden Jayasumpena Dan Raden Madusegara Meminta Mereka Kearah Balai Kedaton. Ketika Sampai Di Balai Kedaton Mereka Segera Duduk menempati Tempat Masing -masing.
__ADS_1
"Angger Semua …,Sebelum Angger Sitija Melakukan TapaBrata kearah Karang Kadempel. Ada Satu Hal yang Mungkin Akan Dijadikan Pedoman Buat Angger…!,Tentang Musuh yang Akan Angger Nantinya Hadapi…!,Ngger…!,Sosok Mengerikan…,Bagi Wangsa Jalma…!,Tapi Juga Sesembahan Biadab…!,Bagi Wangsa Jalma Yang Bodoh Juga…!,Padahal Wangsa Ditya dan Wangsa Lainnya sangat Menghormati Wangsa Jalma…,Karena Wangsa Jalma Adalah Bagian Dari Eyang Dari Semua Cucu-cucuku…!,Aku Sangat Mencintai Sosok Paman,Uwak Dan Juga Eyang Kalian…,Ngger…!,Raden Bima(Werkudara)…,Eyang Kalian adalah Bagian dari Pandawa…,Putra Kedua dari Ayahanda Prabu PandhuDewanata dan Ibunda Kunthi Tanubrata…,Memang Secara Garis Besar Cucu kesayanganku Wesi Aji Tidak Mempunyai Masalah Dengan Wangsa Lainnya. Tapi Ada Sejarah Yang Pahit yang Cucuku Wesi Aji Alami …,Sebab itu Juga Bagian Dari Kesalahan Sang Ibunda dari Wesi Aji …,Dan Juga Kesalahanku yang Tidak Tanggap Pada Kandungan Adik dan Kakak Iparmu Dewi Antakawulan…,Ngger …!,Ma'afkan Bibimu Ini …,Ngger…!"Kata Kanjeng Ratu Dewi Arimbi Bersimpuh Di hadapan Ponakannya Raden Sitija Seraya Menitikkan Air matanya. Raden Sitija Segera Mengangkat Tubuh Bibinya. Dan Mendudukkan Bibinya Ke Singgasananya Kembali.
__ADS_1
"Hamba Tidak tahu Menahu Masalahnya…,Kanjeng Bibi…!,Mengapa Sosok Keponakan Hamba sendiri Anak Dari Sahabat,Adik Hamba Mendiang Raden Guritno(Gatotkaca) Putra Kanjeng Bibi…,Hendak memusuhi Hamba dan Keluarga Hamba Kanjeng Bibi…!,Hamba Kesini Hanya Meminta Kejelasannya…!,Sebab Itu Adalah Gambaran Kesalahan Ribuan Tahun Lalu…!,Dan Itu Juga Bukan Kesalahan Kanjeng Bibi…,Sampai Kapanpun Kanjeng Bibi Adalah Layaknya Seperti Ibunda Hamba Sendiri …,Seperti Layaknya Kanjeng Ibunda Pratiwi…,Kanjeng Bibi Tidak Perlu Meminta Ma'af Pada Hamba…,"Jawab Raden Sitija Sambil Menyatukan Kedua Telapak tangan dan Menundukkan Kepala kearah Sang Bibi.
__ADS_1
"Jadi Begitu…,iya Ceritanya…!"jawab Raden Sitija Sambil Memegang Janggutnya seraya Mengangguk -anggukkan Kepala.
__ADS_1