
Seperti biasa sepulang kerja dari ire aku rebahan time, sedari pagi sudah keluar rumah untuk kerja, entah kenapa hari ini rasanya sangat lelah.
Cek chat wa siapa yang nge chat dan stalking gebetan, hiiyaa Hiyaa Hiyaa
Hah... Dia bikin status, buru-buru ku ubah privasi whatsapp dari centang biru ke centang abu-abu, biar mereka tidak tau kalau aku stalking dia.
Gengsi dong masa Setya lihat Story seorang kulkas yang udah benar-benar tidak menaruh rasa yang sama, hiks... Kasian nya ikan buntal ini, sudahlah paras tak cantik body pun melembung.
Pengaturan privasi sudah ku ubah, saat nya stalking, hahaha
Hah... Kopi lagi?
Nii anak nggak ada bahasan apa gitu apa yaa, setiap bikin Story kalau enggak kopi, burung.
Pacar kek, calon istri kek apa kek yang buat aku nyerah lagi gitu biar nggak stalking ente lagi.
Eehh jangan deh, kalau udah kek gitu berarti aku harus benar-benar move on dong dari kulkas.
Susah woy... Move on dari laki-laki yang udah jadi cinta kedua setelah bapak sedari SMK itu,lebih tepat nya kelas dua SMK.
Pertama kali bertemu dia saat aku diberikan tugas dari sekolah untuk praktik kerja lapangan(PKL) karena aku mengambil jurusan kimia industri jadi aku dan ke enam teman ku ditempatkan di salah satu rumah produksi nata de coco setempat yang masih bisa dijangkau dengan sepeda ontel tentu nya.
Karena dua dari teman ku adalah anak pondok pesantren MH.
__ADS_1
Hari pertama masuk pkl...
"ndy, kamu apa aku yang boncengin" kata ku bersemangat.
"kamu aja mbak yang boncengin" jawab nya
Motor baru niih, ulang tahun aja kado nya motor, coba kalau aku ulang tahun, mana pernah aku dikadoin sama orang tua ku, di ucapin aja enggak boro- boro kado.
Tepat sehari sebelum masuk pkl bapak pulang dari pembinaan selama dua tahun lebih, yang seharus nya empat sampai lima tahun, seneng banget aku akhir nya tugas ku sebagai tiang pengganti selesai.
"mbakk mbakk awaasss" kata indy panik
Gubrraaakkk braak braakk
Haaaa.... Pengen nangis tapi nggak boleh panik.
"ndy, kamu nggak papa" tanya ku tak kalah panik
Aku bantu dia berdiri dulu dan menepi dirumah budhe yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
(Sial... Ngapain sih itu kambing nyebrang segala, ngapain juga menggembala kambing di pinggir jalan gini, seharus nya dipadang hijau, disawah kek lapangan kek mana kek) aku mengumpat dalam hati.
Setelah memastikan indy tidak apa-apa aku berdirikan motor nya yang hampir masuk ke sungai kecil.
__ADS_1
Aku melupakan rasa sakit ku yang ada dibagian kaki dan bagian lain nya.
Untung nya ada tetangga ku yang lewat, aku minta tolong untuk memanggil bapak ku.
"ndy, coba telfon anak-anak yang ada di pabrik, suruh izin in kita berdua, nggak mungkin kita kesana ndy, kamu oke tak nii, ke puskesmas mau,sama telfon keluarga mu ndy" kata ku tanpa jeda
Dia langsung mencari kontak yang bisa dihubungi dan yang bisa dihubungi hanya aga, laki-laki itu mana bisa lepas dari hape.
"haloo ga, aku sama mbak Setya jatuh, tolong izinkan yaa, hari ini belum bisa masuk" kata indy
"bilang aja sendiri niih sama mas-mas e disini yaa yaa" jawab aga dari seberang.
"haloo... Gimana-gimana, tidak apa-apa kan" kata mas-mas yang disana
Mereka ngobrol dan sudah selesai urusan kita soal perizinan.
"siapa tadi yang ngomong yaa ndy" kata ku penasaran
"nggak tau mbak, apa mas nya yang masih muda itu yaa, yang kamu bilang cool itu loo" jawab nya
"ooohh mungkin" jawab ku singkat
Siapa sebenar nya kamu ini wahai laki-laki berdarah kulkas.
__ADS_1