
Kristina duduk termenung di taman dia masih memikirkan tentang Teke\-Teke menurutnya itu terlalu tiba\-tiba rumor itu ternyata benar dia menghela nafas dia berpikir untuk mencegah agar tidak ada korban lagi Sayaka melihat sahabatnya itu duduk termenung dia berjalan mendekatinya lalu ikut duduk di sampingnya Kristina merasa ada yang duduk di sampingnya dia menoleh melihatnya ternyata itu Sayaka mereka berdua terdiam cukup lama hingga akhirnya Sayaka yang memulai bicara duluan
" Aku baru saja dari kamar dan melihat Ririn berteriak keras aku dan Miko berusaha menenangkannya tapi syukur dia sudah tenang sekarang " Kristina terdiam dia sedang memikirkan jalan keluar agar semua sahabatnya itu selamat biarkan saja Atsuko yang sudah menjadi korban dia tidak akan membiarkan sahabatnya itu terbunuh lagi Sayaka menatap sahabatnya itu yang terus terdiam hingga akhirnya petugas penginapan datang menghampirinya " Maaf teman anda yang bernama Ririn sedang bertengkar dengan Mina kami sudah meleraikannya tapi tidak bisa jadi saya tolong bantu untuk meleraikan mereka berdua " Ucap petugas tersebut Sayaka dan Kristina segera berlari ke lantai dua, sesampainya disana mereka melihat Ririn menampar pipi Mina sedangkan Miko sudah berusaha meleraikan mereka Sayaka dan Kristina masuk ke kamar itu mereka berusaha meleraikan mereka Sayaka memegang Ririn sementara Kristina memegang Mina keduanya terlihat tidak mau saling mengalah Mina maju mendekati Ririn ingin mencakar wajahmya tapi kalah dia sudah di pegang oleh Kristina suasana menjadi kacau Miko segera meminta maaf kepada petugas penginapan dia akan segera menyelesaikan masalahnya dan meminta agar tidak mengganggunya dulu para petugas itu pergi meninggalkan mereka berlima.
Sayaka membentak Ririn dengan keras Miko terkejut mendengar Sayaka membentak Ririn sedangkan Kristina sudah bisa menenangkan Mina terlihat sekali bahwa Sayaka sedang marah besar dia mengusap wajahnya dengan kasar " Kenapa kalian bertengkar?" Tanya
Sayaka kedua sahabatnya itu terdiam tidak menjawab dia marah kepada kedua sahabatnya dengan marah Sayaka menggebrak meja yang ada di sana
" Jawab pertanyaan aku kenapa kalian berdua bertengkar ? Bisakah kalian tenang? Kalian sudah membuat malu belum selesai dengan masalah Atsuko kalian malah bertengkar apa masalahnya? Jawab " Gertak Sayaka, Ririn lalu berdiri matanya terlihat sembab dan ada kilatan sebuah amarah " Kau mau tahu masalahnya? Kau penyebab dari semua ini Sayaka " Ucap Ririn dengan berteriak semua orang terkejut mendengar ucapan Ririn tentu saja Sayaka tercengang mendengarnya ini semua salahnya tapi dimana letak kesalahannya dia memandang Ririn dengan wajah dingin Sayaka santai menjawab teriakan Ririn " Salahku? Coba katakan dimana letak kesalahan aku? Dan salah aku ini apa? Apa aku menjadi penyebab kematian Atsuko? " Berbagai pertanyaan di lontarkan oleh Sayaka. Ririn mendecih kesal dia sangat benci melihat sikap tenang dari Sayaka memang diantara mereka Sayaka lah yang paling tenang menghadapi masalah tidak seperti yang lain Mina kemudian berdiri dia tidak suka jika Ririn menyalahkan Sayaka dia membalikkan badan Ririn dan menatapnya
" Salah Sayaka? Kau bilang ini salah Sayaka memangnya dimana letak kesalahannya kau ini berpikir dulu sebelum bicara dan jangan pernah menuduh orang sembarangan aku tidak suka kau menyalahkan Sayaka "
Ujar Mina matanya sudah mulai mengeluarkan air mata Kristina berjalan menghampiri Mina dia tahu sebentar lagi keduanya akan bertengkar lagi maka dia kembali menenangkan Mina.
Miko bicara dengan nada lirih dia tahu kalau itu bukan salah Sayaka tapi ini sudah takdir kehidupannya Atsuko dia memegang pipi Ririn matanya terlihat berkaca-kaca dia sangat sedih jika melihat para sahabatnya itu harus menanggung semua ini
" Dengar ini bukan salah siapa-siapa semua sudah terjadi begitu saja jangan pernah menyalahkan Sayaka lagi lebih baik kita cari jalan keluarnya ya kita harus berjuang bersama " Kata Miko dia mulai menangis tapi kemudian Ririn menepis tangan Miko yang masih memegang pipinya dia berjalan mundur tangannya memberikan isyarat agar tidak ada yang boleh mendekat
" Jangan mendekat kalian aku tidak mau tahu kalian coba-coba mendekati diriku lagi pergi semuanya, sejak awal ini semua salah Sayaka aku tidak peduli jangan lagi memberiku nasihat apapun aku tidak mau mendengarkan kalian lagi mulai saat ini persahabatan aku dengan kalian sudah berakhir " Ujar Ririn dengan nada berteriak
__ADS_1
dia kemudian pergi meninggalkan kamar sebelum pergi dia berbicara lagi
" Jangan pernah melibatkan aku dalam permainan kalian lagi mulai sekarang aku sudah tidak ada hubungan apa-apa sama kalian dan jangan pernah mencariku untuk mengajakku mencari jalan keluar dari masalah ini. Aku pergi " Setelah mengucapkan kalimat itu Ririn pergi dari penginapan dia membawa tas dan kopernya dia sudah tidak peduli lagi dengan semuanya,
Ririn sudah muak dengan segala yang berhubungan tentang Teke-Teke jadi dia pergi dan kembali ke Tokyo. Sayaka duduk di kursi wajahnya terlihat bersalah dia mulai mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi Miko dan Kristina hanya diam melihat sahabatnya itu duduk termenung mereka tidak habis pikir kenapa semua ini terjadi begitu saja Kristina sudah bisa menduganya ternyata mimpinya itu benar-benar terjadi dia sangat kesal lalu dia meminta izin kepada Miko bahwa dia ingin pergi mencari solusi dari masalah ini setelah mendapatkan izin Kristina melenggang pergi dia berjalan keluar dari penginapan.
Dia berjalan sangat cepat sebelumnya dia pernah mendengar dari seseorang katanya ada sebuah mantra untuk mencegah dan mengusir hantu Teke-Teke itu akan tetapi dia melihat sahabatnya itu sedang menyebrang dan dia terus melihat kemana sahabatnya itu pergi Kristina terkejut melihat Ririn pergi ke jembatan itu dengan cepat dia berlari ke arah jembatan itu perasaannya sangat gelisah dia tidak mau sahabatnya itu mengalami kejadian yang sama, Ririn berjalan dengan hati yang pasrah dia sudah membuat keputusan untuk ikut dengan Atsuko pergi ke dunia lain dia berjalan dengan perlahan tiba-tiba ' Wushh'
terdengar suara angin berhembus dengan kencang menerpa wajah Ririn dia menggigil kedinginan dia segera merapatkan jaketnya dengan erat suasana malam itu semakin mencekam dia terdiam sebentar matanya melirik kesana kemari mencari sesuatu namun telinganya mendengar suara
' Tek Tek Tek ' semakin keras Ririn mulai ketakutan dia tidak bisa bergerak sama sekali matanya mulai mengeluarkan air mata suara itu semakin kencang dan mulai mendekat ke arahnya dia sudah siap jika hantu itu akan mengambil nyawanya akan tetapi dia tidak merasakan apapun Ririn mulai membuka matanya kemudian dia memegang seluruh tubuhnya sama sekali tidak terpotong lalu dia menemukan sosok sahabatnya yaitu Krisrtina. Ririn langsung merasa lemas dia terduduk sambil menangis Kristina merasa iba melihat Ririn menangis dia kemudian memeluk Ririn dan menghiburnya
" Sudah jangan menangis ayo ikut aku disini bahaya " Ririn mengiyakan ajakan sahabatnya dia sangat ketakutan untung saja Kristina menyelamatkan dirinya kalau tidak entah bagaimana nasibnya di perjalanan Ririn terdiam dia merasa tidak enak kepada Kristina tadi sore dia sudah mengatakan hal yang sangat kasar mungkin dia akan minta maaf nanti Kristina dan Ririn pergi ke sebuah rumah Nyonya Yuko dimana dia mengetahui kalimat untuk mengusir Teke-teke, sesampainya disana mereka berdua mengetuk pintu dan mengucapkan permisi lalu pintu terbuka dan terlihat seorang wanita cantik berdiri dengan senyum ramah
" Ya kami sedang mencari Nyonya Yuko apa benar ini rumahnya? " Tanya Kristina kemudian wanita itu Lagi-lagi tersenyum dia lalu mempersilahkan kedua gadis itu masuk Kristina dan Ririn duduk di sofa sebelah kanan sedangkan wanita itu duduk di sebelah kiri " Kalian sedang mencariku? Aku adalah Yuko wanita yang kalian cari " Ucap wanita itu memperkenalkan diri Kristina merasa lega akhirnya dia berhasil menemukan Yuko lalu dia menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya dan sahabatnya Yuko mendengarkan cerita gadis itu dengan seksama setelah bercerita Yuko terdiam dia memikirkan cerita gadis itu tidak lama kemudian dia tertawa " Hahaha dilihat dari cerita kalian sepertinya aku punya solusi dari masalah kalian aku bisa membantu "
Kata Yuko.
Kedua gadis itu tersenyum cerah akhirnya masalah ini bisa diselesaikan kemudian Yuko mengambil sebuah buku yang sepertinya buku untuk mengusir roh jahat dilihat dari sampul bukunya terlihat sangat menyeramkan Yuko lantas membuka buku itu dia membalik-balikkan buku tersebut sampai di sebuah halaman dia melihat tulisan cara mengusir roh jahat ' Tolong ucapkan sebuah kalimat seperti ini hantu yang bernama Teke-Teke itu adalah Kashima Reiko arti dari nama tersebut yaitu singkatan kata Ka artinya Kamen atau topeng Shi yang artinya Shinin yaitu setan dan Ma adalah kematian ' begitulah kira-kira arti dari nama Kashima Reiko. Kristina dan Ririn saling pandang mereka terdiam dan mendengarkan dengan serius Yuko pun menatap Kristina dan Ririn dia lalu memberitahu kedua gadis itu
" Ah ini dia " Ucap Yuko senang dia lalu memberikannya kepada Kristina gadis itu melihat tulisan yang tertera di buku itu dengan tersenyum lebar lantas Kristina mengeluarkan notebook dan pulpen dia mulai mencatatnya, Ririn melihat sahabatnya it's sedang menulis tatapan matanya terlihat aneh entah apa yang sedang di pikirkannya Yuko menatap Ririn dengan aneh dia merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh gadis itu akhirnya Kristina sudah menyelesaikan kegiatannya mencatat dia kemudian mengucapkan terima kasih dan mengembalikan buku itu gadis itu melirik jam yang terpasang di tangannya sudah menunjukkan pukul 22.00 malam dia dan Ririn segera berpamitan pulang tapi Yuko mencegahnya " Kalian mau pulang? Duduk dulu aku baru saja akan membuatkan kalian minuman dan kalian belum memperkenalkan diri " Kata Yuko dia memandang kedua gadis itu lalu Kristina mulai memperkenalkan diri dia benar-benar lupa saking terburu-burunya mencari jalan keluar dari masalah yang sedang menimpa dirinya dan para sahabatnya " Oh ya perkenalkan nama aku Kristina aku mahasiswi yang berasal dari Indonesia dan sekarang aku sedang melanjutkan pendidikan di Universitas Tokyo salam kenal "
Ucap Kristina memperkenalkan diri dia lalu membungkuk memberi hormat kemudian Ririn juga melakukan hal yang sama dia mengulurkan tangan kepada Yuko
__ADS_1
" Nama aku Okada Ririn aku mahasiswi yang sama dengan Kristina dan aku berasal dari Tokyo salam kenal " Tapi Yuko tidak membalas uluran tangan Ririn dia mencurigai gadis itu tapi dia juga tidak tahu apakah yang dia rasakan itu benar atau tidak.
Ririn menyadari bahwa Yuko tidak menyambut uluran tangannya dia langsung menarik tangannya dan pergi meninggalkan Kristina, Kristina melihat Ririn pergi meninggalkannya dia lalu segera berpamitan kepada Yuko dan menyusul Ririn wanita itu terus menatap kedua gadis itu terutama Ririn dia menyadari bahwa gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu jadi dia harus menyelidikinya dia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepada Kristina dia tahu gadis manis yang berasal dari Indonesia itu tidak bersalah sama sekali dan dia juga mengetahui bahwa hal yang buruk akan terjadi. Kristina berlari mengejar Ririn dia bingung bahwa gadis itu sejak pulang dari rumah Yuko ekspresinya berubah tidak seperti tadi dia berteriak memanggil Ririn tentu saja Ririn tidak mendengarkannya dia tetap berjalan sampai akhirnya Kristina jatuh kakinya terkilir saat sedang berusaha mengejar Ririn tapi gadis itu tidak peduli sahabatnya itu terjatuh dan mengerang menahan sakit, Kristina berusaha berdiri tapi tidak bisa kakinya terlalu sakit untuk di gerakkan tiba-tiba dia mendengar sebuah suara keras dan angin berhembus dengan kencang menerpa wajahnya Kristina sangat mengetahui bahwa itu adalah pertanda
Teke-Teke datang cepat-cepat dia berdiri rasa sakit di kakinya sudah tidak dia hiraukan yang penting dia harus segera lari dari sini suara itu semakin mendekat Kristina langsung berlari dengan menyeret kedua kakinya dia berdoa dalam hati agar dia sampai di penginapan dengan selamat di belakangnya sebuah bayangan mengejarnya dengan tempo cepat gadis itu berlari sambil menahan sakit di kakinya sementara Ririn sudah pergi jauh meninggalkannya dia sangat sedih sahabatnya itu tega meninggalkannya sendirian dirinya terus berlari dengan derai air mata rasa sakit di hatinya dan nyeri di kakinya berkumpul menjadi satu dia sungguh tidak tahan menahan semua ini sendirian dan bayangan itu terus menerus mengejarnya.
Sayaka, Miko dan Mina terlihat sedang menunggu Kristina pulang mereka berharap Kristina pulang dengan membawa sebuah berita yang bisa mengeluarkan mereka dari masalah ini namun gadis itu belum pulang sama sekali, Miko merasa sangat cemas dia menggigit kukunya berdoa dalam hati agar Kristina cepat pulang dia melihat jam di Handphonenya sudah menunjukkan pukul
22.30 sama halnya dengan Miko gadis berambut coklat itu juga sangat cemas Mina mondar mandir dia sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi denga Kristina namun Sayaka dia tetap bersikap tenang walaupun dalam hatinya dia juga sangat mencemaskan Kristina dia mengirimkan sebuah pesan kepada Kristina dia ketakutan jika di jalan Kristina bertemu dengan Teke-Teke. Mina kemudian mengambil jaketnya dia segera pergi meninggalkan penginapan dia harus mencari Kristina dan membawanya kembali ke penginapan Sayaka dan Miko mencegah Mina agar tidak pergi " Kau mau kemana? "
Tanya Miko lalu Sayaka menyuruh Mina duduk kembali tapi Mina tidak mendengarkan perintah temannya " Aku harus pergi dan aku merasa Kristina membutuhkan bantuan aku harus menolongnya " Ucap Mina dan pergi keluar Sayaka dan Miko tetap diam di penginapan mereka berdua terus berdoa agar kedua temannya selamat. Kristina duduk di sebuah bangunan dia mengatur nafasnya lalu dia mengingat kembali perubahan sifat Ririn yang membuat dirinya sangat sedih dan kesal Kristina berhasil lolos dari kejaran Teke-Teke dia tetap duduk kemudian dia mengambil buku note nya dan dia mulai membacanya
" Katakan kalimat ini jika Teke-Teke sedang mengejarmu atau dia memberikan sebuah pertanyaan itu akan membuat Teke-Teke tidak akan mengejarmu lagi " Kristina terdiam setelah dia membacanya dia sangat ingin mengetahui tentang kisah hidup Kashima Reiko dia mengambil Handphonenya dirinya terkejut melihat ada banyak sekali pesan masuk dari Sayaka dia berpikir Sayaka pasti sedang sangat mengkhawatirkan dirinya mengingat ini sudah pukul 22.45 ini sudah terlalu malam dan dia belum juga pulang semua sahabatnya itu pasti sangat mengkhawatirkan dirinya.
Mina mencari Kristina kesana kemari dan sialnya lagi dia lupa membawa Handphonenya rasa takut mulai menjalari dirinya ini sudah malam kemana lagi dia harus mencari Kristina dia kelelahan dan memutuskan untuk istirahat, baru saja dia akan duduk di pinggir jalan matanya melihat sebuah bayangan hitam sedang menatapnya sambil tersenyum menyeringai seram karena pencahayaannya kurang terang Mina tidak mengetahui bahwa makhluk yang sedang menatapnya itu makhluk yang harus dia hindari sedetik kemudian tangannya sudah mengeluarkan sabit besar berwarna hitam dia lalu mulai merangkak mendekati Mina tentu saja gadis itu berteriak histeris dia mencoba lari tapi tenaganya sudah habis dia kerahkan untuk mencari sahabatnya. Makhluk itu terus merangkak dengan cepat mendekat ke arahnya Mina langsung menutup matanya dia sangat takut dia tidak mau hidupnya harus berakhir seperti ini namun sebuah suara teriakan terdengar dari belakang
" Kashima Reiko, Kashima artinya Ka yang berarti kamen atau topeng, Shi atau Shinin yang artinya mati dan Ma yang artinya setan "
Detik itu juga hantu itu sudah menghilang Mina memberanikan diri membuka matanya dia tersenyum gembira melihat dirinya masih hidup lalu dia menengok ke belakang disana sudah berdiri sosok sahabatnya yaitu Kristina dia langsung bangun dan berlari memeluk Kristina, Mina menangis terisak melihat sahabatnya itu berdiri di depannya dengan selamat dia sangat ketakutan tetapi Kristina menghibur Mina dia juga senang melihat sahabatnya itu berhasil lolos dari maut dan dia juga senang bisa berhasil menyelamatkan nyawa sahabatnya namun mereka tidak mengetahui bahwa ada seseorang sedang memperhatikannya dari balik pohon pinus wajahnya terlihat sangat kesal dan marah
Mina lantas mengajak Kristina untuk pulang ke penginapan dan sosok itu sudah pergi entah kemana mungkin dia akan kembali lagi untuk balas dendam.
Hai semuanya aku kembali lagi dengan bab cerita bagian baru maaf jika alur ceritanya kurang menyenangkan tapi aku akan berusaha membuat cerita yang bagus agar kalian suka.. Ikuti terus ya cerita aku dan jangan lupa berikan tanda suka dan komentar kalian ya terima kasih
__ADS_1