Lost Soul

Lost Soul
Chapter 04. Kekuatan baru


__ADS_3

Ditengah malam yang yang sunyi Ky tiba-tiba saja keluar dari rumah dan membawa pedang miliknya untuk berlatih secara diam-diam ditengah padang pasir yang luas.


"Aku akan membawa pedang ini dan berlatih malam ini, aku tidak ingin menjadi beban suatu saat nanti untuk Lianti" Ucapnya.


Ky keluar rumah dan berlatih seperti yang pertama kali Lianti ajarkan padanya, kuda-kuda yang Lianti ajarkan belum pernah sempurna ketika Ky melakukannya. Tapi pedang miliknya ini sangatlah ringan dan mudah diayunkan.


ketika Ky mencoba dan mencobanya lagi tiba-tiba saja ayunan pedang yang kesekian kalinya mengeluarkan cahaya hitam yang keluar dari pedang miliknya, yang membuat Ky lebih terkejut adalah cahaya itu membelah padang pasir yang persis berada didepannya.


"Cahaya hitam apa barusan yang keluar dari pedang ini" Tanya Ky didalam hati.


"Apakah pedang ini juga yang membelah pasir tersebut, apa ini kekuatan dari pedang milikku?" Sambil melihat pasir yang membelah cukup dalam dan jauh.


Cukup lama Ky berlatih yang membuat badanya berkeringat, Ky memutuskan untuk berhenti berlatih dan melanjutkan tidurnya agar Lianti tidak bangun dari tidurnya.


Hari berganti esok Lianti dan Ky yang sudah bersiap-siap untuk berlatih dengan pedang mereka masing-masing pun segera memulai latihan yang akan sangat berat untuk hari ini.


"Apa kau siap Ky?" Tanya Lianti.


"Kapanpun" Jawab Ky dengan tatapan tajam.


Mereka berdua berlatih dengan semangat dan penuh dengan stamina yang masih membara, Ky dengan pedang barunya hampir mengimbangi Lianti.


Lianti yang melihat perubahan Ky dengan sangat singkat ini takjub akan dirinya.


"Kau sekarang sudah mulai terbiasa dengan latihan ini" Ucap Lianti.


"Aku begini karena ingin menjadi kuat dan mengalahkan kesatria lain diperlombaan nanti dan akan membantu untuk menyelamatkan kakakmu" Jawab Ky.


Waktu sudah siang dan mereka berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak.


"Kita berhenti sebentar dan beristirahat, kemarilah" Lianti mengajak Ky untuk duduk.


"Bagaimana bisa dirimu berubah hanya dalam satu kali berlatih, jangan-jangan kau berlatih saat malam hari?".


Ky yang mendengar itu terkejut, apa selama ini Lianti memperhatikan Ky ketika sedang berlatih pada malam hari.

__ADS_1


Ky semenjak terdiam dan menjawab pertanyaan itu dengan terbata-bata.


"Hm..tid..tidak, aku juga tidak tau kenapa bisa secepat ini berubah" Jawab Ky sambil mengalihkan pandanganya.


Lianti yang melihat itu tersenyum lalu membiarkan Ky berbohong, padahal ia tau kalo setiap malam Ky selalu berlatih sendirian dengan pedang barunya.


Selesai istirahat Lianti menawarkan untuk bertarung satu lawan satu dengan Ky. Ky terkejut dengan ajakan Lianti karna dirinya masih belum pantas untuk bertarung melawan Lianti yang jelas-jelas sudah sangat handal dalam berpedang.


"Ky!!, apa kau ingin bertarung melawanku satu lawan satu, kita akan berduel dengan santai saja, apa kau mau?" Tanya Lianti.


"APA!!, aku masih belum bisa berduel denganmu dan masih tertinggal jauh dengan dirimu" Ucap Ky.


"Hmm baiklah kita akan berlatih seperti biasa saja untuk hari ini tapi besok kau harus mau ketika aku ajak berduel satu lawan satu, mengerti!!".


Ky yang tidak bisa lagi menolak akhirnya setuju dengan tawaran duel tersebut.


"Aku akan berlatih keras hari ini biar besok aku siap untuk berduel denganmu" Jawab Ky sambil mengacungkan pedang kepada Lianti.


Walaupun badan Ky sudah memerah dan mengeluarkan banyak sekali keringat ia tetap terus melanjutkan latihan.


Jam terus berjalan dan waktu pun berganti malem, sudah sembilan jam mereka berlatih dan saatnya untuk selesai dan beristirahat.


Mereka berdua bergantian untuk membersihkan badan dan melanjutkan makan malam lalu tidur untuk bisa berlatih kembali pada hari esok.


Hari keempat untuk berlatih dan Ky bersiap-siap untuk menghadapi proses yang sangat sulit didepan matanya, yaitu latihan melawan Lianti.


"Apa kau siap pemula?" Tanya Lianti sambil menaikkan alis miliknya.


"Kau sungguh meremehkan aku" Jawab Ky.


Pertarungan merekapun dimulai Ky yang sangat percaya diri memulai menyerang Lianti terlebih dahulu.


"Hiyyaa terima ini" Ucap Ky sambil berlari kearah Lianti.


Sringg Srinngg.

__ADS_1


Bentrokan antar dua pedang sudah mulai terjadi, Lianti yang merasakan kekuatan Ky mulai meningkat, ia juga menaikan level bertarungnya untuk mengimbangi Ky.


"Aku tidak jadi meremehkan dirimu Ky, kau sungguh luar biasa dengan hanya berlatih dua hari".


"Ini belum seberapa!!, ayo lebih serius".


Ky yang terus menaikan level bertarungnya tidak sadar kalau dirinya sudah sangat lihai dalam bertarung dan memainkan pedang miliknya tersebut.


Ketika Ky sedang serius melawan Lianti, Lianti tiba-tiba saja menjadi semakin kuat dan memojokkan Ky, Ky yang ikutan bersemangat tanpa ia sadari pedang miliknya mengeluarkan cahaya seperti malam itu.


Lianti yang terkejut segera menghindar tapi sayang dia terkena sedikit tebasan cahaya itu dan membuat pipi sebelah kirinya tergores cukup dalam.


Duel itupun akhirnya terhentikan karena cahaya yang barusan keluar yang melukai Lianti, Ky yang merasa bersalah langsung meminta maaf kepada Lianti karena sudah melukainya.


"Maaf-maaf aku tidak sengaja" Ucap Ky sambil menutupi luka dipipi Lianti.


"Iya tidak masalah, lagipula emang ini resiko yang kita dapatkan ketika bertarung".


"Luka sekecil ini tidak masalah buatku, ayo kita lanjutkan lagi latihannya" Lanjut Lianti.


Lianti masih takjub dengan apa yang ia lihat barusan, bahkan seseorang yang belum ia kenal lama sudah cukup berbakat dalam berpedang.


Lianti belum bisa serius dalam duel kali ini, karena jika Lianti serius dalam satu lawan satu ini dia akan bisa melukai Ky dengan amat sangat parah.


"Sebaiknya untuk kali ini aku akan bertarung melawan Ky dengan santai saja, aku tidak ingin melukai dia sama sekali" Ucap Lianti didalam hati.


Tidak kerasa waktu sudah berganti dari siang ke malam hari, mereka berdua sudah terlihat sangat kelelahan, tapi tetap saja Ky masih saja bertenaga dan dia bilang.....


"Ayo kita selesaikan latihan disini, kita beristirahat lalu mendinginkan badan dan lakukan seperti hari-hari biasa" Ucap Lianti.


Beberapa hari lagi pertandingan kesatria akan segera dimulai, Lianti sangat gembira karena sebentar lagi lomba itu akan diselenggarakan tapi satu sisi Lianti masih takut. Apakah Ky bisa berhasil lolos diperlombaan nanti.


Sebelum tidur Lianti masih memikirkan gimana caranya agar Ky bisa lebih kuat lagi dan berhasil lolos dibabak penyisihan awal.


"Apa dia akan berhasil dibabak penyisihan ini, hari sudah semakin dekat dan Ky masih belum cukup kuat" Ucap Lianti sambil melihat bintang-bintang diatas langit.

__ADS_1


__ADS_2