
Penyesalan...
Mungkin harusnya kalimat itulah yang pantas untuk di nyatakan di masa mendatang.
Andai saja saat itu milka tidak melakukan hal bodoh dan bisa mengendalikan nafsu birahinya, mungkin hidupnya masih bisa terselamatkan tanpa harus terjerumus ke dalam lingkar dendam yang membuat hidupnya semakin hancur dan tenggelam dalam kesesatan.
Keringat mulai mengalir di sela sela tubuh mereka. Di puncak klimaks birahinya, Rangga yang merasakan rudal miliknya akan segera menyemburkan air benih, dengan tergesa gesa mengeluarkannya dari dalam kehormatan milik milka. Karena takut akan membuat milka hamil. Rangga menyelesaikan sendiri puncak klimaksnya tanpa melibatkan milka. Sesaat setelah itu suasana menjadi hening. Di bawah selimut mereka kembali berpelukan sambil berbicara.
“Rangga, selanjutnya kita bagaimana?” milka kembali berkata pada rangga dengan perasaan gelisah.
“Tenanglah sayang, aku akan bertanggung jawab padamu. Aku akan menikahimu” bujuk rangga pada milka dengan merapatkan pelukannya pada milka yang sedang membaringkan kepalanya di dada rangga. Perlahan rangga mulai membelai rambut milka sambil sesekali mengecupnya.
“Rangga aku takut, bagaimana kalo aku hamil” ucap milka yang kala itu sedang di penuhi rasa bersalah karena telah melakukan dosa.
“Jangan takut sayang, kamu nggak akan hamil” bujuk rangga yang mencoba meyakinkan milka.
“Bagaimana kamu bisa yakin?” tanya milka dengan ragu.
“Karena tadi aku tidak menyemburkan air benihku ke dalam kehormatanmu” bisik rangga dengan suara lirih.
“Bagaimana kamu bisa sangat paham akan hal itu Ngga?” seketika milka mendongak menatap rangga dengan tatapan marah.
Itu adalah pengalaman pertama milka. Sudah sewajarnya ia bertanya dengan pemikiran polosnya. Namun jawaban yang ia dapat dari rangga malah membuatnya berpikir bahwa rangga telah mengerti terlalu jauh tentang hubungan intim. Sehingga ia mulai menaruh rasa curiga pada rangga.
“Jangan jangan kamu juga uda pernah melakukannya dengan gadis lain?” milka kembali melanjutkan ucapannya dengan tatapan curiga.
“Tentu saja tidak sayang” jawab rangga dengan tenang sambil menunjukkan senyuman hangat di wajahnya.
“Ini juga pertama kalinya bagiku melakukan hubungan badan dan itu denganmu” rangga kembali berkata sambil mengecup kening milka yang terlihat penuh kecurigaan.
“Aku tidak percaya” sergah milka.
__ADS_1
“Percayalah sayang, aku bersumpah kamu adalah gadis pertama yang telah merenggut keperjakaanku” ucap rangga sambil mengecup bibir milka dengan mesra hingga membuat milka kembali terhanyut dalam bujuk rayunya.
“Kamu juga lelaki pertama yang merenggut keperawananku” bisik milka dengan suara lirih dan disambut kecupan yang bertubi tubi dari rangga.
“Kita satu sama sayang, muach” rangga kembali mengucapkan kata kata yang membuat milka bahagia saat itu.
“Sayang, apakah itu sakit?” rangga bertanya pada milka sambil membantu milka mengenakan kembali pakaiannya
“Iya Ngga, sedikit sakit” jawab milka sambil menaikkan resleting celananya dengan perlahan.
“Maafkan aku sayang” ucap rangga sembari memeluk pinggang milka lalu mengecup keningnya.
“Kamu masih bisa jalan kan?” Rangga kembali bertanya pada milka dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
“Bisa” jawab milka singkat.
“Jalanannya sedikit menurun, aku takut kamu merasa ga nyaman saat berjalan. Gimana kalo aku gendong aja?” rangga berusaha untuk mengangkat tubuh milka untuk menggendongnya. Namun milka menolak tawaran rangga.
“Nggak sayang, aku gendong kamu aja” ucap rangga sambil kembali berusaha meraih tubuh milka untuk menggendongnya.
“aku nggak mau kamu kenapa napa sayang” rangga kembali melanjutkan ucapannya dengan menunjukkan rasa khawatir berlebih pada milka. Namun milka tetap menolak tawaran rangga. Hingga akhirnya rangga terpaksa menuruti kemauan milka.
Milka berjalan perlahan dengan sedikit tertatih tatih menahan rasa perih di kehormatannya dengan di gandeng oleh rangga. Hingga akhirnya mereka ber 2 tiba di parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Saat itu hari telah menjelang sore. Milka dan rangga kembali menuju pemandian air panas untuk menjemput deny dan anna yang telah lama menantikan kedatangan mereka.
“Kalian ngapain aja sih? Lama banget?” sambut deny dengan nada menyolot saat melihat milka dan rangga menuruni mobil dan berjalan menuju padanya
“Udah dari tadi ditelfon ga di angkat angkat” deny kembali berkata dengan nada yang masih menyolot. Namun rangga dan milka berusaha untuk tetap tenang menjawab pertanyaan deny.
“Hp q mati den, aku lupa ngecas” ucap milka sambil menunjukkan hp nya pada deny.
Kebetulan hp milka saat itu memang sedang kehabisan baterai karena semalam milka lupa ngecas.
__ADS_1
Sedangkan rangga, dia beralasan hp nya ga ada sinyal. Padahal memang sengaja ia matikan sinyalnya agar kencannya dan milka tidak terganggu.
“Aku tuh khawatir sama kalian” ucap deny dengan menurunkan nada bicaranya sambil menunjukkan raut wajah penuh kekhawatiran ke pada ke 2 temannya.
“takutnya ada apa apa dengan kalian, karena ga ngabarin sama sekali” deny kembali melanjutkan ucapannya.
“Udah gitu lama banget kalian mainnya, kita yang nungguin di sini tuh jadi kepikiran karena posisi kita sekarang sedang ada di luar kota” deny masih saja mengomel tanpa henti.
“Aku minta maaf udah bikin kamu panik. please jangan marah ya” bujuk milka pada deny.
“iya den aku juga minta maaf. Ini semua salahku. Aku yang ngajakin milka untuk mengulangi penerbangan kami” ucap rangga yang berusaha untuk memberikan pembelaan pada milka.
“Kami tadi terlalu senang terbang hingga lupa waktu” lanjut rangga.
“Sekali nyoba jadi nagih minta terus. Jadi kami ulangin berkali kali deh sampe kami puas. He he” ucap rangga sambil tertawa palsu.
________________________
Begitulah awal mula hubungan intim yang mereka lakukan.
Sepulangnya dari kota B mereka berusaha untuk bertingkah biasa saja seolah tidak pernah terjadi apapun di antara mereka ber 2. Milka dan rangga sangat pandai menyembunyikan hubungan mereka. Mereka menjalani hari harinya dengan normal dan tetap bersekolah seperti biasanya.
Sejak saat kejadian di penginapan omah kayu di paralayang, Rangga semakin menunjukkan kasih sayangnya pada milka. Terbukti dengan segala perhatian yang rangga berikan pada milka. Mulai dari makanan yang selalu ia belikan untuk milka meskipun sesungguhnya milka sendiri tidak kekurangan uang untuk membelinya sendiri. Hingga hampir seluruh tugas sekolah milka selalu di bantu oleh rangga untuk menyelesaikannya. Rangga semakin rajin menelfon milka hanya untuk mengetahui keadaannya atau hanya sekedar say halo untuk mengungkapkan rasa kangen di antara mereka.
Komunikasi dan pertemuan di antara mereka semakin intens di lakukan. Hampir setiap hari mereka bisa mencuri waktu untuk bisa bersama tanpa ketahuan ke 2 orang tua milka. Milka mulai sering berbohong pada ke 2 orang tuanya dengan berjuta alasan ketika akan keluar bertemu dengan rangga.
Awalnya milka merasa bersalah pada ke 2 orang tuanya. Namun karena terlalu seringnya berbohong, menyebabkannya lama kelamaan jadi kebal dan merasa baik baik saja ketika membohongi ke 2 orang tuannya. Akhirnya pada kebohongan yang selanjutnya dan selanjutnya ia merasa tenang tanpa sedikitpun ada rasa bersalah dalam dirinya.
Karena terlalu seringnya pertemuan di antara milka dan rangga menyebabkan mereka kembali tergoda untuk melakukan hubungan intim untuk yang ke 2 kalinya. Karena mulai mengerti kenikmatan surga dunia, akhirnya mereka ber 2 mulai ketagihan. Saat mereka bertemu kembali, mereka melakukannya untuk yang ke 3 kalinya.
Begitulah yang terjadi hingga terus berlanjut dan telah berkali kali mereka mengulangi perbuatan yang jelas jelas adalah salah. Sudah tak terhitung lagi entah telah berapa kali mereka melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Dan rangga semakin lihai dalam memainkan perannya begitu pula dengan milka. Merekapun mulai mengenal berbagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan pada milka.
__ADS_1
Hingga tanpa terasa hubungan mereka telah menginjak di tahun ke 3 yang bersamaan dengan tingkatan kelas mereka yang menginjak kelas 3 sma.