
Pagi hari,saat aku terbangun setelah pingsan,aku berada di sebuah kamar laki-laki.melihat dekor ruangnya dan foto keluarganya, ini pasti rumah Ao.namun setelah melihat sekeliling beberapa menit, aku merasa aneh dengan baju yang kugunakan.
"tunggu? Baju ini....siapa yang menggantikannya...? jangan-jangan !"
Aku keluar dari kamar dan berlari tanpah arah hingga sampai di koridor lantai 2 rumah ini dan berteriak.
"AO ! KAU MACAM-MACAM YA SELAGI AKU PINGSANYA !?"
Terlihat dibawah Ao sedang menyiapkan makanan dan sedang menaru piring di meja dengan expresi senang dan terkejut,ia pun menghampiriku sambil berlari ke arahku dengan sangat tergesa-gesa.
"SORA !? kau sudah bangun ! Syukurlah Kau tidak apa-apa ! ayo kita makan bersama!"
Melihatnya expresi senangnya seperti itu, aku pun ingin dia melupakan apa yang ku teriakan tadi.
"ba..baik"
Akupun turun dan menghampiri mejamakan secepat mungkin karna tiba-tiba aku mencium bau masakan yang sangat enak.
Setelah duduk di meja makan dan sedikit mengeluarkan air liur karna banyaknya makanan,akupun bertanya kepada Ao.
"A..Ao,ini semua kau yang buat !?"
"tentu saja,cepat dihabiskan ya"
"Se..selamat Makan !"
Rasa yang sudah lama tidak kurasakan ini menusuk lidah dan perutku,air mataku tak terhentikan setelah suapan pertamaku yang masuk ke mulutku ini.
"ini...ini sangat lezat!"
"Sora,hapus air matamu itu sebelum nasi goreng yang kau makan itu menjadi nasi kuah goreng"
Sangat menyenangkan dan sangat kurindukan masa-masa ini.ibu,ayah dan adiku rian,aku jadi teringat kalian lagi saat aku mengalami kebahagiaan ini.
"kaka !"
Tiba-tiba ada yang memanggil kaka dari belakangku.rupanya ada anak perempuan yang sangat imut,pasti dia adiknya yang ia ceritakan itu.
"Ao,dia adikmu?"
"iya,dia adikku Vina.Vina, ini Sora,mulai sekarang dia akan tinggal bersama kita !"
"wah,kaka cantik sekali dan rambutnya sangat panjang,kaka seperti model. bolehkah aku menyentuh rambut kaka? "
Wah...Tolong jangan mendekat, aku belom mandi selama 1 tahun dan pasti...pasti aku sangat bau !
"to..tolong jangan dekat-dekat kaka duluya ! soalnya kaka pasti bau !"
"bau? Vina tidak mencium bau ko?"
Wah...dia memanggil dirinya sendiri dengan namanya,imut banget !
"tunggu,aku tidak bau? Jangan-jangan!? AO !"
"kau salah paham lagi Sora,yang membasuh tubuhmu dan mengganti bajumu bukan aku,tapi Alfina.dia juga meminjamkan beberapa pakaiannya yang kutaru di kamar ku!"
Aku mulai lagi.kenapa aku selalu menuduh Ao dalam hal seperti ini,malunya aku.
"kaka,aku pergi dulu ya, hari ini Vina mau main ke ruma Teman !"
"ok,tapi ingat Vina,jangan pulang terlalu sore,dan hati-hati di jalan ya!"
"iya....ka Sora ! Vina pergi duluya,nanti kita Ngobrol yang banyak ya !"
"i..iya dengan senang hati,kamu hati-hati ya"
"iya,bay bay"
Vina pergi ke rumah rita teman sekelasnya,sangat disayangkan padahal aku ingin lebih banyak ngobrol denganya.
"Sora ! karena kamar disini Cuma ada 2.Kau akan tidur dengan Vina ! mungkin kau bisa jadi Kaka perempuan yang Hebat !"
Kaka perempuan yang hebat ! tentu saja aku bisa Melakukanya !
"Te..Tentu saja !"
"baiklah,ayo habiskan makanan kita dan kau pergilah mandi.sebab,hari ini kita akan pergi dan bertemu teman-teman"
"pergi dengan teman-temanmu ? kemana ?"
"tentu saja mencari kebutuhan keseharianmu, termasuk seragam sekolahmu"
"aku...bisa sekolah ?"
"tentu saja, melihan dari posturmu, sepertinya kau sudah SMA ya ? kelas brapa ?"
Sebenarnya aku berhenti sekolah saat aku masih kelas 3 SMA, dan setelah itu aku hanya membaca banyak buku,dan mengajar anak-anak yang ada di pulau Logres,aku tidak tau sampai mana kepintaranku.
"sebenarnya, sebelum kerja di tempat baron sialan itu,aku adalah Guru di pulauku,supaya aku diterima bekerja,aku membaca banyak buku. dari buku tatakrama hingga pelajaran."
"hemm,kalu begitu coba kau lihat soal-soal di buku ini.Apakah kau bisa mengerjakannya ?"
Soal-soal ini, pernah diajari oleh guruku ! semoga ilmuku masih kuingat walaupun sudah 1 tahun.
"begini bukan?"
"Wah,kau hebat Sora,kau bahkan bisa mengerjakan soal nomer 5 yang aku tidak tau jawabanya!"
"kau tidak tau jawabanya ? Ao, apakah kau bodoh dikelas?"
"TARIK KEMBALI PERKATAANMU SEBELUM KAU TIDAK DAPAT JATAH MAKAN MALAM!"
"MA...MAAFKAN AKU!"
Setelah kami selesai bersiap-siap kamipun segera pergi bertemu teman-teman Ao,aku pergi memakai baju yang ada dikamarnya Ao.kamipun menggunakan bus menuju tempat pertemuan, yaitu sebuah mall yang sangat besar.
Kamipun keluar Rumah dan berjalan menuju halte bus terdekan.namun,ada yang membuat ku merasa tidak enak akan sesuatu.
"ada apa,kau sepertinya sedikit ketakutan"
"si....SILAU ! sudah setahun aku tidak terkena matahari seperti ini"
Waktu dia membawaku ke pemakaman, cuacanya mendung dan berawan,Tidak secerah pagi ini.
"ya...sinar matahari akan bagus untuk kulitmu,kulitmu akan jadi Hitam dan badanmu akan Belang !"
"ITU TIDAK BAGUS AO !"
Kami berjalan lumayan jauh untuk sampai ke halte bus.dan saat sesampai disana kegrogianku naik.
"ada apa sora? Kenapa tidak masuk ke bus?"
Entah kenapa aku tidak bisa naik Bus ini.seperti ada keraguan yang muncul,mungkin beberapa alasan akan membuat Ao paham.
"emm,sebenarnya aku mabuk kendaraan,bahkan saat aku dibonceng naik sepedah oleh ayahku, aku sampai muntah 2 kali."
"hentikan bercandaanmu dan ayo cepat masuk"
Padahal aku sangat takut, kenapa Ao memaksaku menaiki Bus ini, apa aku harus menjelaskan alasan kenapa aku takut seperti ini.
"Ao,sebenarnya..."
"jangan khawatir sora,aku tau kamu takut, tapi tenanglah,aku ada disini,kamu pasti akan baik-baik saja"
Sial, kenapa dia bicara kalimat itu sih,kenapa laki-laki gampang sekali menunjukan emosionalnya.
"ba.baiklah"
Ternyata Ao bisa membuatku mengalahkan ketakutanku,dia memang hebat.
"lihat,tidak semenyeramkan seperti bayanganmukan,lagian kenapa kamu sampai takut naik kendaraan"
"soalnya sejak kejadian aku yang bekerja di kediaman Baron itu,aku mulai tidak bisa mempercayai orang lain lagi,mempercayakan diriku kepada orang lain membuatku takut"
Seperti saat aku sudah percaya kepada Baron itu,dan dia menghianati semua orang di desaku.
"kalau begitu coba kau liat,apa yang supir itu lakukan sebelum bis ini jalan ?"
"dia...sedang apa ?"
Dia seperti terdiam dan mengangkat tanganya.apa yang dia lakukan ?
"dia sedang berdoa,agar dia dan seluruh penumpang bisa sampai tujuanya dengan selamat,jadi intinya adalah,tidak semua orang itu jahat,diantara banyak manusia,ada manusia yang berusaha ingin melindungi manusia lain dan membuat manusia itu senang,seperti pekerjaan pak supir bus ini"
Wow, tak kusanga Ao bisa punya kata-kata seperti itu,memang benar apa yang dikatanya,aku terlalu memaksakan kehendaku dan tidak berpikir jernih.
"wow,tak kusangka kau memiliki banyak kata-kata yang mengejutkan Ao !"
"hehe,sekarang kau tau kemampuanku kan,memang hebat buku-buku puitis ini,kau mau membacanya sebelum sampai ?"
"jadi semua bacotanmu itu dari buku ini ! kenapa tidak bilang dari tadi,kembalikan semua rasa terkesanku sebelum aku buang semua bukumu !"
"ja..jangan,semua buku ini buku kesayanganku tau!"
Dan kami membuat heboh seisi bus.
Kami sampai ditempat tujuan,kamipun segera menuju termpat pertemuannya,ternyata sudah ada Alfina dan Misa yang menunggu kami di tempat tunggu.
"Ao ! Sora ! kami disini !"
Suara Alfina yang memanggil kami membuat kami bergegas menghampiri mereka.
"maaf ya, kami sedikit terlambat"
"tidak apa-apa Ao,kami juga baru sampai"
Waw mereka cantik-cantik sekali saat memakai baju santai,Alfina sangat imut dan misa sangat dewasa,rasanya seperti melihat para artis-artis papan atas,bahkan mereka jadi sorotan para laki-laki di sekitar sini.
"wah Sora ! ternyata baju itu cocok untukmu ya,kamu terlihat manis memakainya"
"terimakasih Misa ! ini memang sangat bagus walaupun lumayan sempit di bagian dadanya"
"Pftt!"
Tiba-tiba Misa tertawa sangat terbahak-bahak dan Alfia mendadak murung dan mencoratcoret lantai seperti orang yg sedang depresi.
"Ao,apa aku mengatakan sesuatu yang salah ?"
"ja...jangan tanya aku (sepertinya aku salah meminjam baju ke Alfina)"
Sesaat aku terpukau melihat pemandangan ini,aku yang dari desa melihat perkotaan dan keramaian ini,betapa beruntungnya aku bertemu Ao.
"ngomong-ngomong dimana wan ? dia tidak datang ?"
Wan ? bukanya dia salah satu teman Ao,benar juga, aku tidak melihatnya,pantas saja Ao menanyakannya.
"bukanya wan semalam bersama mu misa?"
"ah..iya,tadi malam dia kalah taruhan denganku,sehingga dia tidak bisa datang hari ini"
"a...apa yang kalian taruhkan hingga dia tidak bisa datang,misa !"
"sudahlah itu tidak penting,ayo segera masuk ke mallnya"
Setelah berbincak cukup lama kami memasuki mall yang ada di depan kami,ternyata dalamya sangat besar dan luas,ini memang berbeda dari desaku.
"ok, jadi kalian jangan lama-lama ya belanjanya"
"ehh,kenapa ? kau tidak ikut Ao ?"
"aku harus bertemu manajer ku di kafe itu.Alfina,Misa,tolongya bantu Sora belikan keperluannya ya"
Jadi,sehabis kerja biasannya mereka mengadakan meating juga ya ?
"ngomong-ngomong Sora ! manajer kita itu cantik loh,aku dan Ao yang mendapatkanya !"
"BENARKAH ITU MISA ! apa aku tidak usah ikut belanja saja,dan ikut bersama Ao ya !"
"Enaksaja,kau juga harus ikut aku dan Alfina untuk berbelanja !"
"itu benar Sora,kau harus ikut mereka,lagian,ini kan untuk keperluanmu juga !"
"baiklah...Ngomong-ngomong selain cantik apa dia Populer juga !"
Jika mafuyu orang yang cantik dan bahkan Populer,aku akan terkesan bertemu dengannya !
"tentu saja,sebab Mafuyu adalah menajer terbaik dari REX."
"Wahhh ! emm ? REX ?"
"REX adalah organisasi yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan,Mafuyu adalah asisten dari pemegang perusaah itu,makanya dia adalah Top Manajer di sana"
"heh..Hebatnya, seperti apa ya orangnya?"
"kau akan tau setelah kita selesai Berbelanja.ayo,nanti keburu ramai disana !"
"Alfina benar,jika sudah ramai,nanti kau akan lama belanjannya!"
"tapi Ao....."
Padahal aku ingin jalan-jalan bersama Ao juga,kenapa dia tidak ikut,dan lagi misa menarik-narik ku seperti memisahkan kami berdua.
"sudahlah tidak apa-apa Sora, ikutlah bersama Alfina dan Misa, nanti kita bertemu lagi di Cafe"
"emm,Baiklah"
Tiba-tiba Misa langsung merangkul ku.
"Nice sora,ayo kita pergi !"
"hey Misa!"
"eh,ada apa Ao?"
"jangan lupa, titipanku ya !"
"tenanglah, kau akan mendapatkanya nanti,ok"
Kami pun segera pergi berbelanja dan meinggalkan Ao.
\=\=\=\=\=++\=\=\=\=\=+++\=\=\=\=\=++++\=\=\=\=\=+++++\=\=\=\=\=++++++\=\=\=\=\=++++++\=\=\=\=\=+++++++\=\=\=\=\=++++++
"baiklah sepertinya aku harus cepat menemui mafuyu,dia sudah menungguku disana, pasti dia marah karena keterlambatanku"
Aku segera menemui mafuyu di café ini.seperti biasa sehabis misi kami dalam berburu selesai,Team ku dan mafuyu bertemu di café ini untuk membicarakan pendapatan team ku.
Aku pun cepat masuk ke café dan mencarinya,ternyata dia sedang duduk di pinggir café denga segelas kopi di mejanya.
"ah,maaf aku terlambat mafuyu, kau tidak menunggu lamakan ?"
"tenang saja, aku hanya menuggu 1 jam 12 menit,dan 18 detik,DI SINI !"
Se...sepertinya dia marah, memang aku yang keterlaluan terlambat.apakah ada kata-kata yang harus ku keluarkan biar dia jadi tenang.
"kan aku sudah minta maaf,dan lagi,jika kau marah-marah terus,kau akan merusak wajah cantikmu,dan juga senyum indahmu itu loh !"
"Kata-kata puitismu itu sudah tidak mempan lagi padaku,kau tau!"
SIAL, SEPERTINYA TAK BERHASIL.
"sudahlah, ini data mengenai hasil penghasilanmu minggu ini"
"tunggu,sebelum dia datang,aku ingin membahas tentang kesehatanyanya terlebih dulu"
"maksudmu soal sora ? baiklah,coba kau lihat ini"
Saat Sora pingsan,aku sempat membawanya ke ruangan pemeriksaan dan mengambil sampel darahnya,sepertinya ada yang aneh dengan tubuhnya,dan aku harus mencaritau apa itu.
"i..ini kan?"
"Sepertinya ini Virus.ini ada ditubuhnya !"
"apakah ini berbahaya ?"
"masih dikelola oleh dokter,tapi menurut pemeriksaan sementara ,Virus itu terus tumbuh dan dampak sementaranya adalah membakar kulit si korban,jika dibiarkan lebih lama dan terus membesar mungkin dampak yang lebih buruk akan datang"
"Apa ini menular ?"
"tidak,sebab ini diakibatkan dari struktur tubuh yang mengalami kelainan pada sel darah"
Sora,apa yang terjadi dengan mu sebenarnya? Kenapa kau bisa sampai terkena penyakit yang mengerikan ini.
"Ao,jangan terlalu cemas begitu,tenanglah, pasti dokter akan memberikan jalannya"
"baiklah, aku berharap banyak pada doktermu ya"
"nah,itu baru Ao yang kukenal,Tidak terlalu khawatir dan menjalankan apapun sebisa mungkin"
"kau benar,mungkin aku saja yang terlalu khawatir saja"
Tenanglah.pasti dokter akan mendapatkan penawarnya,dan sora akan baik-baik saja.
Kami terus berbincang-bincang masalah pekerjaan kami, tentang baron itu,mayat yang terdiam disana,dan sepertinya Mafuyu sudah mengurus semuannya.tanpa melihat waktu,sepertinya ini sudah lebih dari 1 jam kami berbincang.
"mereka lama sekali,apakah wanita selalu lama saat belanja ?"
"apakah di buku puitismu itu tidak dijelaskan mengenai hobi para wanita ?"
"tidak,aku tidak membaca bagian seperti itu !"
"jadi,bagian apa yang kau baca ?"
"PESONA KEINDAHAN WANITA !"
".........."
"em,ada apa ?"
"sepertinya,memang saatnya aku mambakar buku-bukumu itu"
Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya Sora,Alfina,dan misa menghampiri kami.sepertinya mereka sudah selesai berbelanjanya,terlihat dari bawaan mereka yang sepertinya sedang ada banjir diskon.
Saat Sora sedang berjalan ke arahku dan ingin duduk disebelahku,tiba-tiba Misa menyerobot tempat sebelah ku dan langsung duduk.
"maaf Sora,tempat ini kupai untuk berbisnis dulu ya"
"ehh,tapi aku mau duduk di sebelah Ao !"
Sepertinya dia agak sedih,sebaiknya aku sedikit menghiburnya.
"tidak apa-apa Sora,kau bisa duduk di depanku ,sehingga aku bisa selalu melihat wajahmu sewaktu bicara"
"o...ok,baiklah"
Saat sora duduk didepanku dengan senyumanya yang manis,terlihat disebelahnya mafuyu yang mengelukarkan tatapan sebaliknya seperti seorang pembunuh,mungkin dia sudah kesal dengan puitisku.
"ka...kalian pasti laparkan,pesanlah makanan dulu,lihat...disini makananya enak-enak lo"
Aku menyerahkan menu makanan ke Alfina dan Sora,mereka berdua pasti suka yang manis-manis.
"Sora lihat,ada pancake strobery, kau pasti suka"
"kau benar,banyak sekali makanan di menu ini !"
Bagus,selagi perhatian mereka teralihkan,saatnya ku mulai negosasiku dengan Misa.
aku menaru kedua tanganku di dagu,mengecilkan suara, dan memasang muka serius agar tidak ada yang mengetahuinya.
"jadi...bagaimana misa ?"
"hem,semua data yang kau mau tentang sora, ada dikertas ini.termasuk hobi,makanan faforit,barang yang dia suka,dan 3 ukuran tubuhnya !"
"bagus sekali Misa ! 10% dari pendapatan ku hari ini akan menjadi milikmu"
"hey,itu terlalu murah untuk data Penting sepenting ini !"
"bagaimana dengan 15% ?"
"tambahkan 5% lagi dan kita Deal !"
"ok,Deal !"
Negosasi berjalan dengan sempuran tanpa ada cela,bagus sekali sesuai harapanku.
"apa yang kalian sedang bicarakan ?"
"Ugh.."
Sial,Alfina mulai curiga,saatnya mengeluarkan alasan.
"a..aku hanya,menanyakan keadaan wan ke misa,dia baik-baik saja kan,misa?"
"i..iya,dia hanya memar sedikit di bagian pantatnya ko !"
Gawat,misa mebuat alasan yang aneh,pasti Alfina akan merasa curiga karna merasa dibohongi.
"i..itu bahaya,pantat adalah nyawa seorang laki-laki loh"
Fyuh....walaupun Aneh,sepertinya aman.
"baiklah,karna semuanya sudah berkumpul aku akan menyerahkan pendapatan kalian"
Mafuyu memberikan hasil pendapatan kita.biasanya dengan misi pengambilan barang,kelompok kita akan mendapat 60% dari total pendapan kita,dengan pembagian 60% untuk kita,20% untuk pihak manajer,dan 20% lagi untuk pengembalian uang ke kerabat keluarga.
"Total pendapan kalian kali ini termasuk yang lumayan besar,kalian mendapat 31 juta. karna kalian mendapatkan 60%nya,jadi yang kalian dapatkan senilai 18,6 juta"
Waw,itu pendapatan yang lumayan besar,walaupun kami pernah mendapatkan permata yang langka,yang harganya sampai 40 juta,ini termasuk pendapatan kami yang besar.
"waw,tak kusangka pendapatan kalian akan sampai segitu !"
"tenang saja Sora,kau akan mendapatkan juga ketika kau ikut dengan kami minggu depan !"
Karna dia telah bergabung telah kami,dia berhak mendapatkannya juga jika dia ikut.lagian,dia akan memasuki masa-masa Sma,pasti dia membutuhkan uang untuk membeli kebutuhannya.
"ahh,tidak usah,saat aku bekerja,bagianku berikan saja ke Ao semua.sebab,dia yang merawatku."
"apa ? jangan seperti itu sora,bagian mu adalah bagian mu,dan bagianku adalah bagianku"
"tidak,jika ada bagian untuku,itu juga akan membebani teman-temanmu.lagian,aku juga akan merepotkanmu dengan penyakit ku ini kan !"
"!!!"
Jadi,dia mengetahui tentang penyakitnya.sudah kuduga memang dia sedikit merubah sikapnya saat dirumah tadi,dia sedikit ceria dan tidak menunjukan kekhawatiran tubuhnya.ternyata saat ku menyadarinnya,melihat dia Gembira dengan beban yang ditanggunya membuat dadaku sesak.
"jadi,kau mengetahui tentang penyakitmu sora ?"
"begitulah,ka Mafuyu !"
"eh ? kau mengenalku ? padahal aku belum memperkenalkan diri !?"
"ah,maaf,jika membahas tentang wanita cantik,aku langsung mencari database nya dengan bertanya ke Alfina dan Misa,maafkan hobiku ini"
"pasti kau yang mengajarinya kan, AO !"
"ti..tidak,aku bahkan baru tau bakat tersembunyinya itu !"
Tak disangka dia memiliki talenta sepertiku,tak salah aku bertemu dengannya dan membawanya pulang.mungkin ini memang takdir.
"sampai mana kau mengetahiu tentang penyakitmu Sora ?"
"yang kutau,aku merasa tubuhku seperti terbakar,dan terkandang jika kondisiku sedang sangat tidak mendukung,aku pingsan seketika walaupun menurutku itu lebih bagus."
Sepertinya gejalanya memang seperti itu,saat dia pingsan di Pemakaman,tubuhnya sangat panas seperti terbakar.walau pun itu dampaknya,belum diketahui pemicu tubuhnya akan seperti itu,mungkin dia harus dibawa ke rumahsakit hari ini untuk diadakannya pemeriksaan.
"bisakah kau menceritakan apa yang terjadi samapai kau ada di penjara itu,Sora ?"
"........"
Waduh,Mafuyu menanyakan yang tidak-tidak.dia pasti teringat lagi dengan kejadian itu.lebih baik aku segera menghentikannya sebelum dampaknya akan tambah parah.
"Mafuyu ! tolong hentikan itu ! aku tidak ingin dia mengingat lagi tentang masa lalunya !"
"tidak apa-apa Ao,mungkin Mafuyu penasaran dengan masalaluku.Akan kuceritakan!"
Dia akan menceritakannya ?jika dia mau menceritakanya,sebenarnya aku juga penasaran apa yang terjadi dengannya sampai-sampai dia berada di penjara itu.mungin aku juga bisa mendapatkan beberapa data masalalunya.
"ini terjadi sekitar 1,5 tahun yang lalu,saat pulauku masih pulau yang tentram dan sangat menyenangkan"
Saat itu Keluarga Baron belum tinggal disini,desa masih sangat tentram dan damai.ayah,ibu,dan adiku adalah satu-satunya harta yang berharga untuku.
Saat hari indah dimana keseharian kami yang sederhana begitu menyenangkan,dimalam hari saat ku membangunkan adikku yang sehabis tidur siang,aku membangunkannya untuk makan malam.
"Rian ! ayo bangun,saatnya kita makan malam.ibu dan ayah sudah menunggu !"
"emm..5 menit lagi Arisa"
"jika kau tidak bangun,makan malammu akan kuhabiskan loh !"
"iya..iya aku bangun,kau terlalu cerewet Arisa,pantas saja kau tidak punya pacar !"
"hey,sudah kubilang berulangkali, aku ini kakamu,jangan panggil aku dengan nama"
Dasar adikku ini memang bandel,dan lagian, apa hubungannya seseorang yang cerewet dengan tidak punya pacar !
"seterah akukan memanggilmu apa, yang penting aku tetap sayang Arisa"
Adiku ini,dia bisa saja meredamkan amarahku walaupun sebenarnya aku tidak terlalu marah.akupun menghampirinya dan duduk di kasur tempat dia tidur.
"aku juga sayang kamu adikku,dasar, bisakah kamu lebih menunjukan sisi baikmu itu dibanding sikapmu saat bangun tidur !"
"iya,maaf ya ka Arisa"
"yasudah,yuk turun,mama dan papa sudah menunggu kita !"
"ok"
Kami pun turun dan makan bersama,suasana ini yang membuat kehangatan pun muncul,saat dimana kami sekeluarga berkumpul.
"kaka,aku punya pertannyaan !"
"apa itu Rian ?"
"kapan kaka akan menikah ?"
"Pfft..."
Padahal aku sedang minum teh,jadi terbuang sia-siakan.ini akibat adikku ini menanyakan pertannyaan yang aneh-aneh.
"Apa...Apa yang kau bicarakan adikku ?"
"jadi kaka belum mau menikah ? kata ayah,menikkah itu enak loh"
"AYAH ! APA YANG KAU BICARAKAN KE RIAN !"
"te..tenang dulu Arisa,dia yang tanya ke aku,sebagai ayah aku pun menjawabnya kan"
"tapi mama juga setuju jika kau menikah cepat, Arisa !"
Kenapa semua setujuh kalau aku cepat menikah,padahal kan aku belum siap dengan keputusan seperti itu,ditambah lagi,saat ini tidak ada orang yang aku sukai di pulau ini.
"mama....jangan terpengaruh dengan kata-kata ayah dan Rian dong,akukan juga masih mau belajar dan mencari pekerjaan agar bisa mendapat uang !"
"mama senang kau memikirkan kondisi keluarga ini Arisa,tapi,kau kan wanita, menikah bukanlah jalan yang buruk"
"itu benar arisa, papa juga setujuh dengan keputusan mama,uang tidak terlalu penting untuk kita,saat ini,yang penting adalah kebahagian mu itu"
Mereka ternyata memang menginginkan aku menikah.apa Rian setujuh juga kalau aku menikah,bukanya aku akan jadi sibuk dan tidak punya waktu untuknya?
"hey,apa Rian setujuh jika kaka menikah ?"
"emm,jika kaka bahagia saat kaka menikah,aku juga akan Bahagia mendengarnya"
"RIAN ! KAU MEMANG ADIKKU TERCINTA!"
"HENTIKAN,Berhenti memelukku!"
Saat ini keluargalah yang merupakan kebahagiannku,maka aku akan berjuang keras untuk keluargaku.malam telah berlalu,dan haripun kian berubah,sinar matahari pagi menyinari pulau Logres yang indah ini.akupun bangun di pagi yang cerah ini,dengan penuh semangat.
"pagi ma,pa!"
"pagi Arisa,kau bangun pagi sekali,kami baru saja mau berangkat ke kebun"
"iya,hari ini aku ada kelas mengajar pagi untuk anak-anak,dan siangnya untuk kalangan remaja"
Sebenarnya aku bekerja di kelas mengajar untuk Pekerjaanku,aku juga ingin desaku tidak tertinggal di bidang pendidikan,makanya aku memutuskan menjadi guru dipulau ini.
"kalau begitu aku berangkat duluan ya"
"hati-hati dijalan Arisa,jangan lupa salam untuk bu Rina"
"iya"
Aku berangkat menuju rumah besar yang dibangun warga untuk mengajar,di pulau ini ,kerjasama antar warga diperlukan disini,agar timbul ekosistem yang baik.
Sesampai di rumah besar,aku masuk tanpa mengetuk pintu depan.
"SELAMAT PAGI BU RINA!"
"ahh,Pagi Arisa,Kau semangat sekali pagi ini ya"
Dia adalah bu rina,dia juga guru yang mengajar disini seperti ku,dia yang mengajariku caranya mengajar.bisa dibilang,dia adalah Guruku juga.
"adik-adik akan datang sekitar 10 menit lagi,mohon bantuanya ya hari ini"
"ya,dengan senang hati"
Sebenarnya aku suka mengajar,memberi pengetahuan yang kita ketahui kepada orang lain membuat ku sangatlah senang.
Waktu mengajar pun berlalu,ternyata tidak terasa aku mengajar hamper sampai 6 jam,sekarang sudah pukul 3 siang,aku harus pulang,Rian pasti sudah kelaparan.
"bu Rina,terimakasih untuk hari ini"
"ah,iya,sama-sama Arisa,ini bayaranmu minggu ini,hati-hati saat jalan pulang ya"
"bu Rina,aku kan bukanlah anak-anak lagi,aku pasti hati-hati ko"
"oiya,tapikan kamu biasanya tersandung kau lagi senang saat sedang berlari kan?"
"ma..mana aku tau soal itu !"
Aku pun berjalan pulang melewati jalan yang biasa aku lewati,baru beberapa langkah meninggalkan rumah besar,dari kejauhan aku melihat rumah yang sedang dibangun,namun aku tidak mengenal orang-orang yang membangun rumah itu,padahal biasanya warga bergotong royong membangun rumah bersama.apa pemiliknya berasal dari luar pulau ?
Ditengah perjalanan aku bertemu dengan pak Meo,dia adalah kepala desa kami.
"selamat siang pak Meo"
"ohh,Arisa ya,selamat siang"
"ngomong-ngomong di sebrang jauh di sana,ada rumah yang sedang dibangunya ? namun aku tidak kenal dengan orang-orang yang membangunnya"
"ah,iya, dia dari luar pulau,rumah itu akan dihuni oleh keluarga Tuan Baron,dan dia orang kaya loh."
"heh..."
Rupaya memang dari luar pulau,dan terlebih lagi dia orang kaya,mungkin dia bisa membantu ekosistem desa kami.
Setelah mendengar berita megejutkan aku pulang dan menceritakan kepada keluargaku.saat aku ingin bercerita sepertinya ayah dan ibu juga sudah tau,bahkan adikku tau pagi ini,sepertinya di dalam keluarga ini aku yang selalu ketinggalan berita.
Hari demi hari berlalu,rumah mewah yang sedang dibangun itu juga sudah hampir selesai,aku selalu memandangi rumah itu setiap kali pulang mengajar.sepertiya enak sekali memiliki rumah sebesar ini,keluargaku pasti akan sangat bahagia.
Di saat aku pulang setelah sehabis mengajar,desaku sangat ramai menyambut kedatangan Tuan Baron.dia sedang memperkenalkan dirinya sambil membagikan makanan kepada warga.
"ahh,Arisa cepat kesini !"
"ada apa pak meo,kenapa ramai begini ?"
"Perkenalkan, Dia Tuan Baron"
Wah ternyata dia masih cukup muda.mungkin dari wajahnya, dia masih sekitar 26 tahun,dia juga tinggi dan Tampan.bahkan ketampananya membuat gadis-gadis dari desaku memandangi dia terus.
"Hai,Namaku Baron,Baron Rolandia,salam kenal gadis muda !"
"i..iya salam kenal,Namaku Arisa,Arisa Rosewell"
"Waw,nama yang indah,apa kamu dari keluarga tinggi juga ?"
"ti..tidak,Rose adalah nama Ibuku,dan Lowell adalah nama ayahku,aku mendapatkan nama ini dari mereka"
Aduh,kenapa aku jadi segugup ini,biasanya aku tidak pernah seperti ini kecuali di depan Wanita cantik !
"Tuan Baron,Arisa ini yang tercantik di desa kami loh"
"ti..tidak,itu tidak benar,mama lah yang tercantik"
"ibumu kan sudah menikah,kamu gimana sih"
"ehh,yang sudah menikah tidak di hitung ya ?"
Apa yang dibicarakan pak meo sih,kenapa pembicaraan ini kesanya jadi sangat aneh.
"ahahah,sayangnya aku juga sudah menikah,dan aku mencintai istriku"
Jadi dia sudah menikah ,memang dilihan dari penampilanya dia orang yang sukses,orang yang sukses tentu saja sudah bisa menikah.
"baiklah, aku harus melihat rumah baruku"
"mari Tuan Baron saya antar,Arisa, karna kamu baru datang,ini sisa coklat pemberian dari Tuan Baron,Terimalah"
"ah,terimakasih"
Setelah berpamitan dengan pak meo dan Tuan Baron,aku pulang dengan sekotak Coklat di tanganku,Sebenarnya Aku suka Yang manis-manis,jadi ini kebetulan sekali.
"AKU PULANG ! LIHAT RIAN ! kaka dapat coklat"
"aku dapat Mainan Robot-Robotan ini !"
"mama juga dapat beras tiga karung !"
Ehh,Aku kalah lagi ?sepertinya aku memang tidak bisa pamer selain dengan gajiku.
"be..begituya, Bagaimana dengan papa ?"
"Ayah Cuma.....Dapat Gergaji mesin ini"
Kenapa ayah malah dapat benda begituan,dan lagi, sepertinya dia sangat menyukainya sampai dia mengelus-elus gergaji itu!
"dengan ini ayah pasti bisa memotong pohon dengan lebih cepat ! Mohon bantuannya ya.. A.. RI.. SA"
"JANGAN PAKAI NAMAKU UNTUK MENAMAI GERGAJIMU !"
Setelah kejadian aneh itu,akhirnya Tuan baron resmi tingal di Logres,yaitu desa kami ini,dia juga baik hati,memberikan banyak makanan dan persediaan untuk kami.
Sampai suatu hari,ada pengumuman di Tembok desa kami yaitu pencarian seorang pembantu untuk bekerja di Kediaman Tuan Baron,dan bayaranya lumayan besar.berfikir-berfikir aku juga ingin mendaftar.
"mama, Tuan baron membuka lowongan pekerjaan !"
"ehh...apa itu ?"
"katanya dia membutuhkan Seorang Maid di kediamanya dan bayaranya sangat mahal"
"maid... maksumu pembantu yang berkostum itu"
"emm,jadi maid seperti itu ya ?"
Itu bukan masalah,aku tinggal menganggap itu sebagai seragam kerjaku.lagian yang kuincar adalah uangnya,dengan uang itu aku pasti bisa membahagiakan keluargaku.dan mungkin juga,jika yang di katakan mama benar tentang pembantu yang berkostum,itu artinya banyak wanita cantik kan disana ! pasti itu tempat yang Hebat !
"uhuk..uhuk"
"em,mama sakit ? apa mama tidak apa - apa ? apa mama merasa pusing ?"
"tenang Arisa,mama Cuma batuk,kamu tidak perlu khawatir,dengan istirahat yang cukup, mama pasti lekas sembuh"
Seperti kondisi mama memburuk,bagaimana ini, aku mau melamar kerja ke tempat tuan baron,ayah juga belum pulang.
"tenang saja kaka,biar Rian yang menjaga mama,kaka pergilah melamar pekerjaan"
"apa kau yakin bisa mengurus mama ?"
__ADS_1
"aduh, kaka ini,Rian bukan anak kecil lagi,pasti Rian bisa menjaga mama"
Padahal umurnya masih 10 tahun,tapi sok berlaga jadi orang dewasa.tapi,Cuma dia harapanku untuk memjaga mama.
"tidak apa-apa Arisa,ada rian disini,mama pasti akan baik-baik saja"
"ba..baiklah jika mama bilang begitu,aku akan lekas kembali"
Aku pergi menuju kediaman tuan baron,dilihat dari dekat,rumah ini seperti Vila dan memang sangat besar dan mewah,setelah sampai disana ada seorang penjaga gerbang yang menjaga keamanan.aku memberitau bahwa aku ingin melamar pekerjaan disini sebagai maid.
"permisi, aku Arisa,Arisa Rosewell.aku ingin melamar pekerjaan disini sebagai pelayan"
"ohhh,hari ini kau wanita ke sepuluh.ayo masuk,akan kuantar kau ke tuan baron"
Se..sepuluh ! ternyata aku kalah Start,memang banyak warga wanita disini, walaupun aku tidak kenal banyak selain teman-teman ku yang cantik-cantik.
Kami masuk kedalam kediaman tuan baron,berbeda dengan rumah kami,rumah ini sangat luas dan besar,atapnya dipernaki lampu-lampu mewah dan perhiasan pernak-pernik,bahkan ada tangga di dalam rumah.sepertinya jika rumahku sepertini,mungkin aku akan tersesat di rumah sendiri.
Kami masuk ke sebuah pintu yang besar,dan ternyata disana ada tuan baron yang sepertinya sedang sibung dengan kertas-kertas yang berserakan.
"permisi tuan baron,aku membawakan calom Maid di rumah ini !"
"pe..permisi Tuan baron,aku Arisa Rosewell"
"ohh,kau wanita yang beberapa waktu lalu kutemui"
Dia,memakai pakaian seperti itu dirumah ? kalau aku pasti sudah kegerahan.
"tentu saja kau akan diterima bekerja disini,apa kau bisa memasak ? memcuci ? melayani ? dan...menghibur ku..."
Hemm ? sepertinya aku tidak mendengar kata-kata terakhirnya barusan ?
"aku pandai soal mencuci dan memasak,namun, aku belum mahir dalam melayani"
"tidak apa-apa,kau bisa mulai belajar dari sekarang,namun ada satu peraturan bagi seorang maid disini"
"peraturan ? apa itu ?"
Dia mendekat kearah ku dan bicara seperti berbisik di telingaku.
("Para maid tidak diizinkan untuk pulang.dan dia harus tinggal disini,maid hanya bisa pulang saat dia libur,yaitu di hari minggu, jika melanggar sebagai hukumanya adalah tidak mendapat gaji bulanan. Bagaimana ?")
i..itu berat.aku hanya boleh pulang seminggu sekali di hari minggu ? kenapa aku tidak boleh pulang padahal rumahku tidak terlalu jauh dari sini,dan juga bagaimana dengan pekerjaan mengajarku.
"ta..tapi aku juga harus mengajar di desaku !"
"berapa yang kau dapatkan untuk pekerjaanmu Arisa ?"
"ya seminggu aku diberi Rp150.000"
Itu lumayan cukup untuk kebutuhan sehari-hari ku,ditambah dengan gaji ayah dan ibu.
"itu lumayan.namun,jika kau bekerja disini aku akan membayarmu 6 juta per bulan,bagaimana ?"
E..ENAM JUTA !!! itu adalah jumlah bayaranku selama 10 bulan saat jadi guru.ini tidak bisa dilewatkan.
"bi..bisakah aku bicara ke orang tuaku dulu ! mengenai kabar gembira ini !"
"tentu saja,tapi, jika kau kembali lagi kesini,itu berarti kau resmi menjadi maid disini dan menandatangani kontrak"
"OK ! baiklah tuan baron aku permisi dulu !dah"
"iya,hati-hati ya"
Aku langsung pamit dan berlari menuju rumah dengan kekuatan penuh,aku sangat senang sampai tidak memikirkan apapun,bahkan aku menabrak penjaga gerbang yang sepertinya ingin masuk ke ruangan tuan baron,dan lupa untuk minta maaf.
"ho,jadi dia wanitanya.memang sangat cantik,apa kau yakin dia akan bekerja disini ?"
"tentu saja,dia pasti akan kembali kesini.dan itu pasti !"
Setelah berlari dan tersandung berkali-kali,aku sampai dirumah dan ingin mengejutkan mereka semua"
"MAMA,PAPA,ADIKU TERSAYANG,AKU ADA KABAR GEMBIRA !"
"Arisa, kenapa kamu kotor begitu,berapa kali kamu tersandung hari ini ?"
"LIMA,EH..ENAM,BUKAN ! MAKSUDKU BUKAN ITU MAMA,AKU DAPAT PEKERJAAN ITU, DAN AKU AKAN DIBAYAR 6 JUTA PER BULANNYA!"
"wah,itu jumlah yang besar,apa tuan baron memang sekaya itu ?"
"IYA,tapi kabar buruknya aku harus tinggal disana,dan hanya pulang di Sabtu malam"
Setelah aku bicara seperti itu, sepertinya ayah dan ibu mencemaskan sesuatu,namun sepertinya mereka mempunyai keputusan yang akan dilontarkan kepadaku ?
"Arisa,apa kamu akan senang bekerja disitu ? uhuk..uhuk"
"tentu saja,aku akan mendapat uang banyak,dan..dan aku bisa membawa kalian ke tempat yang menyenangkan,dan kita akan membeli rumah yang besar,dan..dan... kita pasti akan bahagia"
Ada apa ini ... kenapa air mata ini menetes,apa ini karna aku sudah dekat dengan impianku.
"kalau itu membuat kamu senang. mama dan papa tidak akan protes"
"papa pasti mendoakan kelancaran pekercaanmu Arisa,dan jangan lupa untuk pulang di hari minggu ya"
"papa,mama,aku sayang kalian!"
Akupun langsung melompat ke pelukan mereka,tidak disangka ternyata selama ini, impianku adalah bahagia bersama mereka.
"oiya ma,dimana Rian ? apa dia tertidur ?"
"iya, dia tidur dikamar,tapi ini aneh ? biasanya dia bangun bigitu kau datang"
"dia pasti lelah,biarkan dia istirahat.kalau begitu aku akan ke kamarku dan mengemas beberapa pakaian"
Selah mendapat izin dari orangtuaku, aku mengemas beberapa barangku untuk kebawa kesana,setidaknya aku butuh pakaian untuk seminggu.walaupun aku mungkin akan diberikan seragam kerjaku.tetapi aku juga butuh baju santai.
Keesokan paginya aku sudah siap untuk berangkat.aku pamit kepada keluargaku untuk pergi bekerja di depan rumah.
"baiklah,Ayah,ibu,aku pergi dulu,dan aku akan pulang di hari minggunya."
"iya,kamu hati-hati ya bekerjannya,mama sedikit khawatir"
"ini, bawa beberapa kue untuk kau makan saat sedang senggang"
"ahh,terima kasih ayah"
Setelah kami saling bicara dan berpelukan,Rian datang dari dalam rumah.
"ahh,Rian! kau sudah bangun !"
"iya...."
"Rian,aku titip mama dan papaya,kamu harus jadi anak baik-baik selagi aku pergi !"
"a..aku tau,kau tidak perlu khawatir,aku akan menjaga mama dan papa"
Ada apa ini padahal dia tau aku akan pergi,kenapa sikapnya biasa-biasa saja.
"kaka...SELAMAT ULANGTAHUN !"
Ternyata ini hari ulangtahunku ! aku sunggu lupa mengenai ulang tahunku.dan,hadiah ini,kalung yang indah ini dari Rian ? aku Sungguh sangat senang.
"wah,ini kalung yang indah,kau yang membuatnya ?"
"Tidak,aku membelinya di Pak Darwin.mama dan papa juga membantu menambahkan uangnya,soalnya tabunganku tidak cukup.dan saat aku melihatnya,aku berfikir itu akan cocok untukmu ka"
"Terimakasih Ayah,Ibu,Rian,Aku sangat senang!"
Aku sangat senang dan memeluknya mereka tanpa sadar,baru kali ini aku mendapat hadiah seperti ini.aku akan menjaganya baik-baik.
"berjanjilah pada ku kaka,kau harus pulang begitu kau dapat Libur"
Sambil memakai kalung pemberian mereka,aku berjalan menuju tujuanku sambil berkata.
"YA,JANJI ITU PASTI AKAN KUTEPATI"
Aku pun pergi menuju kediaman Tuan baron dengan sangat bahagia,walaupin kita masih satu pulau,tapi jarak desa dengan Rumah tuan baron lumayan jauh.dengan berjalan kaki,itu membutuhkan waktu sekitar 25 menit,sebab rumahnya berada di pinggir pulau.
Akupun berkesempatan mampir ke rumah Bu Rina,ini masih pagi dan jadwal belajar belum dimulai.aku mengetuk pintu rumahnya dan ingin bicara mengenai pekerjaan baruku.
"ah,selamat pagi bu Rina,maaf mengganggumu di pagi buta begini"
"Arisa ? ada perlu apa sepagi ini ? bukanya jam mengajarmu siang nanti"
Aduh,bagaiman ini aku tak sanggup bilang kalau aku ada pekerjaan baru.
"emm,se...sebenarnya,itu...em.."
TIDAK ADA KATA YANG KELUAR.BAGAI MANA INI !
"Sebenarnya ..."
"kau mendapat pekerjaan baruya ?"
"eh,kenapa ibu bisa tau ?"
"kamu menunjukan expresi Senang dan Gugup secara bersamaan,dan pasti karna pekerjaan baru itu kan kau senang ?"
Hebat. Tak kusangka bu Rian ternyata bisa membaca emosi seseorang,bu Rian memang pantas menjadi seorang guru yang memahami Hati seseorang.
"ah,iya,mengenai itu ?"
"tak usah terlalu dipikirkan"
"bu Rian maafkan aku,aku mendapat pekerjaan di Keluarga Tuan Baron dan karna itu,aku jadi tidak bisa mengajar"
"tidak papa.kau bisa datang kapanpun kau mau untuk mengajar lagi"
"Bu Rina !"
Memang beliau adalah guru yang baik.aku sangat terkesan.
"kau hampir mencapai mimpimu kan,kalau begitu capailah dengan kekuatanmu,Arisa"
"Ba..Baik,Terimakasih banyak atas pelajarannya bu Rina"
"sama-sama,bekerjalah yang rajin ya"
"iya,Sampai jumpa !"
Walaupun,di dalam hati ini banyaklah penyesalan dan kekhawatiran,tapi jalan yang akan ku ambil ini akan membawaku menuju mimpiku.dan tentu saja aku akan mencapainya.sambil berjalan dan mengelap air mata ini,ternyata Rumah Tuan Baron sudah ada di depan mata.
Sesampai disana, aku bertemu penjaga dan menjelaskan kepada penjaganya bahwa aku telah mendaftar disini sebagai maid.setelah beberapa menit dia menelfon,dia menyuruhku masuk ke dalam.sambil berjalan menuju kedalam, dia sedikit berbicara kepadaku.
"jadi kau memutuskan untuk kerja disini ?"
"IYA,aku sudah tak sabar bekerja disini !"
"heh,kalau begitu selamat bergabung di kediaman tuan Baron !"
Akupun masuk ke rumah tuan Baron yang keduakalinnya,tenyata disini memang sangat mewah dan banyak perhiasan yang menggantung dimana-mana,membuat mataku silau.
"oh,kau datang juga Arisa"
Di depanku ternyata tuan baron menyambutku,dia bersama seorang gadis datang ke arahku.
"selamat pagi tuan Baron !"
"Selamat pagi Arisa,jika kau datang ke sini,berarti kau sudah menetapkan diri bekerja disini ya ?"
"iya,mohon bantuanya"
"baiklah,di sebelahku adalah Ace Maid,dia yang menjadi Penanggung jawab seluruh maid disini"
"salam kenal,namaku Paula,Paula Houngo.mulai sekarang aku yang akan menjadi penanggung jawab mu,mohon kerjasamanya ya "
Wa..wanta yang sangat cantik ! baju yang dia kenakan itu baju maid ? sangat cantik ! tingginya hampir sekitar 180 cm dan badanya sexy,pantas saja dia dibagai pengawas Maid disini,Syukurlah Aku bekerja disini.
"Se..senang bertemu denganmu,Namaku Arisa Rosewell"
"baiklah,ikut dengan ku Arisa"
"ok"
"selamat bekerja ya,Arisa"
"ah,Terimakasih Tuan Baron"
Aku pun mengikuti Nyonya Paula ke sebuah lorong,mungkin karena maid disini tidak di izinkan pulang,dia akan menunjukan kamarku.
"emm,Nyonya Paula, boleh aku bertanya ?"
"Nyonya ? ahahah,cukup Paula saja ?"
"em,baikalah ka Paula,sudah berapa lama ka Paula jadi maid ?"
Sepertinya tidak sopan kalau meanggil seseorang yang lebih tinggi dengan namanya saja.ku panggil dia kaka saja,setidaknya menunjukan kalau dia lebih tinggi.
"emm,yaa,sekitar 10 tahun"
"wah ! itu lama sekali ! kaka sangat suka menjadi maid ya !"
"tentu saja,melayani adalah pesona seorang maid,kau juga akan ku ajari, jadi tenang saja"
"baik,Terima kasih Ka Paula !"
Aku ingin bicara lebih banyak dan mengetahui tentangnya,karna dia cantik.tapi,Kami sudah sampai di sebuah Dorm tempat kamar-kamar para maid.
"ini kamarmu,nomer 6"
"ngomong-ngomong ada berapa maid disini ?"
"ya..dengan bergabungnya kamu, sekarang ada 6 maid disini termasuk aku"
e..enam maid ?! satu maid gajinya enam juta ?! sebenarnya seberapa kaya tuan Baron ini.
"silakan masuk"
Em...dia membuka pintunya menggunakan tangan kiri ? dia kidal ya,hebat sekali !
"Permisi !"
Tenyata kamarnya tidak terlalu kecil,ini memang layak dijadikan sebuah kamar,bahkan ini hampir sebesar kamarku.
"wahh ! tak kusangka kamarnya akan sebagus ini !"
"aku akan menanggilmu jam 1 siang nanti,kau boleh menata kamarmu dulu sejenak"
"baiklah,terima kasih!"
"di lemari bawah ada 3 baju maid dengan ukuran berbeda,coba kau pakai untuk menentukan ukuran bajumu"
"ok"
Aku membersihkan kamarku dan menaru beberapa baju di lemari,bahkan ada kaca besar yang tertempel di lemari.
"wah,ada kaca yang besar,di rumah ku tidak ada yang begini"
Kalau tidak salah, kata ka Paula ada baju maid di dalam lemari bawah. Setelah melihat ka Paula, aku sangat takjub dengan baju maid yang dia gunakan itu.mumpung jam istirahat,kucoba saja.
"disini ya,wah ! baju maid ini sangat cantik ! hehe,akan kucoba !"
Aku mengambil yang ukuran L,mungkin muat denganku karna aku tidak terlalu gemuk.setelah melihan dan mencobanya ternyata ada bagian yang tidak ku mengerti cara memakainya.aku pun coba memasangnya sambil berdiri di depan kaca.
"emm,bagian ini bagaimana memasangnya ya?"
Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan tenyata ka paula yang datang.
"Arisa apa kau siap ?"
"KA..KA PAULA ! TOLONG JANGAN LIHAT AKU !"
"eh ?"
Malu sekali dilihat ka Paula dengan pakaian maid yang tidak sempurna ini.mugkin lebih baik dilihat oleh mama dibandingkan oleh ka Paula.
"KA PAULA ! KENAPA KAKA TIDAK MENGETUK PINTU DULU !"
"ah,maaf ya ternyata kau sedang ganti baju.tapi tenang saja,mukin..aku akan bertanggung jawab!"
Sambil memegang pipinya dengan satu tangan dan memasang wajah wanita dewasa,dengan nada halus di kata "aku akan betanggung jawab" membuatku salah paham.
"EHHH !.... ya Kalau ka paula mau bertanggung jawab,tak apa-apa"
"KAU YAKIN !?"
Setelah itu ka Paula membantuku memasakan baju maid dengan benar.dia juga mengajariku caranya berdandan.
"ehh,kenapa kita pakai make up,yang ada dirumah ini kan,Cuma Tuan Baron yang laki-laki,bahkan dia sudah menikah"
"kau ini,make up adalah aksesoris bagi sorang maid.ini juga bagian dari seragam kerja kita.maid itu harus keliatan cantik di depan Tuannya"
Ternyata begitu,itu adalah sebuah pelajaran,aku tidak boleh lupa.
"lihatlah,kau cantik sekali dengan make up kan,memang pada dasarnya saat melihat mu pertamakali,kau memang sudah cantik sih"
"benarkah ! hehe,dipuji oleh ka Paula adalah kehormatanku"
"yasudah, ayo kita pergi, aku akan mengajarimu"
"baik"
Setelah itu aku diajari oleh ka paula berbagai macam hal,dari mencuci,memasak,bersih-bersih,hingga tatakrama saat bertemu Tuan Baron.saat berlatihpun, aku bertemu dengan maid yang lain dan ternyata aku mengenal beberapa dari mereka,pekerjaan ini sangat menyenangkan,aku harus lebih giat dalam hal ini.
Ke esokan harinya aku diminta untuk pertamakalinya mengantarkan minuman ke ruangan Tuan Baron,memang sedikit gugup tapi aku tidak boleh membuat Ka Paula kecewa.
"ada apa Arisa,kau masih gugup ?"
"i..iya sedikit"
"tenang saja,kau sudah belajar giat kemarin ,kau pasti bisa membuat tuan Baron senang"
"ok,baiklah"
Aku pun mengetuk pintu Ruangan kerja tuan Baron,Semoga saja aku tidak mengacaukan apapun.
"iya,Masuk"
BAGAIMANA INI ! SEMOGA SAJA BERHASIL !
"Selamat Pagi Tuan Baron,Vo..Vodka anda Telah siap"
"ah,Terima kasih Arisa"
"............"
"hem,kenapa diam saja ? bawalah kesini "
"ah,iya"
Aduh,sesempatnya aku kehilangan fokusku,ayo Arisa ! kau pasti bisa !
"jadi hari ini kau yang mengantar minuman ya,kau sedikit Gugup"
"Ma...Maafkan aku"
"Tidak masalah"
aku pun menuangkan Vodka ke dalam gelas dan menyajikanya untuk Tuan Baron.kalau tak salah Vodka itu Minuman Berakohol.Munkin dia sedang mau beristirahat.
"Si..silakan Vodka nya"
"ah,Terima kasih"
Dia pun meminumnya.tapi setelah dia minum,APA YANG HARUS KULAKUKAN ! ingatlah,ingatlah Arisa.ingatlah yang dikatanak ka Paula.
"fuhh,minum vodka setelah kerja memang enak"
"Se..sepertinya pekerjaan Tuan sangatlah berat,Bagaimana Kalau Tuan istirahan sejenak"
"benar juga,ide yang bagus"
Dia pun duduk di sofa yang berada di depanya,sepertinya itu sofa mahal,siapapun yang duduk disana pasti akan merasa sangat nyaman.
"baiklah,sambil aku istirahat disini,tolong pijat aku ya"
"eh....."
Pi..Pijat ? apa maid juga jadi tukang pijat ? bukanya maid itu mengurus rumah dan melayani ?
"Pi..pijat ?"
"iya pijat,kamu bisakan ?"
"i..iya,aku bisa"
Aku memang sering memijat mama dan papa, tapi ini sipertinya tergolongan lain.
"lakukan dengan perlahan ya"
"ba..baik"
Akupun mulai memijatnya,karna dia bilang perlahan,aku melakukanya seperti aku memijat mama.
"emm,ini enak...kau pandai juga ya memijat"
"Terimakasih ! biasanya dirumah aku memijat mama sehabis dia pulang berkebun"
"mama mu pasti senang memiliki anak baik sepertimu"
"yahaha,mungkin"
Aku jadi kangen mama padahal baru 2 hari disini.
"bagaimana ? kau sudah betah kerja disini"
Sambil terus memijat aku membalas setiap pertanyaan yang dilontarkan tuan Baron.
"iya,ka Paula sangat baik kepadaku"
"kau memanggilnya kaka ?"
"iya,karena dia Seniorku dan dia memintaku memanggilnya dengan nama saja,aku merasa tidak sopan.jadi,ku panggil saja kaka"
"baguslah kalau kau akrab dengannya"
Syukurlah sepertinya aku sudah bisa bicara dengan Tuan Baron tanpa gugup.mungkin ini berkat Ka paula yang selalu mendukungku.
"baiklah ini cukup,aku harus kembali bekerja"
"baiklah,kalau begitu aku permisi Tuan Baron"
"Terima kasih ya"
Setelah bunyi pintu tertutup aku langsung tersenyum dan kegirangan.sepertinya tidak ada masalah dan aku masih bisa bekerja disini.
"baiklah, waktunya bekerja kembali"
Setelah kejadian itu,keseharianku bekerjaku mulai terbiasa,bekerja dari senin sampai sabtu,dan akan pulang di hari sabtu malamnya.di hari sabtu pagi ini,kami maid akan mencuci pakaian yang ada di rumah ini,walaupun yang tinggal disini Cuma tuan baron, tapi perabotan seperti hordeng,taplak meja dan handuk juga ikut dicuci.cucian kami pun menumpuk.
"wah,ramai sekali ya di hari sabtu pagi ini"
Senang sekali memcuci di hari sabtu pagi ini,kami para maid pun memcuci secara bersamaan.akupun bicara dengan Mei.dia satu-satunya yang berasal dari desa sepertiku.dan aku mengenlanya walaupun tidak terlalu akrab.
"hey Arisa ,apa kau tau mengenai SUZAKU ?"
"tentu,itu buku yang sering di baca oleh adikku,katanya dia Dewi di pulau ini kan"
"iya,bagaimana menurutmu ? apa kau percaya ?"
"emm,mungkin iya,mungkin tidak"
SUZAKU adalah dewi di pulau ini,menurut cerita,dia adalah dewi yang mengabulkan sebuah perminyaan orang yang lebih mempedulikan orang lain daripada dirinya sendiri.dengan sebuah jiwa yang diberikan, dia akan mengabulkan perminataan orang tersebut jika itu untuk orang lain,Nama dari ritualnya disebut Sacrifice,namun,pengabulan itu tidak tentu, dan bisa dikabulkan dalam waktu yang lama.singkatnya,keinginanmu akan dikabulkan jika kau mengorbankan jiwamu tapi untuk kepentingan orang lain.jadinya,pengorbanan yang sia-sia bagiku.
"ahh,kau tidak seru.tapi memangnya juga siapa yang mau memohon sebuah permintaan, dengan persaratan dia mengambil jiwamu"
"kau benar,mungin tidak ada yang berani mengorbankan jiwanya demi satu keinginan.bahkan itu untuk orang lain"
Setelah pekerjaan selesai sampai pukul 6 sore.aku di izinkan pulang oleh ka Paula.
"ka paula tidak pulang ke rumah ?"
"tidak,aku kepala pelayan disini,dan hanya pulang kalau diizinkan"
"baiklah aku pulang dulu ya ka paula"
"ingat,kembalilah kesini hari senin jam 8 pagi"
"ROGER !"
Aku pun berlari pulang menuju rumah tersayangku.
"kau terlalu baik padanya,kau akan membuatnya kecewa,kau tau"
"begitukan menurutmu ?"
"cepatlah masuk,aku sudah mau mulai"
"Baiklah.....Tuan Baron"
Setelah berlari sekuat tenaga aku sampai di rumah dengan semangat yang panas membara.
"AKU PULANG SEMUA ! NYONYA ARISA INI TELAH SAMPAI RUMAH !"
"KAKA !"
Rian langsung memeluku dengan erat,mama dan papa pun juga menghampiriku.
"syukurlah kau baik-baik saja Arisa,mama sampai cemas"
"ayah juga bersyukur kau baik-baik saja Arisa,papa sampai rindu padamu"
"AYAH,IBU!"
Itu benar.walaupun aku bahagia disana,keluarga ini yang selalu aku inginkan.
"Kau menepati janji ka !"
"hehe,aku memang selalu menepati janjiku !"
"tapi kenapa mukamu dan bajumu penuh lumpur ? berapa kali kau jatuh ?"
"hem,aku ini sudah jadi dewasa adiku.aku hanya jatuh sekali,walaupun itu di lumpur tempat babi-babi mandi"
"CEPAT MANDI SE...KA..RANG !"
"i...iya"
Setelah membersihkan tubuh aku makan bersama keluargaku,padahal aku hanya pergi seminggu,tapi suasana ini yang selalu kurindukan.
Setelah selesai makan aku ingin pergi ke kamar Rian.sudah seminggu aku tidak main bersamanya, dia pasti kesepian.
"Ri...an !"
"kaka ? ada apa ?"
"hehe,kaka hanya mau main di kamarmu,sudah lama kan, kita tidak main bersama"
"kaka ini sudah 16 tahun,masih saja seperti anak kecil"
"iya,iya...kau tidak serunih,apa yang kau lakukan ?"
Rian masih saja membaca buku tentang SUZAKU itu,sepertinya itu buku yang menarik baginnya.
"membaca ini"
"kau tidak bosan-bosanya membaca buku ini ya,memang apa hebatnya sih,SUZAKU itu"
"hebat loh,dia dapat mengabulkan permintaan"
"tapikan syaratnya kau harus mengorbankan jiwamu,mana ada yang mau kan"
"tetap saja menurutku keren,kau harus baca ini ka,kisahnya juga ada disini"
Sebenernya aku suka membaca,tapi aku tidak terlalu suka membaca tentang sejarah dan mitologi,aku lebih suka matematika dan sains.
"hem,mungkin kapan-kapan kaka akan baca"
"heh,kenapa tidak sekarang ?"
"karena....kaka lagi mau mainnn !"
"ahahah,kaka itu geli"
Kami pun bercanda dan tertawa bersama,kuyakin adikku baik-baik saja.
Sudah satu bulan aku bekerja di Rumah Tuan Baron,aku pun mendapat uang gajiku yang 6 juta itu.aku sebenenarnya ingin mengajak ayah,ibu,dan Rian untuk pergi ke kota dan bermain disana.tapi aku ingin memberikan gaji pertamaku kepada kedua orang tuaku.mereka kan membesarkan ku dari kecil, pasti banyak biaya untuk merawatku.ini pun hari sabtu,malam ini aku akan memberikanya pada mereka.
"ah,Arisa kau ada waktu ?"
"iya ka Paula,ada apa ?"
"begini,kita lagi kekurangan maid untuk besok,jadi kau tidah bisa pulang malam ini"
"tidak bisa pulang ? ada apa ? apa yang terjadi hingga kekuarangan maid ? oiya,belakangan ini aku tidak melihat mei ? diman dia ?"
Aku sudah lama tidak melihatnya,apa setiap maid libur di hari yang berbeda ? mungkin seperti itu ya,agar tetap ada maid yang mengurus rumah.
".......di..dia pulang setelah mendapat gaji bulanan.mungkin berlibur ke sesuatu tempat"
"hah,berlibur ? apa kita bisa dapat waktu berlibur ?"
"te..tentu saja, jika kau bekerja lebih giat, kau akan mendapat liburan dari Tuan Baron !"
Jadi cara untuk dapat liburan panjang,dari tuan baron itu sendiriya.aku tidak tau.
"Be..begituya, ternyata aku kalah oleh mei.baiklah,aku akan kerja lebih giat !"
"kau bisa pulang di minggu berikutnya.maaf ya Arisa"
Eh ?
"Eh ?"
"emm,ada apa ?"
"ka..KA PAULA TIDAK SALAH APA-APA ! BERHENTILAH MINTA MAAF ! TOLONG TARIK KEMBALI PERMINTAMAAFAN MU TADI !"
"Ba...baiklah"
Sepertinya aku hanya akan bisa pulang minggu depan,semoga Rian tidak kesepian.
Di hari Rabu pagi aku membersihkan ruangan kerja tuan Baron.Selagi Tuan baron masih beristirahat di Ruanganya.aku berkesempatan membersikan Ruangan kerjanya.
"hem,baiklah sepertinya sudah beres semuanya,tinggal disini..disini ruang apaya ?"
Disamping ruangan kerja tuan Baron ada satu pintu yang aku tidak pernah masik kesana.selagi disini kenapa aku tidak coba masuk saja,jika itu dikuncipun aku tidak akan masuk.
"ehh,ternyata tidak dikunci,masuk ah"
Ternyata didalam ruagan ini ada banyak rak buku.buku dari berbagai macam Negara pun ada disini,mungkin ini perpustakaan miliknya.
"wah,banyak sekali buku disini dan beragam,dari buku yang kecil sampai yang be-"
"long...."
"Eh ?!"
a..apa barusan itu ? sepertinya aku mendengar suara.
"apa yang barusan ku dengar tadi !"
Tiba-tiba aku mendengar seseorang berjalan ke arah sini,aku pun langsung keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya,ternyada ka Paula yang datang.untung saja aku sempat menutup dan menjauh dari pintu itu.
"em,Arisa ? kau masih membersihkan ruangan ini ?"
"i..iya,ini baru selesai,aku akan kembali kedapur dan memasak"
Aku pun berlari secepat kilat menuju dapur.
"(CLEK...)Arisa, kau sudah mendengarnya kan,Maafkan aku ya"
Setelah beberapa hari berlalu aku masih mengingat suara kecil itu,terdengar hanya kata (long). ataukah aku salah dengar,tapi ada apa dengan perasaan ini.
Hari sabtu ini kami muncuci bersama,tapi kata Bersama itu terdengar aneh, karna Cuma ada 3 maid yang mencuci disini,sambil derus mencuci aku bicara kepada ka Paula.
"ka Paula,dimana maid yang lain ? selain itu mei juga tidak kunjung kembali "
"em,Arisa, karena maid minggu ini hanya ada kita bertiga,jadi kau tidak bisa pulang ke rumah untuk minggu ini"
"kenapa ? bukanya ka Paula sudah janji kalau aku boleh pulang minggu ini ?"
"..............."
"Ka Paula ?"
"i..ini perintah Tuan Baron,kau tau kan Sangsinya jika melanggar !"
Seingatku, jika melanggar kami para maid tidak akan dapat gaji bulanan.itu sangat buruk, aku butuh gaji bulananku untuk bulan ini.
"Baiklah,kau bisa pulang sebentar di hari minggu jam 7 sore,tapi kau harus kembali kemari jam 10 malamnya."
Secepat itu.ada apa ini ? kenapa ka Paula seperti Meragukan Begitu ?
"baiklah jika itu memang yang ka Paula Bilang,akan ku tepati"
Akhirnya cuci baju kami telah selesai,cukup lama bekerja hanya dengan tiga orang dan memakan waktu sampai sore.
Setelah pekerjaan kami semua selesai,tepatnya pada jam 6 sore.aku kembali ke kamar,membereskan kamar dan mengambil gaji pertamaku.setelah semua siap aku pergi menuju pintu utama untuk pulang kerumah,dari jauh terlihat ka Paula yang menunggu di pintu utama.aku pun menghampirinya.
"ada apa Ka Paula ? apa kaka ada perlu ?"
"bawalah ini"
Dia diam-diam menyelipkan kertas di dalam saku jaketku.
"apa ini ?"
"Baca ini begitu kau sampai di rumah.sekarang cepatlah kau pulang !"
"baiklah,aku akan kembali jam 10 nanti"
Dia tidak mendengarnya dan langsung menutup pintunya.aku pun berjalan pulang tidak seperti biasa,aku terus memikirkan tentang ka Paula,setelah sampai dirumah tak kusadar waktu yang kupunya tinggal 2,5 jam lagi.
"aku pulang,ayah,ibu,Rian"
"Arisa, senang kau kembali ,kenapa minggu lalu kau tidak pulang ?"
"maaf ayah,disana kekurangan orang,jadi maid tidak diizinkan pulang"
"begituya"
Kenapa suasana sepi seperti ini, dimana mama dan Rian,dan kenapa ayah yang memasak ?
"mana mama dan Rian ?"
"Arisa,mamamu sakit"
"APA! MAMA SAKIT ! KENAPA TIDAK ADA YANG BILANG KE AKU !"
"maafkan papa,tapi ibumu bilang,dia tidak mau membuatmu cemas"
"APA MAKSUD AYAH ! KELUARGA ADALAH NOMER SATU UNTUKKU !"
Akupun segera lari menuju kamar Ibu.
"MAMA!"
__ADS_1
Disana ada mama yang terbaring lemas,dan rian yang tertidur di kasur mama.sepertinya dia kelelahan terus-terusan menjaga mama.
"tenanglah sedikit Arisa, kau akan membangunkan Rian !"
"mama tidak apa-apa ? mama sakit apa ?"
"tenanglah,mama hanya demam sedikit.beberapa hari istirahat juga sembuh"
Kondisi mama memang sangat lemah saat ini.rian pun kelelahan,dan aku harus kembali ke Rumah Tuan baron jam 10 nanti.
"ada apa Arisa ?"
"tidak apa-apa ma,aku akan membawa Rian ke kamarnya dulu.lalu aku yang akan merawat mama"
"terimakasih ya Arisa"
"hehe,tak masalah"
Plesetan dengan pekerjaan,saat ini mama sedang sakit,aku bisa bilang ke Tuan Baron kalo mama sedang sakit nanti dan bisa cuti untuk sejenak.
Setelah aku merawat mama sampai dia tertidur, aku kembali ke ayah yang sedang mencuci piring-piring sehabis kita makan tadi.
"papa..."
"ehh,ada apa Arisa, kau masih lapar ? atau bubur papa tadi kurang enak ya ?"
papa ini, padahal aku lagi merasa tidak enak karena sudah berteriak ke papa tadi,tapi dia masih saja bercanda dan tetap tersenyum seperti itu.
"iyanih papa,bubur tadi terlalu asin"
"emm,mungkin papa harus lebih giat belajar masak lagi"
"pa,maaf ya,tadi aku sampai bentak-bentak papa"
"tidak masalah Arisa,itu bukti bahwa kau masih sayang sama mama"
"Te..tentu saja aku masih sayang mama,papa dan Rianpun juga"
Apa papa sudah lupa bahwa kerja kerasku selama ini tentu saja untuk kalian semua.
"kalau begitu kau istirahat saja,biar papa yang menjaga mama selanjutnya"
"tidak,aku ingin menjaga mama lebih lama lagi"
"baiklah,papa tidak akan memaksamu"
setelah beberapa waktu berjalan,tak terasa sudah hampir jam 10 malam,di malam ini aku akan menjaga mama sampai mama sembuh,namun pada malam itu ketukan pintu terdengar.ayah menyamperi pintu dan membukakan pintu.
"iya siapaya ?"
Rupanya yang datang adalah penjaga gerbangnya tuan Baron,benar juga aku tidak tau namanya selama ini.
"maaf,apa Arisanya ada ? saya disuruh tuan Baron untuk menjempunya"
Karena penasaran aku menghampiri papa juga.
"ehh,si penjaga gerbang"
"Arisa,tidak sopan memanggil orang seperti itu"
"Tidak apa-apa saya tidak masalah.Arisa, tuan Baron memerlukanmu"
Tuan baron memerlukanku ? bukanya disana ada ka Paula ? benar juga, berhubung ada dia disini sekalian saja aku bilang kedia kalau aku ingin cuti untuk merawat ibuku.
"be..begini,ibuku sedang sakit saat ini,jadi bisakah kau bilang ke tuan baron kalau aku izin untuk cuti,agar aku bisa merawat ibuku ?"
"..............."
Ada apa ? kenapa dia diam saja ?
"kau harus bilang sendiri ke tuan baron kalau kau mau cuti untuk merawat ibumu"
".....begituya"
"tidak apa-apa arisa,pergilah, biar papa yang jaga mama"
"tapi...."
Aku masih tidak mau pergi,dan ingin menjaga mama.
"hei,cepatlah,tuan Baron menunggumu"
"iya,iya"
Aku segera mengambil gaji pertamaku yang ku taru di meja,dan segera memberikanya ke papa.
"papa,ini gaji pertamaku,jika mama tidak lekas sembuh,tolong bawa mama ke kota agar bisa dirawat dokter !"
"ta..tapi, papa tidak bisa menerima uang hasil jerih payahmu !"
"tolonglah papa,ini adalah permintaanku !"
"ba..baiklah,kamu hati-hati ya"
"iya,aku segera kembali"
Aku segera menyusul si penjaga gerbang itu.walaupun aku berjalan bersamanya dia tidak bicara sepatah katapun.
Sesampai disana,dia bilang bahwa tuan baron menungguku di ruang kerjanya,akupun segera masuk dan berlari secepat mungkin,namun selagi sampai setengah jalan menuju ruangannya,si penjaga gerbang itu menutup pintu utama dan menguncinya,namun aku tidak ada waktu untuk itu dan tetap berjalan menuju ruangan kerja tuan baron.
Setelah sampai disana,ternyata tuan baron tidak ada diruangnya,akupun mengecek perpustakaan sebelah,namun dia juga tidak ada disana"
"disini juga tidak ada,apa tuan baron ketolilet ?"
"ng...."
"eh ?"
a...aku mendengarnya lagi,sebenarnya apa yang kudengar ini ?
"ng..."
"lon..."
"to..."
Ada apa ini aku semakin mendengar banyak suara.apa yang sebenarya terjadi !
" SUARA APA INI !"
"kau ingin tau ?"
"HAH !"
Tiba-tiba tuan Baron muncul di belakangku dan membuat ku kaget.
"kau ingin tau suara apa tadi ?"
"Tu..Tuan Baron ! Tuan juga mendengarnya ?"
"tentu saja,suara-suara itu membuatku sangat senang,tapi tenang saja...karna,KAU AKAN SEGERA BERGABUNG,DENGAN SUARA-SUARA ITU!!!"
Dengan wajah yang seram dia mendekatkan wajahya ke wajahku,karna ketakutan aku mendorongnya dan mendadak berlari tanpa arah.
"APA YANG TERJADI ! KENAPA TUAN BARON JADI ANEH BEGITU !"
Aku terus berlari menuju dorm para maid,aku mengetuk kamar Ka Paula yang berada di ruangan nomer satu namun dia tidak menjawab,akupun mencoba mengetuk semua pintu maid dari nomer pertama hingga kelima,namun tidak ada jawaban,karna bingung,aku masuk ke ruangan ku sendiri.namun,di dalam kamarku,ada Ka Paula yang berdiri menghadap ke arah kaca.
"ka..ka Paula ! kau membuatku kaget,ternyata kaka ada disini"
"........"
"ada apa,kenapa kaka ada dikamarku ?"
"........"
Benar juga,sekarang bukan saatnya membahas itu,ini mengenai tuan Baron yang bersikap aneh,akupun berdiri di depanya,dan bicara padanya.
"Tolong ka,tuan Baron bersikap aneh dan membuatku takut,apa kaka juga disini karna ketakutan akibat tingkahnya tuan Baron ?"
"............"
"ka Paula ?"
"Arisa.....Maafkan aku"
"eh ?"
Tanpa kusadari ka Paula memukul perutku hingga membuatku terpental kebelakang,dan membuat kaca yang ada dibelakangku pecah berhamburan.
"GHAKKK....ka paula ?"
"MAAFKAN AKU,ARISA !"
Pukulan keduannya ini mengarah ke perutku lagi.namun pukulan kali ini dihiasi oleh jentik-jentik air mata Ka Paula.seketika,akupun pingsan.
Suara yang selalu bisik,mulai terdengar jelas,namun aku tidak tau suara apa itu,di tempat yang gelap dan kosong,solah hanya kegelapanlah yang terlihat dimataku sepanjang memandang.ya,seperti itulah mimpiku,namun saat aku terbangun,aku berharap mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan.
"UGH...."
Saat aku sadar, aku merasa dingin dan badanku merinding,suara yang selama ini menghantuiku mulai terdengar jelas .
"TOLONG ! KELUARKAN AKU DARI SINI !"
"BERISIK,KAU TIDAK ENAK DIPANDANG !"
"GYAAAA !"
Yang terdengar olehku barusan seperti suara tuan Baron dan teriakan seorang wanita,namun,baru kali ini aku mendengar suara tuan baron yang seperti ini.
"KAU SUDAH TIDAK SERU LAGI,KAU AKAN MATI BESOK !"
"ku..kumohon.....keluarkan aku......"
"TENTU SAJA.TAPI SETELAH JIWAMU KU KELUARKAN TERLEBIH DAHULU,GYAHAHAHA"
Setelah melihat semuanya ternaya mataku tidak salah,dia tuan Baron,dia sedang memukuli Maid itu,dia tidak seperti tuan Baron yang dulu,dia seperti Iblis.
"tu..tuan Baron ?!"
"huh ? HOH ARISA,KAU AKHIRNYA SADAR YA ! AKU MENUNGGU MU TAU!"
"tu..tuan,ap..apa ini,apa yang kau lakukan ?"
Setelah melihat sekitar,aku sepertinya berada di sebuah penjara,leherku terikat dengan rantai yang memanjang ke luar sel penjara.
"Aku suka sekali melihat ekspresi kebingungan mu itu Arisa,bualah ekspresi yang lebih memukau"
"APA YANG TERJADI ! KENAPA AKU ADA DISINI !"
"HEY!"
"GYAAA !"
Tiba-tiba dia menarik rantai yang terhubung ke leherku ini,rasanya seperti tertarik dan mencekik leher.
"HEY,AKU INI TUANMU,BERANI SEKALI KAU TERIAK-TERIAK KEPADAKU !"
"ap...apa yang telah kau perbuat ini ?"
"Kau tidak tau ?....Hey,cepat kemari !"
Dari belakanya,ka Paula muncul setelah dipanggil olehnya.setelah aku melihat kearah ka paula,tatapanya begitu dingin namun menunjukan ekspresi sedih.
"ka...ka paula ?"
"Sayang sekali ya,ka Paula mu ini menjualmu,Padahal petermanan kalian seperti kaka dan adik!"
"me..menjual ?"
Apa maksunya Menjual ?
"itu benar,saat ini dia adalah tahananku.dia tidak akan berani membantah,atau melawanku untuk perintah apapun.namun, karena ada penggantinya yaitu kau,aku berjanji untuk membebaskannya !"
Jadi,ka paula mengorbankan diriku,agar dia bisa bebas ?
"ka..paula,jadi selama ini,yang kita lakukan bersama,hanyalah perintah tuan Baron ?"
"...............Maafkan aku"
"..............."
"ITU BENAR ARISA ! TUNJUKANLAH KE KECEWAANMU SEKARANG !"
Berani sekali dia mengorbankanku,setelah apa yang kita lakukan bersama!
"KAU....TAKAKAN KU MAAFKAN,PAULA !"
"GYAAHAHAH,LIHATLAH PAULA, DIA SEKARANG DENDAM KEPADAMU !"
"............."
Tapi,kenapa ? kenapa wajahya sedih seperti itu ?
"bagus,tugasmu selesai. pergilah sekarang,tapi ingat, jika kau bocorkan semua ini,KAU TAU AKIBATNYA KAN ?"
"............"
Setelah itu Paula pergi meninggalkan kami, si penjaga gerbang pundatang.namun saat ini,yang ada di pikiranku adalah wajah sedih Paula.
"tuan baron,sudah waktunya persiapan untuk memesan maid baru"
"ohh iya,aku harus memesan yang baru ya,baiklah,SAMPAI BESOK YA A..RI....SA"
"........."
Rasa marah ku ini tidak dapat mengeluarkan kata-kata.
Setelah dia pergi,aku putuskan untuk mengecek keadaan,sepertinya aku beberapa di tengah penjara disini,dan tadi aku mendengar ada satu maid yang sedang dipukul olehnya, jadi saat ini ada seseorang yang bersamaku.aku pun mencoba bicara padanya.
"hei, kau mendengarku ? Tolong jawab !"
"......"
Dia tidak membalasnya, apa dia sangat terluka.
"kau ada disanakan ? tolonglah jawab"
Tiba-tiba ada cahaya dari sel sebelah kiri.
"hei,kau yang disana"
Rupanya kami tidak berdua,ada seorang lagi dari sel sebelah kiri,aku tidak menyadari sebelumya,karna dia tidak bicara apapun sebelumya.
"kau..kau punya senter !"
"iya,aku menyembunyikanya,kau tidak apa-apa ? kau Arisa bukan ?"
"to..tolong kau terangi diri mu sendiri, agar aku melihat mu?
Dia pun menerangi dirinya sendiri,dan aku mengenal dia walaupun kita jarang berbicara.kalau tidak salah namanya Noel.
"ka noel ?"
"benar,syukurlah sepertinya kau tidak apa-apa"
"kaka juga ditarik kesini ?"
"sebelum itu, aku ingin minta tolong padamu !"
"tolong ?"
Apa yang dia mau,dan sepertinya aku tidak bisa menolong apapun dengan kondisi seperti ini.
"di depan sel mu adalah sel mei,dari kemarin dia tidak meresponku saat aku tanya keadaanya,aku akan menggelindingkan senter ini untukmu dan tolong lihat keadaanya"
Apa ! mei ada di sel depanku,aku mencarinya selama ini semoga dia baik-baik saja.
"MEI ADA DIDEPANKU ! BAIKLAH, TOLONG BERIKAN SENTER ITU !"
dia pun mematikan senternya dan menggelindingkan ke arahku,akupun segera menangkapnya.
"ok,dapat"
Saat ku nyalakan senternya, mataku ditusuk oleh serangan kekagetan.yang kulihat adalah tubuh mei yang berlumuran darah.darahnya berasal dari kepalanya,dan sepertinya ada noda darah di tembok tempat dia bersandar.
"GYAAAAAA......UGHH !"
Akupun langsung berlari ke closet dan muntah seketika,pertama kalinya aku melihat mayat langsung di depan mataku.
"hey kau kenapa ! apa yang terjadi !"
"di..di..dia tewas !"
"te..tewas ! GEH, SIALAN KAU BARON ! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN MU !"
Akupun masih ketakutan mengenai apa yang ku lihat ini.ayah,ibu,rian,tolong aku.
Setelah aku telah sedikit tenang aku menghawatirkan keadaan wanita yang ada di sebelah kananku,dan mengembalikan senternya ke ka noel.
"hey,apa wanita yang di sebelah kanan selku baik-baik saja ? tadi dia tidak menjawab"
"iya,namanya Rin,sepertinya dia pingsan sehabis dipukul tadi"
Entah kenapa,mendengar kata pingsan saja sudah menyeramkan untuk didengar.apa yang harus ku lakukan,apapun yang terjadi aku harus keluar darisini.
Akupun memutuskan untuk melihat sekitar sel ku,disini ada kain untuk tidur,keran air,dan bahkan ada toilet yang aku pakai tadi.memang benar-benar seperti penjara.sangat menyeramkan.
"hei,apa kau benar-benar marah ?"
Tiba-tiba ka noel bicara kepadaku.mungkin dia Cuma ingin bicara karna ketakutan juga.
"marah ? tentu saja aku marah kepada Baro-"
"tidak,yang ku maksud bukan dia,maksudku ka Paula !"
Kenapa dia bicara tentang Paula,padahal aku ingin melupakanya.
"tentu saja,aku tidak akan memafkanya,dia sudah menjualku"
"saat aku melihatnya tadi,dia sangat sedih saat kau bilang,tidak akan memaafkanya"
"......sebenarnya aku juga masih memikirkan itu"
"mungkin ada yang kau lupakan ? ingatlah,apadia pernah bilang sesuatu ? atau memberikanmu sesuatu ?"
"memberikanku sesuatu ?!"
Benar juga kalau tak salah, sewaktu aku pulang di malam hari,dia memberikan ku selembar kertas,aku belum sempat membacanya.akupun segera mengecek kantungku.
"ADUH !"
"ada apa ? kau tidak apa-apa ?"
"iya,ada potongan kaca di dalam saku jaketku"
Kenapa ada potongan kaca disini ? benar juga,sewaktu Paula memukulku di kamar,kacanya pecah di belakangku.tapi yang kuinginkan adalah kertas yang dia berikan,jadi kutaru saja pecahan kaca ini sementara di bawah kain tempat tidurku.
"ini dia,kertas yang Paula kasih saat aku mau pulang ke rumah"
"apa isinya ?"
Akupun menbacanya.
"Arisa,cepatlah tinggalkan pulau ini,ajaklah keluargamu untuk pergi ke kota menggunakan gaji pertamamau,saat ini tuan baron sangat mengingin kan mu menjadi mainanya,dia akan mengurungmu dan kau pasti akan tersiksa.maafkan aku, aku bimbang memilih antara kau dan juga orangtuaku."
"ORANG TUANYA ?"
"orang tuaku ditahan oleh tuan baron,dan karna itu aku terkurung menjadi maidnya selama 5 tahun,aku tidak dapat membantahnya karna keselamatan orangtuaku lah yang jadi jaminanya.lalu dia membuat sebuah kesepakatan denganku."
"kesepakatan ?"
"jika aku bisa membuatmu betah disini dan membuat mu mennyangiku,aku akan dibebaskan.namun setelah ada apa yang kita lakukan bersama selama 1 bulan ini,ternyata akulah yang menyayangimu"
".........."
"karna itu pergilah,selamatkan dirimu Arisa, laporkanlah kejahatan ini ke polisi saat kau sampai ke kota.dan,saat ini,aku tidak akan pernah melupakan,kenangan yang kita lakukan bersama."
Setelah membaca ini, hatiku sakit atas apa yang terakhir aku katakan padanya.rasa penyesalan tidak membaca kertas ini membuat hatiku terasa mencair dan menetes,airmata inipun ikut menetes tanpa henti.
"APA....APA YANG TELAH KULAKUKAN.KA PAULA.....KA PAULA.....HIKK....HIKK"
"sudah,menangislah sesukamu,mungkin saat ini dia juga sedang menangis"
Maafkan aku....ka Paula.
Hari berikutnya pun datang,hari dimana sesuat yang buruk pasti akan terjadi.ya,sesuatu yang buruk akan datang setiap harinya.dan dipagi ini pun itu terjadi.
"PAGI PARA MAID KU !"
Baron dan si penjaga gerbang datang lagi ke sel ini,semoga mereka tidak berbuat yang macam-macam.
"..............."
".............."
Aku dan ka noel tidak menjawabnya,dan sepertinya Rin juga masih pingsan.
"HEI HEI,KENAPA TAK ADA YANG MENJAWABKU ? KALIAN MAU KUSIKSA YA ?"
Dia gila,dia memang sudah benar-banar gila.
"HEI ARISA, JAWAB SALAMKU,SE..KA..RANG !"
Karna aku tidak ingin terkena banyak masalah,apa lagi sampai disiksa,aku turuti saja kemauannya.
"Se..Selamat pagi,Tuan Baron"
"BAGUS ARISA,BAGAIMANA DENGAN MU NOEL ?"
"...........SELAMAT PAGI ! TUAN BARON !"
Ka Noel memberikan salam dengan senyuman dan nada yang lebih lembut.
"HEM, AKU SUKA ITU,tapi !"
Tiba-tiba dia menarik rantai milik ka noel.
"GYAAA !"
"JANGAN MENUNJUKAN WAJAH BAHAGIA DIDEPANKU,TUNJUKAN EKSPRESI KETAKUTANMU,MENGERTI!"
"BA..BAIK"
Melihatnya saja sudah membuatku naik darah,seandainya ada yang bisa akulakukan sekarang.
"Baiklah,apa jadwanlku kali ini Bord ?"
Bord ? jadi nama penjaga gerbang itu adalah Bord.
"hari ini adalah hukuman untuk Rin"
"!"
"!"
"HEH !"
Apa,hukuman ? jadi maksunya dia akan menyiksa rin.padahal rin masih pingsan !
"HEI,BANGUN !"
Dia pun berteriak sambil menarik rantai milik Rin,namun rin sedang pingsan dan dia tidak bangun juga.si Bord pun melihat ke sel rin.
"Bos,sepertinya dia sakit,badanya sangat panas,dan dia Berkeringat"
"HEH....BEGITUYA ?"
Apa yang dia mau ? apa dia akan menyiksa orang sakit ?
"BAWA DIA KE LAUT BELAKANG,DAN BUANG DIA"
"!"
Sungguh dia bukan manusia lagi ! KURANGAJAR !
"APA KAU GILA MEMBUANGYA BEGITU SAJA !"
Ternyata Ka noel berteriak mendahuluiku,sepertinya dia benar-banar sudah hilang kesabaran.
"ADA APA ? KAU JUGA MAU IKUT DIBUANG ?"
"ugh........"
"AYO,ANGKUT DIA KELUAR"
"Bagaimana dengan mayat mei bos?"
"BIARKAN SAJA DISANA,ITU HUKUMAN ATAS MELAWANKU !"
"tapi,jika dibiarkan lama-lama,mayatnya akan membau dan membusuk"
"KAU NAIKAN SAJA SUHU SELNYA KE TEMPERATUR YANG PALING DINGIN AGAR LEBAM MAYATNYA MELAMBAT,ATAU KAU KASIH PAGAR DI SEKELILING SEL NYA,MENGERTI !"
"Ba..Baikbos"
Mereka segera keluar membawa Rin keluar ruangan,aku tidak bisa memikirkan apa yang mereka lakukan itu benar-benar bukan lagi seorang manusia.
"KURANGAJAR,SETELAH MEI,DAN SEKARANG RIN ! LIHAT SAJA BARON BRENGSEK, AKAN KUBALAS PERBUATANMU !"
Melihat ekspresi ka noel membuatku semakin merasa marah.amarahku ini semakin ingin meluap,namun amarah ini lah yang Baron itu mau,jadi aku harus tetap tenang.
"Tenanglah ka,jika kau emosi seperti itu,kau akan kehilangan akalmu"
"KAU DIAM SAJA! "
Dan sekarang aku juga kena marahnya.
Setelah beberapa jam berlalu Bord datang dan memberikan makan pada kami.dia melempar Roti dan buah-buahan kearah kami seperti memberi makan ke hewan Peliharaan.
"MAKANLAH ITU ! KUCING-KUCINGKU ! GYHAHAH !"
Setelah itu dia pergi meninggalkan kami,Ternyata dia sama gilanya seperti majikannya.tapi,walaupun kita dapat makanan seperti ini,aku tidak ingin mati kelaparan disini,banyak inpian ku yang belum ku gapai,dan impian itu tidak boleh berakhir disini.
"kau tetap memakannya ya ?"
Tiba-tiba ka Noel bicara padaku,melihat dia tadi saat dilempari makanan,sepertinya dia tidak mengambilnya dan makanan itu tetap di depan selnya.
"ada apa ? kenapa kaka tak makan ?"
"aku tidak napsu makan,saat mayat mei mesih belum tenang,aku ingin segera menguburnya dengan layak dan mendoakannya"
Memang hubungan mereka saat bekerja sangatlah baik.mei memang cepat akrab dengan orang lain,itupun sifat yang membuatku iri padanya.
"kau benar ka,tidak semestinya aku makan seperti ini"
"kau tetaplah makan,melihat matamu sewakatu dilempari makanan tadi,kau bertekat untuk terus hidupkan ?"
"APA !? kenapa kaka bilang begitu,apa kaka sudah menyerah ?"
".......maafkan aku,sekarang ini tekatku sangat bimbang"
"Ja...Jangan bicara seperti itu ka,kita pasti bisa keluar dari sini bersama,dan segera mengubur mei dengan layak"
".........."
Ada apa ini,apa keyakinanya sudah rapuh ? tetap saja aku harus meyakinkan dia untuk tetap hidup.
Tiba-tiba baron itu datang lagi tampangya sedikit aga aneh,dan dia menuju sel ku dengan segera.
"HEI,Ayahmu dan Adikmu datang kemari"
"APA ! ayah dan Rian ?"
Gawat jika mereka kesini mereka bisa saja dalam bahaya juga.tapi tunggu,mungkin aku bisa kabur jika Ayah mendengar semua kejadian ini.
"hem...sayang sekali ya,keluargaku pasti khawatir karena semalam penjagamu datang ke Rumah ku,kedokmu bisa ketahuan jika aku melaporkannya,dan jika kau tidak mempertemukanku dengan mereka,kau juga akan dicurigai"
Ini bagus,sekarang aku bisa memancingnya keluar.
"HEMM,Kau benar,sepertinya aku akan ketahuannya"
Ada apa ini ? kenapa wajahnya santai sekali,padahal dengan kondisi ini dia sedang terdesak.
"Aku akan mengeluarkanmu !"
Diapun menarik tuas dan membuak sel penjaraku.rantai yang ada dileherku juga ikut terlepas.
"hem...sudah kuduga kau terdesak"
"aku memang akan membiarkanmu menemui keluargamu,dan kasihlah uang ini kekeluargamu"
Diapun memberikanku amplop yang berisi uang 6 juta,sepertihal ini gajiku perbulan.
"Uang ini ? Apa maumu ?"
"DENGAR !"
Diapun memegang pundakku dan mendekatkan mukanya ke telingaku.
"Berikan uang ini ke Ayahmu,dan bilang kalau kau tidak bisa pulang karna aku kekurangan maid disini.jika kau Bicara yang Aneh-aneh,maka Aku akan membunuh Noel dan juga menembak Ayah dan Adik mu"
Ternyata ini yang dia rencanakan,dan ternyata dia memiliki Pistol yang ada di sakunya itu.aku salah,sepertinya dia memang tidak main-main dalam langkahnya
"Kau !!"
"cepat ikut aku keluar sekarang !"
Dia pun menarikku keluar dari sel dan berjalan menuju pintu keluar,ternyata menang benar,tiba-tiba setelah pintu itu terbuka,aku berada di Perpustakannya.terdapat rak otomatis disini yang membuka sebuah pintu,ini seperti Ruangan Rahasia yang Disembunyikan di Sebuah Perpustakaan.
Dia pun tetap menarikku sapai pintu Utama.dan,begitu pintu Utama dibuka,ayah dan Adikku menunggu ku diluar.
"Sambut mereka dan ingat,jika kau mengacau,mereka dan Noel akan mati"
Aku bingung dan bimbang mengambil sebuah keputusan,keputusan apa yang aku akan ambil ini membuatku berkeriat dan panik.
"KAKA,aku senang melihat kaka"
Rian pun langsung memelukku begitu aku menghampirinnya.
"ternyata kau baik-baik saja arisa,ayah kira terjadi sesuatu disini"
"........"
Aku pun belum bisa berkata-kata dan masih kebingungan dengan tindakan ku selanjutnya
"Tenang saja Tuan Lowell,anak anda baik-baik saja disini.aku memanggilnya karna dia melayaniku dengan sangat baik,benarkan...A..RI..SA !"
Dia mempermainkanku,ada apa ini, aku tidak bisa berkata-kata.suaraku tak mau keluar.
"syukurlah kalau Arisa Memang menjadi Maid yang baik disini"
"tentu,dia berkerja sangat keras"
Obrolan ini,seandainya Ayah tau semuanya,Obrolan ini pasti tidak akan seperti ini.
"hem..ada apa ka ? kau berkeringat dan diam saja?"
aku harus bilang ke mereka.
"A...Aku....Ayah..Rian...Aku..."
"hem...Ada apa Arisa ? katakanlah ?"
"Tu..Tuan Baron.....sangat baik padaku,bahkan dia memberikan gaji ku lebih awal.ini untuk ayah,uangnya bisa dipakai untuk merawat mama.sayangnya,aku belum bisa pulang karna pekerjaanku"
"HEHE...."
Dia tertawa,dia pasti sangat senang karna aku mengengikuti alurnya.
"begituya...Baiklah,kami akan menunggumu dirumah,tapi jika bisa, pulanglah setidaknya sebelum 3 minggu ini,karna Ayah akan membawa mama keluar pulau untuk berobat."
"ba..baiklah Ayah, aku akan pulang sebelum minggu ke 3 !"
Sepertinya dananya cukup untuk membawa mamah berobat ke kota.
"apa kaka janji akan cepat pulang ?"
Rian..dia benar-benar mencemaskanku,bahaya jika dia terus-terusan kesini.ok,baiklah.
"tentu saja rian,Sebagai jaminannya,kaka akan titipkan kalung kaka ini ke kamu.dan pasti kaka akan pulang dan mengambilnya lagi"
Akupun memberikan kalung pemberiannya Rian.supaya dia yakin kalau aku akan pulang dan tidak terlalu menghawatirkanku.
"baiklah,akan ku pegang sampai kau kembali ka"
"hehe,anak pintar.aku sayang kau Rian !"
"ok ,kami pamit dulu.tuan baron,kami permisi"
"Baiklah,hati-hati dijalanya"
Mereka pun pergi meninggalkan kami,dan akupun tidak berani memberitahukan kejahatan Tuan Baron pada mereka.
"Hem,Bagus sekali Arisa,dengan ini kau menyelamatkan keluargamu dan Noel,ternyata kau bertanggung jawab jugaya"
"Keluargaku adalah nomersatu untuku,dan jika kau macam-macam dengan mereka,maka aku akan macam-macam juga denganmu"
"HEHEHE,Expresi itu yang kusuka.Sekarang cepat kembali ke sel mu"
Si bord itu pun datang dan menarikku kembali menuju penjara bawah tanah itu.setelah kembali masuk ke penjara..
"Arisa ? Kau kembali ? "
Ka noel langsung menyambutku.tapi,sebelum aku masuk ke selku, aku sempat melawan langkahku dan membuat si Bord sedikit marah.
"HEY ADA APA ? kau mau melawanku ? mau kuhajar wajahmu itu ?"
"sebelu masuk ke sel,bolehkah aku minta satu permintaan ?"
"HAH,Permintaan ?"
"izinkan aku menutup mayat mei dengan jaketku,Kumohon"
Aku Cuma ingin menutup mayat mei menggunakan jaketku,dengan begitu mungkin ka noel akan sedikit lebih tenang.
"hem,1 menit !"
"baiklah"
Dia pun membuka sel milik mei.akupun segera membuka jaketku dan menutupi kepala dan tubuhnya,tenyata memang sel miliknya sangatlah dingin sedingin Es,ini akan membuat mayat membeku dan tidak membusuk.
"mei...maafkan aku,aku tidak bisa menolongmu dan juga ka Rin.beristirahanlah dengan tenang walaupun Cuma ini yang bisa kulakukan untukmu"
Walaupun pada akhirnya mei meniggal dengan kondisi mengenaskan seperti ini.dia tetap anak yang riang dan baik.
"Baiklah,kembali ke selmu !"
Bord pun memasang kembali rantai ke leherku dan memasukanku kembali ke sel.dan meninggalkan penjara ini.
"kenapa kau kembali ? kau bisa saja melaporkan kejadian ini dan pergi dari sini"
"maaf ka Noel,jika aku mengambil keputuskan itu,aku akan kehilangan teman dan Impian ku secara bersamaan"
"huh ?"
Walaupun ini pahit,sepertinya keputusan inilah yang terbaik.
__ADS_1
To be continue.....