Love Unintended

Love Unintended
episode 4


__ADS_3

Pagi itu milka dan teman temannya pergi menuju kota B menggunakan mobil Rangga.


Milka duduk di samping Rangga yang sedang fokus menyetir.


Sedangkan deny dan anna duduk di bangku belakang.


Sepanjang jalan mereka ber 4 bergurau dengan begitu banyak bahan pembicaraan yang nggak pernah ada habisnya.


Terlebih lagi saat membahas nama pak tulus. Seketika tawa mereka ber 4 pecah begitu saja.


Deny tidak pernah menaruh rasa curiga terhadap hubungan rangga dan milka. Karena selama ini sikap milka dan rangga di hadapan deny terlihat seperti teman biasa tanpa pernah memperlihatkan kemesraan di antara mereka. Terlebih lagi rangga adalah teman deny semasa smp, meskipun sekarang masih satu sekolah namun mereka berada di kelas dan jurusan yang berbeda. Hal itu tidak mempengaruhi pertemanan di antara mereka. Terlebih lagi setelah deny tahu ternyata milka juga mengenal rangga. Sedangkan anna dia juga teman sekelas milka dan deny yang sekaligus pacar deny. Anna dan deny resmi berpacaran sejak perayaan ultah deny.


Sesampainya di kota B mereka berhenti di sebuah pemandian air panas. Namun nyatanya yang turun dari mobil hanyalah deny dan anna.


“Kenapa kalian ga turun?” tanya deny.


“Aku masih pengen keliling ke beberapa tempat disini den” jawab milka.


“Lha gimana sih?” sergah deny pada milka.


“kamu nggak turun juga Ngga?” deny bertanya pada rangga.


“Aku nemenin milka aja, ga mungkin kan aku tinggalin dia sendirian” jawab rangga kompak dengan milka.


“Sebenernya aku tadi liat tempat wisata paralayang, aku pengen kesana” ucap milka pada deny.


“Kenapa kamu ga bilang dari tadi sih mil? Kan kita bisa kesana dulu” jawab deny.


“Habisnya kamu ngebet banget pengen berendam. Jadinya aku anterin kamu kesini dulu deh” jelas milka pada deny


“Gini aja den, aku anterin milka ke paralayang. Kamu sama anna berendam di sini aja. Ntar kalo milka uda selesai, kalian aku jemput” ujar rangga pada deny.


“Ah dasar kalian ga asyik” umpat deny.


“udah den, biarin mereka main sendiri. Toh yang pengen kesini kan emang kamu bukan mereka. Udah bagus mereka mau nemenin kita jauh jauh kesini” anna berbisik pada deny.


Dengan mulut yang masih mengomel, akhirnya deny melepas rangga dan milka untuk meninggalkannya menuju ke tempat lain.


“Kalian hati hati di jalan ya. Jangan lupa telfon kami kalo ada apa apa” ucap anna sembari melambaikan tangan pada rangga dan milka yang mobilnya mulai bergerak perlahan meninggalkannya.


“oke, dah” seru milka seraya tersenyum pada anna...


Di perjalanan menuju paralayang yang letaknya tidak jauh dari pemandian air panas.


“Ngga, aku jadi ngerasa bersalah udah ngebohongin deny sama anna” milka berkata dengan raut wajah gelisah.

__ADS_1


Melihat milka yang gelisah, sambil menyetir rangga memegang milka dengan tangan kirinya seraya berkata.


“Sayang, tenanglah. Ada aku bersamamu. Kamu nggak salah”


“Kalo kita seharian bersama mereka, cepat ato lambat hubungan kita akan segera ketahuan”


"Karena aku hampir tidak bisa menahan diriku saat bersamamu"


“Lagi pula tujuan kita kemari kan memang untuk ke paralayang bukan ke pemandian air panas”


Milka hanya terdiam mendengar ucapan rangga yang sedang menghiburnya. Lalu dia palingkan wajahnya menatap pada rangga yang sedang fokus menyetir namun sesekali menatapnya sambil tersenyum padanya.


Sesampainya di paralayang, mereka bergegas menuju bukit tempat pemberangkatan untuk terbang.


Milka dan rangga menikmati penerbangan menggunakan parasut yang telah mereka sewa. Namun baru sekali terbang milka sudah merasa kecapekan.


Akhirnya rangga menyewa sebuah penginapan omah kayu yang telah tersedia di sana sekedar untuk beristirahat siang itu sambil melepas lelah.


Dari dalam omah kayu yang terletak di ketinggian pepohonan, terlihat begitu indah pemandangan alam yang tersaji di depan mata.


“Sayang kamu senang?” bisik rangga seraya memeluk tubuh milka dari belakang sambil menatap keindahan alam di depannya.


Sesekali rangga mengecup pipi milka dengan kecupan mesra hingga membuat milka mulai terlena olehnya.


“Sayang, tentang hubungan kita. Aku ingin semua orang tau kalo kamu adalah milikku” ucap rangga sambil merapatkan tangannya yang sedang melingkar di perut milka dan mulai mengecup telinga milka.


“Jangan dulu Ngga, bersabarlah. Aku akan ngomong sama orang tuaku pelan pelan”


“Aku akan meyakinkan mereka, semua itu butuh waktu”


“Sampe kapan? Aku sudah nggak tahan harus selalu sembunyi sembunyi seperti ini sayang”


“Rangga, jangan marah gitu dong” ucap milka sambil membalikkan badannya lalu melingkarkan ke 2 tangannya ke leher rangga.


Ia pun di sambut oleh rangga yang segera melingkarkan tangannya ke punggung milka.


Mereka berdua saling bertatapan dengan wajah penuh cinta layaknya orang yang sedang kasmaran.


Orang bilang, kalo pacaran jangan berdua duaan. Karena hal itu mengundang pihak ke 3. Yaitu setan.


Rangga yang menatap wajah cantik milka yang kala itu tengah berada dalam pelukannya, nyatanya sudah tidak tahan lagi untuk membendung hasrat yang bergejolak di tubuhnya. Tanpa berkata kata, tiba tiba saja rangga memberanikan diri untuk mengecup bibir milka. Alih alih bukannya marah, milka malah menyukai ciuman rangga. Hingga pada akhirnya mereka kembali berciuman dan berkali kali melakukannya dengan penuh gairah. Itu adalah ciuman pertama mereka setelah 6 bulan mereka berpacaran.


Awalnya mereka hanya berciuman dan mulai merebahkan diri ke ranjang di penginapan siang itu. Kebetulan cuaca sedikit mendung dan gerimis datang mengguyur sekitar tempat itu. Seolah di dukung oleh cuaca, mereka ber 2 kehilangan kendali akan dirinya sendiri.


Mulai merasakan kedinginan karena hawa dingin yang mulai menyebar di sekitar penginapan mereka siang itu, mereka bergumul di atas ranjang.

__ADS_1


“Rangga, aku kedinginan”


“Aku peluk kamu sayang, biar nggak dingin lagi” ucap rangga seraya menarik selimut dan menutupkannya ke tubuh mereka.


Mereka berdua saling berpelukan dan kembali berciuman. Seolah belum puas dan ingin menumpahkan semua hasrat yang telah menggebu. Tanpa di sadari tangan rangga mengikuti naluri lelakinya dan mulai menggerayangi tubuh suci milka. Karena mereka ber 2 telah mulai terjerumus ke dalam bujuk rayu hawa nafsu, milka membiarkan tangan nakal rangga yang mulai merangkak menyelinap ke dalam tubuh seksi milka. Hingga satu persatu pengait bra yang di kenakan milka mulai terlepas hingga memberi kebebasan pada rangga untuk menyentuh aset berharga milka yaitu 2 buah gunung besar yang terletak di dada.


Mereka masih terus saja berciuman dengan jemari nakal rangga yang perlahan mulai berani meremas 2 buah gunung besar milka. Satu persatu pakaian mereka tanggalkan seolah telah kehilangan kesadaran. Saat itu mereka berdua telah hampir sama sama telanjang dan hanya celana dalam saja yang masih menempel di badan. Dengan kondisi seperti itu semakin memudahkan mereka ber 2 untuk saling bercumbu dan memberikan ciuman tanda cinta di leher dan dada masing masing.


Setan tengah berpesta bahagia kala itu merayakan kemenangannya atas runtuhnya pertahanan iman di antara mereka ber 2 yang hanya berstatus sepasang kekasih.


Gejolak nafsu di antara mereka telah tak terbendung lagi. Terlebih lagi rangga, yang rudalnya telah berdiri tegak dan siap meluncur bebas menuju landasan yang tersedia di depannya.


Perlahan rangga kembali mencumbu milka dengan menciumi leher dan dadanya.


Perlahan pula rangga memelorotkan celana dalam milka hingga terlepas dari tubuhnya.


Rangga kembali mencium bibir milka sembari menindihkan tubuhnya ke atas tubuh milka...


Saat itu sempat ada rasa takut yang milka rasakan di hatinya. Namun milka tidak sempat mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya karena rangga terus saja mencumbu bibir milka dengan ciuman mesra tanpa henti. Dengan nafas yang mulai ngos ngosan di bawah pengaruh birahi, rangga mulai menekan tubuh milka.


Menyadari yang mereka lakukan saat ini telah terlampau jauh dan melewati batas milka berusaha bicara pada rangga.


“Rangga, aku takut”


“Tenanglah sayang, aku tidak akan menyakitimu” bujuk rangga yang kala itu rudalnya telah berada tepat di atas pintu kehormatan milka.


“Aku akan melakukannya dengan pelan pelan” Rayu rangga.


"Tapi rangga, ini salah"


"Jangan takut sayang, aku akan bertanggung jawab padamu" bujuk rangga pada milka.


Milka yang saat itu telah terpengaruh oleh bujuk rayu hawa nafsu mempercayai ucapan rangga begitu saja.


Dengan bodohnya milka membiarkan rangga menjebol pintu kehormatannya yang merupakan mahkota satu satunya yang ia miliki dalam dirinya.


Rangga mulai memeluk dengan erat tubuh milka yang tengah ia tindih. Sambil mencium bibir milka, perlahan rangga mulai memaksakan rudalnya untuk menerobos jalan sempit kehormatan milka. Sedikit demi sedikit rangga mulai mendorong masuk, dan sedikit demi sedikit pula pintu kehormatan mulai terbuka dengan di ikuti rintihan rasa sakit yang muncul dari dalam mulut milka.


“Esstt,,”


Milka menahan rasa sakit menuju kenikmatan duniawi itu dengan sekuat tenaga hingga tanpa sadar ia telah menitikkan air mata. Mendengar rintihan milka, rangga segera membungkam bibir milka dengan menciumnya berkali kali penuh gairah. Rangga masih saja berusaha untuk menerobos jalan kehormatan milka dengan sedikit tekanan dan dorongan hingga pada akhirnya keseluruhan rudal milik rangga telah berhasil masuk dan memenuhi ruangan kehormatan milik milka.


Hal yang harusnya tidak boleh dilakukan akhirnya terjadi begitu saja.


Siang itu akhirnya kehormatan milka telah direnggut oleh rangga tanpa paksaan dan mengatas namakan cinta karena melakukannya atas dasar suka sama suka.

__ADS_1


__ADS_2