
Namaku Maura Anindita. Umurku 27 tahun, Orang orang biasa memanggilku Ara. Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, orang tuaku sudah tidak lengkap lagi, mereka sudah lama berpisah, di saat aku masih sangat kecil Ayah pergi dari rumah dan tak kembali lagi. Setelah beberapa tahun Ayah tak kembali, Ibu menikah lagi dengan laki laki pilihannya, semakin lama Ayah tiriku selalu bersikap seenaknya. Ibu pun seperti membenciku, bahkan aku tak pernah lagi merasakan kasih sayang darinya, hingga aku belajar untuk mandiri, Dalam masalah apapun aku tak pernah berani meminta kepada Ibu, Aku tak pernah di perlakukan semanja mungkin oleh Ibu sejak dulu. Dan setelah lulus sekolah, aku langsung pergi ke Jakarta, aku ingin belajar mandiri, aku tidak ingin bergantung kepada orang tuaku. Sampai aku harus pergi merantau kesana sini demi keinginanku yang ingin membalas jasa orang tuaku. Hingga waktunya tiba aku pun bertemu laki laki yang serius ingin menikahiku
Marchel, laki laki yang berusia 29 tahun dan bersetatus duda yang memiliki seorang putri berusia 7 tahun, di tahun 2014 aku menikah dengannya, tidak ada pesta atau resepsi, hanya walimahan sederhana. Setelah aku menikah dengan nya kehidupan rumah tangga kami pun awalnya berjalan sangat indah, aku merasa bahagia telah menikah dengan nya. Di usia pernikahan kami yang baru saja 8 bulan, aku melihat ponsel milik Marchel yang menyala, aku pun mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya di waktu ia sedang tidur siang, saat aku membuka isi chat tersebut betapa terkejutnya aku, seorang wanita yang berani me nge_chat suamiku dan meminta suamiku untuk menunggunya di dermaga. Hatiku begitu hancur melihat isi pesan tersebut, apa mungkin mereka mempunyai hubungan yang special,
Hingga akhirnya aku memutuskan ingin berpisah dengan Marchel, karna aku tak ingin di khianati olehnya, dan yang Marchel katakan pun mereka memang sering bertemu, aku memilih mundur karna aku tak ingin kembali sakit hati. Menjadi korban perpisahan orang tuaku pun sangat membuat ku sakit hati, aku terlunta lunta tanpa kasih sayang mereka, mereka hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri. Hingga pada akhirnya Marchel pun menjatuhkan talak padaku di tahun 2014 pada bulan December. Rumah tanggaku hanya bertahan 10 bulan saja.
Perceraian itu tak membuatku patah hati, sedih dan hilang semangatku. Aku terus bangkit dari peristiwa yang aku alami.
Aku pun memutuskan untuk kembali merantau. Dan di saat aku di perantauan aku dekat dengan laki laki bernama Eza, aku kira ia beneran tak memiliki istri, karena perkataannya begitu yakin, hingga akhirnya aku pun menjalani hubungan tanpa kepastian dengan nya, dan ternyata Eza mendekatiku karna mempunyai maksud lain. Eza hanya memanfaatkan ku demi mendapatkan uang dariku walaupun dengan alasan meminjam kepadaku. Di saat aku menyadari Eza hanya memerasku ia pun hilang begitu saja bagaikan di telan bumi. Dan aku pun tak lagi berkomunikasi dengan Eza
__ADS_1
Di saat aku begitu serius dengan pekerjaanku dan target ku, aku kembali berkenalan dengan laki laki yang begitu baik dan sopan.
Marvel,
Adalah sosok laki laki yang dewasa dan bertanggung jawab, Marvel laki laki berusia 34 tahun, ia memang lebih tua dariku dan sangat mapan, setelah lama kami kenal lewat media sosial dan menjalani hubungan jarak jauh kami pun bertemu. Setelah Marvel mengantarkanku pulang ke rumah, Marvel pun datang kembali bersama orang tuanya dan berniat ingin melamarku, tapi karna kedua belah pihak sudah menyetujuinya Marvel pun menikahiku, dengan walimahan sederhana dan mas kawin yang aku minta seperangkat alat shalat, acara tersebut hanya di hadiri kedua keluarga kami RT setempat dan Wali nikah, tak banyak orang yang tau tentang pernikahan kami.
Setelah kami menikah, berbagai cobaan datang silih berganti, tak hanya perdebatan kecil, omongan tetangga pun sampai ke telingaku silih berganti
Cobaan pertama yang harus kami jalani dengan ikhlas, selama kami menikah Marvel hanya bekerja serabutan dan tak memiliki pekerjaan tetap, sehingga tabunganku habis karena aku tidak mendapatkan pemasukan dan Marvel selalu mementingkan hobby nya.
__ADS_1
Marvel bukan tipe suami yang kasar, tapi masukan dan pendapat yang aku katakan tak pernah ia dengar, hingga akhirnya aku hamil pun Marvel tetap sibuk dengan hobby nya bukan sibuk mencari pekerjaan yang tetap agar kelak bisa mencukupi ku dan juga anakku.
Marvel memang bukan sosok suami yang romantis, sering memuji juga perhatian tapi jika aku butuh bantuannya ia siap membantuku
Inilah kehidupan rumah tangga ku dengan berbagai macam cobaan dan ujian
Aku tak tau apa aku bisa bertahan dengan nya, menemaninya dari nol sampai ia sukses
Assalamualaikum Readers ku yang tercinta
__ADS_1
mampir yuks di cerita halu ku yg baru
Semoga kalian suka ya