
Purnama dan Aarav sangat menikmati bakso walaupun tadi sebenar-nya mereka sudah memakan es krim tetapi itu tidak mengenyangkan perut mereka.
suasana taman sangat membawa sejuk, walaupun terlihat sangat rame, tetapi tidak ada suasana ribut ataupun musik besar-besaran sepertinya para pengunjung di sini tujuan-nya untuk mencari ketenangan sebentar.
"Lama amat lu makan Rav" ucap Purnama setelah melahap habis bakso yg di mangkuk sedangkan Aarav masih sibuk mengunya.
"Hah, iya ya?, heh" Aarav menyengir layak nya kuda.
" Ya udah nanti kalau udah susul gue ya" Purnama mulai beranjak dari tempat duduk-nya.
"Susul ke mana?" Tanya Aarav buru-buru sebelum Purnama melangkah kan kaki-nya lebih jauh.
"Gue mau duduk di ayunan yg di ujung itu" Aarav melihat arah yg di tunjuki oleh Purnama .
"Ayo gue ikut" ucap Aarav sambil beranjak dari tempat duduk-nya.
"Lah bakso lu kan belum habis Rav?" Purnama mengkerutkan dahi-nya.
"Biarin, keyang" Purnama menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Ya sudah ayok" Purnama mulai melangkah kan kaki nya menuju ayunan yg ingin ia duduki , Aarav mengekori dari belakang hingga Purnama duduk di Ayunan dan diri nya hanya berdiri di samping Purnama yg sedang mengayun-ayunkan Ayunan yg ia duduki.
"Rav, kok lu sekarang beda"
"Beda gimana pur?, perasaan baik-baik aja deh, enggak keliatan pucat kan"
"Kok Pucat?, ya enggak lah, yg beda itu tingkah lu" Aarav mengangkat satu alis-nya meminta penjelasan.
"Biasanya kan lu cuek, irit ngomong, lah ini kok kebalikan-nya?" Aarav ketawa kecil lalu tersenyum ke arah Purnama.
__ADS_1
"Ya gitulah, gue juga enggak ada alasan tepat kenapa diri gue berubah, hanya aja gue pengen lebih lama di dunia Pur"
"Kayak lu udah tau kapan lu mati aja Rav, hhhhhh" Purnama ketawa geli dan Aarav juga mulai mengikuti.
Entah mengapa malam ini Malam yg sangat indah, tenang, bahagia.
...----------------...
(setelah pulang dari taman).
Purnama langsung membersihkan diri, ia baru sadar setelah pulang ternyata sudah jam 11:32 wib, Tetapi ia tidak melihat adanya Alva hanya ibu yg sedang duduk di sofa ruang tengah bawah.
Purnama merasakan kesegaran di tubuh-nya lalu melangkah kan kaki ke luar kamar mandi dan duduk di kasur sambil mengeringkan rambut dengan anduk. setelah sekitar 25menit ia baru sadar hp-nya tertinggal di bawah sepertinya karna ia ingin melepaskan sepatunya lalu ia taruh Hp nya di meja bawah, lalu Purnama pergi keluar kamar menuju bawah untuk mengambil Hp-nya karna ada sesuatu penting, ia ingin mengabari dua teman-nya tentang tadi ia ke RSJ karna ia berjanji akan memberi tahu ke mereka.
"BUSET.....SETANNNNN.....IBU......" jerit Purnama saat ingin mengambil HP-nya di atas meja tiba-tiba ada orang di samping-nya.
"Ya iyalah baru pulang, kan sambil nyari makan tadi"ucap Purnama.
"Tadi kemana?" tanya Alva
"Ke RSJ"
"Oh...buat tanda tangan sebagai pasien gitu"
"Sembarangan" Purnama mencubit paha Alva tetapi itu tidak membuat mamangnya kesakitan.
"Gue nyari tentang informasi cewek yg nama nya caca" Alva langsung terhentak kaget.
"Buat Apa lu nyari tentang dia"
__ADS_1
"Dia nya yg nyuruh kok, kalau enggak gue bisa mati gara-gara dia datengin gue mulu"
"Jadi tante Caca sering datengin lu" Purnama mengangguk.
"Kenapa?, lu kenal tah?" Purnama mulai curiga karna ekspresi Alva yg aneh. kayak-nya memang saat nya Purnama tau.
"Caca tante lu" Purnama terhentak kaget apa yg ia pikirkan ternyata benar.
" Suami nya kepsek lu, jadi itu alasan kenapa gue di suruh jagain lu oleh Kevin karna sepertinya ada kaitan-nya dengan balas dendam di keluarga lu" lanjut Alva.
"D-dendam apa?"
" Itu belum pasti, gue sama Kevin juga belum tau, Jadi lu harus hati-hati sama kepsek lu"
"Jadi kak kevin juga udah tau"
"Iya, kita lagi cari kakek sama nenek lu, kali aja mereka tau tentang dendam itu, apa lagi gue sama kevin ngerasa kasus kecelakaan Celsi sama teman lu yg namanya hellen itu ada kaitan-nya sama dia" Purnama mulai panas di campur merinding tapi ia berusaha rileks.
"Terus kenapa lu masukin gue ke Refton kalau kepsek nya itu pak Andri?"
"Itu buat ngebuktiin sama ngelabuin kalau lu belum tau jauh tentang dia sama keluarga lu, karna kalau dia udah tau kalau lu udah tau jauh tentang dia, takutnya berbahaya"
"Kenapa enggak di selidiki sama polisi kak?"
"Kita kagak ada bukti pur, besok gue mau temuin teman gue yg gue baru tau kalau dia keponakan oom lu Andri"
"gue ikut" Alava mengangguk.
"Sekalian ajak Aarav karna dia yg dari awal ngebantuin lu" lanjut Alva.
__ADS_1