Love Presdir, , !

Love Presdir, , !
Menuju kelahiran


__ADS_3

Happy reading


*


Setelah pembuatan film bodoh selesai Venia dan Vaden mengumumkan status mereka bersama an dengan konferensi pers yang mengatakan bahwa Venia lah pengganti utama nya


Dan itu sukses membuat gempar internet bahkan saking dahsyatnya berita tersebut Venia harus menjaga gerak gerik nya karena setiap kali ia bertindak atau melakukan apapun semua nya menjadi pemberitaan


Baik itu pemberitaan baik atau pun buruk


Tapi anehnya pasangan itu tak berpengaruh Sam sekali berbeda dengan Berlian yang merasa sangat jengkel dengan memberitaan nya bahkan tak jarang Bayu yang menjadi sasaran amukan berlian


Dan setelah pengumuman tersebut Venia memang akan cuti selama 3 bulan karena baik Venia dan Vaden tau dampak yang akan terjadi setelah pengumuman status mereka


Dan siapa sangka dengan Venia yang selalu berada di rumah karena Cuti itu bisa merubah hidup nya 120° karena setelah satu bulan cuti Venia di nyatakan hamil


Dan itu membuat Venia dan Vaden syok karena itu bukan rencana ke duanya.


Tapi jauh di lubuk hati nya mereka sangat happy tapi dengan begitu mereka berdua harus menyusun rencana mulai dari awal kembali karena tidak mungkin Venia akan bekerja dalam keadaan hamil


Maka dari itu banyak kerjaan yang Vaden batal kan untuk Venia


Dan waktu berjalan dengan sangat cepat dan sekarang kandungan Venia sudah berusia 9 bulan dan kurang lebih dua Minggu lagi bayi itu akan melihat dunia

__ADS_1


Dan saat ini Vaden sedang berada di kantor nya bersama dengan Bayu dengan perasaan yang bercampur Antara senang dan takut.


"Presiden, kamu pasti sangat gugup." kata Bayu


Vaden tidak menanggapi. Dia hanya mengangkat kepalanya dan menatap Bayu dengan dingin.


Bukankah Bayu sudah tahu dengan jelas? Tidak peduli seberapa tenang Vaden, wanita berharganya akan melahirkan bayi kecilnya yang berharga; itu normal baginya untuk gugup tapi dengan bodoh nya ia masih bertanya


"Fokus pada apa yang perlu kamu lakukan. Juga, bantu aku membuat janji dengan Leng Resmi dari Departemen Kebudayaan …" kata Vaden


"Apakah Presiden berencana untuk bertemu dengannya secara pribadi?" tanya Bayu


Vaden tidak menanggapi, tetapi Bayu mengerti saat dia dengan cepat mundur dari kantor.


Dan saat Vaden sibuk ia mendapat kan telepon dari Venia


" Halo sayang " jawab Vaden


Venia tidak menjawab dan Vaden hanya mendengar suara merintis yang keluar dari mulut Venia dan itu membuatnya emosi dan takut secara bersamaan


Dan tanpa pikir panjang Vaden langsung pulang


Karena bagaimana pun Venia sedang sendirian di rumah nya

__ADS_1


Dari awal pernikahan mereka berdua kompak tidak akan ada bembantu, jika Kun ada mereka hanya akan datang dua hati sekali untuk membersihkan rumah tersebut.


Dan Venia pun langsung di bawa ke rumah sakit


Malam hari nya semua pengunjung telah meninggalkan kamar rumah sakit, Venia akhirnya memperhatikan ekspresi lelah Vaden.


"Tidur sebentar. Jika matamu tetap terbuka seperti ini, kamu akan lelah sebelum bayinya lahir," hati Venia sakit ketika dia berbicara dengan Vaden "Aku tidak selemah itu." kata Venia


"Aku ingin menatap anakku begitu dia lahir," Vaden mengusap punggung tangan Venia ke pipinya. "Ditambah lagi, aku memperhatikan bahwa kamu mengalami sakit untuk persalinan, tapi aku belum bisa melakukan apa pun untukmu. Setiap kali aku memikirkan hal ini, aku merasa sedikit bersalah dan tidak bisa tidur."


"Aku lebih dari rela melakukan apa yang aku lakukan saat ini: untuk melahirkan seorang anak untuk orang yang aku cintai," jawab Venia emosional. "Kemarilah dan tidurlah denganku sebentar."


"Aku takut akan menyakiti." jawab Vaden


Menghadapi situasi ini, Venia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis karena tempat itu sangat besar "Ini adalah tempat tidur ganda kemarilah aku ingin di peluk kamu …" kata Venia


Dan mau tidak mau akhirnya Vaden memilih naik dan memeluk Venia dengan sayang


Semua orang menunggu bayi Vaden dan Venia lahir. Tapi, anak itu menolak untuk keluar.


Para dokter memeriksa tubuh Venia. Semuanya baik-baik saja, jadi mereka merekomendasikannya untuk terus menunggu. Venia tidak menanggapi, tetapi tidak dengan Vaden ia selalu marah dan marah.


Karena, dia tahu, semakin lama anak itu tinggal di dalam perut Venia, maka semakin lama juga istri nya itu harus menderita. . .

__ADS_1


__ADS_2