Laskar Dewa Series Sitija (Sang Yadawa Terakhir) Episode II

Laskar Dewa Series Sitija (Sang Yadawa Terakhir) Episode II
Penyerangan Dari Arah Pathala Dewa Bag II


__ADS_3

Hari Menjelang Malam,Sementara Di Ruangan Interogasi Anchakagra Masih Diminta Keterangan Tentang Kasus Pembunuhan Yang Menimpa Dirinya Dan Adik Sepupunya.


"Saudara Dimas,Apakah Anda Masih Mau Menyangkal Perbuatan Yang Anda Lakukan Terhadap Korban,Nona Clara.Sedang Banyak Bukti Yang Mengaitkan Keterlibatan Anda,Beserta Saudara Anda? "Tanya Seorang Petugas Kepada Anchakagra.


"Saya Bukan Pelakunya,Pak.Clara Itu Sahabat Saya,Bahkan Sudah Saya Anggap Seperti Adik Saya Sendiri,Pak.Saya Juga tidak Terlibat Masalah Apapun Dengan Clara.Clara itu Guru Homeschool Keponakan Saya.Saya Bersumpah, Pak.Saya dan Danang Bukan Pembunuhnya.Danang Adik Sepupu Saya Tidak Mengenal Dekat Dengan Mendiang Clara.Apalagi Sering Bertemu,Pak.Saya Bisa Menjelaskan Ini...!"Sela Anchakagra yang Juga Membela Palguna Dihadapan Petugas yang Menginterogasinya.


"Mana Ada Maling Yang Mengaku Jika Dia Sudah Tertangkap,Saudara Dimas.Banyak Bajingan Seperti Anda yang Akan Memenuhi Penjara, Nantinya."Jawab Petugas Lain Yang juga Berada Di Ruangan Itu.


"Pak,Dengarkan Saya. Bukan Saya Pelakunya...!"Kata Anchakagra.


Tiba Tiba Anchakagra Berdiri Tetap Dengan Tangan Terborgol Dibelakang Punggungnya.Anchakagra Membuat Gerakan Yang Diluar Dugaan Para Petugas Yang Menginterogasinya. Tiba-tiba…

__ADS_1


"BLARRR…!"


Tubuh Anchakagra Melesat Terbang Menghancurkan Atap Ruangan Interogasi. Terjadi Bunyi Ledakan Seperti Suara Bom. Dengan Posisi Berdiri Mengambang Di Udara. Seketika Semua Petugas Polisi Disana Segera Berkumpul.


"TURUNN…!,ATAU SAYA HABISI KAMU…!"Kata Petugas Yang Tadi Menginterogasi Anchakagra. Mereka Berdua Mengambil Senjata berjenis Pistol Dan Mengarahkan Kepada Anchakagra.


Anchakagra Segera Menggunakan Kekuatannya Menghentakkan Borgol Yang Membelenggu Kedua Tangannya. Dan …


Mereka Memberondong Tubuh Anchakagra Dengan Senjata Api Berjenis Senapan Serbu. Peluru Yang terlontar Dari Senjata Serbu itu Mengenai Bagian Tubuh Anchakagra. Tubuh Anchakagra Tidak Bergeming Terkena Ratusan Peluru Yang Mengenai Tubuhnya. Para Petugas itupun Terperanjat Melihat Apa Yang Mereka Saksikan. Anchakagra Tetap Berdiri Dengan Posisi Terbang Di Angkasa. Dengan Tubuh Tanpa Luka Sedikitpun.


"Mohon Ma'afkan Saya,Pak.Kasta Saya Adalah Seorang Ksatria.Seorang Ksatria Pantang Menelan Ludahnya Yang Sudah Berada Di Tanah.Saya Bukan Sosok Pengecut…!,Seandainya Saya Mau Menyerahkan Diri.Saya Akan Menyerahkan Diri Setelah Saya Membunuh Pelaku Pembunuhan Terhadap Sahabat Saya.Saya Berjanji Pada Anda Semua…!,Sekali Lagi Mohon Ma'afkan Saya, Pak."Kata Anchakagra Seraya Menyatukan kedua Telapak Tangannya. Sembari Menundukkan Kepalanya Kepada Semua Petugas Kepolisian. Anchakagra Segera Berbalik Dan Terdengar Seperti Suara Letupan Meriam. Ketika Tubuhnya Terbang Melesat Ke Arah Angkasa Dengan Kecepatan Laksana Kilat. Sementara Wiljajakwreka yang Telah Menyamar Menjadi Sosok Pemuda Tampan Akhirnya Juga Sampai Kearah Kantor Kepolisian. Segera Meminta Ijin Untuk Menyusul Kakak Sepupunya. Sesampainya Di dekat Anchakagra Wiljajakwreka Segera Menghentikan Sang Kakak.

__ADS_1


"Kakang Anchakagra…!"Seru Wiljajakwreka Kepada Sang Kakak.


Lalu Mereka Berdua Segera Menghentikan Terbang Mereka Dengan Posisi Berdiri Dan Mengambang Di Atas Awan.


"Aku Tahu,Ini Semua Ulah Dari Si Bangsat Swaradentha Dan TandaSraya,Tapi Kakang Biarkan Kita Mencari Mereka Bersama..."Kata Wiljajakwreka kembali Kepada Kakak Sepupunya.


"AKU IKUTTT,Aku Juga Melarikan Diri Ini…!"Kata Seseorang Lagi Yang Ternyata Adalah Raden Palguna.


"Baiklah …,Gara -gara Si Bangsat Ini. Nama Kita Berdua Tercemar Di Kalangan Saudara Kita Sendiri"Jawab Anchakagra.


"Ayooo…!,Kakang.Kita Cari Setelah Itu Kita Habisi Anikhadipatinya, Prabu Wesi Aji...!"Seru Wiljajakwreka Kemudian Terbang Melesat Kembali. Diikuti Oleh Palguna Dan Anchakagra.

__ADS_1


__ADS_2