Lukisan Rapuh Bercerita

Lukisan Rapuh Bercerita
PROLOG


__ADS_3

Rekomendasi Lagu


Good Person (2022) - Haechan


———


Kala pagi yang seharusnya terasa tenang hari itu di Sekolah, namun terasa berbeda bagi Athena dan lawan bicaranya yang sedang membisu. Keheningan suasana pun semakin mengisi kekosongan perasaan keduanya.


"Udahin aja ya hubungan kita."


Setelah berpikir panjang dan bersusah payah menyusun kata untuk di ucapkan pun akhirnya terucap meski seraya tertunduk ragu.


"Iya."


Balasnya singkat dengan ekspresi dingin yang sulit ditebak, sehingga lawan bicaranya menatap bingung dan tersenyum pahit.

__ADS_1


"Tanpa aku jelasin alasannya pasti kamu udah hafal ya. Karena aku selalu ucapin itu saat kita berantem sebelum-sebelumnya dan aku pun hafal juga balasan kamu pasti itu juga kan..."


Ucapnya setelah terkekeh pelan karena berusaha menutupi kekecewaan diwajahnya.


"Iya, keputusan kamu itu keputusan aku dan saat kamu bahagia saat itu juga aku bakal berusaha ikut bahagia juga. Tapi kalo kamu lagi sedih jangan ragu untuk datang kembali ke aku untuk cerita, makasih untuk hubungan kita selama ini."


Balasnya dengan senyuman tulus.


"Iya..."


Jawabnya dengan suara parau.


"Aku ke kelas duluan ya."


"Tunggu, ini kan belum bel masuk. Aku boleh dapat pelukkan perpisahan?"

__ADS_1


Cegahnya sigap seraya menarik lengan itu, Lalu mendapat anggukkan dan senyum paling indah yang pernah ia lihat lalu mereka saling berpelukkan dalam jangka waktu lama.


Seketika momen-momen bahagia mereka bersama selama ini terbuka dalam ingatan terdalam mereka, mereka tidak menyangka hubungan yang mereka bangun terasa singkat dan terasa samar putih abu-abu.


Sebelum bendungan tangisnya pecah, ia segera menarik nafas panjang dan berusaha keluar dari zona nyaman pelukkan. Namun orang itu tak mau ini berakhir bahkan malah memperdalam pelukkannya, ternyata pria itu diam-diam menangis dipundak wanita itu.


Wanita itu sadar dengan suara sesengukkan pelan pria itu yang berusaha ia tahan, dengan ragu ia mengusap-usap pelan punggung bidang pria itu seolah-olah memintanya melepaskan saja tangisan itu karena memang menangis dalam diam itu sangat menyakitkan. Wanita itu tahu semenyakitkan apa menangis dalam diam.


Tringgg!


Hingga hanya bel masuk yang benar-benar berhasil menghentikan tangis pria itu dan wanita itu mundur setelah melepaskan pelukkan mereka, mata sendu sayup pria itu menatap dalam mata indah milik wanita di hadapannya dan terasa sekali perbedaan keduanya saat ini. Pria itu terlihat paling menyedihkan dikeadaannya sekarang ini, sementara wanita itu seperti air danau yang sangat tenang meski entahlah apa isi hati wanita itu sebenarnya sekarang ini.


Sebelum keduanya beranjak menjauh tanpa sepatah kata pun menuju kelas mereka masing-masing, wanita itu sempat menyodorkan sebungkus tisu dengan ukuran saku. Lalu mereka benar-benar berpisah, bukan hanya kaki yang beranjak pisah namun hubungan mereka juga berpisah. Mungkin ini pertemuan terakhir mereka, tentu juga menjadi saling asing.


Perpisahan ini benar adanya, saling asing benar adanya, setengah perasaan hilang benar adanya dan itu pelukkan pertama dan terakhir mereka. Ini adalah awal bukan akhir, segalanya pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Jika menyelesaikan sesuatu dengan sikap tenang saling dewasa, semua itu terasa seperti keputusan yang tepat untuk mereka.

__ADS_1


———


Menarik bukan? Silahkan lanjut ke chapter selanjutnya dan mohon dukungannya ya 😁👍


__ADS_2