
Ketika Claozora dan Bartolomeo melanjutkan perjalanan mereka, mereka menemukan bahwa mereka tidak sendirian dalam pencarian harta karun ini. Muncul sebuah kelompok bajak laut yang dipimpin oleh seorang kapten bernama Ravager. Ravager merupakan bajak laut yang kejam dan tak kenal belas kasihan. Dia memiliki ambisi yang sama untuk mendapatkan harta karun itu, dan dia tidak akan berhenti sampai dia mendapatkannya.
Ravager:(tersenyum licik)aer..bukan kah ini kapten paling terkenal baru baru ini.
Claozora:(membalas dengan senyum pahit)oho,apakah ini legenda hidup yang hampir mati karena ikan kakap.
Claozora dan Bartolomeo menyadari bahwa mereka harus menghadapi Ravager jika mereka ingin melindungi harta karun dan menjaga ambisi jahatnya tidak terpenuhi. Pertempuran antara kedua kelompok bajak laut itu tidak bisa dihindari.
Ravager:(ekspresi marah) err,berani beraninya kau,kau mau perang?
Claozora:ha napa ndak senang kau?ayolah tumbuk kita dapet duit aku
Dalam pertempuran yang tak terelakkan itu, Claozora dan Bartolomeo merasakan kekuatan yang mereka miliki. Mereka membentuk strategi yang cerdik dan menggunakan kemampuan bertarung mereka dengan sebaik-baiknya. Namun, kelompok Ravager juga tak kalah tangguh. Mereka memiliki jumlah anggota yang lebih banyak dan taktik yang licik.
Dentuman meriam di mana mana mengacaukan ketenangan samudra,besi besi beradu bagai hewan yang bertemu,suara peluru melaju kencang menembus tubuh.
Pertempuran tersebut berlangsung dalam serangkaian serangan dan pertahanan yang sengit. Kapal-kapal mereka saling menembakkan meriam, pedang mereka beradu dengan gemuruh. Darah dan keringat mengalir dalam setiap gerakan mereka. Namun, Claozora dan Bartolomeo tidak mundur. Mereka saling melindungi satu sama lain, berjuang untuk menjaga api semangat mereka tetap menyala.
Claozora:(terluka cukup parah)sialan kau,bahkan kuda laut sepertimu punya banyak kekuatan untuk bergerak?!!
Ravager:(Tertawa mojo jojo) hahaha...kenapa apa kau sudah takut mati?dimana kekasih mu itu? Ah mungkin dia sudah mati di tangan anak buahku.
Bartolomeo tiba tiba muncul bergelantung menggunakan tali layar,menendang Ravager menjauh dari Claozora.
Bartolomeo:(dengan nada meledek)Kenapa kau mencariku?apa kau merindukanku kasim.
Di tengah pertempuran yang berkecamuk, Claozora dan Bartolomeo menyadari bahwa mereka harus menemukan kelemahan Ravager. Mereka tidak bisa menghadapinya secara langsung, tetapi mereka bisa mengambil keuntungan dari ketidakstabilan dalam kelompoknya. Dengan kecerdikan dan kelicikan mereka, Claozora dan Bartolomeo berhasil menciptakan keributan di antara bajak laut Ravager. Mereka menimbulkan kekacauan dan kebingungan di tengah kelompok lawan.
__ADS_1
Keributan itu memberi kesempatan bagi Claozora dan Bartolomeo untuk menyerang Ravager secara langsung. Mereka mengarahkan serangan mereka dengan cepat dan presisi, memanfaatkan kekuatan tim mereka. Claozora bergerak dengan kecepatan kilat, menghindari serangan musuh sambil meluncurkan serangan balik yang mematikan. Sementara itu, Bartolomeo menggunakan kekuatan fisiknya yang besar untuk menghancurkan pertahanan lawan.
Ravager, yang awalnya merasa yakin dengan kemenangannya, terkejut melihat perlawanan sengit dari Claozora dan Bartolomeo. Dia menyadari bahwa mereka adalah ancaman serius bagi ambisinya. Dalam upaya putus asa untuk mengalahkan mereka, Ravager melancarkan serangan terakhir yang penuh kemarahan dan keganasan. Namun, Claozora dan Bartolomeo tidak menyerah. Mereka menggabungkan kekuatan mereka yang tersisa untuk menghadapi serangan itu.
Pertempuran mencapai puncaknya saat Claozora dan Bartolomeo meluncurkan serangan pamungkas mereka. Mereka mengeluarkan kekuatan terakhir mereka dalam serangan yang mematikan dan akhirnya berhasil mengalahkan Ravager. Kelompok bajak lautnya yang tersisa kocar-kacir dan melarikan diri.
Dengan kemenangan itu, Claozora dan Bartolomeo merasa lega. Mereka menyadari bahwa perjuangan mereka belum selesai, tetapi mereka telah mengatasi hambatan besar dalam pencarian mereka. Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat yang baru dan tekad yang lebih kuat untuk menemukan harta karun yang mereka cari.
Setelah mengalahkan Ravager dan kelompok bajak lautnya, Claozora dan Bartolomeo merasa semakin percaya diri dalam petualangan mereka. Mereka merasa bahwa tak ada hal yang bisa menghentikan mereka dalam mencapai tujuan mereka untuk menemukan harta karun yang legendaris.
Namun, ketika mereka melanjutkan perjalanan mereka, mereka secara tak terduga menemui sebuah pulau terisolasi yang dikenal sebagai Pulau Terlarang. Pulau ini dijaga dengan ketat oleh sekelompok penjaga misterius yang melindungi rahasia yang sangat berharga. Pulau Terlarang dianggap sebagai tempat terlarang bagi siapa pun yang berani melangkah di dalamnya.
Claozora dan Bartolomeo merasa tertantang oleh misteri pulau ini. Mereka tidak bisa menahan keingintahuan mereka dan memutuskan untuk menjelajahi pulau tersebut. Ketika mereka mendarat di pantai, mereka langsung merasakan kehadiran yang ganjil dan atmosfer yang mencekam.
Mereka berjalan melalui hutan yang lebat, mengikuti jejak yang terlihat samar-samar. Di dalam hutan, mereka menemukan reruntuhan bangunan kuno yang penuh dengan simbol-simbol dan teka-teki yang rumit. Semakin mereka menyelidiki, semakin jelas bagi Claozora dan Bartolomeo bahwa pulau ini menyimpan rahasia besar yang tidak boleh ditemukan oleh siapa pun.
Ketika mereka memasuki gua itu, mereka disambut dengan terang yang samar-samar dari fakel yang terbakar. Di dalam gua, mereka menemukan serangkaian ruangan tersembunyi yang dihiasi dengan lukisan dan ukiran yang misterius. Semakin mereka menjelajahi ruangan-ruangan itu, semakin jelas bagi mereka bahwa pulau ini menyimpan pengetahuan kuno dan kekuatan yang sangat kuat.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara yang merayap ke dalam telinga mereka. Suara itu menggambarkan cerita tentang penjaga-penjaga pulau yang menjadi makhluk tak terkalahkan dan kegelapan yang mengancam dunia. Claozora dan Bartolomeo menyadari bahwa mereka telah memasuki wilayah yang jauh lebih berbahaya dari yang mereka bayangkan.
Saat mereka terus menyusuri gua itu, mereka menemukan sebuah ruangan yang dipenuhi dengan artefak magis yang bersinar di dalamnya. Mereka tahu bahwa ini adalah bagian dari rahasia besar yang dijaga oleh pulau ini. Namun, mereka juga menyadari bahwa mereka tidak sendiri di dalam ruangan itu.
Munculah seorang wanita misterius yang dikenal sebagai Morgana, seorang penyihir kuat yang telah menjaga pulau ini selama berabad-abad. Dia memiliki kekuatan yang luar biasa dan bertekad untuk menjaga rahasia pulau ini tetap tersembunyi dari dunia luar.
Morgana: (dengan suara menggetarkan) Kalian telah melanggar wilayah terlarang ini. Aku adalah penjaga pulau ini, dan tak seorang pun boleh mengetahui rahasia yang ada di sini.
Claozora: (dengan hati-hati) Kami minta maaf, Morgana. Kami tidak tahu bahwa pulau ini terlarang bagi siapa pun. Kami hanya mencari harta karun yang legendaris.
__ADS_1
Bartolomeo: (menambahkan dengan penuh tekad) Kami berjanji tidak akan mengungkapkan rahasia ini kepada siapa pun. Kami hanya ingin mengetahui kebenaran yang tersembunyi di pulau ini.
Morgana: (memandang mereka dengan tajam) Kalian telah membuktikan keberanian dan tekad yang luar biasa. Namun, rahasia ini adalah milik pulau ini, dan kalian tidak bisa membawanya pergi.
Morgana mengeluarkan kekuatan magisnya dan melancarkan serangan ke arah Claozora dan Bartolomeo. Pertarungan yang dahsyat pun pecah di antara mereka. Morgana menggunakan mantra dan sihirnya dengan cermat, mencoba untuk mengalahkan Claozora dan Bartolomeo yang bertahan dengan gigih.
Pertarungan itu berlangsung dengan sengit. Claozora dan Bartolomeo saling melindungi dan meluncurkan serangan balasan. Mereka menggunakan kekuatan dan keterampilan mereka dengan sebaik mungkin, berusaha untuk melawan Morgana dan melindungi hasrat mereka untuk mengungkap rahasia pulau ini.
Dalam pertempuran yang panjang, Claozora dan Bartolomeo terus bertahan meski semakin lelah dan terluka. Mereka menemukan kekuatan dan semangat baru yang tak terduga ketika mereka melihat satu sama lain dan menyadari betapa jauh mereka telah sampai bersama-sama.
Morgana, yang semakin marah dengan perlawanan yang gigih ini, memperkuat serangannya. Dia menggunakan sihir gelapnya untuk mencoba menghancurkan Claozora dan Bartolomeo sekali dan untuk selamanya.
Namun, tepat pada saat-saat terakhir pertarungan, Claozora dan Bartolomeo merasakan kekuatan baru yang tiba-tiba mengalir melalui tubuh mereka. Mereka merasakan energi yang berasal dari pulau ini sendiri, memberikan mereka kekuatan dan perlindungan yang tak terduga.
Dengan semangat yang baru, Claozora dan Bartolomeo melancarkan serangan pamungkas mereka. Mereka menggabungkan kekuatan dan keterampilan mereka, menghantam Morgana dengan kekuatan yang tak terbayangkan.
Morgana terjatuh, terkalahkan. Dia menyadari bahwa Claozora dan Bartolomeo adalah orang-orang yang pantas mengetahui rahasia pulau ini, dan dia memutuskan untuk mempercayakan mereka dengan pengetahuan dan kekuatan itu.
Morgana: (dengan suara lemah) Kalian adalah bajak
laut yang tak biasa. Kekuatan ini harus tetap terjaga dan dilindungi. Saya percayakan rahasia ini kepada kalian, tetapi ingatlah, dengan kekuatan itu datang tanggung jawab besar.
Claozora dan Bartolomeo merasa terhormat dengan kepercayaan yang diberikan oleh Morgana. Mereka berjanji untuk menggunakan kekuatan dan pengetahuan itu dengan bijak, dan untuk menjaga rahasia pulau ini tetap tersembunyi dari dunia luar.
Dengan pertempuran yang berakhir, Claozora dan Bartolomeo diberi akses ke rahasia Pulau Terlarang yang hanya sedikit orang yang mengetahuinya. Mereka mengetahui pengetahuan kuno yang tak ternilai harganya dan kekuatan magis yang dapat membantu mereka dalam petualangan mendatang.
Namun, dengan rahasia ini juga datang tanggung jawab yang besar. Mereka harus menjaga rahasia itu tetap aman dan menggunakannya dengan kebijaksanaan, sekaligus menghadapi bahaya dan tantangan baru yang mungkin muncul seiring perjalanan mereka.
__ADS_1