LIKA LIKU RUMAH TANGGA

LIKA LIKU RUMAH TANGGA
2 Awal yang bahagia


__ADS_3

Pagi ini di rumah Marvel yang tengah bersiap siap, mereka akan berangkat ke rumah Maura untuk menghalalkan kekasih nya, terlihat senyum bahagia terukir di bibir Marvel.


Tapi tidak semua anggota keluarga Marvel terlihat bahagia, Nindi sang Ibunda terlihat biasa saja, karna ia belum begitu dekat dengar Maura, Marvel mempertemukan mereka hanya satu kali saja.


"Ibu, sudah siap kan semuanya, tanya Marvel


"Sudah Vel, apa kamu yakin akan menikahinya, bukannya kalian baru saja kenal, ucap Nindi


"Ibu,,, aku ini sudah dewasa, dan sudah cukup umur untuk berumah tangga, aku mengenal nya sudah sangat lama, walaupun kenal melalui sosial media, tapi aku sangat yakin kalau Maura mau menerima ku apa adanya, sahut Marvel


"Jujur Ibu malu Vel, kita datang ke rumah mereka tidak bawa apa apa, hanya seadanya, itu pun bawaan cuma kue, dan nasi itu buat bekal kita selama di perjalanan, ucap Nindi


"Ibu, Maura itu tidak seperti perempuan yang pernah aku pacari dulu, Maura tidak banyak menuntut dari aku untuk di bawakan yang mewah mewah, Ibu tau tidak, sebelum Maura kembali ke Indonesia, Maura hanya meminta mas kawin dariku seperangkat alat shalat tidak lebih, jadi Ibu tidak usah khawatirin itu ya, sahut Marvel sambil menggandeng sang Ibu masuk ke mobil


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, Marvel bersama rombongan nya pun tiba di rumah Maura, keluarga Maura pun menyambut mereka dengan sangat bahagia. Marvel datang ke rumah Herman ayahnya Maura, Maura ingin acara ijab Qobul nya di laksanakan di rumah Herman Ayah kandung nya, Maura sengaja pulang ke rumah Herman bukan ke rumah Melati


"Maura... cepat keluar ada tamu, teriak Herman sambil mengetuk pintu kamar anaknya


"Iya,,, Ayah aku tau, sahutnya sambil memutar gagang pintu tersebut dan keluar menghampiri sang Ayah


"Coba kamu lihat siapa mereka yang datang Maura? sejak kapan kamu mempunyai kekasih, kenapa kamu tidak cerita sama Ayah, ucap Herman dengan sedikit heran


"Maafin Maura Yah, Maura memang belum sempat cerita kepada Ayah kalau aku sebenarnya dekat dengan Marvel selama Maura bekerja, dan kami berhubungan cuma jarak jauh, aku juga tidak menyangka kalau Marvel beneran serius sama aku, sahut Maura


"Ayah, Maura, ada yang bertamu kenapa tidak di buka kan pintu sih, malah ngobrol di sini, kasian tamu nya menunggu lama, ucap Rahma


"Itu,,,, anu Umi,,,

__ADS_1


"Sudah sudah, biar Umi saja yang buka, ucap Rahma setengah berlari ke depan untuk membuka kan pintu


"Assalamualaikum, ucap Marvel


Rahma yang melihat keluarga Marvel datang hanya diam mematung, Rahma begitu terkejut


"Wa'alaikumussalam, silahkan masuk Ibu, nak, sahut Herman kemudian mencolek tangan Rahma


"Eh,,, iya Bu silahkan masuk, sahut Rahma gelagapan


"Terima kasih, sahut mereka serempak


"Ayah, mareka siapa? mau ada kepentingan apa mereka?. tanya Rahma


"Mereka itu keluarga nya Marvel, pacarnya Maura, sahut Herman


"Sudah sana, tolong Umi buatkan mereka minuman, ucap Herman


"Iya,,,


"Oh tidak apa apa Pak, sahut Nindi


"Maaf Pak, sebelumnya kedatangan kami kesini saya ingin meminta restu dari Bapak, saya ingin menikahi anak Bapak Maura, ucap Marvel dengan lantang


"Kami memang baru beberapa minggu kenal bertatap muka, karna sebelumnya saya kenal Maura hanya lewat ponsel, Maura bercerita kalau dia tidak memiliki hubungan dengan siapapun, ucap Marvel


"Oh begitu, semua keputusan nya ada pada anak saya, saya tidak akan melarang dia tidak boleh menikah dengan siapa atau harus menikah dengan siapa, yang saya harapkan saya mendapatkan menantu yang bisa membimbing Maura dan menjaga Maura, semua keputusan nya saya serahkan pada Maura, sahut Herman


"Kalau memang Maura mau menerima lamaran nak Marvel yaa saya juga harus menerima nya, timpal nya


"Kalau begitu gimana kalau hari ini juga kamu melakukan ijab Qobul nya, saran Ahmad yang menjadi penghulu sekaligus Ustadz nya


"Betapa malu nya aku, Marvel kenapa kamu memilih langsung ingin menikahi gadis itu, kenapa kamu tidak mempersiapkan apapun, tidak ada seserahan tidak ada apapun, mentang mentang Maura meminta mas kawin seperangkat alat shalat, kamu kabulkan begitu saja, aku benar benar malu menyaksikannya, Gumam Nindi

__ADS_1


"Saya bersedia Ustadz kalau Maura bersedia, sahut Marvel


"Baiklah, tolong isi biodata kalian di sini, ucap Ahmad


Maura yang sedang memotong kue pun harus menunda nya, ia segera mengisi biodata di kertas untuk persyaratan nanti di buku nikah, setelah itu ia pun kembali ke dapur melanjutkan menata kue di piring


Tanpa mendengar dan menyaksikan ijab Qobul tersebut, juga tanpa ikut serta duduk di samping Marvel menghadap ke penghulu, Maura hanya sibuk di dapur menata kue yang Marvel bawa


.


.


.


Setelah Marvel mengucapkan ijab Qobul, Maura pun di panggil untuk menandatangani kertas tersebut dan menerima mas kawin yang Maura minta mereka pun melangsungkan sungkeman kepada Ibu nya Marvel juga kepada Herman.


Setelah selesai sungkeman Marvel pun meminta kepada temannya untuk mengabadikan momen di hari bahagia nya bersama Maura.


"Mas, tolong bisa ambilkan gambar kami yang bagus nanti berdua, ucap Marvel


"Boleh Vel, tenang saja mana ponsel nya, sahut Aji yang bertugas menjadi supir Marvel


Setelah acara selesai Maura pun merapikan piring piring kotor, Maura merapikan nya ke dapur, selepas dari dapur Maura duduk bersama anak dan menantu Rahma.


Maura merasa sedih melihat Ibu nya Marvel yang duduk di depan nya bersandar ke lemari, terlihat kesedihan dari raut wajah Nindi


"Acara apa ini, aku masih tidak menyangka kalau Marvel sekarang sudah memiliki tanggungan, sedangkan Marvel saja belum mempunyai pekerjaan tetap, Gumam Nindi


Maura pun seperti tak enak hati melihat Ibu mertuanya yang terlihat sedih, tidak hanya bagi Nindi, bagi Maura pun acara pernikahan nya sangat cepat dan singkat, Maura tidak menyangka keseriusan Marvel secepat itu, bahkan Maura pun merasa setengah belum siap. Maura yang melihat Nindi masih terlihat sedih, ia mencoba mendekati Ibu mertuanya dan berbicara kepada Nindi


"Ibu, maaf ya kalau acara pernikahan kami seperti ini, sesingkat ini, aku memang tak menuntut apapun dari Marvel, aku meminta kepadanya semampunya saja, maaf kalau acara nya tidak se mewah seperti orang orang, Marvel hanya sanggup seperti ini dan aku pun tidak keberatan, ucap Maura


"Iya tidak apa apa nak, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu, sahut Nindi yang kembali melamun

__ADS_1


"Aku benar benar merasa sangat malu oleh keluarga Maura, begitu cepat Marvel membuat keputusan, aku kira yang Marvel katakan beberapa hari yang lalu itu hanya bercanda, Marvel,,,, kamu benar benar sudah membuat Ibu malu.


__ADS_2