Legenda Hantu Teke-Teke

Legenda Hantu Teke-Teke
Rencana Piknik


__ADS_3

 


 


Kristina berjalan sambil menggendong Himawari dia terus saja mencium bayi itu kadang dia tertawa melihat wajah mungilnya dia sempat berpikir untuk menyembunyikan bayi ini sampai dia pulang ke Tokyo kemarin dia sempat curiga ada yang sesuatu yang aneh terjadi kepada sahabatnya dia harus mencari tahu, saat hendak ingin menyebrang dia melihat seorang gadis berjalan menuju sebuah gang sempit Kristina merasa penasaran dia tahu bahwa itu adalah sahabatnya Ririn tapi untuk apa dia masuk ke gang itu dia harus menyelidikinya lalu dia kembali berjalan menuju penginapan sesampainya disana dia melihat Sayaka sedang duduk di halaman sambil melamun Kristina berlari dia kemudian menepuk pundaknya Sayaka terkejut dia melihat sahabatnya itu sedang menggendong bayi mengerti dengan apa yang dipikirkan Sayaka gadis itu pun memberitahunya


  " Oh ini tadi ketika aku pulang dari Rumah Sakit aku melihat bayi ini dibuang di dekat bangku taman aku berusaha mencari tahu pemilik dari bayi ini tapi tidak ada lalu aku menemukan sebuah surat di dekat bayi ini aku membacanya dan orang tuanya tidak sanggup untuk merawatnya jadi dia terpaksa mengadopsi bayinya " Jelas Kristina . Sayaka tertegun mendengarnya dia tidak percaya dengan penjelasan Kristina dengan tangan yang dilipat di depan dada dia bertanya kepadanya " Lalu kenapa orang tuanya tidak membawanya ke tempat mengadopsi anak? Kenapa kamu yang membawa bayi itu kesini? kamu tahu sendiri kan bahwa sekarang ini kita sedang ada masalah dan kau malah membawa bayi itu , aku tidak mengerti dengan pikiranmu Kristina " Ucap Sayaka kesal Kristina mendengus mendengarnya dia mencoba meyakinkan Sayaka


" Aku tahu bahwa aku salah tapi biarkan bayi ini aku yang merawatnya dulu kau tenang saja jangan khawatir " Sayaka hanya menghela nafas dia pergi dari penginapan untuk mencari udara segar, Kristina berjalan menaiki tangga menuju lantai dua saat hendak membuka pintu dia melihat Miko berjalan ke arahnya dia berpenampilan cantik Miko tersenyum lebar dia melambaikan tangannya menyapa Kristina


" Hai Kris " Sapanya Kristina tersenyum sahabatnya itu terlihat sangat senang entah apa yang terjadi Miko senyum-senyum sembari memamerkan giginya yang putih


" Kau mau kemana? " Tanya Kristina gadis bermata biru itu mengeluarkan ponselnya dia menunjukkan sesuatu kepada Kristina itu adalah foto sebuah album mini Jingyu idol favorite Miko tentu saja dia sangat antusias untuk membelinya Kristina tersenyum dia mengerti sahabatnya itu ingin membeli album itu sejak lama Miko menginginkan album itu dan akhirnya keinginannya terwujud


" Cepat pergi nanti keburu habis lho albumnya dan kamu tidak bisa membelinya lagi ingat ya jangan pulang terlalu malam mengingat kondisi kita sedang dalam bahaya"


Ujar Kristina sahabatnya mengangguk dia langsung pergi meninggalkan penginapan dia hanya menggelengkan kepalanya kemudian membuka pintu kamarnya dan meletakkan Himawari di atas kasur dirinya ikut berbaring disampingnya dia memandang wajah imut Himawari wajahnya itu mengingatkan wajah mendiang Mina sahabatnya Kristina melamun seandainya saja Mina masih hidup pasti dirinya itu akan bahagia melihat Putrinya yang begitu cantik dan mirip dengannya tiba-tiba sebuah ketukan di pintu membuat Kristina terperanjat kaget dia bangun lalu membuka pintu disana sudah berdiri Nissy wajahnya terlihat sembab penampilannya acak-acakan berbeda sekali dengan Nissy yang dulu dia tahu kalau cowok itu sedang depresi berat mengingat calon istrinya meninggal dengan tragis. Kristina menyapanya dengan senyuman ceria " Hai Nissy ada apa? Kau menginginkan apa? Makan apa minum? "


Nissy hanya diam dia melirik seorang bayi di kamar Kristina dia menatap tajam wajah sahabatnya Kristina terkejut melihat tatapan tajam dari sahabatnya dia mengikuti arah pandangnya dan dia mengerti kenapa sahabatnya itu marah dia menarik nafas kemudian memberitahunya


" Itu tadi pas aku mau ke taman aku mendengar tangisan bayi lalu aku mencarinya aku melihat ada dua orang sedang menyiksa bayi itu aku melihatnya mereka ingin membunuh bayi itu, karena aku tidak tega melihatnya aku langsung mengambil bayi itu kemudian melarikan diri saat sudah berada di cafe aku menelepon polisi dan kedua orang itu sudah ditangkap kayaknya itu orang tuanya tapi mereka tega sekali berbuat keji seperti itu jadi aku memutuskan-" Ucapan Kristina terpotong oleh suara Nissy


" Jadi kau ingin mengadopsinya? "


Tanya Nissy, Kristina terkejut sahabatnya itu menebaknya dengan tepat namun dia berbohong lagi " Tentu saja tidak sekarang aku merawatnya dulu aku sudah mencari orang tua asuh untuk bayi ini tapi tidak ketemu hah kayaknya aku harus merawatnya dulu sampai bayi ini ada yang mau mengadopsinya " Ucap Kristina dia tertawa garing Nissy memutarkan matanya dia menghela nafas kemudian berbalik ke kamarnya tapi Kristina mencegatnya


" Kau mau kemana? Ayo makan dulu aku sudah membelikan kau makanan setelah itu baru kau boleh tidur lagi, kau belum makan kan? " Ajak Kristina cowok itu mengangguk dia mengikuti Kristina untuk turun ke meja makan.


Kristina membuka bungkus makanan yang tadi dia beli itu adalah ramen dan sebotol minuman dia menyajikannya sambil tersenyum Nissy pun memakan ramen itu dia memakannya dengan lahap Kristina tertawa melihatnya dia ikut duduk di depan Nissy dan menatap cowok itu dia merasa senang akhirnya Nissy sudah merasa lebih baik yah walaupun dua hari yang lalu dia seperti orang gila teriak-teriak tidak jelas tapi kini dia sudah kembali seperti dirinya sendiri namun dia sudah tidak pernah menampakkan senyum manisnya lagi , Nissy kembali melamun Kristina menyadari sahabatnya kembali bersedih cepat-cepat dia membuat lelucon agar Nissy tidak bersedih kembali akan tetapi itu sama sekali tidak membuat Nissy tertawa lagi malah semakin sedih Kristina tidak tahu harus berbuat apa kini dia membutuhkan bantuan untuk menghibur Nissy kedua sahabatnya pergi Sayaka pergi entah kemana sementara Miko dia pergi ke pusat pembelanjaan sekarang dia sendiri Kristina berpikir keras mencari ide tidak lama kemudian dia mendapatkan sebuah ide dia bergegas menaiki tangga meninggalkan Nissy sendiri di dapur setelah itu dia turun kembali sambil menggendong Himawari dia menghampiri Nissy lalu menarik tangannya mengajaknya untuk keluar Nissy berusaha memberontak tapi Kristina sama sekali tidak menggubrisnya dia tetap menarik tangan sahabatnya. Kini mereka sedang berada di taman yang penuh dengan bunga bermekaran Nissy menatap Kristina sedangkan sahabatnya itu hanya tersenyum mereka berdua berjalan-jalan melihat pemandangan indah kemudian duduk di bangku taman mereka menikmati udara segar Nissy sekarang mengerti sahabatnya itu berusaha menghibur dirinya perlahan-lahan dia mulai tersenyum untuk sementara dia harus melupakan kesedihannya sungguh dia benar-benar berterima kasih kepada Kristina berkat dia sekarang perasaanya menjadi tenang sahabatnya itu sudah banyak membantunya bahkan selama dua hari ini dia lah yang merawat dan menghibur dirinya dia sangat beruntung memiliki sahabat sebaik Kristina,


Kristina fokus bercanda dengan Himawari dia tidak menyadari Nissy terus memandangnya tanpa henti lalu dia menatap Nissy balik dan tersenyum lembut Nissy hanya diam dan mengalihkan pandangannya menatap Anak-anak yang asyik bermain layangan. Hari sudah sore mereka berdua masih duduk di taman kali ini Nissy mengajak Kristina untuk melihat matahari terbenam tentu saja Kristina terkejut dia tidak percaya sahabatnya itu mengajak dirinya untuk melihat matahari terbenam dia pun langsung mengiyakannya mereka tertawa melihat tingkah lucu Himawari gadis itu kembali melihat tawa Nissy yang ceria itu dia sudah berhasil membuat Nissy tertawa dan dia juga berhasil membuat Himawari dekat dengan Ayahnya dia sangat senang melihatnya andai saja Mina berada disini pasti rasanya akan menyenangkan, Sayaka menghabiskan waktunya seharian di sebuah cafe dia menatap jendela sambil menopang dagunya dia berpikir tentang apa yang tadi dia lihat bayangan Ririn melewati jembatan kereta api itu dia memakai pakaian serba hitam apa mungkin dia belum kembali ke Tokyo jika memang belum kenapa dia masih berada di Hokkaido dan sama sekali tidak memberitahu sahabatnya Sayaka merasa jengkel melihatnya dia menghela nafas kasar berulang kali dia mengaduk kopi yang dipesannya bahkan dia belum meminumnya sama sekali, awalnya dia berniat ingin mencari udara segar tapi setelah melihat Ririn moodnya semakin buruk lalu dia memutuskan untuk pergi ke cafe tiba-tiba dia mendapatkan sebuah pesan dari Miko yang mengatakan bahwa dia butuh dijemput Sayaka terkejut memangnya Miko sedang pergi tapi kenapa dia tidak diberitahu olehnya bahkan hari sudah gelap itu berarti jalanan mungkin sudah sepi Sayaka menyadari bahwa Miko takut karena setelah insiden itu bahkan selama dua hari dia tidak meninggalkan penginapan cepat-cepat Sayaka berlari meninggalkan cafe hatinya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi dia berjalan menuju lokasi yang tadi dikirim oleh Miko dia berdoa dalam hati semoga Miko baik-baik saja sesampainya disana dia melihat Miko sedang duduk di bangku kosong Sayaka berlari menghampirinya dia memanggilnya Miko mendongak dia tersenyum kemudian melambaikan tangannya dia berdiri dan tersenyum lebar Sayaka menatap aneh ke sahabatnya mengingat sesuatu berbentuk kotak berada di genggamannya mereka berdua pun duduk Sayaka melirik kotak itu dan tas shopping itu mereka berdua pun kembali ke penginapan tapi saat di tengah perjalanan mereka melihat banyak orang berkerumun seperti ada sesuatu karena penasaran Sayaka mencoba menerobos kerumunan banyak orang itu tapi tangannya ditarik oleh Miko dia menyuruh agar jalan kembali ke penginapan lewat jembatan itu saja karena itu jalan yang lebih cepat kembali ke penginapan awalnya Sayaka tidak setuju tapi mengingat jalan yang sangat ramai akan membutuhkan waktu lama kalau melewati jalan lain maka akan lebih jauh lagi jadi Sayaka mengiyakannya saja. Mereka berjalan sambil bercerita firasat Sayaka mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi namun dia menepis pikirannya benar saja baru saja mereka melangkah tiba-tiba udara menjadi dingin Miko dan Sayaka saling berpandangan mereka memutuskan untuk lari dari arah belakang terdengar suara mengerikan mengejar mereka kedua gadis itu berlari secepatnya Sayaka terlalu fokus melihat ke belakang sampai dia tidak menyadari kakinya tersandung sebuah batu dia meringis kesakitan dia melihat lututnya terluka, Miko membantu Sayaka untuk berdiri namun nahasnya kaki Sayaka terkilir dia pun kembali terjatuh Miko terlihat panik dia berusaha membantu sahabatnya untuk berdiri namun itu tidak bisa luka di lututnya membuat Sayaka terjatuh sosok itu sudah semakin dekat di tengah kepanikannya Sayaka mendorong Miko menjauh dia menyuruh Miko untuk pergi luka di lututnya semakin nyeri Miko tidak mau meninggalkan sahabatnya dia menangis sambil menjerit dia berusaha menggapai Sayaka namun sedetik kemudian sosok itu datang secepat kilat memotong kedua tubuh Sayaka menjadi dua Miko tercengang melihat pemandangan di depannya dia terduduk lemas tubuh sahabatnya sudah terpotong darahnya mengucur keluar namun wajah Sayaka masih menampilkan senyuman lembut dia lalu menutup mata selamanya Miko menjerit dia menangis menatap kepergian sahabatnya .


 


 

__ADS_1


Kristina asyik bermain bersama Himawari sedangkan Nissy dia sudah tertidur tidak lama kemudian terdengar pintu depan terbuka Kristina menoleh dia melihat sahabatnya sudah pulang namun wajahnya terlihat aneh gadis itu kebingungan ada apa sebenarnya Miko pulang dalam keadaan sembab matanya merah sehabis menangis rambut acak\-acakan tapi kemudian Kristina menyadari sahabatnya yang lagi satu tidak ikut pulang dia berdiri dan mendekati Miko, diamenarik tangan Miko ketika hendak menuju kamarnya gadis itu menoleh matanya mengeluarkan air mata Kristina semakin kebingungan dia mengguncang bahu Miko


 


" Apa yang terjadi Miko? Dimana Sayaka? Jawab pertanyaan aku dimana dia " Kemudian Kristina menyadari sesuatu telah terjadi kepada sahabatnya dia mundur beberapa langkah sambil menutup mulutnya


Miko hanya diam dia kembali menangis gadis itu duduk sambil menangis Kristina berdiri dengan tatapan kosong pandangannya menjadi gelap dia lalu pingsan untung saja ada sebuah tangan menahan tubuhnya Nissy menahan tubuh Kristina dia menepuk pipinya berusaha membangunkan gadis itu


" Hei bangun Kris apa yang terjadi? Miko apa yang sedang terjadi kenapa Kris pingsan? Dan kenapa kau menangis? " Tanya Nissy tapi pertanyaannya tidak dijawab oleh Miko. Nissy mengedarkan pandangannya dia mencari sosok Sayaka tapi dia tidak ada Nissy mengguncang bahu Miko bertanya dimana sahabatnya " Miko chan dimana Sayaka chan? Katakan pada kami dimana dia? "


Miko sama sekali tidak menjawab dia hanya terus menangis sesenggukan Nissy semakin bingung dengan sikap Miko, merasa frustrasi Nissy lebih memilih diam dan duduk menunggu Kristina bangun dari pingsannya


tidak lama kemudian Kristina bangun dia melihat Nissy sedang menunggunya begitu juga Miko mengingat apa yang sedang terjadi Kristina langsung bangun dari duduknya dia bergegas pergi namun tangannya dipegang oleh Nissy " Kau mau kemana? Duduk dulu kau baru saja pingsan " Ujar Nissy mencoba membuat Kristina duduk tapi gadis itu mulai menangis dia memeluk Nissy sedangkan Nissy kebingungan ada apa dengan dia kenapa tiba-tiba menangis kemudian Miko menjelaskan kejadiannya tentu saja raut wajah Nissy berubah diam terdiam cukup lama tanpa membalas pelukan Kristina, tidak lama kemudian Kristina mengatakan sesuatu yang membuat keduanya terkejut


" Aku akan menyelesaikan masalah ini dan aku tidak akan membiarkan orang lain menjadi korban lagi, sudah cukup tiga nyawa sahabat kita yang menjadi korban kali ini aku akan melindungi kalian dan menghentikan teror ini " Ucapnya datar Nissy melirik gadis itu Miko tidak berkomentar apa-apa dia hanya diam " Bagaimana caranya? Apa kau ingin mati juga? " Tanya Nissy gadis itu menggeleng dia sudah punya strategi untuk menghentikannya dia menyuruh agar Miko menjaga Himawari dia harus butuh bantuan Nissy untuk menjalankan rencananya kalau sendirian bukannya dia tidak bisa hanya saja untuk memancing pelaku maka harus ada umpannya. Keesokan harinya Miko mendapatkan telepon dari orang tua Sayaka


mereka sudah melakukan proses pemakaman anaknya Miko kembali sedih mendengarnya dia sedikit berbincang lalu menutup teleponnya Nissy duduk di meja makan menikmati secangkir kopi dia masih memikirkan ucapan Kristina semalam apa maksudnya memancing pelaku dan kenapa harus dirinya jadi umpan menyebalkan sekali Kristina sedang memandikan Himawari dia tersenyum memikirkan rencana yang akan dia lakukan untuk menangkap pelakunya tapi sebelum itu dia harus mencari seseorang dia harus bertemu dengannya setelah itu baru dia akan beraksi selesai memandikan Himawari dia membawa bayi itu ke kamarnya tiba-tiba Miko datang wajahnya terlihat lesu Kristina tidak melihat sahabatnya datang dia terlalu asyik mendandani Himawari sampai suara Miko menegurnya " Sekarang kau malah asyik dengan bayi itu dan tidak melihat sahabatmu datang, uuh menyebalkan kenapa sih kau harus merawat dia? Dia kan tidak ada hubungannya sama kita kau bisa memberikannya kepada panti asuhan untuk dirawat kau tidak perlu repot-repot merawatnya sampai kayak gini " Oceh Miko kesal Kristina tersenyum lembut dia hanya menanggapi ocehan sahabatnya dengan nyanyian hal itu membuat Miko semakin kesal " Kau dengar tidak ucapanku? " Kristina memandang sahabatnya mengangguk dia meletakkan telunjuknya di bibir Miko agar gadis itu berhenti mengoceh


" Aku dengar kok sudah jangan mengoceh lagi sebentar lagi kau juga akan tahu kenapa aku merawat bayi ini, sebelum itu aku harus menyelesaikan masalah ini setelah itu aku akan menceritakannya " Kristina mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum dia memberikan Himawari kepada Miko dan pergi ke suatu tempat Miko berteriak memaki sahabatnya yang seenak jidatnya menitipkan bayi itu.


 


" Senang berjumpa denganmu Ririn "


Sapa Kristina basa-basi Ririn hanya tersenyum menanggapinya mereka lalu mengobrol Kristina sengaja memanggil Ririn karena dia akan menjalankan rencananya dia akan pura-pura baik di hadapannya sampai perbuatan kejamnya Ririn terungkap dia tidak mau bertanya langsung dia ingin agar Ririn yang bicara jujur tentang perbuatannya


" Aku minta maaf sudah meninggalkan kalian dan berkata kasar kepada Mina, Atsuko dan Sayaka aku sudah mendengar bahwa mereka sudah meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar, seharusnya aku tidak berkata begitu waktu itu namun tiba-tiba emosiku langsung tersulut jadinya aku marah. Aku benar-benar menyesal sudah meninggalkan kalian dan memperlakukan kalian dengan buruk aku ingin minta maaf kepada kalian tapi aku malu jika aku meminta maaf kalian pasti akan mengusirku lagi maka aku memutuskan untuk tetap disini sampai liburan kita berakhir, aku terus memantau kalian aku benar-benar merindukan kalian aku rasa tidak seharusnya aku begini apalagi kita sedang liburan seharusnya kan bersenang-senang bukan malah bertengkar " Ucap Ririn menyesal dia mulai menangis sedangkan Kristina diam dia tahu kalau Ririn pura-pura menangis jadi dia akan membuat Ririn kembali lagi ke penginapan bagaimana pun caranya agar rencananya berhasil, Kristina menepuk pundak Ririn bermaksud menenangkannya


" Sudah jangan nangis aku dan yang lain sudah memaafkanmu kok tapi bisakah aku meminta tolong padamu? " Tanya Kristina dia mulai melancarkan rencananya Ririn mengangguk " Minta tolong apa? " Kristina memberitahu bahwa dia ingin agar Ririn kembali ke penginapan tampak ekspresi terkejut di wajah Ririn gadis berusaha memikirkan cara untuk menolak ajakannya dia pun menemukan ide


" Uhmm maaf aku tidak bisa kembali ke penginapan, aku ingin tinggal di hotel dulu untuk beberapa minggu saja sebentar lagi juga liburan kita akan selesai jadi aku ingin tetap di hotel aku juga merasa tidak enak sama yang lain pergi tanpa pemberitahuan setelah berkata kasar dan bertengkar dengan Mina aku tidak mau membayangkan wajah yang lain pasti mereka sudah sangat marah padaku " Ujar Ririn berusaha membuat Kristina mengubah keinginannya tapi yang namanya Kristina dia tidak akan menyerah banyak cara untuk membujuk seseorang masuk ke perangkapnya dia kembali memohon kali ini dengan nada yang dibuat sedih karena tidak ada pilihan lain lagi maka Ririn menyetujui ajakannya, mereka kemudian kembali ke penginapan sesampainya disana Miko dan Nissy terkejut melihat Ririn kembali lagi dengan wajah marahnya Miko berteriak mengusir Ririn " Kau untuk apa kembali? Pergi dari sini aku tidak mau melihat wajahmu lagi "


Ririn meringis mendengar teriakan Miko Nissy berusaha menenangkannya begitu juga dengan Kristina dia mencoba membujuk Miko agar tidak marah namun Miko masih marah akhirnya Nissy mengajaknya pergi ke kamarnya Kristina menghela nafas seharusnya dia memberitahu semuanya tapi dia tidak mau menceritakannya Ririn masih terdiam di tempatnya dengan ekspresi tidak bisa diartikan Kristina melihat ekspresi itu dia akhirnya tahu dirinya menyeringai lalu mengajak Ririn ke kamarnya. Miko masih kesal dia mengabaikan Nissy yang membujuk dirinya agar tidak marah lagi akhirnya Nissy berhasil membuat Miko tenang kembali dia pergi ke kamar Kristina lalu menarik tangannya ke dapur dia menuntut penjelasan mau tidak mau Kristina memberitahu rencananya Nissy awalnya tidak setuju tapi setelah memikirkannya dia mengangguk setuju jadi mereka sepakat untuk bekerja sama namun sekarang Kristina harus memberitahu Miko dulu karena jika tiba-tiba dia bermesraan dengan Nissy bisa jadi bencana dan rencana yang dia susun bisa hancur berantakan bakal ketahuan oleh Ririn dan itu akan semakin sulit untuk menangkapnya.


 

__ADS_1


 


Miko masih mengomel di kamarnya dia mendengar ketukan di pintunya dia hanya diam sampai sosok Ririn muncul di kamarnya dia tidak menyapanya melainkan memilih bermain di ponselnya Ririn berpura\-pura bersikap baik dia mencoba berbicara dengan Miko " Hai lama tidak bertemu Miko " Mini hanya menjawabnya bergumam saja setelah itu hening suasana menjadi canggung, Ririn hendak bicara lagi tapi Miko memotongnya


 


 " Sudah selesai menyapaku? Jika sudah silakan keluar dari kamarku aku tidak mau melihat dirimu lagi, orang yang telah mengkhianati sahabatnya dan memperlakukan sahabatnya dengan kejam aku tidak mau bertemu denganmu lagi "


Ujar Miko datar namun Ririn malah tertawa sinis " Benarkah? Aku merasa berterima kasih kepada Kristina berkat dia aku jadi bisa mengambil milikku lagi tanpa harus bersusah payah dan aku juga tidak mau lagi bertemu denganmu aku disini hanya menunggu waktu yang tepat mengambil milikku,setelah itu aku bisa pergi dengan bahagia " Miko tidak mengerti maksud dari ucapan gadis itu jadi dia tidak terlalu memusingkannya Ririn keluar dari kamarnya sesaat dia melihat Nissy sedang memeluk Kristina erat mereka terlihat sangat mesra Nissy memeluknya sambil mencium kepalanya, hal itu membuat darah Ririn mendidih dia sangat marah pemandangan di depannya membuat dia kesal maka dia pergi ke kamarnya terdengar suara pintu dibanting keras Nissy dan Kristina mendengar suara itu mereka melepaskan pelukannya dan tertawa bersama rencana pertama berhasil lalu mereka mulai masuk ke kamar Miko, Miko yang masih bermain ponsel melirik kedua sahabatnya datang maka dia pun bertanya " Ada apa kalian kesini? "


Kristina menyuruh Nissy mengunci pintu kamar Miko kemudian dia memberitahu semuanya Miko sangat terkejut dia tidak setuju sama sekali tapi Kristina terus meyakinkannya maka dia pun sama seperti Nissy setuju dengan rencananya sekarang dimulailah rencana mereka bertiga untuk menjebak Ririn. Malam harinya mereka bertiga mulai makan tiba-tiba Himawari menangis Kristina bergegas menghampirinya dia menggendongnya dan mencoba menenangkannya kemudian Nissy ikut menenangkan bayo itu Miko melirik Ririn yang sedang menahan amarah dia tersenyum tipis dia terus memperhatikan Ririn yang mulai menunjukkan gerak-gerik menahan amarah sedangkan kedua pasangan itu semakin mesra mereka tahu sekarang Ririn pasti sedang marah, Kristina mengisyaratkan kepada Nissy agar memanggilnya 'Sayang'


cowok itu pun menurutinya dia lalu mengambil Himawari lalu menggendongnya


" Sayang biar aku saja menggendong Hima chan kau ambilkan dia susu ya, cup cup jangan nangis anak ayah yang cantik ini kalau nangis nanti malah jelek lho " Ucap Nissy berusaha menenangkan bayi itu sekaligus membuat keadaan semakin panas Kristina menggangguk dia mengambil sebotol susu dari dapur dan memberikannya kepada Nissy


" Ini susunya sayang uuh sudah jangan nangis ya anak ibu yang cantik ini, ayo diminum susunya besok kita jalan-jalan yuk ke taman bersama ayah "Kristina sengaja memancing amarah Ririn dia hampir tertawa melihat ekspresi wajah Ririn yang berusaha mati-matian menahan emosi seketika Ririn menghentikan makannya dia kembali ke kamarnya dengan ucapan selamat malam


ketiga orang itu langsung tertawa cekikikan mereka berhasil membuat Ririn cemburu, keesokan harinya seperti yang direncanakan Kristina beserta Nissy sudah pergi ke taman kini tinggal Miko dan Ririn di penginapan


saat sedang memasak sushi Ririn mendekati Miko " Uhmm Miko ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu" Miko tersenyum lebar akhirnya dia bertanya juga dia sudah menduga gadis itu pasti akan bertanya padanya jadi dia pura-pura bersikap dingin


" Hmm apa yang mau kau tanyakan? "


Ririn terlihat gelisah matanya melirik kanan dan kiri dengan suara pelan dia bertanya


" Ada hubungan apa Nissy dan Kristina? Apakah mereka sudah menjalin sebuah hubungan? Apa ada hal lain yang tidak aku ketahui selama aku pergi? Dan kenapa Kristina sampai punya anak? Aku memikirkan ini semalaman gak mungkin kan aku tanya sama mereka" Ujar Ririn panjang lebar Miko masih berkutat dengan masakannya dia pun menjawabnya "Benar mereka sudah menjalin hubungan dan soal anak itu ya itu anak mereka berdua, kau tahu sebelum Mina pergi dia memang menyuruh Nissy untuk menikahi Kristina karena dia tahu hidupnya tidak akan lama awalnya Nissy tidak mau tapi karena permintaan terakhir Mina maka dia pun setuju Nissy tidak suka menikah dengan Kristina dia hanya menyukai Mina tapi karena ini permintaan Mina maka dia harus mengabulkannya walaupun itu sulit akhirnya mereka sudah bisa menerima hubungan itu dan ya mereka sekarang semakin mesra, rencananya mereka akan menikah bulan depan soal anak itu Mina yang sendiri yang mengandungnya dia lahir sebelum Mina meninggal jadi sekarang anak itu milik Kristina dia yang mengasuhnya " Ririn terkejut mendengar cerita Miko dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang telah terjadi pikirannya tiba-tiba melayang entah kemana dia pun pergi meninggalkan dapur dengan wajah sedih Miko memandang Ririn dengan senyuman lebar. Saat di taman Kristina dan Nissy bermain bersama Himawari tiba-tiba Nissy melamun wajahnya menampakkan kesedihan melihat sahabatnya sedih Kristina pun menghiburnya " Hei ada apa? Kenapa wajahmu sedih? Oh ya sebentar kita mampir yuk ke sebuah minimarket kita beli beberapa barang dulu ya, aku mau masak masakan Indonesia kaua pasti belum pernah mencobanya kan? Aku akan membuatkannya untukmu " Ujar Kristina ceria namun Nissy menatap wajahnya lekat Kristina hanya tersenyum kikuk dia tidak tahu maksud sahabatnya itu cowok itu menunduk dia menenggelamkan kepalanya Kristina menjadi panik dia berusaha menenangkan sahabatnya " Aduh maaf ya Nissy kalau aku salah bicara aku hanya menghibur dirimu habisnya kau tiba-tiba menjadi sedih, ya sebenarnya kau juga belum pernah mencicipi makanan Indonesia kan? jadi aku akan memasak untukmu dan " Ucapan Kristina terpotong tangannya dipegang erat oleh Nissy tentu saja dia terkejut bukan main Nissy mendongak menatap wajah Kristina matanya sudah berair, gadis itu gelagapan dia mengambil sapu tangan di sakunya lalu memberikannya kepada Nissy tapi cowok itu malah tersenyum lembut " Tidak usah kau simpan saja sapu tangannya ya aku hanya berpikir jika Mina masih hidup pasti hidupku akan bahagia, tapi aku tidak memikirkannya lagi sekarang aku ingin dia tetap beristirahat dengan tenang sebenarnya aku tidak menyukai Mina karena hubungan orang tuaku dan orang tua Mina mempunyai hubungan erat sebagai sahabat dan seorang rekan bisnis jadi mereka ingin agar aku dan Mina menikah maka aku dan Mina setuju melakukan pertunangan ,tapi Mina sudah mempunyai seseorang yang dia sukai terpaksa dia harus putus dengannya demi bertunangan denganku dan aku menyukai seseorang Mina pun mengetahuinya " Ucap Nissy panjang lebar Kristina melongo mendengarnya dia sama sekali tidak menyangka bahwa kisah cinta Nissy dan Mina ternyata hanya bohongan jika begitu lalu Himawari adalah anak siapa? Kenapa nenek Mina berbohong kepadanya pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, kepalanya pusing memikirkan semuanya dia sama sekali belum bisa mencerna ini semuanya kenapa harus sekarang hal ini terungkap dia sama sekali tidak tahu apapun tapi suara Nissy membuyarkan lamunannya dia melihat Himawari yang asyik bermain bersama Nissy dia masih belum percaya sama sekali sekarang masalah ini bertambah lagi ya dia harus menyelidikinya satu persatu. Selesai bermain di taman kedua remaja itu pergi menuju minimarket setelah belanja keduanya keluar dari minimarket namun karena kurang fokus Kristina tidak tahu bahwa ada sebuah mobil melintas kencang di depannya langsung saja Nissy menariknya ke tepi Kristina tersadar dari lamunannya ketika mendengar teriakan dari semua orang dia menatap Nissy yang terlihat khawatir maka dia pun cepat tersenyum agar Nissy tidak terlihat khawatir lagi kini mereka telah sampai di penginapan Ririn menatap mereka dari jendela kamarnya dengan pandangan sinis


' Huh kenapa sekarang malah gadis itu mengambil milikku lihat saja nanti aku akan membuat dirimu dan anakmu menderita selamanya ' Ririn masih memandang mereka yang terlihat mesra dia menutup jendelanya dengan keras.


Kristina masuk ke kamarnya dia terkejut melihat Ririn yang duduk menunggunya dia pun berusaha terlihat tenang dia tahu gadis itu pasti akan menyerangnya dengan berbagai pertanyaan " Hai Ririn sudah lama menunggu? Uhm maaf aku baru saja habis dari supermarket " Ririn hanya tersenyum tipis namun sorot matanya menunjukkan kebencian " Oh begitu ya? Sejak kapan kau jadian dengan Nissy? Aku bahkan tidak tahu lalu sekarang kau jadian dengannya bahkan sudah mempunyai seorang anak " Kristina menanggapinya dengan wajah tenang dia mengangguk lalu menceritakannya, Ririn mendengar cerita gadis itu dengan wajah menahan amarah emosinya ingin meledak tapi dia berusaha menahannya agar tidak membuat semuanya menjadi kacau sesekali dia menanggapinya dengan senyuman Kristina memandang setiap gerak-gerik Ririn dia sangat senang melihat gadis itu mati-matian menahan amarah selesai bercerita Miko datang sambil menggendong Himawari


" Ups maaf mengganggu tapi anak ini menangis Kris kau bisa memberinya susu kan? Aku sudah berusaha menenangkannya tapi tidak bisa bahkan Nissy pun tidak bisa menenangkannya tolong tenangkan dulu anakmu agar tidak menangis" Miko menyerahkan Himawari ke dalam gendongan Kristina setelah itu dia meninggalkan kamar itu Ririn pergi dengan wajah datar setelah kepergian Ririn ,Kristina mulai tertawa cekikikan " Hihihi akhirnya aku bisa menipunya maafkan aku Ririn aku terpaksa melakukan ini karena perbuatanmu sungguh keterlaluan, kau tega mengkhianati dan menyakiti sahabatmu demi kepentingan dirimu sendiri Himawari kau tenang saja ya apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan dirimu jatuh ke dalam bahaya aku harus melakukan ini karena dia lah penyebab Ibumu meninggal, aku tidak tega melihat ayahmu terus menerus sedih karena kepergian Ibumu yah walaupun mereka berdua tidak saling menyukai tapi minimal aku harus bisa membantunya karena Ibu dan Ayahmu sudah bersahabat aku akan membantunya " Kristina mengecup pipi gembul Himawari dia menangis sambil mengusap kepala Himawari dengan penuh kasih sayang Nissy yang melihat itu terdiam dia ikut sedih melihat sahabatnya menangis memeluk bayi itu ,malam harinya mereka sedang makan malam Ririn masih diam dia hanya bicara jika ada hal yang harus dijawab sedangkan Nissy, Kristina dan Miko tidak mempedulikannya mereka menikmati makan malamnya sampai Nissy berbicara sesuatu


" Ehem aku ingin mengatakan sesuatu kepada kalian " Miko menatapnya sambil mengunyah makanannya " Apa itu? " Tanya Miko penasaran Nissy melirik Kristina yang masih memakan sushinya " Ehm itu aku ingin kita semua pergi ke sebuah danau, kita akan piknik disana bagaimana apa kalian setuju? "

__ADS_1


Tanya Nissy semua yang disana terdiam Miko langsung angkat tangan " Setujuuuu " Serunya senang Kristina pun mengangguk kini tinggal Ririn mau tidak mau dia pun ikut setuju Nissy merasa senang karena dia akan memberikan kejutan kepada sahabatnya makan malam pun dilanjutkan dengan tawa dan canda,Nissy sudah tidak sabar ingin memberikan kejutan besok untuk sahabatnya..


Wah kira-kira apa ya kejutan yang akan nissy berikan kepada sahabatnya? Penasaran kan, ikuti terus ya cerita aku sampai ketemu nanti ya...


__ADS_2