
'' YOURA HENTIKAN HAL BODOH ITU SEKARANG JUGA'' Leon langsung berlari menghampiriku
''Apa kamu sudah gila hahhhh'' Leon mengambil gunting yang aku pakai itu dan Leon melemparnya begitu saja
''Kamu liat kan Yeon aku bisa melakukannya, kamu pikir aku nggak berani melakukan hal bodoh itu kan,
aku udah muak untuk hidup Yeon,
kenapa kamu menghentikan ku Yeon?'' kataku dengan air mata yang terus mengalir
''Aku mohon hentikan semua ini Ra, kamu tau kenapa aku menghentikanmu?,
karena aku sangat mencintaimu seluruh hatiku undah kamu ambil Ra, jika kamu pergi sama aja kehidupanku tidak ada artinya, jika kamu pergi aku ikut pergi Ra'' kata Leon sambil menitihkan air mata
Leon langsung menghampiri ku dan melihat pergelangan tanganku
''Sakit Raa?
Melihat kamu terluka saja membuatku kehilangan akal, kemarilah aku akan mengobatimu‘’Leon langsung menarikku untuk duduk di sofa itu
Leon langsung mengambil handphone nya untuk menelepon sekretaris nyaaa ‘’Steve bawakan kotak p3k ke ruangan youra sekarang juga'' setelah mengatakan itu Leon langsung menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan
''Kenap kamu melakukan itu hah'' tanya Leon sambil menatap pergelangan tanganku yang terus keluar darah ''apakah sakit Raa?''
''Untuk membuktikan bahwa apa yang aku bicarakan itu benar Yeon,
tentu saja sakit,
tapi rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit hati yang aku rasakan Yeon, sampai kapanpu aku akan tetap mencintaimu'' tatapan mata mereka bertemu dan mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing
''Yeon ini kotak p3knya,apa ada yang terluka Yeon,
darah siapa begitu banyak ini Yeon dan kekacauan ini, apa kalian bertengkar'' arkan berkata sambil geleng-geleng kepala melihat darah yang ada di lantai ruangan desain tersebut, aku sudah mengenal steve sejak dulu dan pertama kali aku memasuki kantor ini orang pertama yang aku temui adalah Steve, dan juga dia adalah mantan pacar kak Sophia.
__ADS_1
‘’Keluarlah'' kata Leon tanpa melihat Steve
''Baiklah-baiklah aku keluar sekarang, selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, bukan dengan melukai satu sama lain, obati tangan youra sekarang darahnya terus keluar''. kata steve langsung keluar dari ruangan tersebut
Leon mengobati tanganku dengan hati-hati, dan dia juga membalut lukaku dengan perban. Setelah itu selesai hanya terjadi keheningan diantara kami baik Leon maupun aku enggan untuk berbicara sampai telepon aku berbunyi, dan aku langsung mengambilnya, Leon hanya memperhatikan gerak-gerikku tanpa mengatakan apapun.
Call on
'' Halo kak''
'' kamu dimana Ra'' kata kak Sophia
''Aku dikantor Leon kak, ada apa kak?'' Aku mengatakan itu sambil menatap Leon yang juga sedang menatapku
''Ohhh, aku hanya ingin mengajakmu makan, baiklah aku akan menjemputmu sekarang, kamu ada di ruangan mu kan Ra'' kata kak Sophia dengan cepatnya
''Iya kak, cari aja aku di ruanganku kebetulan masih ada sedikit pekerjaan kak''
''Baiklah aku ke sana sekarang, muachh'' kata kak Sophia yang di akhiri dengan tawanya
Call off
Dan ternyata kak Sophia hanya menutup telepon ku tanpa menjawabnya terlebih dahulu
''Siapa?'' Kata Leon menatapku
''Kak Sophia Yeon '' kata ku sambil membersihkan ruangan itu dari kekacauan
''Ohhh'' Leon langsung mengambil teleponnya dan mengirim pesan entah untuk siapa, dan dia hanya tersenyum dan itu membuatku semakin jengkel terhadap nya. Kenapa dia bisa tersenyum di saat seperti ini, di saat kita sedang bertengkar, memikirkannya saja membuatku kesal padanya.
Leon bangun dan menghampiriku ''kenapa apa kau semakin marah padaku?, apa kau kesal padaku?, kau menatapku dengan kemarahan, kau pikir aku tidak melihat tatapan tajammu itu, matamu menatapku seolah-olah kau akan memakan ku saja'' kata Leon sambil memelukku
''Leon lepaskan, kenap kau seperti ini, lepaskan aku sekarang juga Leon'' tetapi Leon sama sekali tidak mau melepaskanku dia malah semakin mengeratkan pelukannya
__ADS_1
''Diamlah ini adalah pelukan terakhirku, kau tau aku sangat mencintaimu aku akan terus mencintaimu kau tidak akan pernah bisa digantikan olah orang lain di hatiku, seluruh hatiku adalah milikmu, aku ingin egois ingin merebutmu darinya tapi aku tidak mungkin bisa melawan papamu karena ini adalah keinginannya, youra setelah kepergianmu lihatlah semua perubahanku, hah ini sangat melelahkan hidup ini tidak ada artinya lagi, aku mencintaimu'' Leon melepaskan pelukannya dan mencium keningku begitu lama setelah melepaskan ciuman itu Leon ''I LOVE YOU YOURA LILYANA''
Leon langsung keluar dari ruanganku begitu saja, aku menangis sejadi-jadinya ''bagaimana bisa semunya jadi seperti ini Yeon, aku sangat mencintaimu dan kau hanya akan melepaskanku begitu saja, Tuhan kenap takdir ini begitu menyiksaku kenapa kau tidak bunuh saja aku Tuhan kenapa kau harus memisahkan ku dari nyaa bagaimana aku menjalani kehidupan ini, bagaiman bisa aku tanpanya Tuhan''
''Youra
ada apa denganmu youra'' kak Sophia langsung menghampiriku yang menangis ''berhentilah menangis lepaskan semuanya kau pasti bisa sayang, jangan seperti ini'' hanya keheningan yang terjadi selama 30 menit
''Bangunlah kita pulang sekarang Ra'' aku hanya menuruti semua perkataan kak Sophia
*****
Setelah sampai apartemen aku langsung ke kamarku dan kak Sophia hanya membiarkan ku mengurung diri disana
''Youra buka pintu nya ini sudah malam youra, kau harus makan cepat keluar'' dia menggedor- gedor pintu kamar ku dengan keras
''Aku tidak mau kak'' teriakanku
‘’Keluar atau aku akan memanggil papa'' ancaman dari kak Sophia berhasil membuatku keluar
Aku hanya menatapnya datar, dan aku ke meja makan tanpa mengatakan apapun, kami makan dalam keheningan dan aku kembali lagi ke kamarku
kak Sophia hanya menghela nafas berat dengan sikap ku
*****
Lain aku lain juga Leon
Dia berada di apartemen nya ditemani olah Steve, dia meminum banyak sekali minuman keras sampai dia mabuk
''Hentikan Leon, kau sudah minum banyak sekali''
Steve langsung mengambil botol minuman tersebut dari tangan Leon
__ADS_1
''Bagaimana aku hidup Steve, dia akan pergi meninggalkan ku untuk selamanya, aku sangat mencintainya Steve, aku tau semua yang dia lakukan adalah untuk nama baik papanya tapi dia tidak memikirkan perasaan ku Steve, dia pergi begitu saja, kenapa ini terjadi kepada kita Steve wanita yang sangat kita cintai pergi begitu saja dari hidup kita, kenapa mereka harus meninggalkan kita Steve, aku ingin dia kembali ke sisiku, apakah kau tau dia sudah mengambil semua hati ku dia sudah membawanya pergi Steve'' Leon berucap sambil menangis
''Tenanglah aku tau semua penderitaan mu, aku juga pernah merasakannya Yeon ini sangat menyiksa, rasa sakitnya sampai sekarang masih ada Yeon belum hilang sedikitpun, kenapa mereka menghancurkan hati kita Yeon ?, kau tau aku sampai sekarang ini masih mencintainya Yeon, aku tidak pernah sekalipun menghianatinya tapi kenapa dia tidak mempercayaimu Yeon, ternya nasib kita sama Yeon sama-sama di tinggalkan oleh orang yang sangat kita cintai'' kata Steve sambil meminum minuman yang dia rampas dari Leon tadi