Legenda Hantu Teke-Teke

Legenda Hantu Teke-Teke
Rencana Jahat


__ADS_3

 


Kristina duduk di kasurnya dia memikirkan tentang sikap Ririn yang berubah dia tidak tahu kenapa Ririn bisa berubah padahal dulu dia sering disebut


' Malaikat Cantik ' memang diantara mereka Ririn lah yang paling cantik selain cantik dia juga ramah dan suka bergaul dengan orang lain, Kristina mendengar sebuah ketukan di pintu kamarnya dia berdiri lalu membuka pintu disana sudah berdiri Mina yang tersenyum lembut Kristina pun membalas senyuman itu dia kemudian bertanya


" Ada apa Mina chan? " Tanya Kristina


gadis itu hanya diam matanya terlihat aneh seperti ada sesuatu yang disembunyikan Kristina kembali bertanya


" Mina chan aku tanya ada apa? " Tetap saja gadis itu diam seperti sedang terkena sihir saja karena lelah bertanya Kristina kembali masuk ke dalam kamar dia tidak menghiraukan Mina yang masih berdiri di depan kamarnya menurutnya sikap Mina terlihat aneh baru saja dia akan tidur ketukan di pintunya kembali terdengar gadis itu sangat geram dengan Mina bisa-bisanya sahabatnya itu berbuat usil kepadanya


kali Kristina keluar dari kamarnya dengan wajah kesal saat membuka pintu dia terkejut karena tidak melihat Mina lagi berdiri disana Kristina bingung mungkin waktu tadi dia masuk ke kamarnya Mina sudah pergi kembali ke kamarnya tapi sekarang siapa sih yang berbuat usil kepadanya. Kristina celingukan mencari seseorang yang berbuat usil kepadanya namun dia merasakan sebuah tangan mencengkeram kedua kakinya sontak gadis itu terkejut dia meronta-ronta agar bisa terlepas dari tangan itu berbagai usaha telah dia lakukan tetap saja tangan itu semakin keras mencengkeram kakinya dia sudah hampir putus asa rasanya Kristina ingin menangis tapi tidak bisa sesaat dia teringat sesuatu tangan yang kini memegang kakinya itu sangat dingin dan ada rambut yang menyentuh kakinya Kristina mencoba memberanikan diri untuk melihat siapa yang telah memegang kakinya saat menunduk alangkah terkejutnya dia di bawah sana ada sosok perempuan berambut panjang wajahnya hancur berlumuran darah matanya melotot dan dia tersenyum menyeringai seram ke arah Kristina.


Kristina semakin yakin bahwa itu adalah sosok Teke-Teke yang sedang memegang kakinya gadis itu sangat takut keringat sudah membanjiri dahinya tapi dia berusaha agar tidak teriak, Kristina mengambil nafas dalam-dalam dia lalu mengeluarkan mantra yang telah di berikan oleh Yuko dan mantra itu lah yang akan membuat Teke-Teke pergi


" Kashima Reiko arti dari namamu adalah Ka yang artinya Kamen atau Topeng, Shi yang berarti Shinin yang artinya mati dan Ma yang artinya Setan " Ucap Kristina dengan nafas ngos-ngosan hantu itu langsung menghilang dari pandangan Kristina. Gadis itu duduk lemas di ambang pintu dia berhasil mengusir hantu itu keringat masih turun di dahinya karena mengantuk Kristina akhirnya tidur di depan kamarnya dalam posisi duduk. Keesokan paginya Sayaka, Miko dan Mina keluar dari kamar mereka bermaksud akan pergi ke restoran yang terkenal di Hokkaido namun mereka berhenti berjalan karena melihat pintu kamar Kristina terbuka Miko mengecek kamar Kristina dan sesampainya disana dia tercengang melihat Kristina tertidur di depan pintu kamarnya dia lalu memanggil kedua sahabatnya mereka berdua menghampiri Kristina mereka juga terkejut melihat sahabatnya itu tertidur pulas di depan pintu kamarnya. Miko berusaha membangunkan Kristina dia menepuk pipinya agar bangun


" Hei Kristina bangun lah ini sudah pagi "


Kata Miko sahabatnya itu terbangun dengan mata membulat dia langsung bangun dari duduknya lalu dia tertawa mengingat kejadian kemarin yang dia alami Sayaka heran melihat Kristina tertawa dia kemudian bertanya kepadanya " Kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu? " Tanya Sayaka gadis itu hanya menggelengkan kepalanya dia melihat ketiga sahabatnya itu sudah rapi dan cantik Mina lalu memberitahunya dia mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Kristina " Begini kami sebenarnya mau pergi ke restoran terkenal di Hokkaido dan kami ingin mengajakmu apa kau mau ikut? "


Ajak Mina, Kristina berpikir mungkin dia tidak usah ikut mengingat dia masih ngantuk " Aku tidak ikut kalian saja yang pergi aku masih ngantuk " Ucap Kristina ketiga sahabatnya itu hanya mengangguk mereka berjanji akan membawakan Kristina makanan kini mereka sudah pergi ke restoran dan Kristina kembali tidur di kamarnya. Sayaka dan kedua sahabatnya pergi ke sebuah restoran terkenal di Hokkaido tanpa mereka sadari seseorang sedang mengikuti mereka masuk ke restoran, Sayaka dan sahabatnya duduk di dekat jendela sedangkan orang yang mengikuti mereka duduk di pojok belakang dia terus memperhatikan Sayaka wajahnya menyunggingkan senyuman menyeringai jahat terlihat sekali gadis itu sedang memikirkan rencana jahat lalu dia melihat Mina pergi ke arah toilet dan orang itu langsung pergi mengikutinya .


Mina terus menoleh ke belakang dia merasa ada seseorang sedang mengikutinya dia merasa was-was jadi dia langsung masuk ke dalam toilet, orang itu keluar dari persembunyiannya dia mengambil Handphonenya dan mengirim pesan kepada Mina setelah mengirim pesan orang itu sudah pergi ke luar restoran Mina yang sedang di dalam mendengar Handphonenya berbunyi gadis itu keluar dari toilet dia mengambil Handphonenya dia mengernyitkan dahinya ada sebuah telepon dari nomor tidak di kenal Mina sempat ragu-ragu untuk mengangkatnya kemudian dis mengangkat telepon itu


" Moshi-Moshi " Sapa Mina dia mendengar suara yang sangat di kenalnya menyapanya


" Mina chan lama tidak bertemu " Sahut suara tersebut mata Mina membulat seketika ketika mendengar suara itu emosinya langsung naik tapi dia berusaha menahannya


" Kau mau apa? " Tanya Mina dingin emosinya sudah berada di puncak kepalanya dia harus bersikap tenang dan dia tidak boleh meledakkan amarahnnya disini. Orang itu tertawa cekikikan mendengar suara Mina yang terlihat sangat dingin dia lalu menjawabnya dengan senyuman menyeringai jahat " Tenang saja aku hanya ingin kau datang kesini cepatlah datang ada sesuatu yang ingin aku beritahu " Ucap suara itu


Mina terdiam sejenak dia berpikir sebelum pergi menemui orang itu setelah berpikir Mina akhirnya mengiyakannya " Baiklah aku akan datang dimana kita akan bertemu? " Orang itu langsung memberitahu tempat mereka untuk bertemu, Mina terkejut mendengarnya dia lalu menolaknya mentah-mentah


" Aku tidak akan mau pergi jika kau menyuruhku datang ke tempat itu "

__ADS_1


Ujar Mina namun orang itu bersikeras agar mereka bertemu di tempat yang telah ditentukan oleh orang itu mau tidak mau Mina harus menurutinya selesai menelepon gadis cantik itu memutuskan untuk pergi tanpa pamit kepada Sayaka dan Miko.


Sayaka dan Miko menunggu Mina yang sedang ke toilet pesenan mereka sudah datang tapi gadis itu belum juga muncul akhirnya Sayaka menyuruh Miko untuk makan duluan sementara dia sedang menelepon Mina namun hasilnya nihil gadis itu mematikan teleponnya, Sayaka terus berusaha menghubunginya tapi tetap tidak ada hasilnya khawatir dengan sahabatnya Sayaka langsung pergi ke toilet untuk mengecek Mina. Sayaka mencari Mina ke seluruh toilet wanita akan tetapi dia tidak menemukan Mina tiba-tiba Sayaka teringat sesuatu jika firasatnya benar berarti sekarang Mina dalam keadaan bahaya dia keluar dari restoran dengan berlari cepat meninggalkan Miko sendirian di restoran. Miko asyik memakan makanannya lalu dia merasa Sayaka dan Mina tidak datang juga kemudian dia mendapatkan sebuah pesan dari Sayaka


Untuk Miko :


' Gomen ne Miko chan aku harus pergi ada urusan mendadak tolong ya bayarin dulu makanan nanti aku ganti.. Sampai ketemu di penginapan '


Miko membaca pesan itu dengan kesal bisa-bisanya kedua sahabatnya itu pergi meninggalkannya sendirian dia mendengus sebal lalu berjalan ke meja kasir dan membayarnya setelah membayar makanannya Miko pergi ke toko kue dia sering pergi ke toko kue jika suasana hatinya lagi memburuk seperti sekarang ini semua salah sahabatnya dia jadi kesal, Mina sampai di jembatan dekat kereta api disini lah dia akan bertemu dengan orang misterius itu dia mengambil Handphonenya kemudian dia menelepon orang itu namun yang ditelepon malah tidak mengangkatnya dia jadi geram padahal dirinya sudah datang dan rela meninggalkan makanannya demi untuk bertemu dengan orang aneh. Mina melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul


12.00 siang dia sudah kelewatan untuk sarapan Mina menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal da menelepon lagi orang itu tapi tetap tidak menjawabnya dengan perasaan kesal dia pergi ke sebuah kedai untuk mengisi perut kosongnya, saat di tengah jalan ada sebuah mobil melaju dengan kencang sementara Mina berjalan dengan kondisi hampir pingsan dia sudah tidak tahan menahan rasa laparnya jika tahu dirinya di bohongi dia tidak akan pergi menemuinya Mina berhenti di pinggir jalan dia menyenderkan tubuhnya di tembok dirinya sudah tidak kuat untuk berjalan lalu tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil melaju kencang dan ingin menabrak Mina namun gagal karena seseorang menolong Mina dan menariknya untuk menjauh.


 


Mina merasakan dirinya sedang di peluk oleh seseorang saat ini dia tidak bisa membuka matanya namun samar\-samar tadi dia mendengar banyak orang berteriak memanggil dirinya tapi Mina sudah tidak bisa berdiri lagi dan dia juga mendengar mobil mendekati dirinya gadis itu sudah pasrah dengan hidupnya karena kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya kepalanya terasa berat dan Mina sudah setengah menutup matanya detik itu juga seseorang menarik tangannya untuk menjauh gadis itu sudah tidak bisa membuka matanya lagi semuanya gelap. Seorang cowok berdiri sambil memeluk seorang gadis yang pingsan dia kemudian menepuk\-nepuk pipinya untuk membangunkan gadis itu setelah itu akhirnya gadis itu sadar dia menatap sekelilingnya dia menyadari bahwa dirinya masih di jalan dan posisinya sudah di depan sebuah restoran, cowok itu tersenyum lembut melihat gadis itu telah sadar dari pingsannya dia memegang tangan Mina lalu menatapnya


 


" Syukurlah kau sudah sadar Mina chan aku tadi khawatir sama kamu kau tadi pingsan "


" Nissy kun aku sangat merindukanmu akhirnya kamu datang kesini " Ujar Mina dengan wajah senang dia tidak menyangka bahwa kekasihnya akan datang ke Hokkaido


cowok yang di panggil Nissy tersenyum lembut ke arahnya " Tentu saja aku datang karena aku ingin melihatmu ayo kita masuk ke restoran aku tahu kamu belum makan nanti kita bicara di dalam disini banyak orang memandang kita " Kata Nissy gadis itu mengangguk setuju kemudian mereka masuk ke restoran.


" Kenapa kamu tidak menghubungiku dulu kalau mau ke sini? " Tanya Mina sambil memotong daging steak Nissy hanya menjawabnya dengan nada pura-pura kecewa " Jadi jika aku mau pergi untuk menemui kekasihku apa aku harus menghubungimu dulu? " Tanya Nissy balik sementara gadis itu hanya menggelengkan kepalanya dia bingung harus menjawab apa " Bukan seperti itu maksud aku yah aneh aja sih soalnya kemarin kamu bilang kalau kamu di Tokyo lagi sibuk makanya aku tidak memaksa kamu untuk ikut liburan tapi malah kamu sendiri yang datang "


Ucap Mina dengan memasang ekspresi cemberut kekasihnya itu tertawa mendengarnya dia lalu memegang tangan Mina dan menatapnya dengan serius


" Aku udah gak sibuk lagi makanya aku langsung datang kesini karena aku ingin berbicara sesuatu sama kamu " Ujar Nissy


jantung Mina berdetak kencang dia gugup ketika Nissy menatapnya dengan serius perasaannya mulai gelisah tapi dia berusaha tenang " Mau bicara apa? " Tanya Mina tanpa menatap mata Nissy dia mengalihkan pandangannya ke jendela dia sangat takut jika Nissy mengatakan hal yang membuat dirinya akan sedih namun detik kemudian sebuah cincin sudah tersemat manis di jari manisnya, gadis itu menoleh ketika merasakan ada sebuah benda dingin dan berkilau terpasang di jarinya dia terkejut melihatnya matanya menatap Nissy tapi cowok itu malah tersenyum lembut


" Ini apa maksudnya Nissy kun? " Tanya Mina bingung dan heran lalu Nissy menjelaskan semuanya " Begini aku langsung datang kesini karena aku ingin memberikan kamu surprise tapi melihat wajah kamu tadi yang berubah sedih aku tidak jadi memberikan surprise makanya aku langsung memasangkannya di jarimu, Bagaimana apa kamu menyukainya? " Jelas Nissy. Mina memandang jarinya yang terpasang sebuah cincin berwarna putih dihiasi batu ruby berwarna biru cincinnya sangat bagus dan simple Mina sangat menyukainya kemudian Nissy berlutut di hadapannya gadis itu menatapnya dengan haru


" Nozaki Mina maukah kamu menikah denganku? " Tanya Nissy dengan wajah tersenyum lembut Mina bingung harus menjawab apa hatinya sangat senang sekaligus gembira melihat Nissy melamarnya semua orang yang ada di restoran itu menyorakinya menyuruhnya agar menerima lamaran Nissy akhirnya Mina menjawabnya dengan nada lembut " Takasugi Nissy aku mau menikah denganmu " Ucap Mina dengan wajah haru air mata telah mengalir di pipinya.

__ADS_1


Nissy yang mendengarnya dia langsung berdiri dan memeluk Mina dengan erat semua orang bertepuk tangan suasana di restoran hari itu menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi Mina dan Nissy peristiwa penting ini tidak akan pernah di lupakan oleh Mina.


 


Setelah makan di restoran Mina kemudian mengajak Nissy ke penginapan dia akan memberitahu sahabatnya jika dirinya sudah bertunangan bersama Nissy selama di perjalanan keduanya terus tertawa tapi tiba-tiba Nissy bertanya kepada Mina


" Mina chan aku tadi melihat Ririn di jalan tapi saat aku menyapanya dia tidak membalasnya dia langsung pergi begitu saja apa kalian semua baik-baik saja? " Sesaat Mina terdiam dia memikirkan tentang ucapan Nissy lalu dia memberitahu semuanya tentang Ririn " Kita semua sudah tidak peduli kepada Ririn dan dia sudah memutuskan persahabatan aku tidak tahu dia kenapa dan sifatnya juga aneh lalu dia memutuskan untuk meninggalkan kami dan juga penginapan "


Jelas Mina kekasihnya terkejut mendengarnya " Benarkah itu? Kenapa ya Ririn bisa bersikap seperti itu apa sebelumnya kalian pernah bertengkar? " Tanya Nissy tapi Mina mengalihkan pembicaraan dia tidak mau membahas soal Ririn lagi dirinya sudah muak dengan semua sikap Ririn


" Sudah lah jangan membahas dia lagi aku sudah melupakannya ayo kita harus kembali ke penginapan kamu pasti lelah setelah seharian di perjalanan ini juga sudah sore mereka pasti akan menunggu " Ucap Mina dia jalam duluan meninggalkan Nissy yang masih terdiam di tempatnya lalu cowok itu mengikuti Mina di belakang mereka ada seseorang memperhatikannya dia tersenyum menyeringai jahat tangannya memegang sebuah benda tajam dia bicara dengan nada berbisik " Kita tunggu saja Mina aku pasti akan merebut Nissy darimu jangan senang dulu permainan ini akan segera berakhir "


Ucap gadis itu dia menutup wajahnya menggunakan masker sedangkan tubuhnya dia mengenakan jaket merah dia lalu pergi dari tempat itu.


Akhirnya mereka berdua sampai di penginapan saat di pintu masuk Miko sudah berdiri dengan wajah marah sementara Kristina dan Sayak berdiri di belakang dengan wajah tersenyum " Darimana saja sih kamu Mina? Kau dan Sayaka tega sekali meninggalkan aku, dasar kalian berdua sama sekali tidak punya hati " Ucap Miko dengan marah Mina tertegun mendengarnya dia langsung menatap Sayaka sedangkan yang di tatap hanya nyengir dua jari kemudian Kristina langsung melerai sahabatnya sebelum keadaan mulai memanas


" Sudah sudah ayo kita masuk lupakan masalah ini nanti malam aku akan mengajak kalian semua pergi ke kedai ramen aku yang akan bayar " Ucap Kristina seketika wajah Miko berubah menjadi senyuman ceria


" Benarkah? Yeyy terima kasih banyak Kristina kamu yang terbaik deh. Soal masalah tadi aku maafin deh Mina mumpung mood aku sudah membaik berkat Kristina "


Ujar Miko dengan gembira, lalu Nissy berdehem dia sama sekali tidak ada yang menyapanya " Kalian melupakan aku "


Kata Nissy dengan pura-pura sedih Mina hampir melupakan kekasihnya


" Oh ya aku hampir lupa coba lihat Nissy datang untuk liburan bersama kita "


Jelas Mina semua sahabatnya tersenyum lebar mereka sangat senang melihat Nissy ikut liburan bersama mereka selain itu mereka sudah bersahabat akrab dengan Nissy. Mereka lalu masuk ke dalam penginapan sekarang Kristina tidur bersama Mina sedangkan kamarnya dia berikan kepada Nissy tidak mungkin kan kalau Nissy tidur bareng sama Mina takutnya bakal terjadi sesuatu sama mereka , saat di kamar Mina tiduran di kasur sambil menonton video lucu di Handphonenya sementara Kristina dia sedang mandi tiba-tiba ada telepon masuk ke Handphonenya Mina langsung berhenti menonton dia heran karena dari kemarin dia terus mendapatkan telepon dari orang asing bahkan dirinya belum memberitahu sahabatnya tentang penelepon misteri tersebut. Mina berusaha mengabaikannya tapi orang itu terus meneleponnya Mina ketakutan dirinya dari kemarin terus mendapatkan telepon misteri akhirnya dia mematikan teleponnya dan diam di atas tempat tidur dia memikirkan tentang penelepon misteri itu lalu Kristina keluar dari kamar mandi dia menatap Mina dengan heran " Kamu sedang memikirkan apa Mina chan? " Tanya Kristina dia duduk di meja rias tapi Mina tidak memberitahunya dia sudah bertekad akan mencari orang itu dan memberinya pelajaran dia harus sembunyikan ini agar sahabatnya tidak mengetahuinya


" Bukan apa-apa aku cuma memikirkan hal lain gak boleh tahu " Ujar Mina sambil tertawa cekikikan sedangkan Kristina dia hanya tersenyum tipis namun dalam hati dia merasakan sesuatu akan terjadi terhadap sahabatnya tapi dia tidak tahu yang mana sahabatnya akan mengalami masalah yang pasti dia harus melindungi mereka.


Di sebuah kamar yang diterangi cahaya lampu yang temaram seorang gadis duduk di depan sebuah cermin dia memandang semua foto yang tergantung di cermin dengan wajah tersenyum lembut dia mengusap-usap foto tersebut tapi pandangannya langsung teralihkan oleh foto yang terpanjang di dinding wajahnya langsung berubah menjadi senyuman menyeringai jahat namun sorot matanya menandakan kebencian terhadap gadis yang ada di dalam foto tersebut, dia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah dinding dia menyentuh foto seorang gadis yang tersenyum lembut sambil mencium pipi seorang cowok mereka berpelukan erat tiba-tiba gadis itu menancapkan paku berkarat di foto gadis tersebut tepat di wajahnya .


Wajah gadis itu sangat benci melihat kemesraan mereka dia bersumpah akan merebut apa yang dia inginkan dan membunuh gadis tersebut kemudian dia tertawa keras sambil memeluk foto orang yang dia sukai " Tenang saja Nissy kun aku akan merebutmu dari gadis jalang itu dan sebentar lagi kita berdua akan hidup bahagia selamanya dan gadis jalang itu akan segera tewas Hahahaha " Ucap gadis itu matanya menyala menandakan amarah sedang menguasai dirinya .


Hai semuanya aku kembali lagi dengan bagian cerita baru nih, Hmm kira-kira siapa ya gadis misterius itu? Jika kalian penasaran ikuti terus cerita aku ya dan jangan lupa berikan tanda suka dan komentar kalian ya.

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2