
Di pagi harinya,kami memulai lagi pencarian berliannya.kali ini kami melakukanya bersama-sama mencarinya di bagian timur,sedangan tugas Ao tetap menjaga kapal.
"baiklah,kita akan melanjutkan pencaharian kita kali ini,kita akan mencarinya lebih serius sebelum hari esok datang,ada pertannyaan ?"
"emm"
"IYA SORA ?"
"AKU CUMA SEDANG BERFIKIR !"
"apa yang kau pikirkan ?"
"apakah kita akan tetap mencarinnya walaupun itu di hari ke 3 ?"
Jika benar di hari itu kita tetap mencarinnya,ada kemungkinana beberapa orang akan datang kemari.dan mungkin diantara orang-orang itu,pasti ada yang punya niat jahat !
"tidak,saat itu terjadi, kita akan mundur.lebih baik menghindari sebuah bencana"
"tapi jika begitu,kita hanya akan dibayar 10 juta.padahal kita bisa dapat 50 juta !"
"aku mengerti kau butuh uang wan,tapi kita tidak bisa melawan bahaya,lebih baik kita mundur"
"....baiklah"
"..........."
Ada apa ini,sepertinya Ao diam saja sejak pagi ini,sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.aku jadi sedikit khawatir.
"Ao....ada apa ?"
"aku seperti merasa,ada orang lain di pulau ini"
"eh,apa kau yakin ?"
"entahlah,aku hanya merasakan sesuatu yang aneh pagi ini"
"apa yang kau khawatirkan Ao..Setiap laki-laki mengalami itu setiap pagi !"
"mengalami Itu setiap bangun tidur Pagi ! bukan setiap Pagi misa !"
"ehh,sama saja kan ?"
"jelas berbeda !"
"mengalami itu ? apa maksudnya Mengalami itu Ao ?"
"ALFINA ! Tolong....Jangan mulai lagi"
Sepertinya Ao sudah baik-baik saja,mungkin benar itu hanya perasan Ao saja.sebab kata Misa,kabar itu akan tersebar di hari ke 3.
"baiklah Ayo berangkat !"
"baik"
Kami berangkat meninggalkan Ao dan mencari di bagian timur,bagian Timur adalah bagian yang terluas.pasti sulit bagi Wan dan Alfina untuk mencarinya kemarin.mungkin saja mereka tertinggal beberapa titik pencarian.
"bagaimana ? kau sudah dengar semuanya dari Ao ?"
"IYA,tak disangka kau dan Ao memang orang yang hebat ya !"
"ya begitulah,dia berani mengambil kuputusan seperti itu.jadi, tentu ini adalah tugasku juga untuk memantaunya,agar dia bisa sehebat ibunya"
"ngomong-ngomong,berapa usia mu sekarang misa ?"
"41"
"APA !"
Tidak mungkin dia berumur 41 tahun,dia masih kelihatan cantik dan tidak seperti seorang tante-tante.
"i...itu bohongkan !"
"AHAHAH,tentu saja bohong,aku masih 27 tahun saat ini"
Ya....sudah biasa aku memehami sikap misa yang seperti ini,biarkanlah.
"HEY ! COBA KESINI SEBENTAR !"
Tiba-tiba dari kejauhan Wan berteriak,sepertinya dia menemukan sesuatu
"ada apa wan ?"
"lihat misa,ini...ada jejak kaki disini"
Wan bemberitahu kami ada jejak kaki yang mengarah ke hutan timur itu,dari besar kakinya.sepertinya kaki ini,kaki laki-laki.
"sepertinya ini masih baru,dan belom lama,jejak kaki ini mengarah ke hutan timur itu ya"
"jadi memang ada orang selain kita disini ! apa yang akan kita lakukan Misa ?"
"apa kalian berdua sudah memeriksa hutan itu ?"
"belum,kami bermaksud mencarinya di hari ini karena pagi hari akan lebih terang !"
"hem,jejak kaki ini hanya satu orang,sebaiknya kita mengikutinnya !"
Memang ini hanya jejak kaki satu orang,tapi bisa saja itu jebakan bukan ! aku harus bilang ke mereka.
"bukanya bisa jadi ini jebakan ?"
"mungkin iya,tapi aku sudah memeriksa radar dari kapalku tadi pagi.dari hari kemarin,tiada kapal yang berlabuh kepulau ini"
"jadi maksudmu ?"
"ada banyak kemungkinan,tapi kemungkinan terbesar adalah,dia sudah ada disini mendahului kita"
"APA !"
Dan bisa saja dia sudah mengambil berlian itu,kita tidak boleh membiarkannya.
__ADS_1
"baiklah ayo ikuti jejak kaki ini,dan tolong hati-hati saat melangkah"
Kami mengikuti jejak kaki menuju hutan.misa menyuruhku untuk bergandenga tangan dengan Alfina agar kita tidak ditarik saat sedang dalam bahaya,kita juga berjalan ditengah misa dan wan yang menjaga kami.saat sampai dihutan,jejak kakinya menghilang setelah melewati sebuah sungai kecil.
"sial,jejak kakinya menghilang disini"
"lebih baik kita kembali saja,aku khawatir dengan Ao"
Sepertinya Alfina cemas dengan Ao,memang meninggalkan Ao sendirian adalah sesuatu yang berbahaya,jika orang lain yang ada di pulau ini lebih dari 3 orang.sehebat apapun Ao,mengalahkan 3 orang sekaligus itu hal yang mustahil.
"Alfina benar,berbahaya meninggalkan Ao sendirian walaupun dia hebat dalam bertarung"
"lalu bagai mana ini misa ? apa kita mundur saja ? alfina dan Sora tampak cemas !"
"hem,HEH !? MENUNDUK !"
Tiba-tiba misa berlari ke arah ku dan Alfina,dan mendorongku jatuh.dan setelah aku terjatuh, terdengar bunyi tembakan dari belakang kami.
"HEY ! SIAPA KAU !"
Wan yang sehabis menunduk lalu seketika bangun kembali berhasil melihat orang yang menembak kami.
"kalian harus hati-hati disini ! banyak ular berbisa dihutan ini!"
Ternyata yang menembak kami adalah seorang bapak-bapak yang membawa sebuah senapan,ini berbahaya,misa yang memakai pedang dan wan yang hanya memakai sarung tangan besi tidak akan menang melawan senjata api.
"salah satu Ular yang kau bicarakan itu adalah dirimu sendiri kan !"
"apa maksud mu ? lihatlah di belakangmu !"
Ternyata yang bapak itu tembak adalah ular yang ada dipohon yang ingin menggigit misa,sepertinya dia bukan orang yang jahat,sepertinya...
"ohhh,jadi dia menyelamatkan kita ?"
"sepertinya begitu,tapi jangan alihkan pertahananmu wan !"
Misa langsung bicara kepada lelaki itu namun dia sepertinya tetap tidak menghilangkan kewaspadaannya.
"terimakasih telah menolong kami.namun,aku punya beberapa pertannyaan untukmu !"
"tentang aku yang berada disinikan ?"
"begitulah"
"baiklah,ikut aku"
Bapak itu berjalan menuju ujung hutan timur,berart.dia sedang menuju pesisisr pantai timur,kami dengan segenap mengikuti bapak untuk samapi ke pantai tersebut.
"apa tidak apa-apa kita mengikutinya ?"
"iya,tolong kau awasi alfina dan Sora.aku akan mengawasi bapak itu wan !"
"baik"
Senampai dipantai ada sebuah pondok kecil disana,dan sepertinya itu bisa dijadikan sebagai tempat peristirahatan sejenak,dan permandangan pantai disini juga sangat indah.
"wah,pantai yang inidah !"
Tanpa sepengetahuan ku,tiba-tiba bapak ini mengajakku bicara.
"ya,pantai itu adalah tempat terbaik melihat sesuatu yang indah,terutama, kau bebas melihat laut dan langit"
"itu benar,anakku juga sering melihat langit disini"
Anakku ? jangan-jangan bapak ini pernah kesini bersama keluarganya !
"ternyata aku tidak salah,tenyata memang benar kau pak Teo bukan !"
Kenapa misa bisa kenal dengan bapak ini ? apakah mereka pernah saling kenal.
"bagai mana kau bisa tau gadis muda ?"
"Mafuyu yang memberitahuku,kau adalah salah satu list orang yang selamat akibat Tsunami itukan"
"ya,bisa dibilang seperti itu"
Jadi dia memang warga desa ini,dan lagi,dia adalah korban dari Tsunami itu.hebat sekali bisa selamat setelah terkena Tsunami.
"apa yang bapak lakukan disini ? di kabarkan bapak menghilang 5 bulan setelah keluar dari rumah sakit.jangan-jangan bapak selalu berada disini selama itu"
"aku hanya ingin berada bersama kenangan anak dan istriku.di setiap hari libur,kami selalu kesini dan bermain di pantai ini"
"aku mengerti perasaan anda,tapi berbahaya jika anda terus berada disini,besok mungkin saja akan ada bencana disini"
"aku tau,membahas mengenai ini kan"
Kami semua terkejut bahwa ternyata dia membawa berlian NEOUX yang kami cari selama ini.dia memeganggnya dengan santai dan menunjukannya pada kami tanpa rasa takut.
"apa itu benar NEOUX ? apa itu asli ?"
"kau pastikan saja sendiri"
Tiba-tiba dia melempar berlian itu pada Misa seperti melempar sebuah barang yang sudah tak berharga lagi untuknya,apa memang ini hanya replikanya saja dan tidak Asli.
"Alfina,tolong periksa ini !"
"baik !"
Alfina yang ahli dalam menilai sebuah barang memeriksa berlian itu,apahkah itu asli atau tidak.
"M..Misa,Ini asli !"
"Hey,kau tidak takut menunjukan ini pada kami ? Bisa saja kami merebutnya darimu !"
"aku...Mencarinya hanya karena Istriku"
"istrimu ?"
"benar,aku membelinya dan menyimpanya di bank sini,untuk dibuatkan menjadi sebuah kalung yang indah,dan memberikannya di hari ulang tahunnya"
__ADS_1
"jadi selama ini kau mencarinya ? selama 5 bulan ?"
"ya...begitulah,tapi setelah ku dapatkan kembali,aku berfikir untuk apa ku lanjutkan,dia sudah tiada di dunia ini,jadi berlian itu tidak berguna untuk lagi untukku,kalian boleh memilikinnya"
Dia memberikanya berliannya begitu saja,apa dia yakin tentang itu.
"Wah Benarkah ! Terimakasih Pak Teo ! Kami memang Membutuhkannya !"
"Wan......tolong DIAM DULU !"
"Ugh...."
Bunyi "Duak" di perutnya Wan sepertinya lumayan kencang,semoga Misa tidak Sekuat tenanga memukul wan seperti itu,walaupun wan langsung pucat setelah dipukulnya.
"uhhhhh....sakit....misa....."
"tenanglah sebentar wan !"
Sepertinya wan tidak apa-apa,Syukurlah.
"Pak Teo,apa anda yakin memberikannya kepada kami ? sebenarnya,kedatangan kami kesini adalah untuk menyerahkan berlian ini ke pemerintah,sebab.berlian ini sudah memakan banyak korban jiwa,akibat banyak yang memperebutkan berlian ini !"
"begituya,tenyata memang seberbahaya itu ya.penjualnya tidak menceritakan tentang itu dan hanya menjualnya dengan harga 10 Miliar"
Ternyata mahal sekali berlian ini,pantas saja banyak yang mengincarnya,dan ternyata Pak Teo ini orang kaya ya.
"benar,jika kau memegang berlian ini sampai besoknya,itu juga akan membahayakan nyawamu"
"......yasudah,serahkan saja itu pada pemerinah.ini adalah hukumanku kehilangan keluargaku karna membeli berlian terkutuk itu"
"baiklah,bagaimana dengan pak Teo ? apa anda masih ingin disini ? kita bisa pulang bersama dengan kapalku"
"aku masih ingin disini....mengenang keluargaku"
"Baiklah,kalau begitu kami berterima kasih yang sebesar-besar nya kepada anda.Kami permisi"
Ada apa ini,padahal aku seharusnya senang misi kami selesai tanpa adanya masalah.namun,ada sesuatu yang ganjal di hatiku...perasaan apa ini ? perasaan yang aneh ini harus ku hentikan.
"ada apa Sora ? Ayo kita kembali"
".....Setidaknya !"
"hey...tunggu Sora !"
Tanpa ku sadari sendiri,kakiku bergerak menuju pak Teo,dan ingin mengungkapkan semua perasaan ini.
"Setidaknya,Tolong selesaikanlah Kalung itu !"
"kenapa ? dia sudah tiada....untuk apa aku membebuatnya"
"aku tau itu....memang istrimu sudah tiada.tapi,Aku yakin sekali bahwa Dia akan sangat senang di alam sana, jika kau menyelesaikannya !"
"........"
Apa yang kukatakan....tapi kenapa kata-kata yang seperti ini yang keluar dari mulutku.
"kau...kau benar.ini adalah tugasku,aku harus membuat kalung itu,demi dirinya !"
"benar,aku yakin dia sedang menungu anda untuk membuatnya"
"maaf...bolehkah aku minta kembali berlian itu !"
"ta...tapi kau sudah memberikannya padaku tadi !"
"tolonglah misa,biarkan Pak Teo membuat kalung itu !"
"tapi......"
Semoga misa mau mengerti perasaan pak Teo ini,jika dibiarkan seperti ini terus, mental Pak teo tidak akan membaik.
"sudahlah berikan saja Misa"
"tapi Alfina...."
"jarang sekali aku melihat Sora memohon untuk orang lain,jadi biarkanlah dia membantunya"
"emm,Baiklah....ini !"
"Terima kasih Misa,Kau baik sekali"
"tidak biasanya kau seperti ini Misa ?"
"d..diam kau Wan ! Sora yang memintanya,mana bisa aku menolaknya"
Syukurlah misa mau mengerti,dia benar-benar baik mau memberikan berlian itu.
"Baiklah pak Teo,ayo kembali dan Buat kalung Untuk Istrimu !"
"i..iya !"
"WAH WAH WAH !"
Saat kami ingin kembali ke kapal,kami tak sadar ternyata kami diawasi oleh orang-orang ini,dan sepertinya ke 8 orang ini membawa Pisau semua,dan menginginkan berlian ini.
"Ternyata kabar mengenai Berlian itu tidaklah Bohong!"
"siapa kalian ?"
"HEHEHE,Kami adalah perompak Laut "The God Sea" yang kami ingin kan hanyalah berlian itu,sekarang BERIKAN BERLIAN ITU PADAKU!"
"ti..tidak ! ini untuk Mendiang istriku !"
Ini berbahaya,sepertinya orang-orang ini orang jahat,bagaimana ini.tidak mungkin wan dan misa menang melawan 8 orang.
"orang yang sudah mati seperti itu,untuk apa kau berikan Berlian padanya!"
"te..tetap saja tak akan kuberikan !"
"HEH,begituya....Kalau begitu kami tak punya pilihan lain !"
__ADS_1
Saat orang yang bicara itu menepuk tangannya,Orang-orang disekitanya mengeluarkan pisau dan Pedang mereka,sepertinya mereka mau merebut paksa berlian ini!
to be continue....