
Happy reading
*
Itu akan jadi pemandangan yang aneh jika itu adalah selebritas lain nya, melakukan hal seperti ini akan menarik desas-desus bahwa mereka membuat hype dan mengadakan pertunjukan.
Tetapi, ketika datang ke Venia dan Vaden, mereka terlihat tampak sangat harmonis, membuat orang-orang di sekitar mereka merasa nyaman.
Kepribadian keras Vaden telah lama dicetak di benak para netizen. Dia seperti naga yang tidak pernah sepenuhnya mengungkapkan dirinya. Tetapi, fakta bahwa dia memberikan ruang pribadi nya dan kebebasan untuk Venia, adalah bukti yang cukup bahwa Venia sangat berharga bagi nya.
Bahkan lebih aneh lagi, meskipun semua orang tahu status Venia jika dibandingkan dengan Vaden seperti tampak tidak sejalan, tidak ada yang merasa bahwa Venia hanya memanfaatkan status Vaden.
Perlakuan yang sama-sama penuh kasih yang dia tunjukkan kepada suaminya, mendapat kan rasa hormat dari mereka yang menonton mereka.
"Sejujur nya, aku tidak terlalu suka Venia di masa lalu. Kupikir dia terus-menerus ber akting. Tapi setelah melihat cara dia melepas kacamata hitam nya dan membungkuk kepada semua orang demi Vaden, tiba-tiba aku merasa dia jauh lebih enak di pandang. "
"Perasaan ku benar-benar berlawanan dengan perasaanmu. Aku merasa Venia selalu menjadi tipe orang yang memperlakukan bangsanya sendiri dengan sangat baik. Kau bisa tahu dari cara nya memperlaku kan asisten nya. Ditambah lagi, aku bisa merasakan rasa hormat dan pemujaan yang dia miliki. Aku sebenarnya cukup iri. "
Namun, pada saat itu, Venia hanya memiliki Vaden di matanya. Jadi, begitu mereka naik pesawat, Venia menoleh ke Vaden dan berkata, "Cepat, istirahat. Aku belum pernah melihat mu se lelah ini sebelumnya."
Vaden tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya bersandar di bahu Venia dan dengan cepat masuk ke alam mimpi.
Venia dengan lembut memijat pelipis nya. Dia merasa tidak berdaya.
Perjalanan membutuh kan waktu kira kira 11 jam, Vaden tidak bangun sekali pun. sedang kan Venia tidak ingin mengganggu nya.
Bahkan ketika tubuh nya mati rasa, dia tidak bergerak sedikit pun. Sampai kapten mengumumkan bahwa mereka akan mendarat Vaden akhir nya membuka mata nya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Venia
"Berapa lama aku tidur?" Vaden duduk tegak dan melihat jam tangan nya. Dia kemudian berbalik ke Venia karena terkejut, "Sudah hampir 10 jam! apakah kamu duduk di posisi seperti ini sepanjang waktu?"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja," jawab Venia.
Vaden tidak percaya pada nya. Dia mengulur kan tangan nya dan menarik nya ke pelukan nya.
"Di masa depan, jangan konyol." kata Vaden
"Tapi, aku senang melakukan hal-hal seperti ini untukmu. Plus, bukan kah cinta hasil dari dua orang bodoh yang datang bersama?" Venia memandang ekspresi khawatir Vaden dan tidak bisa menahan tawa. Dia merasa, di dunia ini, mungkin tidak akan ada pasangan lain yang akan mengkhawatir kan satu sama lain karena sesuatu yang begitu kecil.
Akhir nya pasangan itu turun dari pesawat.
Venia juga memiliki penggemar di Prancis. Jadi, dia tidak punya pilihan selain untuk membenamkan kepalanya ke dada Vaden. Dia tidak ingin dikenali dan dikelilingi lagi.
Awalnya, Vaden ingin membiarkan Venia menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu dengan tidur nyenyak begitu mereka tiba di Prancis. Namun, Faris menelpon, mengatakan dia tidak ingin membuang waktu dan meminta pasangan itu untuk langsung menuju studio.
Venia mengerti bagaimana perasaan Faris, jadi dia meyakinkan Vaden, "Aku juga tidur cukup lama di pesawat. Ditambah lagi, begitu aku berada di dalam studio, aku tidak punya kesadaran waktu. Aku bisa menanganinya …"
Vaden memeluk nya erat selama 3 menit penuh. Pada akhirnya mereka segera bergegas ke studio Faris.
"Silakan …" Mata Vaden juga berisi rasa antisipasi.
Venia mengangguk dan memasuki ruang ganti. Setelah dia mengenakan set pakaian pertama, dia tiba-tiba merasa seperti telah menjadi aktris wanita.
Venia mengenakan spaghetti yang diikat gaun kotak-kotak hitam dan putih dan di lehernya ada syal berwarna sampanye. Venia tiba-tiba teringat bagaimana aktris wanita itu digambarkan dalam naskah.
Venia berjalan keluar dari ruang ganti dan Faris menutup mulutn ya dengan terkejut. Orang yang masuk jelas Venia, namun orang yang keluar sekarang benar-benar berubah menjadi orang lain, meski pun rias wajahnya tidak tersentuh.
Vaden juga menatap nya dengan emosi yang kompleks.
Dia selalu tahu bahwa Venia tahu bagaimana menangkap perasaan sehelai pakaian, tetapi dia tidak pernah tahu, dia juga bisa menangkap emosi yang mendasari naskah nya. . .
"Sempurna! Sangat sempurna!"
__ADS_1
"Ya Dewa, siapa kamu? Apakah kamu masih Venia?"
Venia memandang Vaden dengan antisipasi. Pasangan itu saling menatap selama beberapa waktu tanpa sepatah kata pun. Akhirnya, Vaden menarik Venia ke pelukan nya dan memeluk nya erat-erat.
Setelah syuting selesai, mereka menuju makan malam bersama.
"Jam berapa kita akan terbang kembali besok?" tanya Venia
"Tengah hari." jawab Vaden
"Kalau begitu …" Sebelum Venia bisa menyelesaikan kalimatnya, ciuman Vaden telah turun ke bibirnya.
"Bantu aku melepasnya."
Venia duduk ketika jubahnya terlepas dari tubuhnya.
Dia menatap Vaden dengan menggoda ketika dia melepas jubahnya dan mengusap jari rampingnya di belakang lehernya.
Dua tubuh bebas lemak sempurna terjalin bersama seperti tanaman merambat, bahkan tidak meninggalkan celah terkecil di antara mereka. Dorongan posesif untuk menelan satu sama lain, membuat pasangan itu gila.
Vaden tidak pernah meninggal kan bekas di tubuh ramping Venia, tapi tidak dengan Venia ia akan meninggal kan bekas gigitan lembut di bahu Vaden setiap saat ketika ia akan sampai pada puncak nya.
Namun, Vaden tidak pernah merasakan sakit. Karena dia tahu lebih baik dari pada siapa pun, ini adalah tanda eksklusif yang di tinggal kan Venia untuk nya.
Mereka berdua tidak ada yang pasif kedua nya be gerak dengan sangat aktif memberi kan pelayanan yang terbaik untuk pasangan masing-masing.
Malam ini baik Vaden atau pun ingin menikmati nya dengan suka cita.
Setelah pasangan itu menyelesaikan aktivitas yang menyenang kan mereka, Vaden segera memeluk Venia menjaga tubuh mereka agar tidak berjarak satu sama lain.
Venia tidak mengatakan sepatah kata pun, tapi terlihat jelas bahwa sudut bibir nya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman yang sangat indah untuk di pandang.
__ADS_1
Ketika seseorang mencintai yang lain, mereka akan memahami perasaan ingin diperlakukan seperti ini dan menginginkan bentuk kepemilikan terdalam.