
Di tengah pesta para kru kapten dari masing masing kapal dan gelombang samudra yang ganas dan bergelora, Claozora berdiri di geladak kapal Sea Castatrope, ia mencoba untuk merenungkan pertempuran dan pertemuan terakhir dengan Bartolomeo Vernandez Sagara. Hatinya terasa terombang-ambing bagai ombak di antara cinta yang tak terungkap dan tujuan bajak lautnya. Namun, dalam keheningan malam yang gelap, ada keputusan berat yang harus diambil.
Claozora (menggenggam kalung yang diberikan Bartolomeo): Bartolomeo, apa yang sedang terjadi di antara kita? Apakah ini hanya hasrat sesaat atau ada yang lebih dalam?
Bartolomeo (menatapnya dengan penuh keraguan): Claozora, perasaan ini tak bisa aku abaikan. Tetapi kita hidup di dunia yang keras dan tak kenal belas kasihan. Bisakah kita menemukan jalan untuk bersama tanpa mengorbankan prinsip kita sebagai bajak laut?
Claozora (menundukkan kepala, berpikir keras): Aku tak tahu, Bartolomeo. Tapi yang aku tahu, cinta ini menguasai hatiku dan aku tidak bisa melupakannya begitu saja.
Kapal Sea Castatrope terus melaju mengarungi di lautan luas, menjelajahi perairan yang belum pernah mereka jelajahi sebelumnya. Mereka menghadapi cuaca buruk dan pertempuran sengit dengan bajak laut lainnya, tetapi di balik semua itu, perasaan Claozora terhadap Bartolomeo semakin kuat.
Malam itu, Claozora duduk sendirian di kabinnya, memegang kalung yang diberikan Bartolomeo kepadanya sembari dia mengingat pertemuan mereka yang tak terduga, ketika cinta mulai tumbuh di antara mereka di tengah kekacauan perang.
"Dunia bajak laut ini begitu keras dan penuh dengan kekejaman," gumam Claozora dengan suara lembut. "Namun, di antara semua itu, kita menemukan cahaya dalam cinta yang tak terduga."
Tiba-tiba, pintu kabin terbuka, dan Isla masuk dengan tatapan khawatir di matanya. "Kapten, apa yang sedang kau pikirkan? Aku bisa melihat bahwa sesuatu mengganggumu."
Claozora mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Isla. "Isla, aku mencintai Bartolomeo. Cinta ini membuatku terbagi antara tujuan kita sebagai bajak laut dan keinginan pribadiku."
__ADS_1
Isla mendekati Claozora dan duduk di sampingnya. "Kapten, cinta bukanlah kelemahan. Jika hatimu merasa benar dengan Bartolomeo, maka kita sebagai kru akan mendukungmu. Jangan biarkan keputusan yang sulit membelenggumu."
Claozora tergugah oleh kata-kata Isla. Dia merasa terbebaskan, dan kepercayaan dirinya kembali pulih. "Terima kasih, Isla. Kau selalu menjadi sahabat yang setia. Aku akan mengikuti hatiku, meskipun jalan yang harus kami lalui penuh dengan tantangan."
Mereka berdua duduk di kabin, merencanakan langkah berikutnya. Claozora memutuskan untuk mengirim pesan rahasia kepada Bartolomeo, mengundangnya untuk bertemu di pulau terpencil di tengah laut. Dia ingin membicarakan masa depan mereka dan menemukan cara untuk bersama di tengah kehidupan bajak laut yang keras.
Keesokan harinya, ketika Sea Castatrope melintasi perairan yang belum dipetakan, Claozora mengeluarkan jaringan komunikasi rahasia yang hanya digunakan oleh para bajak laut terpilih. Dia menuliskan pesan singkat kepada Bartolomeo, memberitahu tempat dan waktu pertemuan.
Sementara itu, di kapal Bartolomeo Vernandez Sagara yang berlayar di dekatnya, Bartolomeo menerima pesan itu dengan kejutan dan kegembiraan. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Claozora dan mengeksplorasi kemungkinan hubungan mereka.
Malam itu, ketika kedua kapal berlabuh di pantai terpencil, Claozora berjalan menuju pantai yang sepi. Gelombang samudra menghantam pantai dengan gemuruh, mencerminkan pertarungan di dalam hatinya. Dia menunggu dengan hati yang berdebar-debar, berharap Bartolomeo akan datang.
Tak lama kemudian, dari kejauhan, dia melihat siluet seorang pria mendekat. Cahaya rembulan menerangi wajah Bartolomeo saat dia mendekati Claozora dengan langkah yang mantap.
Claozora tersenyum lembut, melihat ke dalam mata Bartolomeo yang penuh dengan kehangatan. "Bartolomeo, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi aku ingin mencoba. Aku ingin kita menjalani hubungan ini dengan segala risiko yang ada."
Bartolomeo mengangguk, meletakkan tangannya di atas jantungnya. "Claozora, aku bersedia menghadapi bahaya dan tantangan apa pun untukmu. Aku siap mengambil langkah ini bersamamu."
Mereka saling berpegangan tangan di pantai yang sepi, berbagi janji dan harapan mereka di bawah langit malam yang penuh bintang. Di sinilah awal dari cerita cinta mereka yang penuh dengan petualangan di lautan yang mendalam.
---------........----------
__ADS_1
Kapal Sea Castatrope terus melaju di lautan yang ganas, membawa Claozora dan kru-nya dalam petualangan yang tak terduga. Di dalam hati Claozora, api cinta untuk Bartolomeo semakin berkobar. Namun, cinta mereka terhalang oleh perseteruan antara bajak laut dan ambisi mereka sebagai pemimpin kapal masing-masing.
Malam itu, ketika angin laut berdesir dengan lembut dan bintang-bintang menyinari langit, Claozora berjalan di geladak kapal.suara langkah nya menimbulkan sura decitan kayu yang tersamar dengan Suara ombak yang menghantam sisi kapal menciptakan irama yang menenangkan bagi pikirannya yang kacau.
"Dalam dunia yang penuh kekerasan ini, bagaimana mungkin aku menemukan cinta?" gumam Claozora dengan suara bergetar. "Namun, takdir telah mempertemukan kami, dan aku tak bisa mengabaikan perasaan ini."
Tiba-tiba,Claozora mendengar suara langkah kaki mendekat dan sosok Bartolomeo muncul di hadapannya. Dia menatap Claozora dengan penuh kehangatan dan rasa cinta yang tak terelakkan.
"Claozora," ucap Bartolomeo dengan suara rendah. "Aku merasakan hasrat yang sama. Kita bisa bersama, melampaui perbedaan kita sebagai bajak laut. Kita bisa menciptakan dunia baru di antara kita."
Claozora menatap Bartolomeo dengan tatapan penuh keragu-raguan. Dia tahu bahwa cinta mereka akan menjadi medan pertempuran baru dalam kehidupan mereka, dan mereka harus berani menghadapinya.
"Apakah kita mampu melakukannya?" tanya Claozora dengan suara lirih. "Apakah kita mampu menavigasi cinta ini tanpa mengorbankan jati diri kita sebagai bajak laut?"Claozora dengan bingung mengatakan "aku takut kru kita tidak akan setuju dengan hubungan kita jika mereka mengetahuinya."
Bartolomeo menggenggam tangan Claozora dengan lembut. "Kita akan menemukan jalan, Claozora. Kita akan menemukan keseimbangan antara cinta kita dan hasrat kita sebagai bajak laut. Kita akan menjadi pelaut yang tak terhentikan, menjelajahi lautan ini bersama, dengan cinta yang menggerakkan hati kita."
Mereka berdua berdiri di geladak kapal, berpegangan tangan dengan erat. Di bawah cahaya bulan, mereka bertekad untuk menghadapi tantangan dan rintangan yang akan mereka hadapi. Cinta mereka adalah ancaman bagi ambisi dan prinsip mereka, tetapi juga memberi mereka kekuatan yang tak tergoyahkan.
Malam itu, Claozora dan Bartolomeo menyusun rencana rahasia untuk menjaga hubungan mereka tetap aman dari mata-mata dan musuh di sekitar mereka. Mereka akan saling membantu, bertukar informasi, dan menjaga cinta ini tersembunyi hingga waktu yang tepat untuk mengumumkannya kepada kru mereka.
__ADS_1
Claozora dan Bartolomeo tetap menyimpan rahasia mereka dalam dalam sampai waktu nya tiba.