
Keesokan pagi nya aku terbangun lebih dulu dari pada kak Sophia dan aku langsung membuat sarapan kami, setelah sarapan tersaji di meja makan aku langsung membangunkan kak Sophia walaupun umur kami hanya terpaut 4 bulan tapi aku tetap memanggilnya kak Sophia karena bagiku walaupun umur kami hanya terpaut 4 bulan tapi tetap saja dia lebih tua dariku, dan aku juga menganggapnya sebagai kakak ku sendiri, dan kami tumbuh besar bersama. sebenarnya kami adalah sepupu ayahnya adalah adik kandung dari papaku dan ibu kami merupakan sepupu jauh, karena itulah membuat kami menjadi sangat dekat
Aku langsung membuka pintu kamarku dan aku melihat ternyata kak Sophia masih sah tertidur
''Kak ayo bangun,
Sarapan nya udah siap loh kak, kakak kan harus kerja kak ini udah kesiangan loh, kak''
''Lima menit lagi youra'' Kak Sophia malah menarik selimut lagi, dan ini lah yang membuat kesabaranku hampir habis
''KAKAK'' tidak ada satuan darinya
''KAK Emma,
ayo bangun ini udah siang tau nggak''
''Iyaa Ra''
''Kak aku madi dulu, kakak sarapan aja dulu sana
sarapnnya udah ada di meja makan''
'' emmmm'' hanya itu jawaban dari Kakak Sophia
Setelah selesai mandi aku langsung ke walk in closet untuk mengganti baju kerjaku, ternyata setelah aku selesai mandi kak Sophia langsung masuk ke kamar mandi
*****
Setelah kami berdua selesai bersiap-siap, kami langsung sarapan bersama '' Ra kamu beneran mau resign dari perusahaan Leon Ra''
''Iyaa, kak'' hanya itu gang keluar dari mulutku
''Emang kamu mau kerja di mana lagi?, kita kan butuh banget pekerjaan Ra, ya walaupun aku tau kamu adalah seorang desainer terhebat, jadi bisa cari pekerjaan dengan gampangnya''
''Gak tau juga kak, mungkin buat toko sendiri siapa tau laku hehehe'' kata youra yang diakhiri dengan tawanya
__ADS_1
''Ya lakulah, orang desain kamu itu bagus-bagus, kamukan desainer hebat, aku bantu deh buat cari gedungnya'' kata Sophia
''Gak usah kk uang aku masih cukup kok, buat beli keperluannya'' tolak youra
*****
Setelah 1 minggu berlalu, sekarang adalah hari Leon kembali, aku sekarang sedang berada di ruanganku untuk menyelesaikan desain yang aku buat dengan tim ku, tanpa aku sadari ada sepasang mata yang terus menatapku dengan perasaan penuh rindu, aku mendongakkan kepalaku dan mata kami saling bertemu, ‘’Leon'' ucapku pelan. dia sudah ada di hadapanku, jantungku serasa mau copot ketika Leon menatapku dengan perasaan cinta yang begitu dalam, dan teman timku menyadari siapa yang datang, mereka langsung keluar dari itu dan tinggal kami berdua yang diam membeku.
Leon langsung berlari kehadapanku, di memelukku dengan begitu eratnya aku tidak menolak juga tidak membalasnya, aku harus segera berpisah dengan laki-laki tampan ini, dan bagaimana caranya untuk menjelaskan kepada Leon, tanpa aku sadari air mataku jatuh tanpa permisi
''Sayang, aku merindukanmu'' dan Leon semakin mengeratkan pelukannya
Setelah beberapa saat Leon melepaskan pelukannya
''Kenap nangis, hmmm''
''Nggak Yeon, aku hanya merindukanmu
Dan aku nggak nyangka kamu ada dihadapanku''
''Gombal tau nggak'' aku langsung mencubit pinggang Leon
''Sakit sayang, kamu aku tinggalin bentar makin galak aja yaa,
oh yaa kok kamu nggak pernah angkat telpun aku juga gak pernah bales pesan aku sih sayang, aku kira kamu undah nikah sama laki-laki lain dan ninggalin aku tau'' kata Leon sambil menarik ku untuk duduk di sofa
'DEG'jantung aku serasa mau copot mendengar perkataan Leon
''Yeon ada yang harus aku omonging'' kataku dengan ragu
''Apa sayang, bilang aja aku siap dengerin sampe tengah malam pun aku siap dengerin kamu sayang''
kata Leon sambil tersenyum hangat kepadaku
Aku menarik nafas sebelum mengatakannya, sumpah demi apapun aku takut untuk mengatakannya
__ADS_1
''Yeon, aku dijodohkan sama Edward Yeon''
setelah mendengar itu Leon langsung menjatuhkan sebuah kotak yang di dalamnya berisi cincin
''APA, kamu nggak bercanda kan sayang '' Leon menatapku dengan tatapan kosong setelah mendengar itu
'' nggak Yeon, yang aku katakan adalah kebenaran'' tanp terasa air mata ini mengalir begitu derasnya
''Maafin aku Yeon, aku nggak bisa nepatin janji kita untuk selalu bersama, sekali lagi MAAF'' aku terus menangis dan Leon terlihat begitu frustrasi setelah mendengar perkataanku
Setelah hampir 30 menit aku menangis dan Leon hanya diam saja, aku langsung menyerahkan surat resign pada Leon
''Ini Yeon, maaf aku telah menjadi lemah dan tidak bisa memperjuangkan cinta kita Yeon, kamu harus tau apapun yang terjadi aku tetap mencintaimu, walaupun aku tau kamu pasti sangat membenciku sekarang karena aku tidak bisa memperjuangkan cinta kita, maaf
kamu pantas mendapatkan yang lebih baik daripada aku, karena aku udah nggak pantes lagi buat kamu yang begitu tulis mencintaiku tapi aku malah menerima perjodohan ini walaupun terpaksa, karena aku nggak mungkin merusak nama baik papa, aku ingin menutup mata dengan itu tapi aku nggak bisa Yeon
kamu laki-laki terbaik yang pernah aku temui dan aku nggak mungkin bisa luapain kamu karena semua hatiku udah aku serahkan untukmu dan nggak ada lagi hati yang tersisa Yeon, MAAF'' air mataku terus jatuh saat mengatakan semu itu
''Nggak, aku nggak akan lepasin kamu apapun yang terjadi Ra, bagaimana bisa aku hidup tanpamu Ra''
''Maaf Yeon aku harus pergi'' aku langsung bangun dari dudukku Tapi Leon langsung memelukku dari belakang
''Aku mohon jangan pergi, jangan tinggalin aku Ra
kalau kamu pergi sama aja kamu membunuhku Ra‘’Leon semakin mengeratkan pelukannya, dan tangisanku pecah begitu saja saat Leon mengatakan itu
Aku melepaskan pelukan Leon begitu saja dan langsung berjalan Keluar tapi perkataan Leon menghentikan langkahku
''Kamu boleh marah sama aku, tapi kamu nggak boleh ninggalin aku begitu saja, jika kamu keluar dari ruangan ini kamu akan melihat kehancuranku Ra, dan aku akan menarikmu supaya kamu juga merasakan hal yang sama, aku sangat mencintai Raa, jika aku nggak bisa mendapatkanmu maka siapapun juga nggak bisa mendapatkanmu Youra Lilyana Garcia'' ucap Leon, ucapn Leon membuatku tanganku gemetar
''Yeon jika kamu melakukannya maka aku akan langsung bunuh diri saat itu juga, sekarang pun aku bisa membunuh diriku sendiri di hadapanmu'' aku langsung mengambil gunting yang ada di atas meja desain dan mengarahkannya ke pergelangan tanganku
''Baiklah sihlakan lukai dirimu sendiri, aku tau kamu nggak akan mungkin melakukannya, karena kamu masih memikirkan kondisi keluargamu'' kata Leon menatapku
''Kamu kira aku bencanda Yeon, kamu salah besar akan hal itu'' aku langsung melukai pergelangan tanganku sendiri dan betapa terkejutnya Leon melihat aku melalukan hai itu
__ADS_1
''YOURA HENTIKAN HAL BODOH ITU SEKARANG JUGA'' Leon langsung berlari menghampiriku