
Nggak tau kenapa ada suka aja kalau lihat OM-OM Batu itu, kalau nggak lihat dia sehari aja, seperti ada yang hilang gitu.
Aku suka sama dia?? Oohh tentu tidak hanya seperti adik yang merindukan abang nya aja,buka perasaan seperti aku ke kulkas alias nug.
Lagi-lagi mas indra lebih lengket dan mudah open dengan indy, poteque lagi aku.
Mereka suka indy, tentu mereka memandang lebih asik dan cantik.
Beda dengan aku yang kaku dan cuek, menurut mereka....
Setidak nya bang ben yang jujur penilaian nya.
Tapi nggak papa, sempat merasakan hampa juga sih di pabrik ini, apa yang membuat aku semangat lagi untuk kerja disini lagi.
Setelah indy jadian sama nug, aku yaa sewajar nya aja,mengerjakan apa yang mereka perintahkan ke aku.
Lebih banyak diam katimbang sebelum indy dan nug jadian, aku lebih cuek ke mereka yang ada disini.
****
Lemes banget aku....
__ADS_1
Aku ngerasa badan ku nggak enak, karena kehujanan kemarin, lumayan deras hujan nya, dan aku menerjang nya dan menggunakan nya untuk menangis, menangis karena rasa yang seharus nya tak ada, malah semakin kuat, i hate you nug....
But i love you.
Seperti biasa aku mengabsen anak-anak yang datang dan membuat laporan keseharian kita selama disini, karena aku yang ditunjuk sebagai penanggung jawab berjalan nya tim ini.
"Assalamualaikum..." sapa pak jhon yang masuk dari bibir pintu
"waalaikumussalam" jawab kita serempak
Karena kita baru saja ngerjain laporan harian, ada mas indra juga yang lain juga.
Belum mulai kerja karena bahan untuk produksi belum datang,aku melihat jam dihp menunjukkan pukul 10.00,pak jhon udah sidak aja.
"biasa pak... Anak-anak, yaa kan dek nggak nakal to" jawab mas indra sambil melihat aku.
(iih ihh kenapa gue, tiba-tiba aja...)
"hiii (meringis) hla gimana mas, menurut mas indra, yaa nggak ndy" jawab ku sambil noel indy pertanda minta dukungan.
Indy hanya mangguk mangguk aja, yang tadi nya aku duduk di samping indy diatas kursi, aku turun bergabung dengan anak laki-laki yang ada di bawah.
__ADS_1
"kenapa e pak jhon kesini" tanya koko
"hla mana tau, mantau kita kali, sidak." jawab ku seadanya
Indy ngekor aku yang tadi nya diatas sekarang pindah haluan kebawah.
Jadi semua anak-anak dibawah, yang di mas jabrik juga dipanggil untuk datang kesini, bangkit dan wawan dipanggil.
Selama ini kita hanya tau mereka itu beberapa kali aja, waktu berangkat dan waktu pulang, mereka pun juga jarang main kesini,padahal ini adalah pabrik utama.
Sambil dengerin nasehat dari pak jhon dan juga mas indra, kita jawab iyaa iyaa aja biar cepet kelar.
"itu murid bapak yang itu, unik dan nurut yaa" kata nya sambil melirik kearah aku dan indy
Karena duduk kita bersebelahan, aku pikir yaa indy,aku mah orang nya nggak pedean, hla bodok ngapain.
"yang mana mas" tanya pak jhon
(pakek nanya lagi yaa jelas indy lah paakkk) batin hati ku.
"yang pakai jilbab itu, waktu pertama kali datang kan mereka berdua berjilbab, saya bilang ke indy kalau bagus nggak jilbab an, dan si adek siapa itu namanya lupa aku, tapi dia tetap pakai jilbab nya, iyaa kan dek, siapa nama mu kemarin " jelas nya panjang
__ADS_1
(muka gue udah merah woy... Malu om, ini om om emang batu yaa, mentang-mentang ada Pak jhon menggunakan waktu untuk ngobrol sama gue, mana lupa lagi sama nama gue).