
Pagi pun tiba
.
.
Setelah acara semalam berjalan dengan lancar, Marvel pun ijin kepada Herman dan Rahma ibu sambungnya Maura jika Marvel ingin mengajak Maura untuk ikut pulang bersama nya ke kota Tangerang, tentu saja Herman menyetujui nya
Maura yang melihat Rahma sedang menyiapkan sarapan pun segera menghampiri ibu sambung nya untuk membantu membuatkan sarapan untuk keluarga nya Marvel
"Umi,,, apa Umi repot? Maura bantu ya, ucap nya sambil memetik sayuran, pagi ini Rahma memasak masakan sederhana, karna memang Herman dari keluarga yang sederhana, kamar di rumah nya pun hanya ada 3 kamar. Dan semalam pun Rahma harus tidur di lantai beralaskan tikar karna ia harus berbagi tempat tidurnya dengan saudara Marvel. Tidak seperti di rumah Marvel yang memiliki banyak kamar juga kamar mandi.
"Iya boleh Ara, Umi memang kewalahan, tolong kamu potongin sayurannya ya, Umi sedang membuat bumbu untuk membuat ayam goreng, sahut Rahma
"Beres Umi, oh iya mau masak apa saja? Maura bantu sampai selesai, ucap Maura
"Umi mau masak sayur asem, ayam goreng lengkuas, tahu tempe goreng, juga ada sambel ikan asin lalapan mentah, sahut Rahma
"Waaaah menu nya enak banget Umi, ucapnya
"Sudah sudah, jangan ngoceh terus cepet ya beresin, biar tamu nya tidak kelaparan nunggu makanan nya, sahut Rahma
Sedangkan di ruang tamu, Marvel yang sedang berbicara kepada Herman ingin membawa Maura ikut serta dengannya tentu saja mendapatkan ijin dari Herman, tanggung jawab dan tugasnya sebagai seorang sudah selesai.
"Ayah,,, aku ingin meminta ijin kepadamu, aku ingin membawa Maura pulang bersamaku pagi ini, karna bagaimanapun juga Maura sekarang sudah menjadi istriku, ucap Marvel
"Hmmm baiklah Ayah ijinkan, sebenarnya Ayah ingin kalian tinggal dulu di sini untuk beberapa hari lagi, Ayah masih belum puas menghabiskan waktu bersama Maura, sahut Herman
"Sebenarnya rencana awalku begitu, ingin tinggal dulu di sini untuk beberapa hari lagi, tapi ternyata di kota ada sanak saudara yang meninggal semalam, jadi terpaksa kami harus pulang, ucap Marvel
"Baiklah kalau begitu, kalau begitu tunggu sebentar makan dulu sebelum berangkat, Maura dan Umi mu sedang menyiapkan makanan, sahut nya
__ADS_1
Setelah cukup lama berbincang bincang, makanan yang mereka tunggu pun datang juga, dengan telaten nya Maura menyendokkan nasi juga lauk pauk untuk Marvel, tentu saja Marvel menerima nya dengan senang hati
"Silahkan Ibu, Bapak, semuanya di nikmati, ya seperti inilah menu makan di kampung, ucap Herman
"Oh tidak apa apa Pak, justru saya lebih suka seperti ini, apalagi ada sambal dan lalapan, sahut Nindi
Mereka pun menyantap makan pagi penuh keheningan, semua orang sibuk dengan isi piring nya masing masing, tapi tidak dengan Marvel. Marvel memilih makan satu piring berdua dengan Maura, sesekali Marvel menggoda Maura dengan menyuapinya
Setelah selesai menikmati makan pagi, Marvel dan keluarga nya pun berpamitan kepada Herman untuk kembali pulang ke kota Tangerang, tidak lupa Maura pun ikut serta bersama nya
"Baiklah Ayah kami pamit pulang, terima kasih semua jamuan nya juga restu dari Ayah, ucap Marvel
"Sama sama nak, jangan lupa sering sering lah main ke sini, sahut Herman
"Ayah, Maura pergi dulu ya, kalau ada waktu aku akan main ke sini, ucap Maura
"Hati hati ya nak, patuhlah kepada suamimu, sekarang dia yang bertanggung jawab atas mu, Ayah dan Umi mu hanya bisa mendo'akan mu, jika ada masalah jangan memutuskan keputusan yang belum tentu benar menurutmu, ucap Herman menasehati nya
"Iya Ayah, sahut Maura
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Mereka pun tiba di rumah Marvel, Marvel mengajak Maura untuk segera masuk dan beristirahat
"Akhirnya sampai juga, gumam Nindi lirih
"Ayo Maura masuk, istirahat lah dulu, sini ikut Ibu, dan kamu Marvel bawa koper kalian ya, ucap Nindi
"Iya Bu, sahut Marvel
Maura terus mengekori Nindi hingga ia sampai di depan pintu kamar milik Marvel
"Ini kamar nya, masuk dan istirahatlah, Ibu tinggal dulu ya, Ibu juga capek banget, ucap Nindi
__ADS_1
"Iya terima kasih Bu, sahutnya
Maura memutar gagang pintu kamar tersebut, di saat ia masuk ia di kejutkan dengan pemandangan kamar tersebut
Kamar cowok ko begini sih, berantakan banget,
Maura hanya diam mematung melihat keadaan kamar nya yang belum rapi, kelambu terpasang tidak rapi, kasur tidak tersusun rata juga isi lemari yang berantakan.
"Sayang, kenapa kamu melamun, tanya Marvel membuyarkan Maura yang sedang diam mematung
"Ah tidak ada, aku hanya sedang,
"Yah beginilah keadaan kamarku sekarang, kamu yang sabar ya, dan maaf kamar nya masih berantakan, uang untuk renovasi rumah ini tidak cukup, makanya kamarku masih melompong begini belum di pasang plapon nya, baju baju ku pun masih berantakan, ucap Marvel
"Oh iya tidak apa apa, ya sudah aku rapiin baju kamu ya, sahut Maura
"Tidak usah nanti saja, kamu kan cape baru dateng, sudah istirahat saja dulu, ucap Marvel
"Baiklah kalau begitu, karna memang bener aku cape banget, udah gitu perutku kram, sahut Maura
"Kram kenapa? aku ambilin obat ya, tanya Marvel
"Ah jangan, tidak usah, aku enggak apa apa ko, aku cuma kram karna yeri lagi haid, sahut Maura menunduk
"Ya sudah, kalau gitu tiduran ya, ucap Marvel
Baru juga ngehalalin semalem, udah dapet cobaan aja, udah di gembok
Kirain enggak ada gembok nya, nasib nasib, harus nunggu dong kalau begini,
Setelah menyuruh Maura untuk beristirahat, Marvel pun keluar dari kamarnya, ia menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya, setelah selesai Marvel melihat Maura yang tertidur sangat pulas, ia pun dengan cepat melaksanakan shalat nya.
__ADS_1
Setelah selesai ia pun ikut berbaring di samping Maura, sesekali ia memandangi wajah Maura yang begitu terlihat cantik di matanya
Ternyata benar kamu mau menerimaku apa adanya dan tak banyak menuntut apapun dariku, bahkan kamu memintaku agar aku tak menghambur hamburkan uang, terima kasih sayang, aku tidak perduli apa yang akan orang lain katakan tentangmu, yang pasti kamu lah yang selama ini membuatku selalu nyaman berada di sampingmu.