
Beberapa hari berlalu, Rizky dan Maya terus menjalani aktivitas masing-masing. Mereka juga terus berbicara dan berbagi cerita tentang petualangan mereka. Suatu hari, ketika Maya sedang berjalan-jalan di sekitar desa, dia melihat Rizky sedang duduk di bawah pohon, menatap ke arah pegunungan.
Maya menghampiri Rizky dan duduk di sampingnya. Mereka saling memandang dan tersenyum.
Maya: "Apa yang kau pikirkan?"
Rizky: "Aku merenungkan tentang apa yang kau katakan tentang menetap di desa."
Maya: "Aku tidak ingin memaksa kau untuk menetap di sini. Tapi aku harap kau bisa tetap bersama kami."
Rizky: "Aku juga merasa nyaman di desa ini. Dan aku ingin membantu masyarakat setempat. Tapi aku masih ingin berpetualang dan menjelajahi tempat-tempat baru."
Maya: "Aku mengerti. Tapi desa kami akan selalu terbuka untukmu. Kau bisa datang dan pergi kapanpun kau mau."
Rizky tersenyum dan merangkul Maya.
Rizky: "Terima kasih. Aku senang bisa bertemu denganmu dan menjalani petualangan bersamamu."
__ADS_1
Maya tersenyum balik dan merangkul Rizky.
Maya: "Aku juga senang bisa bertemu denganmu. Dan aku yakin kita masih bisa menjalani petualangan bersama di masa depan."
Mereka duduk di bawah pohon, menikmati pemandangan pegunungan yang indah. Mereka tahu bahwa masa depan mereka masih panjang dan penuh dengan petualangan. Tapi mereka juga tahu bahwa mereka akan selalu memiliki tempat yang bisa mereka panggil rumah di desa tersebut.
Saat meraka berada di bawah pohon apel meraka melihat jika pohon tersebut sudah berbuah dan sangat banyak sekali, Rizky memliki idea untuk memanjat pohon dan memetik 1 apel untuk diberikan kepada Maya, Rizky memanjat pohon tersebut dan setealah memanjat dia mendapatkan buah apel yang sangat merah merona.
Rizky:”Sepertinya ini apel sangat manis sekali, tent saja ini akan disukai oleh Maya.”
Rizky:”Tenang saja Maya aku sudah handal untuk memanjat pohon ini, yang susah sekarang yaitu memanjat hatimu agar segeraku raih dan ku genggam.”
Maya:”Dasar tukang gombal, aku menghawatirkanmu, cepat turun jika sudah mendapatkan buah apel.”
Setelah turun dan sudah mendapatkan buah apel tersebut Rizky turun, Maya merasa legah akhirnya Rizky turun, Rizky memberikan buah apel yang dia dapatkan ke pada Maya, Maya menerima buah tersebut kemudian memakanya, setelah menggigit buah apel tersebut maya bertanya.
Maya:”Kenapa kamu tidak memakan apel juga? Apakah kamu sudah kenyang?”
__ADS_1
Rizky:”Saya hanya memetik satu buah apel khusus untuk kamu Maya, karena saya berfikir cukup orang manis seperti kamu saja yang memakan buah apelmanis itu bairkan aku menik matinya dari kejauhan.”
Rizky:”Saya hanya memetik satu saja suapaya buah tersebut bisa dipetik oleh masyarakat desamu merakalah yang lebih membutuhkan dan merekalah yang menanam pohon tersebut.”
Maya:”Ini makan juga kita makan beruda saja ape satu ini, karena saya hanya akan memakanya sedikit dan tolong habiskan sisa apel tersebut.”
Rizky:”Baik kalau itu maumu akan saya habiskan susai permintaanmu:”
Sebetulan itu adalah siasaat Rizky supaya dia bisa bermesraaan dengan Maya, dan rencana itupun berhasil.
Akhirnya mereka kembali ke desa, dan menikmati waktu mereka bersama-sama di sana. Rizky membantu masyarakat setempat untuk menjaga keamanan desa, sementara Maya membimbing Rizky untuk mengenal lebih dekat tentang budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Mereka masih akan menjelajahi banyak tempat baru bersama-sama di masa depan, tapi mereka selalu akan ingat tentang desa tersebut, tempat di mana mereka saling bertemu dan menemukan arti cinta yang sejati.
Rizky melakukan kegiatan untuk membantu masyarakat desa seperti membantu memotong kayu, mencari rumput untuk pakan sapi dan kambing, membuat adonan pakan ayam dan ungggas lain, memerah susu sapi, dan membantu kegiatasn lain yang ada didesa.
Sedangkan Maya mengurus keperluan didesa, mengatur jumlah makanan untuk seluruh desa, mendata siapa saja yang sedang sakit, mendata masyarakat pendatang baru, menyiapkan barang dan bahan untuk menyiapkan adanya bebera musim/iklim yang akan datang.
__ADS_1