Leonard

Leonard
Eps 4


__ADS_3

Keesokan paginya Steve dan Leon kepalanya pusing karena kemarin terlalu banyak minum dan mereka juga memuntahkan semua isi perutnya


''Yeon bisakah kau memesan makanan Yeon, aku lapar sekali ini semua karena kau yang minum jadinya aku minum juga'' keluh kesah Steve yang berjalan menghampiri Leon yang duduk di sofa ruang tamu


''Baikalah kau mau apa, ini pesan sendiri'' Leon menyerahkan handphone nya ke tangan Steve


Setelah beberapa saat Steve menggunakan handphone Leon Steve langsung menyerahkannya tetapi Leon hanya mentapnya dengan datar''ini....''


Leon hanya diam dia tidak ada niatan untuk berbicara, matanya hanya menatap ke depan


Steve langsung duduk di samping Leon


''Yeon jangan terlalu dipikirkan, pasti youra kembali lagi ke kamu aku tau youra juga nggak bisa menerima kenyataan ini bukan hanya kamu yang masih mencintainya tapi dia juga sama Yeon, bersabarlah kalian pasti akan bersatu kembali akan ada jalan untuk kalian bersatu Yeon '' Steve menatap Leon dengan prihatin atas apa yang di alami oleh atasan sekaligus sahabatnya itu


''Tidak mungkin dia kembali padaku lagi Steve dia sudah di jodohkan Steve, pasti sebentar lagi dia akan tunangan'' Leon menundukkan kepalanya sambil mengusap wajahnya dengan kasar


''Bersabarlah ingat setelah hujan pasti ada pelangi Yeon''


Mereka hanya terdiam dengan pikiran sendiri


''Bersiaplah Yeon kita harus berangkat ke kantor sekarang ada rapat yang harus kita jalani, walaupun patah hati kita juga harus bekerja'' kata Steve yang langsung bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar untuk bersiap-siap, Steve memang sering menginap di apartemen Leon jadi dia juga menyimpan beberapa setel bajunya di apartemen Leon untuk berjaga-jaga jika dia menginap

__ADS_1


Leon juga langsung bersiap-siap dengan wajah yang sangat lesu dia pergi ke kamarnya untuk mandi


Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka berdua selesai mandi dn makanan mereka juga sudah sampai, mereka langsung berangkat ke kantor setelah selesai sarapan, tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua yang ada hanyalah keheningan


Steve sangat mengerti dengan perasaan Leon saat ini karena dia juga pernah merasakan hal yang sama, di tinggalkan begitu saja oleh orang yang sangat dia cintai dan itu terjadi hanya karena sebuah kesalah pahaman, saat itu perasaannnya begitu hancur bahkan dia sampai tidak keluar apartemen selama beberapa hari dan saat itu Leon, Niko dan Arkan selalu menemaninya, mereka memang bersahabat sejak lama tapi karena pekerjaan mereka jadi jarang ngumpul bareng lagi


*****


''Youra apa kau tidak akan keluar hah'' Sophia terus saja memgkawatirkan adiknya yang tidak mau keluar kamar dia sampai pusing sendiri karena youra tidak keluar kamar sejak kemarin malam dan sekarang sudah sore tapi dia sama sekali belum keluar dari kamarnya


''Apa yang harus aku lakukan dia pasti tidak mau keluar, bunda tolong bantu anak mu ini untuk berpikir bunda'' Sophia hanya menggigit jari tangan nya sendiri dan dia juga mondar mandir di depan kamar Youra


Sophia mengambil handphone nya dan dia langsung menghubungi mama Youra, tapi nomer mama tidak dapat di hubungi


''Youra kakak keluar dulu, Kakak harus rapat, akan aku usahakan supaya pulang cepat, cepatlah makan kemu belum makan apapun sejak pagi, jangan melakukan hal aneh lagi Youra, cukup tangan mu saja yang terluka, Kakak pergi dulu'' setelah mengatakan itu kak Sophia langsung pergi ke kantornya karena memang hari ini ada rapat penting yang harus dia lakukan


Youra hanya duduk di balkon dengan pandangan mata lurus ke depan, air matanya terus mengalir tanpa henti dia hanya dia menyaksikan gedung-gedung pencakar langit di depannya, penapilannnya sangat kacau sekarang rambut yang kusut, air mata yang terus mengalir dan juga wajah yang pucat pasi, semangat hidupnya pergi tidak ada lagi cahaya dalam hidupnya yang ada hanya kegelapan, pikirannya hanya tertuju pada satu orang yaitu Leon deringan handphone tidak membuatnya beranjak dari sana, dari pagi dia bahkan belum memakan apapun dan sekarang sudah senja yang menandakan bulan akan datang dan matahari akan pergi


Tanpa terasa sekarang sudah pukul 8 malam tapi Youra masih setia duduk di balkon, dan sekarang kak Sophia juga sudah kembali ke apartemen


'' Youraaa'' Sophia langsung masuk, dia langsung melihat makanan yang belum tersentuh sedikitpun di atas meja ''bocah itu ternyata belum makan sampai sekarang, apa dia mau mati hah''

__ADS_1


''Youra keluar, kamu belum makan apapun Youra KELUAR SEKARANG JUGA'' Sophia terus saja menggedor-gedor pintu kamar youra tapi yang punya belum juga mau keluar


''Aku tidak mau makan, sebaiknya kakak pergi, aku ingin sendiri ''hanya itu yang keluar dari mulut Youra, dia sama Sekai tidak membuka kamar nya


‘’Ahhh, bocah itu'' Sophia hanya menghela nafas berat akibat perilaku Youra yang tidak mau keluar kamar, dan dia juga tidak mau makan


Keesokan harinya Youra masih saja tidak mau keluar kamar dan itu sangat membuat Sophia pusing pagi harinya dia memanggil youra dan youra masih sama tidak mau keluar kamar sampai dia pulang kerja Youra juga belum menyentuh makanan yang ada di meja makan, Sophia hanya membiarkan hal itu terjadi, membiarkan Youra untuk menata hatinya kembali


Besoknya Sophia langsung menuju kamar Youra ''Youra buka pintunya sekarang kamu harus makan, sudah dua hari kamu tidak makan, kamu mau sakit hah''


''Biarkan saja aku mati kak, tidak ada gunanya aku hidup, semuanya sudah hancur kak'' Youra hanya menangis meratapi nasibnya


''Tidak bisa begitu Ra keluarlah, kamu harus makan''


''Tidak mau, kakak pergilah''


''Youra keluarlah, bicarakan semuanya pada kakak''


Pintu kamar youra terbuka, di keluar dengan air mata yang masih berlinang, rambut yang basah, dan juga wajah yang pucat ''mau apa kakak, pergilah aku ingin sendiri''


Tanpa terasa air mata Sophia juga mengalir begitu melihat penampilan youra, tidak ada lagi senyuman dan juga keceriaan youra sekarang yang ada hanyalah kesedihan dan juga kehancuran. Sophia langsung memeluk youra ''maafkan kakak Ra, kakak telah membiarkan mu menderita seperti ini, marahlah Ra jangan hanya diam''

__ADS_1


''Kepada siapa aku harus marah kak, ini adalah takdirku bagaiman bisa aku menjalaninya, aku sangat tersiksa kak, hati ini hancur, Le Leon aku sangat mencintainya kak aku ingin membenci mama tapi aku nggak bisa kak, aku ingin mati saja kak'' kata Youra di pelukan Sophia, Sophia langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata youra


‘’Berhentilah menangis oke, semua akan baik-baik saja'' kata Sophia tapi youra tiba-tiba saja pingsan


__ADS_2