
Selmat membaca🥰
‘’Maa''
''Aku tidak mau jika harus dijodohkan, mama taukan kalau aku mencintai Leon''
''Ra, Mengertikah ini untuk perusahaan kita Ra''
''Tapi maa kenapa tidak kakak saja yang melakukan penjodohan ini?''
''Karena Edward menyukaimu, jadi kamu harus menerima perjodohan ini'' ucap mama pelan
‘’Tidak ada penolakan Ra'' untuk pertama kalinya mama membentakku
''Tapi maa''
''Tidak Ra''
''Mama jahat, mama mau liat aku mati dengan melakukan ini''
‘’Tidak mama ingin kamu bahagia''
''Bahagian mama bilang,
baiklah jika itu keinginan mama, aku akan melakukannya, tapi ingat maa, aku bukan aku yang dulu lagi setelah mama melakukan ini terhadapku, yang mama pikiran hanya perusahaan,
mama tidak pernah memikirkan perasaanku''
Setelah mengatakan itu aku langsung pergi ke kamarku, aku membawa semua barangku dan pergi dari rumah itu. Untungnya aku memiliki apartemen dengan hasil kerja kerasku sendiri. Aku menangis sejadi-jadinya disana meratapi nasibku yang sangat memuakkan ini, bagaimana bisa mama menjodohkan ku, entah apa yang akan aku katakan pada Leon, Leon pasti sangat membenciku saat mengetahui ini ''ahhhhhhhhh'' ini membuatku prustasi.
“Hubby call”📞
''Ahhhhhhh, bagaimana ini, kenapa Leon menelepon ku di saat seperti ini😭''
Ting
''Sayang kamu dimana? Kenapa tidak menjawab teleponku, aku akan pulang minggu depan, I MISS YOU😘🥰''
Aku hanya membaca pesan yang dikirimkan Leon padaku, hatiku langsung hancur begitu membaca pesan tersebut
Kenap semua ini terjadi padaku, kenapa takdir selalu mempermainkanku, ''KENAP HARUS AKU'' Hanya itu yang terlintas di kepala ku, ‘’Leon apa yang harus aku lakukan?'' Haaaaaahhh ‘’Leon, sampai kapanpun aku akan terus mencintaimu'' ''MAAF''
Ternyata takdir mempertemukan kita hanya untuk singgah saja bukan untuk memiliki, takdir sangat kejam mempertemukan lalu dipisahkan begitu saja, andai aku bisa memilih aku hanya menginginkanmu di dunia ini tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku sampai kapanpun Leon, senyuman itu pasti aku akan sangat merindukannya tapi sekarang senyuman itu bukan milikku lagi, bagaimana bisa aku hidup tanpamu Leon
Setelah itu aku masuk ke kamar mandi dan langsung mencuci mukaku aku mengakhiri tangisan yang akan semakin membuatku muak, jika terus memilirkannnya aku akan setres, aku keluar dari apartemenku bergabung dengan kemacetan ibu kota, aku singgah di sebuah taman yang sering aku kunjungi dengan Leon, ternya ke sini membuatku semakin memikirkannya yaa lama termenung akhirnya tanpa sengaja air mata ini jatuh lagi
''Aunty, kenapa menangis''
Seorang anak kecil menghentikan lamunanku, aku langsung menoleh begitu mendengarnya, aku menatapnya dalam seolah ingin mengatakan sakit hati yang aku rasakan, mata kami saling bertatapan lama sekali, sampai anak kecil itu Memanggilku lagi
''Aunty''
__ADS_1
''Ahhhhh, Iyaa nak'' aku menjawabnya sambi menghapus air mataku yang jatuh
'' Aunty, kenapa nangis''
''Tidak apa-apa nak, kamu sama siapa kesini sayang''
''Aku sama uncle, tapi uncle nya hilang Aunty, tadi sih katanya mau beliin Dion es krim tapi sampe sekarang belum nyampe, Dion laper Aunty '' aku tersenyum mendengar ucapan anak kecil itu bisa-bisanya dia meminta makan dari orang yang baru pertama kali ditemuinya
‘’Ya udah, ayo sekarang kita beli makanan''
'' yehhh, Aunty''
''Youraa, RAAAAAA''
''Sophia''
'' kamu ngapain di sini raa, ini anak siapa lagi?
Yang pasti bukan anak kamukan raa, ap anaknya Leon raa, ganteng banget lagi'' Sophia yang baru datang langsung saja berbicara tanpa henti
''Ngaco tau nggak, ini anak kehilangan unclenya, jadi aku mau bantuin cari unclenya''
''Ohhhh, tak kirain anak kamu,
Ganteng siapa nama kamu?''
''Nama aku Dion Adam Wilson Aunty''
‘’Aaron Vincent wilson Aunty''
''Kok kayaknya aku pernah denger yaa raa??''
''Mana aku tau kak, ya udah yuk kita beli makan''
Setelah sampai di restoran kami langsung memesan makanan kami masing-masing, dan juga langsung memakannya nya ketika hidangan tersebut tersaji di meja kami, setelah selesai makan kami langsung keluar dari restoran tersebut.
''Aunty Dion mau es krim''
‘’Ya udah, ayo kita beli''
Kita duduk di kedai es krim tersebut, dan untuk sesaat aku melupakan masalahku, dengan adanya Dion yang mengalihkan perhatianku, aku bersyukur bertemu dengannya. Sophia juga belum tau masalahku dan aku juga nggak mau membebani dia dengan masalahku, kami memiliki masalah masing-masing, walaupun aku tau Sophia sudah mengganggap ku sebagai adiknya sendiri tapi tetap saja aku nggak mau membebaninya, cukup aku saja yang menanggungnya, tapi kalo Sophia tau dari mamaku dia pasti akan murka padaku memarahiku sejadi-jadinya.
hahhh melelahkan sekali, suara seorang laki-laki membuyarkan lamunanku.
''Dion''
''Uncle'' Dion langsung berlari kehadapn laki-laki tersebut
''Kamu kemana aja uncle dari tadi cariin kamu tau nggak?''
''Dion tadi tersesat, dan Dion liat Aunty cantik lagi nangis di taman uncle, jadi Dion samperin.
__ADS_1
dan Aunty juga beliin Dion makanan, sama es krim uncle. Aunty nya baik uncle''
''Sini, uncle Dion kenalin
aunty ini unclenya Dion'' Dion langsung saja menarik uncle nya kehadapn kami berdua
'' ohhhh, halo aku Aaron Vincent Wilson
uncle nya Dion''
''Aku Youra Lilyana Gracia, dan ini kakakku Sophia Emma''
‘’Halo tuan'' (kenapa ganteng banget sih pengen cubit deh pipinya) KTA Sophia dalam hati
''Iyaaa, halo
makasih ya udah jagain Dion, dan maaf karena Dion ngerepotin kalian, berapa nomer rekening kamu biar aku transfer uang yang udh di pakek Dion''
''Ahhhhh, udah kak nggak usah, aku kasih itu buat Dion kok kak''
''Tapi Youra'' kt Aaron masih ingin mengembalikan uang tersebut
''Nggak usah kak''
''Baiklah kalo gitu ini kartu nama aku, kalo perlu apa-apa telpon aja, ini nomer pribadi aku kok'' karena youra masih diam aja, jadi Aaron mengambil tangan Youra dan meletakkan kartu nama tersebut di tangan Youra. '' Jangan dibuang kartunya, inget kalo perlu apa-apa hubungi aku aja, Sekai lagi makasih yaa'' setelah mengatakan itu Aaron langsung pergi ke mobilnya meninggalkan Youra yang masih diam memaku
''Raa'' karena aku masih bengong, jadi kak Sophia mencubit tangan aku
''Ahhhh, sakit kak'' aku mengatakan itu sambil melihat tangan aku yang di cubit oleh kak Sophia
''Makanya kalo ada orang ngomong itu didengeri jangan ngelamun aja kerjaanya,
kok dari tadi kamu ngelamun aja sih Raa, ada masalah ya Raa?'' Setelah mengatakan itu Sophia menatapku dengan selidik
'' nggak apa-apa kok kak ''
''Jangan bohong yaaa''
‘’Beberan kak, aku baik-baik aja''
‘’Baiklah, ayo aku antar pulang''setelah mengatakan itu Sophia langsung saja menarik tanganku untuk mengikuti yaa, sesampai di mobil. ''Nggak di simpen kartu namanya Raa, lumayan loh Raa dapat nomer cogan gitu, mana baik banget lagi sayang kalo disia-sia-in tau atau mau kasih kakak aja hahahah''
‘’Apaan sih kak, ngaco banget tau nggak,
udah ayo jalan''
''Baiklah nona''
‘’Anternya ke apartemen aja kak, aku lagi nggak pengen ke rumah'' setelah mengatakan itu tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut aku, sepanjang perjalanan aku hanya melihat ke luar jendela, seharian ini aku telah memikirkannya bahwa aku akan resign dari perusahaan Leon, mungkin ini berat tapi ini harus aku lakukan demi masa depan kami berdua, setelah menempuh perjalanan 1 jam kami akhirnya sampe di apartemenku
''Nginep di sini aja kak, udah malam nih, apalagi jauh '' aku mengajak Sophia untuk menginap walaupun tau perjalanan dari apartemenku ke rumah Sophia hanya memakan waktu 15 menit, tapi aku khawatir karena sudah larut malam
__ADS_1