Love Presdir, , !

Love Presdir, , !
01


__ADS_3

jam 9 malam di negara Z


Venia sudah rapi dan siap untuk pergi


Venia duduk di apartemen nya, sedang menunggu vigo, karna Vigo belum datang jadi Venia main hp sambil membuka medsos nya, Vigo sudah berjanji akan menjemput untuk pergi ke hotel, bisa saja Venia menggunakan mobil nya sendiri untuk ke sana, tapi Vigo melarang dengan beralasan bahayalah, takut capek dll, padahal itu hanya akal akalan nya saja supaya Venia tetap di apartemen tidak kemana-mana.


Venia dan vigo membuat pesta di hotel berbintang 5, mereka membuat acara untuk melapas masa lajang mereka, karna besok mereka akan mengadakan pernikahan.


Setelah menunggu sekian lama akhirnya Vigo datang, Venia langsung membuka pintu apartemennya dan langsung memeluk Vigo dengan posesif.


Venia sangat sayang pada Vigo karna Vigo cinta pertama nya berbeda dengan Vigo yang hanya memanfaatkan Venia dengan suatu alasan, dan alasan itu hanya Vigo yang tau.


Sayang kok lama banget sih? tanya Venia sambil cemberut, maaf sayang tadi macet banget jawab Vigo, ya udahlah yuk pergi kata Venia sambil menyeret Vigo, dan Vigo hanya tersenyum sebagai balasannya.


Mereka sampai di hotel dan di sana sudah rame banget, Venia senang banget karna ini adalah malam terakhir nya menjadi lajang, banyak dari para tamu yang mengucapkan selamat pada mereka berdua, dan Venia menjawab semuanya dengan suka cita.

__ADS_1


Malam semakin larut, dan Venia juga sudah mulai mabok, hingga akhirnya Vigo membawanya ke apartemen miliknya.


Sampai di apartemen Vigo membawa Venia ke kamar miliknya, dan menidurkan Venia secara perlahan, hingga ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


Sayang kok lama banget sih? dan kenapa kamu membawanya ke sini? tanya seseorang yang sedang memeluknya, Vigo berbalik dan menjawab sambil menarik pinggang orang itu, karna dia sedang mabok sayang, kalau mengantarkan ke apartemen nya itu terlalu jauh dan sangatlah merepotkan, Vigo menuntun orang itu ke sofa panjang miliknya.


Sayang duduklah kata Vigo sambil menepuk-nepuk kursi di sampingnya, tapi orang itu malah duduk di pangkuan Vigo, tidak tolaknya, aku mau duduk di sini lebih nyaman jawabnya dengan suara menggoda, kau sangat nakal sayang jawab Vigo sambil mengusap tengkuk orang itu, dan langsung mencium nya.


Mereka terus berciuman dengan tangan yang sudah tidak bisa diam, saat mereka berciuman Venia bangun dengan kepala yang sangat berat dan pusing akibat maboknya, Venia melihat di sekelilingnya dan menyadari bahwa itu bukan kamarnya, dan Venia tau itu kamar tunangannya karna iya sering ke sana sebelumnya.


Siapa wanita itu tanya Venia pada dirinya sendiri ??


Dan buat apa malam malam begini ada di kamar tunangannya ??


apakah asistennya, ?? tapi buat apa ?? tanya Venia pada dirinya.

__ADS_1


Venia menajamkan pendengaran dan penglihatannya karna kamar itu hanya remang remang, bagai di sambar petir Venia menatap keduanya dengan kaget, mereka berciuman dengan sangat panas di samping tempat tidurnya, kekasih dan temennya sedang berciuman, Venia mengepalkan kedua tangannya,


kemarahan dalam tubuhnya mendidih.


Moyun berhentilah bermain main, Venia baru saja tertidur, kata Vigo pada kekasihnya,


ya yang bersama dengan Vigo sedari dari itu adalah Moyun, temen Venia sekaligus selingkuhan Vigo.


Apa yang akan Venia lakukan pada keduanya?


ikuti kisahnya.


sampai jumpa di bab selanjutnya


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2