
Langit senja kini sudah berganti malam
Marvel yang sudah melaksanakan ibadahnya pun beranjak bangun dari duduknya dan pergi ke luar kamar, ternyata Marvel sedang ada tamu.
Sedangkan Maura yang sudah bangun sedari tadi pun tengah di sibukkan dengan baju baju Marvel yang sudah tak terpakai lagi, Maura merapikan baju milik Marvel yang berantakkan di dalam lemari, Maura memisahkan baju untuk sehari hari di rumah dan kemeja, ia juga menggantung baju koko juga jaket milik Marvel, Maura begitu sangat bingung melihat baju Marvel yang begitu sangat penuh, bahkan untuk baju nya pun tidak tempat lagi
Maura sangat serius melipat baju baju tersebut satu per satu, tak berapa lama Marvel pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang,,, ada yang bertamu dan ingin bertemu denganmu, ucap Marvel
"Tapi aku sedang merapikan baju mu, sahutnya
"Sudah itu di tinggal dulu, aku ingin mengenalkanmu kepada tante juga om ku, di luar juga ada Habib Hamzah, jangan lupa kerudungnya di pake, ucapnya
"Iya, sahutnya
Setelah mengenakan hijab Maura pun keluar dari dalam kamarnya, ia terus mengekori Marvel, tiba nya di teras rumah Marvel menhenalkan Maura kepada om dan tante nya juga Habib Hamzah.
"Kenalkan Om, Tante istriku, ucap Marvel dan Maura pun menyalami mereka satu persatu
Ketika Maura ingin kembali ke kamar, Marvel pun memberhentikannya menyerahkan amplop kepada Maura
"Ini Bawa, ucapnya
Maura pun hanya mengangguk tanda mengerti
Maura pun kembali ke kamar dan melanjutkan melipat baju milik Marvel, Maura melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 8 malam. Tak lama Marvel pun kembali
"Sayang sudah beres belum ngelipetin baju nya, tanya Marvel
"Belum, emang kenapa? sahutnya
"Aku ingin tidur, ucap Marvel
"Tinggal tidur saja silahkan, sahut Maura yang tak mengerti apa maksud Marvel
Maura pun memasukkan baju baju milik Marvel ke dalam lemari, lalu ia pergi ke kamar mandi, setelah ia kembali Marvel pun sudah duduk tempat tidur sambil memainkan ponsel milik nya, setelah ia melihat Maura sudah kembali Marvel pun menepuk tempat tidur tanda menyuruh Maura untuk duduk di samping nya, Maura pun menghampiri nya
"Masih belum beres ya, bisik Marvel
"Belum beres apa? jawab Maura polos
Mendengar jawaban Maura, Marvel hanya mendengus kesal
__ADS_1
Katanya udah pengalaman, tapi tidak ngerti maksudku apa,
Sudah ayo tidur, ucap Marvel sambil merebahkan tubuhnya
Maura pun merebahkan tubuhnya di samping Marvel, tak berapa lama Marvel pun memeluk Maura, Marvel mencoba meraba pan**t Maura.
"Masih di gembok, gumamnya
"Apa yang di gembok? tanya Maura
"Enggak ada apa apa, ayo tidur, ajak Marvel
.
.
.
.
Suara adzan subuh berkumandang membangunkan insan untuk segera menghadap untuk shalat subuh, Marvel pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan keluar untuk segera berwudhu, tak lama Marvel pun segera melaksanakan shalat subuh nya, setelah selesai melaksanakan shalat Marvel pun tidur kembali di samping Maura
Marvel mengganggu Maura yang masih tertidur pulas.
"Jangan di buka mulutnya, masih bau naga, ledek Marvel
Maura yang mendengar ucapan Marvel pun tidur kembali sambil menarik Marvel agar tidak melepaskan pelukkannya
Mereka pun tidur kembali
.
.
Mentari pagi mulai menyinari bumi, menghangatkan dua insan yang sedang mimpi indah di balik selimut mereka.
Maura mulai membuka matanya, ia melihat Marvel yang masih tertidur pulas
Maura pun keluar dari kamarnya membawa handuk dan baju ganti, ia menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, setelah selesai dengan ritual mandi nya ia pun kembali ke kamar, Maura melihat Marvel yang sudah bangun sembari memainkan ponsel milik nya
"Mas, mau sarapan apa? tempat yang jual makanan di mana, tanya Maura
"Nasi uduk mau enggak sayang, aku saja ya yang beli, sahut Marvel sembari beranjak bangun dari tempat tidurnya
__ADS_1
"Baiklah, ucap Maura kemudian ia pun merapikan tempat tidur setelah Marvel keluar dari kamarnya
Maura sangat bersemangat menyapu lantai, mulai dari kamar nya juga sampai ke seluruh ruangan di rumah mertuanya.
Sekarang ini rumah mertuanya sangat sepi, tidak ada anak kecil dan adik ipar nya pun sudah berangkat bekerja. Nindi memang sudah mempunyai 2 cucu, tapi semua cucu cucu nya tidak ikut serta tinggal bersama nya, anak perempuan nya masing masing sudah berkeluarga, jadi Maura tidak terlalu capek dengan pekerjaan di rumah mertuanya.
Setelah selesai sarapan, Marvel pun meminta ijin kepada Maura untuk pergi ke rumah sakit untuk menjalani terapi nya, sudah beberapa bulan yang lalu Marvel mengeluh nyeri tulang pinggang nya.
"Aku pergi dulu ya sayang, tidak apa apa tidak usah masak, nanti aku beli saja, ucap Marvel
"Iya mas, kamu hati hati ya, sahut nya
****
Matahari yang semakin terik dan gersang
Membuat Maura harus lebih cepat memeriksa baju baju yang sudah kering. Siang ini Maura yang sedang sibuk dengan baju yang ia ambil dari jemuran, ia segera melipat nya. Tapi ia terhenti ketika Marvel sudah pulang dari rumah sakit
"Sudah pulang mas, tanya Maura
"Iya sayang, sahut nya
"Apa pasien nya tidak banyak? tumben jam segini udah pulang, ucapnya
"Iya kebetulan banget yang terapi enggak banyak, jadi aku bisa pulang cepet, ya sudah makan yu, aku udah beli nasi padang buat kita makan, ucap Marvel sambil membuka bungkusan tersebut dan meletakkan nya di lantai
"Sebentar, aku ambil piring dulu ya, ucap Marvel dengan cepat ia keluar dari dalam kamar nya
Tak lama ia pun kembali membawa piring kosong dan air minum
"Kenapa makan nya harus di sini mas, tanya Maura
"Kamu kan masih sakit sayang, sahut Marvel
"Ayo aaaa buka mulutnya, biar aku yang suapin, ucap Marvel sambil mengarahkan tangan nya ke depan Maura, dengan cepat Maura pun segera membuka mulutnya
"Emang kenapa kalau aku makan sendiri, tanya Maura yang merasa di perlakukan seperti anak kecil
"Enggak apa apa, sudah abis belum ayo buka lagi, makan yang banyak biar cepet sembuh, ucap Marvel
Maura hanya pasrah dengan perlakuan Marvel yang memperhatikan kesehatan nya.
*Apa akan selamanya Marvel seperti ini kepada ku, aku harap ia selalu bersikap perhatian kepadaku, walaupun aku tidak pernah di manja oleh orang tuaku, tapi aku ingin di manja oleh suami ku
__ADS_1
Semoga pernikahan kami langgeng dan tetap harmonis seperti ini*