
Diam - Diam arsha mengikuti freya ke toilet, dia menunggu freya di depan toilet, lama dia menunggu , freya belum keluar - luar
di dalam toilet freya bolak balik tidak karuan, orang - orang yang berada di dalam toilet merasa aneh dengan tingkah laku freya, terlihat tanganya gemetaran sambil menggigit tangan nya, keringat dingin mulai keluar, kepala nya mulai terasa sakit, membuat penglihatannya berputar , kemudian dia membuka tas nya , hendak menghubungi dr. zavier. tapi sayang , ketika freya menelepon, dr zavier di silent karena sedang ada sesi konsultasi dengan pasien nya.
Freya sudah tidak tahan lagi dengan rasa sakit nya, kemudian dia terjatuh dan pingsan, terdengar kerumunan di dalam toilet, karena arhsa khawatir dan merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan freya, dia langsung masuk ke dalam toilet dan melihat freya tidak tergeletak di lantai.
Arsha segera menggendong freya dan membawa freya ke rumah sakit. di dalam mobil freya terus - terusan bekata " maaf kan aku , maaf kan aku ". asrha mempercepat kemudinya agar segera sampai rumah sakit.
sesampai nya di rumah sakit, dokter segera memeriksa keadaan pasien dan meminta keterangan dari arsha, selesai memeriksa , kemudian arsha bertanya kepada dokter " bagaimana keadaan freya? "
dokter bertanya, "oya sebelum menjawab pertanyaan bapa, bapa ini siapa nya Nona freya?"
__ADS_1
arsha menjawab " saya teman nya dok , teman dekat nya"
dokter bertanya lagi " apakah tidak ada wali nya? orang tua atau saudara nya"?
" tidak ada dokter" kedua orang tua nya sudah meninggal karena kecelakaan dan dia adalah anak tunggal.
" owh begitu rupa nya" masalah nya masalah ibu ini tidak ada boleh sembarangan orang untuk mengetahui nya".
dokter agak ragu tapi tidak bisa menolak pertanyaan arsha , karena dia terlihat begitu pedulu dan cemas. " gini ya pak, menurut anamnesa saya, Nona freya ini ada banyak guncangan emosional yang tidak bisa dia tahan, mungkin guncangan itu sangat menyakitkan untuk nya, kemungkinan itu di sebabkan dari kisah masa lalu nya hingga membuat dia seperti ini. bisa di bayangkan apa yang dia lalui sehingga seluruh tubuh nya merasaka hal yang sama dengan pikiranya.
arhsa bertanya" kalo boleh tau, apa dok diagnosa nya?"
__ADS_1
dokter menolak untuk memberikan diagnosa sementara nya " maaf pak arsha , karena anda bukan wali nya , saya tidak bisa menjawab pertanyaan bapak, saya hanya bisa menjawab itu saja, karena diagnosa ini sangat privasi .
" baiklah dok, saya menghargai dan berterimakasih atas penjelasan dari dokter, terimakasih dok "
" iya sama - sama pak, semoga sedikit penjelasan dari saya, bisa membantu bapa, saya tinggal dulu ya,
" maaf dok, apakah freya sudah boleh pulang?
" iya sudah pak , kalau nona freya sudah bangun, boleh pulang. apakah ada yang bisa saya bantu?
" tidak ada dok, sudah cukup, terimakasih"
__ADS_1
arsha kembali duduk di samping freya, sambil menatap wajah freya dan memegang tangan nya yang dingin, berangsur - angsur tubuh freya kembali hangat. tapi dia tak kunjung bangun dari tidur nya. arsha berkata dalam hati" apa yang membuat mu seperti ini freya? apakah kehilangan kedua orang tua mu sekaligus membuat mu menderita terus - terusan seperti ini?