
Bartolomeo dan Claozora merasakan kegembiraan dalam pencarian mereka, tetapi tidak menyadari bahwa ada kekuatan jahat yang merencanakan untuk menghancurkan mereka dan merebut harta karun legendaris yang mereka peroleh. Di balik layar, seorang bajak laut jahat bernama Captain Blackthorn merencanakan pengkhianatan yang akan mengguncangkan perjalanan mereka.
Bartolomeo dan Claozora terus berlayar di laut yang luas, mencari petunjuk tambahan yang dapat membawa mereka lebih dekat ke harta karun. Namun, mereka tidak menyadari bahwa setiap gerakan mereka dipantau oleh mata-mata Blackthorn.
Blackthorn: (tersenyum jahat) Mereka tidak tahu apa yang akan menimpa mereka. Aku akan merebut harta karun itu untuk diriku sendiri, dan mereka akan menemui ajal mereka di tanganku.
Blackthorn menyusun rencana yang rumit untuk menjebak Claozora dan Bartolomeo. Dia merekrut bajak laut pilihan yang setia kepadanya dan memberi mereka perintah yang tegas untuk melumpuhkan Sea Castatrope.
Tanpa di duga Kapal Blackthorn, yang dikenal sebagai Shadow's Revenge, tiba-tiba muncul di cakrawala. Pertempuran pun tak terelakkan. Blackthorn dan pasukannya menyerbu Sea Castatrope dengan kejam, menyerang dengan kecepatan dan keahlian yang mematikan.
Bartolomeo: (mengayunkan pedangnya dengan lihai) Claozora, kita dihadapkan pada bahaya yang lebih besar dari yang kita duga!
Claozora: (membalas serangan dengan seruan keberanian guna memberikan dorongan pada kru nya) Kita tidak boleh menyerah, Buccaner! Kita akan melawan hingga titik darah penghabisan.
Pertempuran sengit melanda kapal-kapal itu. Claozora dan Bartolomeo berjuang gigih, tetapi pasukan Blackthorn terlalu kuat. Anggota kru Sea Castatrope jatuh satu per satu di tengah kekacauan dan kehancuran.
Namun, dalam keadaan yang terdesak, Claozora dan Bartolomeo menunjukkan keahlian tempur dan strategi yang luar biasa. Mereka menggunakan kreativitas mereka untuk memanfaatkan setiap kelemahan musuh dan menggabungkan kekuatan mereka yang tak terpisahkan.
Dalam pertempuran yang memanas antara Claozora, Bartolomeo, dan Captain Blackthorn, ketegangan dan semangat terasa begitu kuat di udara. Angin bertiup kencang, ombak menggulung dengan ganas, dan langit terasa seperti mempertontonkan pertempuran yang epik di atas kepala mereka.
Blackthorn, dengan pandangan penuh kebencian dan ambisi, berdiri dengan tegak di geladak kapalnya yang besar. Tatapan matanya yang tajam dan tatapan wajah yang keras memancarkan ancaman yang tak terelakkan.
Claozora melangkah maju, mengayunkan pedangnya dengan keahlian dan keanggunan seorang ahli pedang. Serangan-serangannya cepat dan mematikan, menggambarkan kecepatan dan kekuatan yang tak tertandingi. Namun, Captain Blackthorn, dengan ketangkasannya yang luar biasa, berhasil menghindari setiap serangan Claozora.
Bartolomeo, dengan perisai di tangannya dan pedangnya yang kokoh, berdiri di samping Claozora, siap melindungi dan bertempur bersamanya. Gerakan-gerakannya yang mantap dan keberanian yang tak tergoyahkan menjadi pilar pendukung Claozora dalam pertempuran ini.
Blackthorn, dengan serangan-serangan beruntun yang ganas, mencoba untuk mengalahkan mereka dengan kekuatannya yang melampaui manusia biasa. Serangan-serangannya menghantam kapal dengan kekuatan yang mengguncangkan, menyebabkan serpihan-serpihan kayu terbang ke udara. Namun, Claozora dan Bartolomeo dengan cepat dan lincah menghindari bahaya tersebut.
Dalam setiap serangan dan serangan balasan, ada dialog yang terdengar di antara mereka, memperdalam intensitas pertarungan.
__ADS_1
Blackthorn: (dengan suara berderak) Kalian tak punya peluang melawan kekuatanku! Kekuasaanku akan menghancurkan kalian!
Claozora: (dengan suara tegas) Kekuasaanmu yang jahat tidak akan pernah mengalahkan keberanian dan keadilan yang ada dalam hati kami!
Bartolomeo: (dengan suara bergetar) Kami berdiri bersama, tak tergoyahkan oleh kejahatanmu! Kami akan membebaskan lautan dari belenggu kekuasaanmu!
Setiap langkah, setiap serangan yang mereka lakukan penuh dengan ketegangan dan determinasi. Ada momen-momen saat mereka hampir terdesak oleh serangan-serangan Blackthorn yang ganas, tetapi mereka tak pernah menyerah. Dalam keadaan terpojok, mereka menemukan kekuatan baru untuk melawan.
Claozora, dengan gerakan yang mendadak dan lincah, melompat ke udara, memutar tubuhnya dengan elegan, dan dengan penuh keberanian, ia menyerang dari udara dengan pedangnya yang bersinar.
Bartolomeo, melihat peluang itu, memanfaatkan gangguan yang dibuat oleh Claozora dan dengan cepat melancarkan serangan kejutannya. Pedangnya menerobos perlindungan Blackthorn dan menyentuh lengannya dengan mantap.
Blackthorn meraung kesakitan saat darah mengalir dari lengannya. Namun, bukan rasa sakit yang muncul di matanya, melainkan rasa kemarahan yang membara.
Blackthorn: (dengan suara gemuruh) Kalian tidak akan pernah menghentikan aku! Aku akan membalaskan kekalahan ini!
Mereka berdua terus melancarkan serangan-serangan yang tak kenal henti, tak kenal lelah. Serangan mereka membentuk aliran cahaya dan kegelapan yang memenuhi geladak kapal, menciptakan gambaran pertempuran yang menakjubkan.
Claozora: (berdiri di depan Blackthorn yang terjatuh) Ini adalah akhir bagi kejahatanmu, Blackthorn. Lautan akan bebas dari ancamanmu.
Bartolomeo: (mengangkat pedangnya) Mari kita lanjutkan petualangan kita, Claozora. Lautan menunggu kita!
Namum pertempuran yang epik melawan Captain Blackthorn belum sepenuhnya berakhir. Claozora dan Bartolomeo sempat lengah sehingga Blackthorn kabur menceburkan diri ke dalam laut.
Saat mereka mengira Blackthorn mati,Isla kru kepercayaan Claozora,mengamati air dan mengatakan.
Isla:(dengan wajah serius)kapten sepertinya dia belum mati.
Claozora:(bertanya tanya)apa maksudmu belum mati jelas jelas dia terluka dan tenggelam
__ADS_1
Isla:kapten dilihat dari warna air laut ini sepertinya ada gua di bawah sana.
Claozora: (mengamati situasi dengan cepat)baiklah Isla, Bartolomeo, kita harus menggunakan serangan mendadak. Ayo kita ke gua bawah laut!,sedangkan kalian tetap di kapal sembuhkan diri kalian dan perbaiki kapal,lalu urus juga sisa nya.
Bartolomeo: (menyodorkan tali kepada Claozora) Aku siap mengikuti langkahmu, Claozora. Kita harus membuat Blackthorn terkejut.
Mereka berdua meluncur ke dalam air dan memasuki gua bawah laut yang tersembunyi. Sementara itu, pasukan Blackthorn terus menyerang kapal Sea Castatrope,mereka tidak menyadari bahwa kapten musuh mereka telah menghilang begitu saja.
Claozora dan Bartolomeo menyelinap melalui gua, merangkak melalui terowongan sempit dan menghadapi berbagai rintangan yang mematikan. Namun, mereka tetap teguh dan tak kenal takut, bertekad untuk mengalahkan Blackthorn dan menghentikan rencananya yang jahat.
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, Claozora dan Bartolomeo akhirnya mencapai ruangan tersembunyi di dalam gua. Mereka melihat Blackthorn sedang mengamati pertempuran dari kejauhan, dengan senyuman jahat di wajahnya.
Claozora: (menatap Blackthorn dengan tajam) Kau pikir kau bisa menghancurkan kami, Blackthorn? Kami tidak akan menyerah begitu saja!
Bartolomeo: (mengangkat pedangnya dengan mantap) Kami adalah bajak laut yang tak terkalahkan! Kau akan membayar atas pengkhianatanmu!
Dengan keberanian yang membara, Claozora dan Bartolomeo sekali lagi menyerang Blackthorn dengan ganas. Pertarungan pun meletus di dalam ruangan itu, dengan kilatan pedang dan serangan mematikan yang memenuhi udara.
Namun, Blackthorn ternyata memiliki kekuatan yang lebih mengerikan dari sebelumnya. Dia adalah bajak laut yang cerdik dan berpengalaman, mampu menghindari serangan mereka dengan gesit.
Blackthorn: (tertawa mojo jojo) Kalian berdua tidak berdaya melawan kekuatanku! Aku adalah bajak laut yang paling ditakuti di lautan ini! Kalian pikir kalian tadi sudah menang? Kuhahahaha
Claozora: (tidak menyerah) Kekuatanku bukan hanya pada senjata milikku, tetapi pada tekad dan persahabatan kami!
Bartolomeo: (menambahkan dengan semangat) Kami akan menghancurkanmu, Blackthorn, dan mengakhiri pengkhianatanmu!
Pertarungan itu berlanjut dengan sengit, dengan Claozora dan Bartolomeo berjuang dengan penuh semangat untuk melawan Blackthorn. Meskipun Blackthorn memiliki keunggulan dalam pengalaman, mereka tidak akan menyerah begitu saja.
Apakah Claozora dan Bartolomeo mampu mengalahkan Blackthorn dan mengungkap konspirasi jahat di balik layar? Bagaimana perjuangan mereka melawan musuh yang kuat akan berakhir? Bab selanjutnya akan mengungkapkan nasib mereka dalam pertarungan yang menegangkan ini.
__ADS_1