
"namanya Setya mas" sahut indy
Aku hanya tersenyum sama orang-orang yang ada diruangan.
Sehabis itu pak jhon pamit,koran pun sudah datang jadi aku sama indy 'ngatok' i nampan aja (membungkus nampan).
Bangkit dan wawan balik ke tempat mas jabrik, anak-anak laki-laki dan karyawan yang lain keluar untuk angkat air kelapa yang baru datang.
Dan mulai produksi lagi.
Mas indra dan pak ndut pindah ke gazebo.hanya tinggal aku dan indy saja yang berada diruangan ini.
****
Beberapa hari setelah nya...
Kegiatan dirumah produksi nata disini sudah normal kembali, hanya hati ku yang kadang sakit,tapi ku biarkan,berhusnudzon aja nanti juga hilang sendiri.
Aku sudah mulai berbaur dengan penghuni rumah produksi lain nya, se asik ini loo ternyata kalau udah kenal sama Setya. Hehehe
"eeh ya nama panjang mu siapa to" tanya bang ben
"kenapa tanya-tanya, kepoo lo bang" jawab ku ngasal
"tanya aja..." katanya lagi
"yaa ndy... Kalian cuci nampan aja, ini biar kita yang selesaikan" kata bang pul
"okay..." jawab ku sama indy serempak
Agenda hari ini memang panen nata, karena produksi kapan hari itu emang lagi banyak-banyak nya.
Tiba-tiba mas indra datang dengan motor Tiger biru nya yang menambah kadar ke coolan nya.
Aku sama indy nyuci nampan di halaman jadi tau kalau mas indra datang.
Yang biasa nya langsung masuk ke ruang tengah, dia singgah di gazebo, mungkin nunggu teman.
Aku bercanda sambil sesi curhat lagi dong sama indy.
"mbak, ternyata nug dulu punya pacar terus pacar nya pacaran sama sahabat nya sendiri" kata indy
"oohh pantes, pertama ketemu dia aku pernah bilang kan ke kamu kan, kalau aku ngerasain sedih kalau lihat dia" kata ku
"iyaa mbak, kok bisa yaa" imbuhnya
"hlah... Mana aku tau, mungkin memang aku over peka dan sensitif kali ndy" kata ku lagi
Takut kalau indy berfikiran kemana-mana,dan berimbas ke hubungan nug dan dia.
Sudah selesai cuci nampan, aku main air sama indy kayak indiahe indiahe gitu lah.
Aku lupa kalau mas indra ada di gazebo sama teman nya,setelah ku sadar aku lihat dia sebentar, nyengirrr dong OM-OM Batu itu.
Fix...
Meleleh aku...
__ADS_1
Sebenar nya aku udah memaafkan dia karena sudah bilang aku bisu,hanya saja biar dia tau kalau ngomong ceplas ceplos itu boleh tapi lihat sikon dan siapa yang diajak berdiskusi seperti itu dulu.
Tidak semua karakter sama seperti dia, manusia diciptakan berbagai karakter bukan.
Aku tau sebenar nya dia baik, dan sejak dia bilang aku bisu dan aku diamkan dia beberapa hari ini, dia juga banyak berubah, nggak ceplas ceplos lagi dan mengelola kata-kata nya.
Terlebih dengan aku,dia memilah kata nya benar-benar.
****
Ruang tengah.
Aku sama indy pindah keruang tengah, potong-potong koran untuk bungkus nampan.
Mas indra masuk kamar mandi, aha....
Jiwa usil ku meronta-ronta,akhir nya aku kunci saja dia dari luar,bbhahaha.
Emang enak aku jailin,nunggu reaksi nya bagaimana.
Bunyi pintu di gedor-gedor dari dalam terdengar cukup keras, indy geleng-geleng kepala pertanda heran.
"ayoo siapa yaa yang ngunci, yang bukain hati nya kayak malaikat deh..., ayoo buka." kata nya dari dalam
Yaaahhh... Respon nya kok gitu sih, beda sama sem yang sebelum nya aku kunci juga dari luar, kalau respon sem dia manjat ke atas dan loncat.
"ayoo dek, buka...." kata nya lagi.
Akhir nya aku buka juga pintu nya,nggak asik iiihh....
"siapa tadi yang ngunci" kata mas indra
"yang bukain siapa" tanya nya lagi
"mbak Setya juga" jawab indy lagi
Karena sehabis buka pintu kamar mandi, aku langsung ke luar ambil nampan yang akan di bungkus koran.
Setelah masuk bawa nampan, aku lihat mas indra duduk dikursi sambil sebat (sebatang).
Ganteng-ganteng ngerokok, kadar ganteng nya hilang woy...
"makasih yaa..." kata nya ke aku
"(heran) memasang muka heran"
"iyaa tadi bukain pintu kamar mandi kan" katanya lagi
Yaa Allah... Muka ku pasti udah seperti kepiting rebus, merah banget.
Kamu ini makhluk Tuhan yang jenis nya apa sih om... Nggak humoris dan kaku banget.
****
Jam 12.00
Saat nya istirahat, seperti sebelum-sebelum nya, aku sama indy sholat dulu ke mushola.
__ADS_1
Setelah selesai sholat aku sama indy santai duduk dulu di gazebo, ngobrol-ngobrol.
Nunggu yang lain selesai makan, baru kita makan, hari ini rasanya mager banget.
Cuaca yang mendung, angin nya bikin tambah pengen rebahan.
Aku lihat mas indra ada di bibir pintu, baru keluar
Duduk dibibir pintu.
"pada nggak makan kenapa?" tanya nya ke indy dan aku.
"nanti mas, istirahat dulu..." kata indy
"itu temen mu udah nggak marah lagi to ndy" tanya nya
Aku yang dengar itu senyam senyum sambil lirik mas indra.
Indy pun juga senyum-senyum.
"sini tak kasih tau mas" sahut ku
Mas indra nurut aja gitu tak suruh ke gazebo, dasar anak abg nggak tau diri emang aku ini, orang tua disuruh-suruh.
Mas indra udah duduk digazebo.
"tau nggak, kemarin itu aku marah kenapa" kata ku
"yaa nggak tau lah, yang marah kamu" jawab nya polos
Laki-laki emang gitu yaa, kadar kepekaan nya ngabar dan tak terawat.
"iiihh ngeselin banget, kemarin itu aku marah karena mbok bilang bisu tau,kalau ngomong suka nggak disaring siih" omel ku
Mana yang aku omelin senyam senyum nggak bersalah lagi, ya Allah...maafin A im yaa Allah.
"malah senyam senyum... Lain kali jangan gitu lagi nggak cuma sama aku, tapi sama orang lain juga, karakter orang beda-beda tau. Aku tuh diam karena adaptasi, bukan karena bisu." jelas ku lagi
"iyaa iyaa... Maaf yaa kalau ada salah yang disengaja atau enggak disengaja" kata nya lagi sambil mengulurkan tangan.
Aku menyambut nya dan ku tempel di pipi.
Halah... Kayak salim sama orang tua gitu deh pokok nya.
"kalau udah lulus ini, kalian mau kerja apa mau kuliah" tanya mas indra sama kita
"kalau aku in syaa Allah kuliah, ambil perhotelan" kata indy
"kalau kamu ya" tanya nya ke aku
"pengen nya sih kuliah, tapi kalau lihat perekonomian belum dulu deh, sambil cari bidik misi lah nanti mas" kata ku
"pengen ambil apa kalau diberikan kesempatan kuliah" tanya nya lagi
"eeuumm kalau enggak psikologi yaa kimia industri Lagi, sambung jurusan yang sekarang" jawab ku
"kenapa suka sama psikologi, adekku juga ada yang ambil psikologi juga, dia dulu juga bidik misi, kalau kamu ndy" tanya nya
__ADS_1
Dan blaa blaa blaa
Kita ngobrolin banyak banget, pecah telor ngobrol santai sama mas indra baru kali ini, sebelum-sebelum nya bersi tengang terus.