Love Unintended

Love Unintended
episode 2


__ADS_3

“Hai mil, kamu tadi udah bilang sama deny kalo kita nunggu di sini kan?” tanya giselle pada milka.


“udah, aku udah bilang kok” jawab milka santai.


“Kamu gak bocorin rencana kita kan?” timpal Koko.


“Nggak ko, beneran deh sumpah” jawab milka membela diri.


“Aku tadi udah bilang kalo sepulang sekolah kita mau latihan nyanyi di sini” milka melanjutkan kalimatnya.


Dalam hati milka bergumam,


Nyanyi apaan? Nyanyi lagu kebangsaan?


Dasar teman teman yang reseh, tapi kenapa aku ikutan juga?


Beberapa saat kemudian Deny terlihat muncul disana.


Deny yang adalah teman sebangku milka segera berbaur dengan semua teman yang dari tadi telah menantikan kedatangannya.


“Maaf,, maaf aku datangnya telat” seru deny seraya tersenyum.


“Habisnya tadi aku masih harus bantuin pak tulus buat nyalain motor bututnya” deny memberi penjelasan kepada teman temannya.


“Ah bisa aja kamu den, bilang aja kalo kamu lagi cari muka sama pak tulus biar nilai matematika kamu dapet bagus kan?” timpal Koko.


“Yeay, dia mah ngelakuin itu biar ga jadi artisnya pak tulus lagi kale ha ha ha” sahut aldi sambil tertawa ngakak.


“Kamu ada niatan resign dari artis sekolah nih?” tanya angel dengan nada mengejek.


“Hidih, sory wory yey” balas deny.


“Aku tuh ga perlu cari muka juga udah pasti dapet nilai bagus, kan aku masternya he he” deny melanjutkan kalimatnya dengan bangga dengan di ikuti sorak sorai


dari teman temannya.


“Huuuuuu”


Hal itu ia katakan sesungguhnya hanyalah untuk bercanda saja. Karena seluruh sekolah juga tahu kalau deny adalah siswa terbodoh hingga ke ubun ubun. Meskipun milka sering kali mengajarinya tanpa mengenal lelah, namun tetap saja deny akan mendapat nilai jelek. Meskipun deny selalu saja menjadi bulan bulanan pak tulus yang selalu saja menghukumnya saat nilainya jeblok, deny tidak pernah menaruh rasa dendam pada gurunya itu.


Terbukti ketika pulang sekolah dan hampir setiap hari motor butut pak tulus selalu saja mogok. Tidak ada yang membantunya bahkan hingga sekolah terlihat mulai sepi karena seluruh penghuni sekolah mulai pulang ke rumah masing masing.

__ADS_1


Namun hal yang mengejutkan terjadi. Hampir setiap hari Deny selalu pulang paling akhir karena mengerjakan tugas paling lama. Melihat pak tulus yang sedang kesusahan menyalakan mesin motornya, deny datang membantunya layaknya pahlawan bertopeng. Dan alhasil setelah motornya di utak atik oleh deny akhirnya motor butut pak tulus kembali menyala dan pak tulus bisa segera pulang. Pak tulus pun tidak lupa mengucapkan kata terima kasih pada deny.


Namun malangnya keesokan harinya saat pelajaran matematika dimulai, deny kembali jadi bulan bulanan pak tulus. Tapi deny tetap santai menanggapinya. Dan saat pulang sekolah kejadian motor butut pak tulus yang mogok kembali terjadi. Dan lagi lagi deny sang pahlawan bertopeng datang menolongnya dan berakhir dengan mendapat ucapan terima kasih dari pak tulus.


Namun esoknya saat pelajaran matematika kembali di mulai deny kembali menjadi bulan bulanan pak tulus karena kebodohannya. Sepulang sekolah deny kembali membantu Pak tulus untuk menyalakan motor bututnya yang mogok dan berakhir dengan ucapan terima kasih dari pak tulus.


Begitulah kejadian itu terus berulang ulang. Hingga membuat semua teman temannya merasa heran dengan sikap deny yang bisa di bilang sok pahlawan tapi tidak pernah beruntung. Kenapa tidak ada sedikitpun rasa sakit hati yang harusnya deny rasakan pada pak tulus yang hampir setiap hari selalu mengomeli dan menghukumnya setelah setiap hari mendapatkan pertolongan dari deny....


Siang itu, awalnya mereka semua berpura pura ngobrol seperti biasanya.


“Ini sebenernya mau latihan nyanyi yang gimana sih? Nyanyi buat apaan” tanya deny pada teman temannya.


“Nyanyi lagu anak anak den” jawab koko dengan nada menggoda.


“Buat apaan coba?” deny kembali bertanya pada temannya dengan reaksi bingung.


“buat tampil di pentas agustusan ha ha ha” seru angel sambil berjalan melewati deny yang mulai kebingungan dengan omongan teman temannya yang mulai terdengar gak jelas arahnya.


Sedangkan milka, dia hanya tersenyum saja melihat kelakuan teman temannya sambil meletakkan tangannya di pahanya. Karena tempat yang ia duduki mulai berhimpitan saat temannya yang lain mulai memaksa duduk memenuhi kursi panjang yang ia duduki. Saat itu rangga juga ikut tertawa melihat pembicaraan teman teman milka. Hingga tanpa sadar tangan rangga telah menyentuh tangan milka. Seketika mereka berdua saling bertatapan dengan diikuti suara permintaan maaf dari rangga.


“Eh maaf ga sengaja” seru rangga.


“Siapa yang mau tampil?” tanya deny dengan wajah serius.


Seketika teman temannya menjawab dengan serempak.


“K A M U”


“Apa? A K U?” tanya rangga kebingungan sambil mengarahkan telunjuknya ke wajahnya.


Belum selesai kebingungan rangga yang mulai merasa sedang di permainkan temannya, kejadian berikutnya seketika membuatnya hanya bisa terbengong seperti seorang badut.


“Byuurrrr”


Terlihat seember air mengguyur tubuh Deny yang sedang berulang tahun hari itu.


Disusul oleh teriakan terkejut dari mulut Deny.


“Arrggghhhhh”


Sorak sorai lagu happy birthday mereka nyanyikan untuk Deny.

__ADS_1


“Happy birthday Deny, happy birthday Deny, happy birthday Deny, happy birthday Deny”


Demikian lagu itu telah mereka kumandangkan berkali kali sambil mengeluarkan sebuah bungkusan plastik yang berisi tepung dari balik punggung mereka.


Dan seketika itu juga mereka beramai ramai mengambil isi dari dalam kantong plastik itu seraya menaburkannya di tubuh Deny.


Rasa marah bercampur haru sudah tidak bisa di gambarkan lagi oleh deny.


Milka yang sedari tadi hanya duduk di samping rangga menyaksikan ulah temannya tiba tiba saja ikut terguyur air tatkala deny berusaha kabur dan tanpa sengaja menuju pada milka. Hingga seketika sebagian tubuh milka basah. Belum sempat milka mengatakan sesuatu, kemalangan kembali menimpa dirinya. Wajahnya ikut tersiram tepung yang sesungguhnya di arahkan pada deny yang sedang main kejar kejaran dengan teman temannya. Suasana seketika menjadi riuh di kantin itu di iringi gelak tawa dari mereka. Hampir keseluruhan dari mereka basah kuyup karena saling menyiramkan air. Rangga yang dari tadi hanya diam di samping milka, tiba tiba saja menawarkan tisu pada milka.


“Ini, buat bersihin muka kamu” ucap rangga pada milka seraya menyodorkan tisu yang ada di tangannya.


Milka meraih tisu dari tangan rangga.


“Terima kasih” ucap milka dengan lembut sambil mulai membersihkan wajahnya.


Puncaknya adalah saat kue tart yang di bawa anna muncul. Semua menjadi hening saat deny di haruskan meniup lilin dengan perasaan haru di ikuti dengan ucapan terima kasih pada teman temannya yang menggila.


Namun keheningan itu hanya berlangsung beberapa saat saja. Karena ternyata setelah deny meniup lilin seketika itu juga koko menemplokkan tart itu pada wajah deny dengan di ikuti sorak sorai dari teman temannya. Suasana kembali menjadi gaduh tatkala deny membalas temannya dengan melempar tart yang tersisa ke wajah teman temannya. Saling kejar di antara merekapun sudah tak terelakkan.


Malangnya lagi milka juga ikut terkena imbasnya. Deny menariknya berdiri dan memeluknya. Seketika wajah dan tubuh milka belepotan. Milka segera melepaskan diri dari cengkeraman deny sambil tertawa. Teman temannya kembali kejar kejaran dengan deny. Milka yang berusaha menghindar dari mereka semua, tanpa sengaja menabrak rangga yang sedang beranjak berdiri meninggalkan kantin. Hingga seketika tubuh rangga ikut terkotori butter cream yang menempel di tubuh dan wajah milka.


“Maaf” ucap milka pada rangga seraya berusaha membersihkan baju rangga.


“Nggak papa nggak usah di bersihin. Mending kamu bersihin muka kamu aja” jawab rangga sambil meraih tangan milka dan menjauhkannya dari tubuhnya. Kemudian rangga merogoh tasnya dan mengeluarkan jaket dari dalamnya.


“Nih kamu pake, seragam kamu basah, jadi keliatan nerawang” ucap rangga seraya menutupkan jaketnya ke tubuh milka hingga membuat milka jadi merasa tidak enak hati pada rangga.


"ini, bagaimana aku bisa ngembalikannya?" tanya milka.


"Tenang aja, besok kan kita masih bisa ketemu lagi" ucap rangga sembari menyodorkan tangannya.


"Kenalin aku rangga anak IPA"


Milka menjawab sambil mengulurkan tangannya sembari berjabat tangan dengan rangga.


"Aku milka anak Bahasa"


"baiklah milka, sampai jumpa besok"


"Aku balik duluan ya,, dah" ucap rangga sambil berlalu pergi meninggalkan milka.

__ADS_1


__ADS_2