
Maya dan Rizky menghabiskan beberapa hari di desa, belajar tentang budaya dan tradisi masyarakat setempat. Rizky sangat menikmati waktunya bersama mereka, mendengarkan cerita-cerita mereka tentang desa dan lingkungan sekitar. Maya juga senang melihat Rizky begitu terlibat dan tertarik pada masyarakat desa.
Suatu sore, Maya mengajak Rizky untuk berjalan-jalan di hutan. Rizky setuju dan mereka berjalan-jalan di tengah hutan yang rimbun. Maya dan Rizky berbicara tentang petualangan mereka dan merencanakan untuk melakukan perjalanan lebih jauh lagi di masa depan.
Maya: "Aku senang bisa berpetualang bersamamu. Kita bisa mengeksplorasi banyak tempat yang belum pernah ditemukan sebelumnya."
Rizky: "Aku juga senang berpetualang bersamamu. Kita bisa belajar banyak tentang budaya dan tradisi masyarakat setempat."
Maya: "Apa kau pernah berpikir tentang menetap di desa kami?"
Rizky terdiam sejenak dan terkejut dengan pertanyaan Maya. Dia tidak pernah memikirkan untuk menetap di satu tempat, karena dia selalu ingin menjelajahi tempat-tempat baru.
__ADS_1
Rizky: "Aku tidak pernah memikirkan tentang menetap di satu tempat. Aku selalu ingin menjelajahi tempat-tempat baru."
Maya: "Aku bisa mengerti perasaanmu itu. Tapi desa kami membutuhkan orang seperti kamu. Kau bisa membantu kami menjaga keamanan desa dan membantu masyarakat setempat."
Rizky terdiam lagi. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa senang dengan Maya dan masyarakat desa, tapi dia juga merasa tidak bisa menetap di satu tempat.
Rizky: "Aku akan memikirkannya. Tapi aku tidak bisa menjanjikan apa-apa sekarang."
Maya: "Tidak apa-apa. Aku mengerti perasaanmu. Aku hanya ingin kau tahu bahwa desa kami akan selalu terbuka untukmu."
Mereka berjalan-jalan di tengah hutan, merenungi pembicaraan mereka. Rizky merasa sedikit bingung dengan perasaannya terhadap Maya dan desa. Dia tidak tahu apakah dia bisa menetap di satu tempat atau tidak.
__ADS_1
Setelah mereka kembali ke desa, mereka berpisah untuk menjalani aktivitas masing-masing. Rizky pergi ke hutan untuk mencari tumbuhan obat-obatan, sementara Maya kembali ke kantornya untuk mengurus administrasi desa. Saat Rizky berjalan-jalan di hutan, dia teringat kata-kata Maya tentang menetap di desa. Dia merenungkan lagi tentang perasaannya terhadap Maya dan desa.
Rizky: "Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Aku merasa senang bisa berpetualang bersamamu, tapi aku juga merasa nyaman di desa ini. Aku harus memikirkannya lebih serius lagi."
Sementara itu, Maya juga merenungkan tentang perasaannya terhadap Rizky. Dia merasa nyaman bersamanya dan menghargai pandangannya tentang masyarakat desa. Tapi dia juga tidak ingin terlalu memaksa Rizky untuk menetap di desa. Semakin memaksa semakin terluka hati Maya, jika persaan itu terus terbayang akan dikawatirkan hubungan meraka akan tidak berlanjut.
Beberapa menit berlalu Rizky terlihat sedang memikirkan bagaimana jika pembahasan lain bisa dia berikan agar suasana menjadi lebih baik dari pada memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan membuat hati dan pikiran tertekan.
Pembahasan yang akan diberikan oleh Rizky sedang dia pikirkan, banyak sekali upaya pembahasan yang akan Rizky berikan, akan tetapi dia memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika dia membuka pembahasan tersebut apakah membuat suasana kembali baik atau akan menjadi makin memburuk. Sedangkan Maya hanya memikirkan bagimana Rizky tidak marah dan kecawa jika dia terus memaksakan kehendaknya.
Beberapa kata coba Maya susun agar menjadi obrolan yang bagus dan membuat suasana hati Rizky makin bahagia.
__ADS_1
Maya: "Aku harus memberikan waktu Rizky untuk memikirkannya. Tapi aku harap dia bisa tetap berada di sini bersama kami."