
Beberapa minggu berlalu, Maya memutuskan untuk mengajak Rizky berkunjung ke desa asalnya di daerah lain. Rizky merasa senang dan antusias untuk menjelajahi tempat baru bersama Maya.
Setelah perjalanan yang cukup jauh, mereka akhirnya sampai di desa asal Maya. Rizky merasa kagum dengan keindahan desa dan kehidupan masyarakatnya. Namun, ada sedikit ketegangan ketika Maya bertemu dengan mantan kekasihnya yang masih tinggal di desa tersebut.
Maya dan Rizky sedang duduk di suatu kedai ketika mantan kekasih Maya, Arya, tiba-tiba muncul. Rizky bisa merasakan ketegangan di udara dan dia merasa cemas tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Arya: "Maya, kau sudah kembali. Aku sudah lama tidak melihatmu."
Maya: "Ya, aku datang bersama temanku, Rizky. Ini Arya, temanku dulu."
Rizky merasa canggung dan tidak nyaman ketika dia melihat Arya menghampiri Maya. Namun, dia mencoba untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan rasa cemburu atau kesal.
Arya: "Rizky, kan? Aku dengar kau petualang yang terkenal. Kau pasti telah mengunjungi banyak tempat menarik."
Rizky: "Ya, aku suka menjelajahi tempat baru dan mengalami petualangan."
Maya bisa merasakan ketegangan di udara, dan dia merasa perlu untuk menyelesaikan situasi ini dengan cepat.
Maya: "Baiklah, Arya. Kami harus pergi sekarang. Kita harus menyelesaikan beberapa urusan di desa."
__ADS_1
Arya: "Tentu, Maya. Aku senang melihatmu kembali. Kita harus bertemu lagi nanti."
Rizky dan Maya meninggalkan kedai, dan mereka berjalan-jalan di sekitar desa. Maya melihat bahwa Rizky sedikit murung dan dia merasa perlu untuk membantunya.
Maya: "Apakah semuanya baik-baik saja?"
Rizky: "Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sedikit cemas tentang pertemuanmu dengan Arya lagi. Dia adalah mantan kekasihmu dan aku merasa sedikit cemburu ketika kamu bertemu dengannya lagi."
Semua orang pasti memiliki masa lalu akan tetapi kita semua juga harus bisa melalui hal tersebut, dengan seiring berjalanya waktu kita akan belajar bagaimana menerima masalalu tersebut. Maya sudah menganggap Arya hanya sebagai teman masa kecilnya dulu, sedangkan Rizky masih merasa sedikit cemburu akan hal tersebut.
Tugas Maya harus meyakinkan Rizky bahwa Arya hanya dia anggap sebagai teman masa kecilnya dulu. Maya melihat jika Rizky sedikit cemburu, Maya mencoba berbicara dengan Rizky agar dia percaya jika dirinya hanya memilih Rizky bukan Arya.
Maya: "Aku bisa memahami itu. Tapi jangan khawatir, Rizky. Aku sekarang hanya menganggap Arya hanya sebagai teman masa kecilku."
Rizky tersenyum dan menggenggam tangan Maya.
Rizky: "Terima kasih, Maya. Aku sangat bersyukur telah bertemu denganmu."
Tidak lama kemudian Arya keluar menghampiri mereka berdua, dia berencana mengajak Rizky untuk berkeliling desa tersebut. Arya melakukan hal tersebut agar Maya bisa melakukan urusan yang akan dia lakukan didesa untuk bertemu kepala desa disana. Rizky pun menyetujui hal tersebut. Akhirnya mereka berdua berkeliling desa.
__ADS_1
Arya:”Beginilah suasana didesa kami. Apakah kamu menyukai desa kami?”
Rizky:”Sangat indah dan bersih. Semua masyarakat disini pasti hidup rukun dan bahagian”
Arya:”Tentu saja karena ini tidak luput dari campur tangan Maya. Maya sering membantu desa ini meskipun dia juga memliki desa yang harus dia urus.”
Arya:”Kalau saya boleh bertanya. Dimana asalmu?”
Rizky:”Saya datang dari desa yang sangat jauh yaitu negara bagian barat:”
Arya:”Hah itu sangat jauh sekali. Jadi kau adalah seorang petualang?
Rizky:”Benar.”
Arya:”Bagaimana anda bisa mengenal Maya:”
Rizky:”Saya hanya kebetulan mengunjungi desa Maya. Bertemu Maya disana:”
Arya:”Seperti itu. Saya hanya berpesan tolong jaga Maya.”
__ADS_1
Rizky:”Pasti saya akan lakukan itu:”
Mereka beruda akhirnya kembali ketempat Maya berada. Arya berpamitan segera meninggalkan mereka berdua. Maya dan Rizky akhirnya bertemu dan Maya berencana mengajak Rizky ke pemakaman kedua orang tuanya.