
Pada hari yang sama mereka berdua berkunjung ke pemakaman orang tua Maya yang berada dipinggir desa tersebut. Sebelum menuju pemakaman Maya mengajak Rizky untuk membelikan bunga kesayangan dari ibundanya. Saat sudah didepan toko bunga, Maya melihat bunga matarahi yang sangat cantik akhirnya dia memilih bunga tersebut dan membawanya. Akhirnya mereka berdua menuju makam, setibanya didepan nisan kedua orang tua Maya. Maya mencaritakan bagaimana mereka berdua meninggal dan bagaimana dia tinggal didesa lain sampai menjadi pemimpin desa.
Maya:”Pada saat itu ayah dan ibuku terkena penyakit langkah, didesa ini tidak ada obatnya karena didesa ini tidak ada tanaman dan bahan baku untuk membuat obat tersebut. Akhirnya saya mencari tau dimanakah obat tersebut berada. Setelah beberapa hari saya mencari, saya mendapat informasi jika ada tumbuhan dan bahan baku didesa Donsu. Kemudian tanpa berpikir panjang saya bergegas membawa ayah dan ibuku kedesa tersebut menggunakan gerobak kuda.:”
Maya:”Sesampainya didesa tersebut saya kaget dan heran karena disana sedang terjadi wabah penyakit yang sama diderita oleh kedua orang tuaku. Hampir setengah warga desa terjangkit penyakit termasuk kepala desa disana, akhirnya Maya menurunkan kedua orang tuanya dari kereta kuda dan membawanya ke tempat penampungan atau tempat penyebuhan penyakit tersebut. Maya mencari dokter disana dan bertanya apakah anda mengetahui obat untuk penyakit ini.
Dokter menjawab:”Saya tidak tau obat dari penyakit ini.” dengan wajah bingung, sedih dan kelelahan.
Maya:”Saya tau dokter bahan-bahan untuk membuat obat dari penyakit ini.”
Dokter:”Apa benar anda tau bahan untuk membuat obat dari penyakit ini. Apakah anda juga tau nama penyaki ini?.”
Maya:”Penyakit ini bernama Flu Hitam. Didesa kami pernah mengalami hal ini sebelumya jadi kami sudah pernah memluinya dan menemukan bahan-bahan untuk membuat obat ini.
Dokter:”Sebutkan apa saja bahan ini. Akan segera saya bawakan.”
Maya menyebutkan semua bahan yang diperlukan untuk membuat obat tersebut.
__ADS_1
Sembari membuat obat tersebut dokter bertanya ke pada Maya.
Dokter:”Siapa anda sebenarnya? Dan ada perlu apa anda kesini?.”
Maya:”Saya kesini ingin mengobati kedua orang tua saya yang sedang sakit seperti ini juga dan saya kesini karena hanya ada didesa ini bahan-bahan untuk membuat obat tersebut bisa didapatkan.”
Setelah beberapa bahan didapatkan akhirnya pencampuran bahan selesai obat tersebut sudah siap untuk disebarkan ke warga agar segera dikonsumsi. Beberapa dokter dan warga desa yang sehat membantu memberikan obat kepada warga yang terkena penyakit flu hitam.
Kemudian dokter membagikan obat ke pada warga, warga berbondong-bondong membantu meminumpan obat kepada warga yang sedang sakit. Maya juga meminumkan obat kepada kedua oran tuanya.
Beberapa jam kemudian semua orang yang terkena penyakit sudah meminum obat secara keseluruhan. Untuk proses penyembuhan harus melalui beberapa hari tidak bisa langsung sembuh harus diberikan obat itu secara berkala.
Maya bergegas mengumpulkan warga agar segera memakamkan warga yang tidak tertolong nyawanya kareana jika tidak segera dimakamkan akan menyebabkan flu hitam menyebar ke warga lain dan menimbulkan penyakit baru dan lebih berbahaya. Setelah membantu memakamkan warga yang terkena penyakit, Maya segera merawat kedua orang tuanya, dengan semua kempuan dikerahkan akan tetapi beberapa hari berlalu orang tua Maya tidak tertolong. Maya menangis dan bersedih karena kedua orang tua yang sangat dia cintai telah meninggalkanya.
Seletah memakamkan kedua orang tuanya didesa asalnya, Maya bergegas mengumpulkan warga, Maya memberitahukan agar kita harus membuat obat sebanyak mungkin untuk persediaan supaya hal ini tidak terjadi lagi. Beberapa hari berlalu setelah maya kembali ke desa asalnya, Maya bersikeras jika dia harus membantu warga desa untuk membudidayakan dan mengembangkan bahan-bahan yang ada disana.
Kemudia Maya membawa barang-barang untuk dia bawa ke desa tersebut. Sesampainya didesa, Maya mengpulkan warga dan memberitahukan jika dia akan membantu membudidayakan dan mengembangkan bahan-bahan agar bisa membantu perokonomian warga dan juga membantu mengobati warga didalam desa dan diluar desa. Beberapa bulan berlalu akhirnya tujuan Maya tercapai dan pada saat warga sedang mengadakan pemilihan kepala desa atau pemimpin desa baru dialah yang terpilih menjadi kepala desa disana.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita tersebut Rizky mengatakana sesuatu kepada Maya.
Rizky:”Saya pernah terkena penyakit tersebut. Untung saya bisa sembuh. Saya turut berduka cita atas meninggalnya orang tuamu”
Rizky:”Aku akan selalu ada disampigmu dan mendukungmu.”
Maya:”Terimaksih banyak Rizky atas perhatianmu.”
Mereka berdua duduk didekat makam kedua orang tua Maya. Maya mendekat ke depan nisan ibundanya dan berkata.
Maya:”Ibu ini bunga kesayanganmu saya taruh disini. Semoga ayah dan ibu tenang dan bahagia disana.”
Maya:”Maaf jika Maya tidak bisa sering ke sini karena sekarang maya memliki banyak tanggung jawab yang harus Maya selesaikan. Mohon dukungan dari ayah dan ibu agar Maya lebih kuat lagi dan jika Maya memiliki waktu senggang akan Maya usahakan bisa berkunjung kesini kembali.”
Maya:”Ayo Rizky kita kembali kedesa kita karena saya sudah menyelesaikan urusan didesa ini.”
Rizky:”Baik Maya mari kita kembali.”
__ADS_1
Mereka berdua berjalan pergi meniggalkan makam menuju desa. Maya menunjukan tempat tempat dimana dia sewaktu kecil sering bermain disana dan menunjukan beberapa tempat-tempat menarik didalam desa. Setelah berkeliling akhirnya mereka berdua keluar dari desa tersebut dan menuju desa yang di pimping oleh Maya.