
Sore Itu Di Sebuah Jendela Gedung Apartment Bertingkat Di Bilangan Jakarta. Terlihat Sosok Wanita Berparas Cantik Sedang Melamun Sambil Menopang Dagunya. Wanita Berparas Cantik Bermata Indah, Berambut Hitam dan Berkulit Putih. Tiba -tiba Sang Wanita Dikejutkan Oleh Bel Di depan Teras Apartmentnya. Wanita itu Segera Menghampiri Pintu Kemudian. Dengan Penuh Hati -Hati Sang Wanita Mulai Mengintip Siapa yang Menjadi Tamunya. Lewat Lubang Kecil Di Pintu Ruang Depannya. Sang Wanita Tersenyum Dengan Membuka Pintu Ruang Depan.
Ketika Melihat Seorang Pemuda Tersenyum Didepannya. Seorang Pemuda Tampan Berambut Panjang Dikuncit Ekor Kuda. Dengan Memakai Setelan Jas Yang Dipadupadankan Dengan Celana Jeans. Sang Pemuda Yang Tak Lain Adalah Anchakagra. Sang Wanita Segera Menarik Tubuh Sang Pemuda. Kemudian Yang Terjadi Sang Wanita Cantik terlihat Geram. Tiba -tiba Sebuah Tamparan Tangan Lembut Mengarah KeMuka Anchakagra.
"PLAAKK…!"Terdengar Suara Tamparan Keras Kearah Pipi Anchakagra. Anchakagra Hanya Pasrah Ketika Tamparan telapak Tangan Wanita Cantik itu Menghajar Mukanya. Kemudian Anchakagra Tersenyum dan Berusaha Merangkul Sang Wanita Dalam Dekapannya.
"DIMAS…!,Mengapa Kamu Tidak Pernah Menghubungi Aku?,Kamu Selalu Saja Seperti Itu, DASAR KAMU …! "Seru Sang Wanita Menangis Sambil Memukul Mukul Dada Bidang Anchakagra. Kemudian Sang Wanita Mendekap Tubuh Anchakagra.
"Ma'afkan Saya Manda…,Saya datang Kemari Untuk Memberi Kejutan Buat Kamu..."Kata Anchakagra Kearah Wanita itu. Sambil Menyeka Airmata Wanita yang Dipanggil Amanda. Sambil Mengangkat Dagu Sang Wanita dengan Jari Telunjuk Tangan Kanannya.
"Maksudmu Apa Dimas…?,Apakah Kamu Juga Akan Meninggalkanku Seperti Sena…?"Tanya Sang Wanita Sambil Merebahkan Kepalanya Di Dalam Dekapan Anchakagra.
"Tidak…,Manda…,Bukan Seperti Itu…?,Sudah Sejak Lama Aku Membuka Jati Diriku Kepadamu…,Aku Juga Mmbongkar Rahasia, Siapa Sebenarnya Arya Susena Atau Bhoma. Dan Rahasia yang Saudara Sepupuku Lainnya.Kepadamu…,Sayang.Aku Mencintaimu Bukan Sebagai Wujud Dityaku,Atau Dengan Kekuatan Super Yang Kamu pernah Bilang Padaku. Aku Tulus Mencintaimu Sebagai Manusia Yang sekarang Berada Di depanmu…!,Manusia Yang Bernama Dimas atau Sigit Rustanto…,Dan Kita Juga akan Membawa Putri Kita…,Hita,Kamu Mau…?,Kita akan Memulai Kehidupan Baru.Tanpa Adanya Kekerasan lagi.Hanya Ada Aku, Kamu dan Putra dan Putri Kita Saja…"Kata Anchakagra meyakinkan Kekasihnya.
Sang Wanita pun Tersenyum Sambil Menganggukkan Kepalanya dalam Dekapan Anchakagra.
"Ha…Ha…Ha…,Sebegitu Mudahnya Kau Tertipu, Hai…!,Anchakagra Palsu…!,Atau Anikhadipatinya Wesi Aji…!,Swaradenta…"Tiba -Tiba Ada Suara Tepuk Tangan Dibelakang Pasangan Kekasih Itu. Sosok itu Keluar Dari Sebuah Ruangan. Sosok Yang Memakai Hoodie Kulit Hitam. Dengan Menggunakan Masker Diwajahnya. Memakai Lambang Polisi Dunia dan Garuda Di Kedua Dadanya. Ketika Masker Itu Dibuka Ternyata Sosok Berwajah Sama Dengan Anchakagra.
"PALGUNAA…,SEKARANG…!!"Seru Anchakagra Kepada Wanita Didepan Anchakagra Palsu.
Tiba -tiba Tubuh Wanita Cantik Itu Seketika Berubah Menjadi Sosok Manusia Setengah Harimau Raksasa. Makhluk Setengah Harimau Itu Mengaum Didepan Anchakagra Palsu. Sambil Mengibas-ngibaskan Bulunya. Kemudian Dengan Tenaga Yang Luar Biasa. Siluman Harimau Palguna Segera Mencakar Tubuh Anchakagra Palsu didepannya. Anchakagra Palsu Segera Menghindar Dengan Terbang Memundurkan Dirinya Seringan Kapas Kearah Belakang. Tubuh Anchakagra Palsu Pun Berubah Menjadi Sosok Makhluk Setengah Kelelawar, Berkepala Seekor Kambing, Bermata Menyala Merah. Di Dahinya Terdapat Lambang Lingkaran Dan Bintang Segilima Terbalik. Sambil Menghancurkan Jendela Apartment. Anikhadipati Swaradenta Terbang Kearah Luar. Kemudian Mengaum Kepada Palguna Dan Anchakagra. Kemudian Terbang Menjauh melesat Kearah Angkasa.
"Loh…,Kok Dia Lari…!"Tanya Anchakagra heran kepada Raden Palguna Sambil Melihat Kearah Langit.
"IYAA…,KOK YA LARI…!"Jawab Raden Palguna. Kemudian Tubuh Setengah Harimaunya Mengecil Membentuk Raga Seorang Pemuda Tampan. Sambil Menggaruk -garuk Kepala bagian Belakangnya.
__ADS_1
"Memang Benar, Hita itu Putrimu, Kakang…?"tanya Raden Palguna kepada Anchakagra.
"Iya…,Enggak Tau…,Bojoku iku Masalahe Akeh Ndik Endi-endi,Ayu -ayu Kabeh Pisan(Bahasa Jawa:Istriku Banyak Masalahnya Ada Dimana -mana,Cantik Semua lagi),Aku Lupa…Laliii(Bahasa Jawa:Lupa)…"Jawab Anchakagra cengengesan Sambil Menggaruk-garuk Kepalanya.
"Betul -betul Anda…,Makhluk Yang Paling NGGATHELIII…(Bahasa Jawa:Brengsek)!"Teriak Raden Palguna Kepada Telinga Anchakagra.
"IYAAA…!"Jawab Anchakagra Sambil Menggosok -gosok Telinganya.
"Waduh…!,Suaramu Seperti Speaker Active 2000 Ampere Keras Banget…!,Tapi Gara -gara Ajian Malih Rupa Jadi Perempuan…!,Kamu Dilihat Orang Banyak Berkerumun dibawah. Ituu…!,Kamu Mau Jadi Bintang Pilem Bokep Menggantikan Posisi Mbah Sugiyono…?,Iyaa Palguna…?"Celetuk Anchakagra Kepada Palguna. Sambil Menunjuk Ratusan Para Penduduk yang Berkerumun Di Bawah.
"EEEiiittsss…!,WADUHHH… IYAA…!,MANGAP…,EEHH MA'AF…,PAK,BU,MAS…,MBAK,PAKDE, BUDE,PAKLEK,BULEK,MBAH KAKUNG, Mbah PUTRI…!"Seru Raden Palguna kepada Kerumunan Orang Yang Heran Menonton Mereka Berdua Dari Di jalan Raya.Raden Palguna Melambaikan Telapak Tangannya Kepada Masyarakat Bak Seorang Artist Terkenal.Para Masyarakat Yang Keheranan Di Jalan Raya, Sampai Terjadi Kemacetan. Para Masyarakat Bersama Para Polisi Dan Para Satpam Menonton Mereka Berdua yang Diatas Gedung.Raden Palguna Memerah Mukanya Langsung Menutup Senjatanya. Lalu Dengan Sedikit Membungkuk . Raden Palguna Ngeloyor Pergi Kebelakang.
"Ehh…Kakang Anchakagra…,Susul Dulu itu Swaradenta…!,Nanti Aku Ikuti, Iya…, Setelah Aku Pakai Celana Dulu…!,"Sambung Raden Palguna sambil Berseru Dari Arah Ruangan Lain.
Tak Berapa Lama Setelah Anchakagra Pergi Raden Palguna Yang Baru Selesai Mengenakan Celana. Tiba -tiba Terperanjat Karena Seluruh Ruangan Itu Dikelilingi Banyak Polisi Bersenjata.
"ANGKAT…TANGAN…!"Kata Seorang Polisi Berpakaian Preman Kepada Raden Palguna. Raden Palguna pun Tersenyum Kepada Mereka.
"Begini…Pak…,Saya bisa jelaskan …!"Kata Raden Palguna Cengengesan Kepada Para Bapak Polisi Di depannya.
"JELASKAN SAJA DIKANTOR…!"Kata Bapak Polisi Lainnya. Kemudian Menyuruh Raden Palguna Menghadap Kearah Tembok Di Ruangan itu. Raden Palguna Menurut Ketika Diperintahkan Agar Kedua Telapak Tangannya Ditempelkan Di Tembok. Lalu Bapak Polisi itu Segera Memborgol Kedua Tangan Raden Palguna. Kemudian Raden Palguna Segera Dikawal Oleh Mereka Sampai Ke Lantai Dasar. Dan Mereka Memasukkan Kepala Raden Palguna Kedalam Mobil Kepolisian.
Ketika Raden Palguna Masuk Kedalam Mobil Kepolisian. Raden Palguna Terperanjat Ketika Melihat Sosok Menggunakan Jaket Hoodie Disebelahnya. Sosok itu Tertawa Cekikikan Kepada Raden Palguna.
"Mmmmm…,Mesti …!Ngajak Gelut Maneh Nang Nggone Penjara(Bahasa jawa :Pasti ini Ngajak Berkelahi Lagi Di Sel…Penjara)…!,Disuruh Ngejar Buruannya Malah Ketangkap Bersama…"Celetuk Raden Palguna Kepada Sosok itu Yang Ternyata Anchakagra.
__ADS_1
"Lah …,Masak Aku Mau Ngejar …,Lah Dia Aja Terbang Nggak Kelihatan Orang, Ha …Ha …Ha …!,Lah Kalau Aku Susul …,Nanti Jadi Viral Di Berbagai Media Internet, Ada Penampakan Makhluk Asing Terbang Di Daerah Jakarta…,Apa Kata Dunia Kepadaku…,Ha…Ha…Ha…"Kata Anchakagra Sembari Tertawa Terpingkal-pingkal Kepada Raden Palguna. Raden Palguna Geram Sambil Melirik Benci Melihat Ulah Kakak Sepupunya.Sesekali Sambil Menggerakkan Rahang Bawahnya Ke Kanan dan Ke Kiri. Sang Kakak Sepupunya Semakin Menjadi -jadi Tertawa Malah Terpingkal -pingkal.
"Sudah Bertengkarnya Nanti Saja…,Di Kantor Saja…,Iya…,Saya Juga Tahu Kalian Berdua Adalah Anak Buah Mantan Atasan Saya,Komandan Wira…? ,Iya kan? "Kata Petugas Polisi Tersenyum Seraya Bertanya Yang Mengendarai Mobil Kepada Mereka Berdua. Mereka Berdua Menjawab Sambil Tersenyum Kepada Petugas Itu. Tapi Ketika Raden Palguna Menoleh Kembali Kepada Kakak Sepupunya. Raden Palguna Memalingkan Mukanya Lagi Kearah Jendela. Sambil Kembali Melirik Benci Kepada Anchakagra. Seraya Memainkan Rahang Bawahnya Kembali Ke Kanan Dan Ke Kiri. Anchakagra yang Melihat Adik Sepupunya Semakin Menjadi -jadi Tertawa. Malah Semakin Terpingkal -pingkal. Membuat Dua Petugas Di Depan Mereka Juga Tersenyum.
..........................................................................................
Markas LPDKRI
Seperti Biasa Brigjend Suta Dan Wakilnya A.K.B.P Wira Beserta Kapten Catur, A.K.P Artha, IPDA Gusti, IPTU Edy, Lettu Dyah dan Anggota lainnya Berbincang Di Ruangan Rapat yang Dipimpin Oleh Brigjend Suta. Tak Berselang Lama Ni Luh Ines Memasuki Ruangan Mereka.
"Ada Apa Nona Ines?"Tanya Brigjend Suta Kepada Kepala Informatikanya.
"Begini Pak…!,Baru Saja Ada Laporan…!,Anak Buah Ibu Dyah Bikin Ulah Lagi…!,Sekarang Ada Di Kantor Polisi.Pak…"kata Ni Luh Ines kepada Brigjend Suta.
Brigjend Suta Tersenyum Seraya Menepuk Dahi Sambil Menggeleng -gelengkan Kepalanya.
"Iya, Terima Kasih Atas Infonya. Nona Ines…,Nanti Akan Saya Selesaikan Masalahnya…,Wira,Dyah…!"Kata Brigjend Suta Tertawa sambil Menoleh Kepada Wakilnya A.K.B.P Wira. Mereka Semua Di Ruangan Itupun Ikut Tertawa.
"Pfff. Lagi -lagi Pasti Mereka Berdua…,Kalau Tidak Anchakagra Sama Palguna…?,Siapa lagi, Pasti Kasusnya Pasal itu-itu Saja. Ketika Saya Sampai Disana Tuntutannya Kalau Nggak Pasal 256,331dan 332 KUHP…,Setiap Hari Sudah Saya Bilangkan Ndan,Jangan Beraksi Di Tempat Yang Terdapat Keramaian Orang…!"Celetuk Lettu Dyah Tersenyum sambil Menggeleng -gelengkan Kepalanya. Dibalas Dengan Tertawa Semua Anggota Lainnya.
"Pak, Menurut Laporan Dari System Perangkat Kita.Bahwa Amanda Widyasari Bersama Keluarganya.Sekarang Berada Di Posisi Jogjakarta.Sedangkan Anthony Sudirja Juga Berada Di Tempat yang Sama.Apakah Kita Juga Akan Menelusurinya Juga Kearah Sana…?"Tanya Ni Luh Ines Kepada Brigjend Suta Selaku Pimpinan Mereka.
"Tetap Pada Rencana Semula,Untuk Sementara Kita Tunggu Kabar Dari IPDA Gusti Dilapangan.Bersama Anak Buah Kapten Catur.Mereka Mendapat Mandat Dari Saya Untuk Menyelidiki Lebih Lanjut. Siapa Sebenarnya Sosok Anthony Sudirja Ini…?,Lettu Dyah Dan A.K.P Artha Akan Mendekati Sasaran Nyonya Sigit Alias Nyonya Amanda Di Jogjakarta.Sedangkan Agent Ancha Dan Agent Palguna Akan Saya Utus Mengeksekusi Anthony. Jika Hasilnya Positif Sosok Anthony Ini Terbukti Memang Seorang Penjahat.Apakah Bisa Dimengerti…?"Kata Brigjend Suta Pada Wakil Serta Semua Anak Buahnya.
"SIAPP…PAK…!"Seru Semua Anggotanya Seraya Berdiri Kemudian Memberi Hormat Kepada Sang Atasan Ala Militer.
__ADS_1