
Dipagi yang cerah tidak ada kedamaian untukku, ayah dan ibu selalu saja berdebat tiada henti. Aku harap kedamaian itu ada walaupun hanya sesaat.
"Apa yang akan kau lakukan pada anak itu, apa kau akan membiarkan beban itu tetap disini?" Ucap wanita dilantai bawah.
"Apa kau sudah gila, dia itu anak kita!" Balas pria dengan nada tinggi.
"Mari kita bawa anak itu ke rumah sakit jiwa saya, aku tidak tahan menghadapinya".
"Aku tidak akan membawa anak itu kemanapun, biar aku saja yang mengurusnya".
"Terserah! terserah kau saja, aku sudah cape terus berdebat denganmu setiap hari".
Dengan langkah kaki yang begitu cepat wanita tersebut pergi meninggalkan rumah sambil membanting pintu dengan cukup keras.
BRRakkk!!!
Terdengar suara kaki menaiki anak tangga dengan putus asa, dengan langkah kaki yang teramat sangat pelan dan membuka pintu dengan secara perlahan, dia melihat anak laki-lakinya merenung menghadap jendela melihat dunia luar.
"Apa yang kamu liat nak" Ucap laki-laki tersebut.
Dengan nada yang pelan anak tersebut menjawab...
"Apakah aku akan dibuang ayah?" Sambil meneteskan air mata.
Dengan sekencang tenaga ayah laki-laki itu memeluk dengan erat sambil berkata...
"Ayah disini nak, ayah tidak akan pergi meninggalkan kamu sendirian dirumah ini" Ucap sang ayah.
Sang anakpun memeluk kembali pelukan hangat yang diberikan oleh ayahnya tersebut.
Setelah mereka berbicara sang ayah menggendong anaknya itu ke kursi roda untuk diajak jalan-jalan pergi ketaman dekat rumah mereka.
Setelah sampai ketempat tujuan mereka sang ayah mengajak anaknya tersebut keliling taman itu sambil melihat bunga dan kupu-kupu yang sedang menari-nari diudara.
"Ayah berjanjilah satu hal padaku" Ucap sang anak.
__ADS_1
"Apapun itu pasti akan ayah tepati, bilang saja apa janji itu?" Balas ayah.
"Tolong jaga aku dan temani aku sampe kapanpun".
"Ya pasti nak, pasti ayah akan menjagamu dan merawatmu hingga ayah mati" Balas sang ayah sambil mengelus rambut sang anak.
Setelah mereka berdua berkeliling taman mereka akhirnya meninggalkan taman tersebut dan kembali ke rumah untuk sarapan dipagi hari.
Jam menunjukkan pukul 09:15 dan sarapan pagi pun selesai dan ayah meninggal rumah untuk berangkat kerja.
"Nak, kalo ada apa-apa tinggal telepon ayah ya, nanti kalo udah sampai kantor ayah kabarin, Oke!" Ucap ayah.
"Iya nanti aku kabarin kalo ada sesuatu, hati-hati dijalan yah" sambil mencium tangan ayah yang sangat mencintainya.
Sang ayah juga membalas dengan mencium kening sang anak.
Namaku Ky, Keseharianku hanya membaca buku dan melihat tayangan televisi, kadang juga ketika bosan melanda aku hanya bisa melakukan hal yang aku suka yaitu bermain game konsol.
Aku memiliki penyakit Skizofrenia dan sering berteriak sendiri ketika ingat hal yang mengerikan, entah itu ingatan masalalu atau apa?, akupun tidak tahu.
"Nak, kamu mau makan apa malam ini?" Tanya Sang ayah.
"Bentar biar aku pikir, hmm kayaknya nasi goreng enak yah" Balas Ky.
"Yasudah nanti pulang ayah bawah nasi goreng ya".
"Baik yah".
Telepon dimatikan oleh sang ayah dan Ky melanjutkan membaca komik lagi, sangking asiknya Ky tidak sadar dan tertidur karna terlalu lelah membaca komik yang begitu panjang.
Suara pintu terdengar terbuka dan ada seseorang menaiki anak tangga dengan sangat kencang, tiba-tiba pintu kamar Ky terbuka dan terdengar suara....?
"Hmm dia sudah tidur, baguslah kalo begitu aku tidak perlu repot-repot memasak makanan untuknya" terdengar suara wanita.
Jam sudah menunjukkan pukul 20:32, sang ayah yang sudah membawa makanan yang dipesan oleh anaknya tersebut lekas menghampirinya, dia kaget anaknya sudah tertidur lelap.
__ADS_1
Sang ayah menghampiri anaknya itu dan menatapnya dengan penuh kesedihan, tanpa ia sadari air mata jatuh menetesi sepatunya.
"Andaikan kamu punya ibu yang mau menerima kamu apa adanya dan keluarga yang bahagia kamu juga pasti akan bahagia nak" Ucap sang ayah sambil mengelus rambut Ky.
Ayah yang melihat Ky hampir terbangun bergegas meninggalkan nasi goreng pesanannya anaknya itu dan menuliskan catatan yang berisikan, "jangan lupa dimakan ya nak".
Ketika ayah berada diruang makan tiba-tiba saja wanita itu menghampirinya dan berkata...
"Aku mohon bawa anak itu kerumah sakit jiwa saja, biarkan dia tinggal disana!" Ucap wanita tersebut.
"Aku mohon berhentilah berkata seperti itu, dia itu anakku!!".
"Iya memang anakmu tapi dia bukan anakku, jadi tolong bawa dia pergi dari sini!".
"Sudah hentikan omong kosong ini dan kita akhiri pembicaraan ini sampai sini, aku cukup lelah untuk hari ini" Ucap ayah.
"Baik kalo itu mau kamu, akanku seret anak itu keluar dari rumah ini" Ucap wanita gila itu dan berlari kearah kamar Ky.
Dengan terburu-buru sang ayah mencegah wanita itu membuka kamar Ky tapi sialnya dia ditampar dan didorong, wanita itu menarik selimut yang dikenakan Ky. Dengan sepontan Ky terbangun dan kaget dengan kondisi yang ia alami sekarang.
Wanita itu menarik Ky keluar dari kasur hingga terjatuh, Ky yang merasakan sakit akibat jatuh dari kasur tiba-tiba saja berteriak dengan cukup keras.
Ky teringat sesuatu saat dia kecil yang sering diperlakukan buruk oleh wanita yang entah siapa. Ky berbicara didalam hatinya "Apakah ini yang membuatku selalu berteriak, apakah ini ingatan masalalu yang membuatku takut dan berhalusinasi".
Tanpa ia sadari Ky makin mengencangkan teriak tersebut.
AAAKKHHHHH!!!!!!.
Sehingga membuat wanita itu mendorong dia sampai keluar kamar.
Ky yang terus berteriak sambil memukul wanita tersebut, membuat sang wanita itu kesal dan mendorong Ky ke anak tangga dan membuat tangan Ky patah dan membuat bagian kepalanya sobek hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Sang ayah yang melihat itu membuatnya termakan emosi yang tidak bisa dikendalikannya sehingga menampar wanita itu dan mendorong kepinggir pembatas anak tangga, dengan tenaga yang cukup keras ayah Ky mencekiknya hingga membiru.
Wanita itu yang tidak mau mati sendirian membawa sang ayah lompat dari lantai dua rumah mereka, sialnya sang ayah terkena sandaran kursi yang membuat tulang pinggangnya patah dan wanita itu jatuh kelantai tepat mengenai kepalanya terlebih dahulu.
__ADS_1
Ky yang setengah sadar melihat kejadian itu tidak bisa apa-apa, hanya bisa menjulurkan tangannya kepada mereka.