Love Unintended

Love Unintended
episode 3


__ADS_3

Begitulah awal pertemuan milka dan rangga.


Keesokan harinya milka menemui rangga di kelasnya untuk mengembalikan jaket yang rangga pinjamkan pada milka.


Sejat saat itu mereka berdua jadi sering bertemu dan berkomunikasi. Sehingga lama kelamaan hubungan mereka jadi semakin dekat.


Awalnya mereka berdua hanya berteman saja. Seiring dengan berjalannya waktu, benih benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Hingga pada akhirnya rangga memberanikan diri untuk menyatakan cintanya pada milka. Gayung bersambut, ternyata milka menerima pernyataan cinta rangga. Sejak saat itu mereka ber 2 telah resmi berpacaran. Hanya saja hubungan mereka terpaksa di jalani secara sembunyi sembunyi. Karena mika telah terikat perjodohan yang telah di tetapkan oleh ke 2 orang tuanya. Meskipun sesungguhnya saat itu rangga merasa keberatan karena status hubungan mereka harus di sembunyikan dan tidak boleh sampai ketahuan publik terlebih lagi teman teman di sekolahnya.


Hubungan pacaran yang mereka jalani pada 2 bulan pertama masih tergolong normal. Rangga selalu menggandeng tangan milka dengan mesra saat mereka berdua pergi berkencan. Dan saat akan pulang, rangga akan mengecup kening milka dengan lembut. Hal itu membuat perasaan milka semakin melunak pada rangga.


Suatu hari di bulan ke 6 mereka jadian, rangga mengajak milka untuk berwisata ke pemandian air panas yang terletak di kota B dengan jarak tempuh 84 kilo meter dari kotanya.


Hari itu adalah hari minggu tepatnya tanggal 13 februari. Mika meminta ijin kepada ke 2 orang tuanya untuk pergi berwisata dengan temannya. Ayah dan Ibunya mengira milka akan pergi dengan teman sekelasnya yang bernama deny. Oleh sebab itu mereka mengijinkan milka untuk pergi. Itulah awal mulanya milka mulai berani berbohong kepada ke 2 orang tuanya.


Milka selalu merasa menanggung rasa bersalah di dalam hatinya, namun rangga selalu menenangkannya dan berkata semuanya akan baik baik saja.


Pagi itu di meja makan rumah milka,,,


“Ayah, pagi ini milka minta ijin mau pergi main sama temen” ucap milka sambil menyendok makanan di piringya dan mulai memasukkannya ke dalam mulutnya.


“Kamu mau pergi kemana?” tanya ayahnya sambil meletakkan sendok di piringnya setelah menyelesaikan makannya.


“Inikan hari minggu, hari keluarga” sambung ayahnya.


“Mau ke pemandian air panas yah, aku mau berenang sama temenku” sahut milka.


“Jauh nggak?” tanya ayahnya.


“Sedikit sih yah, di kota B” milka menjawab dengan nada lirih.


“jauh amat” seketika ayahnya melotot padanya.

__ADS_1


“Kamu pergi sama siapa” ayahnya kembali bertanya.


“Sama deny, anna dan rangga yah” jawab milka.


“Oh sama deny” ucap ayahnya dengan tenang. Karena deny juga sudah lama berteman dengan milka sejak masih SD. Itulah sebabnya pak agung merasa sedikit tenang untuk melepas kepergian putrinya.


“Nih Yah minumnya” ucap ibu milka yang sejak tadi duduk di samping ayahnya sambil menyodorkan segelas air pada ayahnya.


“Gluk” ayah milka meneguk minumnya terlebih dahulu sebelum kembali bertanya pada anaknya.


“Boleh ya yah, please” pinta milka sambil merengek manja pada ayahnya.


“Milka kamu udah gede, jangan bertingkah seperti anak kecil begitu” tiba tiba saja ibunya memarahinya.


“Sudahlah maya, kamu jangan terlalu keras padanya” bela ayahnya.


“Kamu itu ya selalu saja membela anakmu” hardik ibunya.


“Aku ini hanya mengajari anak kamu biar jadi anak yang tegas bukan jadi anak manja kayak gini” ibunya kembali melanjutkan kalimatnya dengan wajah cemberut.


Dengan sangat sabar pak agung selalu berusaha mendamaikan anak dan istrinya yang selalu saja terlibat pertengkaran sejak milka berani menolak perjodohan yang pernah di pilihkan oleh ibunya sebelum pada akhirnya sepakat untuk di jodohkan dengan roy.


“Mil, kamu buruan berangkat sana, biar pak ali yang nganter kamu” seru ayahnya sambil memberi kode pada milka untuk segera beranjak pergi.


“Nggak perlu di antar pak ali yah, aku berangkat pake mobil temenku, bentar lagi dia bakal jemput aku” sahut milka sambil beranjak berdiri lalu menarik tangan


ibunya yang masih saja cemberut dan menciumnya.


“Tuh mereka udah datang” ucap milka sambil menunjukkan 3 orang temannya yang sedang berjalan masuk ke dalam rumahnya.


“Selamat pagi om, tante” sapa deny, anna dan juga rangga.

__ADS_1


“Pagi, kalian nggak duduk dulu” jawab ayahnya sambil berjalan mendekat pada teman teman milka.


“Nggak om terima kasih” sahut deny.


“Ayah ibu, milka berangkat dulu ya”


“Jangan malam malam pulangnya, hati hati di jalan” ucap pak agung sambil mengulurkan tangannya pada milka. Milkapun mencium tangan ayahnya. Dengan diikuti ke 3 temannya yang juga mencium tangan ayahnya.


“Mari om tante”


Mereka ber 4 bergegas menuju mobil dan beranjak pergi.


Pak agung kembali masuk ke dalam rumah dan buru buru menemui istrinya yang masih duduk di meja makan dengan memasang wajah masam.


“Kamu itu gung, agung selalu saja memanjakan anak kamu” bu maya kembali melampiaskan amarahnya pada pak agung dengan nada kesal.


“Maya sayang, milka anak kita. Anak aku anak kamu juga dong. Kan lahirnya juga dari rahim kamu. Ayolah kamu jangan ngambek gitu” bujuk pak agung pada bu maya.


“Nanti cantiknya ilang loh, sini aku cium biar bibir kamu gak berubah seperti ikan koki yang monyong” ucap pak agung menggoda istrinya sembari memeluk tubuhnya.


“Ah kamu, selalu saja mengalihkan topik” ujar bu maya dengan tersipu.


“Cup, umh, emh” Seketika pak agung menyerobot bibir bu maya dan saling bersambut dalam sebuah ciuman.


Hingga akhirnya mereka ber 2 dengan sigap segera berpindah tempat dan masuk ke dalam kamar untuk melanjutkan adegan selanjutnya.


“Kunci dulu pintunya” ucap bu maya dengan suara manja.


“Tentu saja sayang, apakah ini artinya aku boleh nambah lagi pagi ini?” pak agung kembali menggoda istrinya sambil bergegas mengunci pintu kamar mereka.


“Ah, kamu ini selalu saja begini” ucap bu maya dengan tersenyum genit pada suaminya.

__ADS_1


“Tapi kamu suka kan” sahut pak agung sambil mencumbu leher istrinya yang saat ini sedang berada dalam dekapannya.


Mereka ber 2 sungguh pasangan yang penuh gairah. Kalau di lihat dari segi umur, saat itu pak agung dan bu maya memang masih tergolong muda. Bu maya berusia 33 tahun sedang pak agung berusia 37 tahun. Mereka ber 2 dulunya memang menikah di usia yang sangat muda. Saat itu bu maya berusia 16 tahun sedang pak agung berusia 20 tahun. Mereka menikah karena perjodohan orang tua. Beruntungnya mereka ber 2 ternyata sudah saling menyukai sejak lama. Hingga perjodohan di antara mereka ber 2 berjalan mulus tanpa hambatan. Di dalam pernikahan mereka di karunia 2 orang anak yaitu Milka dan Angga.


__ADS_2