Laskar Dewa Series Sitija (Sang Yadawa Terakhir) Episode II

Laskar Dewa Series Sitija (Sang Yadawa Terakhir) Episode II
Penyerangan Dari Arah Pathala Dewa


__ADS_3

Anchakagra dan Palguna Akhirnya Juga Diringkus Oleh Pihak Berwajib Setempat.Mereka Ditangkap Di Lokasi Yang Berbeda. Tiba -tiba Hal Diluar Dugaan Terjadi Di Iring -iringan Mobil Patroli Polisi. Mobil Patroli Polisi Dihadang Oleh Pemandangan Yang Aneh Sekaligus Menakjubkan. Tercipta Lubang Cincin Api Berwarna Hitam Di Depan Mobil Para Polisi. Mereka Segera Mengambil Tindakan Menghentikan Kendaraan Mereka. Dengan Memberitahukan Iring -iringan Yang Berada Dibelakang Mengikuti Mereka. Jalanan Di Kota Itu Tiba Tiba Hampir Tak Terkendali. Banyak Mobil Mobil Hampir Bertabrakan Dengan Mobil Lainnya. Sampai Muncul Hampir Ratusan Makhluk Aneh. Yang Keluar Dari Lubang Cincin Berwarna Hitam itu. Makhluk Bertubuh Menyerupai Manusia. Dengan Tinggi Lebih Enam Kali lipat Ukuran Manusia Normal. Para Makhluk Raksasa Yang Mengenakan Baju Rompi Tameng Baja Hitam Berlambang Bintang Kejora. Dengan Menggunakan Pakaian Bawahan Berwarna Sama. Mereka keempat Ras Raksasa Ditya yang berbeda jenis. Sebagian Kulit Mereka yang terlihat sangat aneh.Diantara Mereka berkulit Coklat seperti tanah liat.Sedang Sebagian berkulit abu -abu seperti Batu.Lalu Ada Juga Ras Raksasa Ditya yang berhidung mancung seperti paruh burung.Dengan Gigi taring bawahnya mencuat keatas,Berkulit mirip Manusia.Hanya bagian pundaknya ditumbuhi bulu seperti burung.Dan Sebagian Lainnya adalah Raksasa Ditya Bongkok yang berlengan atas sangat kurus.Tapi Dengan Lengan Bawah Dan bertangan besar,Berkuku sangat tajam. Raksasa berperawakan seperti Kera. Karena Tangannya sampai menjuntai ketanah.Kulit dan Mukanya berwarna hijau bersisik seperti Ikan. Matanya yang lebar berwarna merah dan Bergigi Taring Besar Mencuat Diantara Bibir Bawahnya. Diantara Raksasa Ditya Segera Berlari Berusaha Menangkap Mobil Yang Mau Bertabrakan. Kemudian Mencarikan Tempat Yang Aman Untuk Pengendara Dan Isi Di Dalamnya. Pemandangan Yang Membuat Seluruh Kota Menjadi Hiruk -pikuk. Banyak Sebagian Orang Berusaha Mengabadikan Kejadian Itu. Mereka Mengambil Gambar Dengan Camera Di Hp Mereka. Para Petugas Polisi pun Segera Bersiap -siap Siaga Dengan Mengarahkan Senjata Pistol Kepada Mereka. Hal Yang tak Terduga Terjadi. Ketika Salah Satu Raksasa Ditya Segera Bersimpuh Diikuti oleh Para Prajuritnya.Mereka Memberikan Hormat Kepada Para Petugas Kepolisian. Laksana Cara Mereka Seperti Menghormat Kepada Raja. Mereka Segera Menyatukan Kedua Telapak Tangan Mereka. Sambil Menundukkan Kepalanya Kepada Para Manusia Di depan Mereka.


"MA'AFKAN KEDATANGAN KAMI,MEMBUAT SAUDARA WANGSA JALMA MERASA TERGANGGU,NAMA SAYA ADALAH WILJAJAKWREKA.SALAH SATU MAHASENOPATI NEGARA PRINGGODHANI ATAU WANGSA SAUDARAKU MENYEBUTNYA DENGAN ISTILAH JENDRAL. "Kata Sang Pemimpin tersenyum Diantara Para Raksasa Ditya. Sang Pemimpin Raksasa Ditya yang Bernama Mahasenopati Wiljajakwreka Memulai Pembicaraan Dengan Para Petugas Yang Menodongkan Senjata Api Kepada Wiljajakwreka.Mahasenopati Wiljajakwreka Berperawakan adalah Sosok Raksasa Ditya Mempunyai Senjata Kuku seperti Cakar Seekor Elang.Yang Terletak Diantara Jari Telunjuk Dan Jari Tengah Tangannya. Lalu Palguna Segera Segera Menengok Dari Kaca Jendela Mobil Polisi. Palguna Membenturkan Kepalanya Kearah Kaca Mobil Polisi. Dan …


"PYAARR…!"Terdengar Suara Kaca Pecah Berhamburan Ke Tanah.

__ADS_1


"Heii…,Apa Yang Kau Lakukan. Kau Mau Kabur Dari Sini...!"Hardik Seorang Petugas Polisi Kemudian Mengarahkan Senjata Apinya Kearah Kepala Palguna.


"Waduh …,Pak. Bapak Jangan Mengira Seperti Itu Sama Saya.Saya Tahu Ini Tugas Bapak,Masalahnya Yang Di depan Bapak. Sekarang Itu Adalah Kakak Saya,Kakak Saya Itu Juga Tegas Seperti Bapak.Tolong Kasih Saya Kesempatan Buat Memberikan Penjelasan Dulu Kepada Kakak Saya,Pak…!,Tolong…,Mereka Tidak akan Berani Melukai Anda Dan Orang-orang Di sekitar Anda,Pak.Kaum Kami Tidak Akan Melukai Bahkan Membunuh Manusia Yang Baik Seperti Anda Semua Disini.Tolong Bukakan Pintu Mobilnya,Pak.Biar Saya Memberikan Penjelasan Kepada Kakak Saya."Kata Palguna Kepada Petugas Polisi yang Mengarahkan Pistol Kearah Kepalanya. Tiba Tiba Dari Arah Belakang A.K.P Artha Berlari Menuju Mobil Dimana Palguna Berada.


"Tolong Sersan, Saya Sudah Berteman Baik Dengan Mereka.Saya Menjamin Mereka juga Adalah Teman-teman Kita."Kata A.K.P Artha Kepada Petugas Di depannya. Petugas itu segera Memberikan Hormat kepada A.K.P Artha. Dan A.K.P Artha Segera Membalasnya.

__ADS_1


"Heii…!,Kakang Wreka.Mengapa Kakang Membuat Kegaduhan Di Tempat Seramai Ini…?,Kakang Lihat Para Saudara Kita Wangsa Jalma. Hampir Celaka Gara-gara Ulah Kakang...!"Tanya Palguna Geram Kepada Pimpinan Raksasa Ditya Didepannya. Yang Ternyata Adalah Kakak Sepupunya.


"AKU TERPAKSA MELAKUKAN INI, ADI PALGUNA.SEBAB NASIB SAUDARA KITA WANGSA JALMA SUDAH BERADA DITITIK KEHANCURAN.PARA DENAWA SUDAH MENYEBARKAN SERANGAN KEARAH WANGSA SAUDARA KITA.KITA HARUS BERTINDAK CEPAT,KARENA GENDERANG PERTEMPURAN LASKAR ADITYA DAN PARA LASKAR DENAWA AKAN DIMULAI DISINI.DI DUNIA ATAS,DUNIA SAUDARA KITA WANGSA JALMA…"Kata Ditya Wiljajakwreka Kepada Mereka Semua yang Berada Di Jalan raya Itu.


"Tapi Kalau Apa Yang Kakang Lakukan…!,Itu Bisa Membahayakan Nyawa Saudara Kita Wangsa Jalma Yang Tak Bersalah ini,Kakang.Kakang Tahu Perintah Dari Kakang Mbok Arimbi.Kakang Mbok Arimbi Tidak Ingin ada Yang Melukai Bahkan Sampai Membuat Mereka Kehilangan Nyawa.Bagaimana Kalau Cerita Ini Sampai Ke Telinga Kakang Mbok Arimbi...,Kakang Akan Dihukum Berat Oleh Wangsa Kita Sendiri,Kakang Dengar…!"Ujar Palguna Menasihati Sang Kakak Sepupunya.

__ADS_1


"BAIKLAH, ADI PALGUNA.AKU IKUTI KEMAUANMU SEKARANG…,ADI…"Kata Wiljajakwreka Menundukkan Kepalanya Mengaku Bersalah Kepada Adik Sepupunya.


"Sekarang Perintahkan Semua Ratusan Prajurit Kakang.Untuk Menggunakan Ajian Malih Rupa Seperti Wangsa Jalma.Lalu Bergabung Diantara Mereka.Kita Bicarakan Lagi Setelah Kakang Wreka Bertemu Dengan Kakang Anchakagra…!,Kakang Wreka.Apakah Kakang Mengerti…!"Kata Raden Palguna Setengah Geram Kepada Kakak Sepupunya. Kemudian Raden Palguna Segera Menuju Kearah Mobil Polisi yang Menangkapnya. Raden Palguna Meminta Agar Dibukakan Kembali Pintu Mobil dimana Dia tadi Keluar. Sang Petugas pun Keheranan Melihat Ulah Palguna. A.K.P Artha Kemudian Mempersilakan Petugas Kepolisian itu Untuk Melanjutkan Perjalanan Kembali Ke Markas Mereka. Mahasenopati Wiljajakwreka Segera Memerintahkan Semua Punggawa, Hulubalang Dan Prajurit Ditya Untuk Menggunakan Ilmu Ajian Malih Rupa. Tiba -tiba Wujud Para Rombongan Prajurit Raksasa Ditya Bersinar Menyilaukan. Mereka Berubah Menjadi Sosok Sosok Pemuda Berparas Tampan. Lalu Mahasenopati Wiljajakwreka pun Meminta Mereka Untuk segera Menggunakan Ajian Saepi Angin. Menyusul Keberadaan Raden Palguna dan Iring -iringan Mobil Patroli Polisi yang berada Didepannya. Tubuh Para Ditya yang Berubah Menjadi Para Pemuda Tiba -tiba Melayang Di Udara Dengan Posisi Berdiri. Kemudian Secara Berurutan Mereka Terbang Menuju Angkasa.


__ADS_2