LELAKI HALAL

LELAKI HALAL
A+


__ADS_3

Setelah selesai pkl aku masih dan teman-teman kembali ke sekolah dengan rutinitas yang monoton dan membosankan.


"ndukk, sini ini kamu sama indy, minta tanda tangan sama mas indra, nanti kalau nggak minta sertifikat kalian nggak keluar" kata pak jhon


Again!


Masih bolak balik ke pabrik untuk mengurus berkas laporan yang di kliping juga.


****


Setelah selesai semua akhir nya sertifikat dibagikan sama kaprog (kepala program) setiap jurusan.


Aku mah nggak gila nilai yang penting lulus aja,tapi beda dengan indy yang punya karakter ambisius dengan akademik, dia kalau ada yang nilai nya tinggi dikit gitu, langsung cemberut.


I don't know, mungkin sejak dia sekolah akademik nya bagus.


"koko... Juki... Aga... Wawan... Bangkit... Indy... Retno... Eguh... Iki...yhuna... Via... Dst" panggil bu mah.


Akhir nya tiba juga giliran aku di panggil


"Setya... Ini paling tinggi lo nilai nya, dari jurusan AP, Ak Setya paling tinggi, satu sekolahan looh" kata bu mah


"dapat apa buukk" serempak


Mimik muka nya bu mah juga nggak percaya kalau aku dapat nilai itu,kalian pasti tau lah kalau kaprog itu pasti punya jagoan murid nya masing-masing.


Dan aku tergolong murid yang "B" aja alias biasa aja, walaupun selalu masuk 10 besar kalau tes semesteran.


"dapat A+ Setya" kata bu mah sambil liatin ketemen-temen.


Tapi aku belum maju kedepan karena belum di suruh maju,kebetulan aku Anak yang moving terus tempat duduk nya, kadang sama indy kadang sama yhuna, kadang sama sari, kadang sama emo semua pernah duduk sama aku, hehe


"aaaa ada hubungan sama yang punya kok bukk" kata koko, Juki, aga sama bangkit


"huuuu" sorak sekelas

__ADS_1


Muka indy pun juga nggak enak banget dilihat, karena dia dapat B+.


Aku marah sama mereka, padahal kita team prakerin, ini yang kalian sebut tim.


Aku pun juga nggak tau kenapa mas indra kasih nilai aku A+, dan aku marah juga sama mas indra, kenapa nggak disamain aja seperti indy.


"benar yaa... Ada hubungan" kata bu mah mengindahkan tuduhan itu


"enggak buk" kata ku singkat


"bener...." kata nya lagi


"sumpah demi Allah enggak buk" kata ku


Aku pengen teriak sekencang nya, karena ini membuat aku stress dan nggak bisa konsentrasi untuk belajar.


Padahal yang punya hubungan indy sama nug, kenapa jadi aku yang di cengin dan di fitnah.


Cuma gara-gara nilai A+.


****


Ya udah kita kesana, kesempatan nih buat tanya kenapa dia kasih aku nilai segitu.


"mas maaf kata kaprog nya ini harus ditanda tangani juga**" kata ku sambil muka cemberut.


"oohh sini, duduk dulu sini kalian" kata mas indra


Kita duduk diteras rumah nya mas indra, kita nggak kepabrik, kita langsung ke rumah nya, dan Alhamdulillah nya dia ada.


"mas, nilai ku kok A+ sendiri, kenapa nggak disamain aja nilai nya kayak indy, aku di bully sekelas, disorakin dikira nya aku punya hubungan sama mas indra, aku marah aku kesel banget pengen tak eeuuuggghhh (tangan ku mengepal)" omel ku disela-sela mas indra tanda tangan


Sesekali dia melihat aku, saat aku berbicara, senyum senyum tipis ala bad boy gitu lah.


Indy masih dengan muka yang berbicara *kenapa sih lu, iyaa seharus nya kita sama nilai nya, karena kita kerja bareng*.

__ADS_1


" hla gimana apa diganti sekarang, aku bilang sama pak jhon, sertifikat nya udah di bagikan? Kan kinerja nya beda, aku lihat dari kinerja kalian dong" jelas nya


"iyaa tapi kan aku jadi di cengin sama temen-temen" kata ku sambil menunduk pertanda kalah


Kalau udah nilai dari kinerja, yaa mon maap saya udah nggak bisa berkata-kata lagi, karena mas indra pasti juga minta pendapat karyawan nya yang selalu bersama kita.


"yaa udah nggak usah dibahas lagi, sertifikat udah ditangan kan, ini berkas nya juga sudah selesai ditanda tangani" kata nya menyudahi


"yaa udah kita langsung aja yaa, kita masih ada pelajaran habis ini, ini kita izin keluar minta tanda tangan tok disuruh bu mah" kata ku lagi


Indy mah nggak mau ngomong, aku terus yang ngomong.


" yaa udah, hati-hati... Nggak mampir dulu beneran, makan dulu minum dulu, ibu masak lo buat anak-anak nanti istirahat" basa basi nya


"enggak kita langsungan aja, ibu mana? Mau pamitan sama ibu dulu" kata ku lagi


"masuk o, ibu di dapur" jawab nya


Setelah kita pamitan sama ibu, kita kedepan diantar sama mas indra sampai ke gerbang juga.


"ya udah kita pamit, Assalamualaikum" kata ku sambil cium tangan diikuti dengan indy


"waalaikumussalam" jawab nya sambil usap kepala ku bentar


Arrgghhh...


Pakai usap-usap kepala lagi, liat indy pasang muka yang tambah kesel.


Alah bodo amat lah, terserah kalian mau berprasangka seperti apa.


Yang penting aku sama mas indra nggak ada hubungan apa-apa dan hanya sebatas 'atasan dan karyawan' kalau waktu kita pkl.


Masalah temen-temen sekelas dan bu mah mau bilang apa juga, terserah...


Dan aku mulai menutup diri sebentar karena kejadian ini.

__ADS_1


__ADS_2