Legendary Of Master Phoenix

Legendary Of Master Phoenix
Kutukan Untuk Pallas


__ADS_3

"TAK AKAN KU MAAFKAN KALIAN SEMUA!!!"


Seiya lepas kendali dan akhirnya membangunkan jiwa iblis yang bersemayam dalam tubuhnya selama 10 tahun terakhir


Dan tiba tiba agen gelap K atau Haden juga datang menantang Seiya dengan kondisi yang sudah menjadi Iblis itu


"Kau sudah memperlihatkan wujud asli mu pada dunia... sekarang tinggal giliran ku yang menghabisi nyawa mu!!!"


Pekik Haden dengan nada yang sangat berat


"Jika kau dalang di balik semua ini, kan ku pastikan kau juga akan tiada!!"


Seiya berdiri lalu muncullah sebuah pedang di depan kepala Seiya, dan Seiya pun mengambil pedang tersebut


"KAU AKAN MENYESALI NYA HADEN!!!"


Seiya menyerang terlebih dahulu


TRANG TRING... SYUT, SWOSH~~DUAK AKH....


Pertarungan sengit terjadi. Seiya dan Haden kewalahan menghadapi satu sama lain


"Akh...."


Pekik Athena menahan rasa sakit


Seiya sebenarnya ingin menghabisi Haden dan Pallas sekarang juga, tapi di karena kondisi Athena yang semakin parah, Seiya terpaksa mundur dan membawa athena pergi dengan kekuatan meringankan tubuh


"Racun kodok Utara ini racun yang sangat langka. Apa kah ada orang yang bisa menyembuhkan nya? Sepertinya tabib sueng dari gunung iblis dapat menyembuhkan racun sejenis ini"


Gumam Seiya dan terus mempercepat langkahnya di udara


Beberapa saat telah berlalu, Akhirnya Seiya sampai di gunung iblis untuk menemui tabib sueng


"Rumah tabib sueng ini sering berpindah pindah. Menyulitkan ku saja untuk mencarinya kemana mana"


Gerutu Seiya sambil melihat keadaan sekitar. Lalu ia melihat ada sebuah pondok tua yang masih berdiri kokoh di tengah tengah aliran sungai yang deras


"Mungkin kah itu rumahnya?"


Gumam Seiya tak karuan sambil berjalan mendekat kearah pondok tersebut


Tok tok tok


Seiya mengetuk pintu


Kreeek


Suara pintu terbuka


"Tabib, saya mohon. Sembuhkan gadis ini"


Pinta Seiya memohon


"Ayo silahkan masuk"


Ujar Tabib sueng mempersilahkan


Lalu Seiya masuk sembari menggendong Athena dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang


Tabib sueng memeriksa kondisi tubuh athena dengan segera ia mengambil obat penahan racun agar tak menyebar lebih banyak lagi


"Apa itu bisa di sembuhkan Tabib?"


Tanya Seiya khawatir


"Di dalam tubuh gadis ini terdapat racun Dingin dan Racun api juga semenjak dulu. Jadi racun kodok Utara sedang di netral kan oleh racun api yang ada dalam tubuh gadis ini. Tapi Racun es nya menghambat racun api untuk bekerja..."


Ujar Tabib sueng mulai khawatir

__ADS_1


"Lalu, bagaimana?!"


Tanya Seiya kembali


"Harus ada orang yang menyerap racun es dalam tubuhnya dan berbagi rasa sakit dengan-nya"


Jelas Tabib sueng merasa iba


"Biarkan aku yang menyerap racun es itu, Aku sanggup melakukan apa pun untuknya"


Ujar Seiya memberanikan diri sambil melirik kondisi Athena


"Baiklah, kau harus mempelajari ilmu penyerapan elemen es dengan segera, kalau kau terlambat, nyawa gadis ini taruhannya"


Jelas Tabib sueng dengan serius


Seiya keluar dan mulai berlatih ilmu penyerapan elemen es dengan langkah cepat


Kosongkan pikiran, atur nafas... Pusat kan seluruh tenaga yang ada dalam tangan. Lalu mulai lah rasakan sentuhan dingin yang terasa di kulit. Dan... Serap lah sebisa mungkin


Batin Seiya mengingat ingat langkah langkah untuk mempelajari ilmu penyerapan elemen es


"Berhasil"


Ujar Seiya Bangga lalu berlari ke dalam


"Apa sudah selesai?!"


Tanya tabib sueng terus fokus mengompres Athena


"Ya,"


Jawab Seiya berbinar binar


"Hebat Sekali, dalam waktu 30 menit kau sudah menguasai salah satu jurus yang paling langka"


Puji tabib sueng sembari berdiri


Ujar Tabib sueng mengingatkan


Tanpa basa basi Seiya langsung menyerap racun es yang ada dalam tubuh Athena


Sudah... Sudah, kau sudah tak kuat


Teriak seseorang menyadarkan Seiya


"Apa aku gagal?"


Tanya Seiya frustasi


"Kau tak gagal, hanya saja kau belum sepenuhnya menyedot racun es yang ada di dalam tubuh gadis itu"


Jelas Tabib sueng sambil mendekati Seiya


"Apa kau mencintai nya?!"


Tanya tabib sueng Menggoda


Seiya hanya menundukkan kepalanya karena merasa malu


"Dalam kurun waktu beberapa hari, dia akan sadar kembali"


Jelas Tabib sueng sambil menepuk nepuk pundak Seiya


"Apa racun ini ada efek samping nya?"


Tanya Seiya khawatir


"Mungkin ada, misalnya ia kehilangan kekuatannya juga bisa saja kehilangan ingatannya"

__ADS_1


Jawab tabib sueng


Tiba tiba Seiya merasa kan sesuatu


Akh... Dingin sekali, bagaikan berada dalam tumpukan balok es yang dingin. Apa rasa ini yang selalu athena rasakan. Malang Sekali nasibnya


Batin Seiya menahan rasa sakit yang meresap sampai ke tulang dan sesekali ia melirik Athena


Disisi lain, kaisar Duan dan permaisuri Luna yang mendengar kabar bahwa Athena tertusuk pedang di Medan peperangan


"Lepaskan aku, aku ingin menyelamatkan anakku... Dasar Pallas tak tahu diri!!! Beraninya kau menyerang Athena!!!"


Ujar Kaisar Duan marah marah


"Yang mulia, tenang lah"


Ujar Permaisuri Luna mencoba menenangkan


"Aku tak percaya cucuku terkena racun dari kodok Utara... Hiks..."


Ujar ibu suri Wei yang tak kuasa menahan tangisnya


"Ibu suri Wei tenanglah dulu... Mungkin sudah takdir Athena"


Ibu suri Yi mencoba menangkan ibu suri Wei


"Dasar kalian tak berguna... Jika kalian ingin ikut bersama si pengecut itu maka pergilah"


Ucap Pallas sambil menodongkan pedangnya pada leher Kaisar


"Kau jangan gila Pallas"


Ujar Kaisar tak dapat berbuat apa-apa


"Mumpung athena juga tak ada di sini... Aku akan membuat kalian merasakan sakit hati yang kalian pernah lemparkan kepadaku"


Ujar Pallas marah


SRTH... SRTH... SRTH...


Pallas memenggal kepada kaisar dan Permaisuri dengan sekali tebasan di hadapan para ibu Suri


"A... anak ku"


Ujar ibu suri Wei ternganga


Lalu ia langsung terkena Serangan jantung dan meninggal di tempat


"Kau tak punya hati... Jika pun aku mati, dendam kami pasti akan di balaskan seseorang..."


Ujar Ibu suri Yi memperingati


"Dasar tua Bangka!!! mati saja kau!!"


Ujar Pallas lalu menusuk dada sebelah kiri ibu suri Yi


"Akh... AKU DUAN YI... ME MENGUTUK MU SELAMA HIDUPMU, KAU AKAN MENDERITA SAMPAI HIDUP ENGGAN MATI PUN... Senggan...."


Ibu suri Yi menghembuskan nafas terakhir nya setelah mengutuk Pallas


"Cih... tak berguna"


Gumam Pallas lalu pergi meninggalkan tempat


Kini Kekaisaran Duan dan Kekaisaran Jin hancur berantakan di bawah pimpinan Pallas. Semua rakyat kelaparan, mati karena lapar juga banyak wabah yang terjadi di Negara Kaypang


Tanpa kekaisaran Duan dan Kekaisaran Jin, seluruh kekaisaran yang ada di negara Kaypang tak dapat berbuat apa apa


**Halo guys... Author Come back, maaf baru up... Author agak bingung mikirin alur ceritanya, di tambah karya author banyak banget, jadi banyak yang nggak ke urus.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Rate, komen dan Favorit ya... Biar Author makin sering up nya. Karena Author itu kalo ada karya yang di vote atau komennya banyak, Author bakalan up di situ, karena kan yang banyak readers nya lebih author pentingkan😘**


__ADS_2